Silsilah Shahihah Albani
1/3094

1 - " لا يذهب الليل و النهار حتى تعبد اللات و العزى , فقالت عائشة :
يا رسول الله إن كنت لأظن حين أنزل الله *( هو الذي أرسل رسوله بالهدى و دين
الحق ليظهره على الدين كله و لو كره المشركون )* أن ذلك تاما , قال : إنه سيكون
من ذلك ما شاء الله " . الحديث .


قال الألباني في "السلسلة الصحيحة" 1 / 6 :

المستقبل للإسلام :
------------------

قال الله عز وجل : *( هو الذي أرسل رسوله بالهدى و دين الحق ليظهره على الدين
كله و لو كره المشركون )* .

تبشرنا هذه الآية الكريمة بأن المستقبل للإسلام بسيطرته و ظهوره و حكمه على
الأديان كلها , و قد يظن بعض الناس أن ذلك قد تحقق في عهده صلى الله عليه وسلم
و عهد الخلفاء الراشدين و الملوك الصالحين , و ليس كذلك , فالذي تحقق إنما هو
جزء من هذا الوعد الصادق , كما أشار إلى ذلك النبي صلى الله عليه وسلم بقوله :

" لا يذهب الليل و النهار حتى تعبد اللات و العزى , فقالت # عائشة # :
يا رسول الله إن كنت لأظن حين أنزل الله *( هو الذي أرسل رسوله بالهدى و دين
الحق ليظهره على الدين كله و لو كره المشركون )* أن ذلك تاما , قال : إنه سيكون
من ذلك ما شاء الله " . الحديث .

رواه مسلم و غيره , و قد خرجته في " تحذير الساجد من اتخاذ القبور مساجد " (
ص 122 ) .
و قد وردت أحاديث أخرى توضح مبلغ ظهور الإسلام و مدى انتشاره , بحيث لا يدع
مجالا للشك في أن المستقبل للإسلام بإذن الله و توفيقه .
و ها أنا أسوق ما تيسر من هذه الأحاديث عسى أن تكون سببا لشحذ همم العاملين
للإسلام , و حجة على اليائسين المتواكلين

Malam dan siang tidak akan sirna sehingga Al-Latta dan Al-‘Uzza telah disembah. Lalu Aisyah bertanya: “Wahai Rasul, sungguh aku mengira bahwa takkala Allah menurunkan firman-Nya “Dialah yang telah mengutus RasulNya (dengan membawa) petunjuk (Al-Quran) dan agama yang benar untuk dimenangkanNya atas segala agama, walaupun orang-orang musyrikin tidak menyukai, hal itu telah sempurna (realisasinya).”Belau menjawab: “Hal itu akan terealisasi pada saat yang ditentukan oleh Allah.”

Berkata Albani di silsilah shahiha 1/6

Masa depan Islam
Allah I berfirman :

هُوَ الَّذى أَرْسَلَ رَسُوْلَهُ بِا لْهُدَى وَدِيْنِ الْْحَقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِِّيْنِ كُلِّهِ وَلَوْ كَرِهَ الْمُشْرِكُوْن

“Dialah yang telah mengutus RasulNya (dengan membawa) petunjuk (Al-Qur’an) dan agama yang benar untuk dimenangkanNya atas segala agama, walaupun orang-orang musyrikin tidak menyukai.” (QS At-Taubah : 33)

Kami patut merasa gembira dengan janji yang telah diberikan oleh Allah I melalui firman-Nya itu, bahwa Islam dengan kearifan dan kebijaksanaannya itu mampu mengalahkan agama-agama lain. Namun tidak sedikit yang mengira bahwa janji tersebut telah terwujud pada masa Nab, masa Kualafaur-Rasyidin dan pada masa khalifah-khalifah sesudahnya yang bijaksana. Padahal kenyataannya tidak demikian. Yang sudah terrealisasi saat itu hanyalah sebagian kecil dari janji di atas, sebagaimana diisyaratkan oleh Rasul SAW melalui sabdanya:

Malam dan siang tidak akan sirna sehingga Al-Latta dan Al-‘Uzza telah disembah. Lalu Aisyah bertanya: “Wahai Rasul, sungguh aku mengira bahwa takkala Allah menurunkan firman-Nya “Dialah yang telah mengutus RasulNya (dengan membawa) petunjuk (Al-Quran) dan agama yang benar untuk dimenangkanNya atas segala agama, walaupun orang-orang musyrikin tidak menyukai, hal itu telah sempurna (realisasinya).”Belau menjawab: “Hal itu akan terealisasi pada saat yang ditentukan oleh Allah.”

Hadits tersebut diriwayatkan oleh Imam Muslim dan Imam-Imam yang lain. Saya telah mentakhrijnya di dalam kitab saya Tahdzirus Sajid Min Ittikhadzil Qubur Masajida. (Peringatan bagi yang Sujud untuk Tidak Menjadikan Makam sebagai Masjid) (hal : 122).

Banyak hadits-hadits lain yang menjelaskan masa kemenangan Islam dan tersebarnya ke berbagai penjuru. Dari hadits-hadits itu tidak diragukan lagi bahwa kemenangan Islam di masa depan semata-mata atas izin pertolongan dari Allah I ,dengan catatan harus tetap kita perjuangkan, itu yang penting. Berikut ini akan saya tampilkan beberapa hadits yang saya harapkan dapat membakar semangat para pejuang Islam dan dapat dijadikan argumentasi untuk menyadarkan mereka yang fatalis tanpa mau berjuang sama sekali.

Silsilah Shahihah Albani jilid 1 halaman 1
2/3094

2 - " إن الله زوى ( أي جمع و ضم ) لي الأرض ، فرأيت مشارقها و مغاربها و إن أمتي
سيبلغ ملكها ما زوي لي منها " . الحديث .


قال الألباني في "السلسلة الصحيحة" 1 / 7 :

رواه مسلم ( 8 / 171 ) و أبو داود ( 4252 ) و الترمذي ( 2 / 27 ) و صححه .
و ابن ماجه ( رقم 2952 ) و أحمد ( 5 / 278 و 284 ) من حديث ثوبان
و أحمد أيضا ( 4 / 123 ) من حديث شداد بن أوس إن كان محفوظا .
و أوضح منه و أعم الحديث :

" ليبلغن هذا الأمر ما بلغ الليل و النهار ، و لا يترك الله بيت مدر و لا وبر
إلا أدخله الله هذا الدين بعز عزيز أو بذل ذليل ، عزا يعز الله به الإسلام
و ذلا يذل به الكفر " .

“Allah telah menghimpun (mengumpulkan dan menyatukan) bumi ini untukku. Oleh karena itu aku dapat menyaksikan belahan Bumi Barat dan Timur. Sunggu kekuasaan umatku akan sampai ke daerah yang dikumpulkan (diperlihatkan) kepadaku itu.”

Hadits tersebut diriwayatkan oleh Imam Muslim (8/171), Imam Abu Daud (4252), Imam Turmudzi (2/27) yang menilainya sebagai hadits shahih, Imam Ibnu Majah (2952) dan Imam Ahmad dengan dua sanad. Pertama berasal dari Tsauban (5/278) dan kedua dari Syaddad bin Aus (4/132), jika memang haditsnya mahfuzh (terjaga).

Ada hadits-hadits lain yang lebih jelas dan luas yaitu:

“Sesungguhnya agama Islam ini akan sampai ke bumi yang dilalui oleh malam dan siang. Allah tidak akan melewatkan seluruh kota dan pelosok desa, kecuali memasukkan agama ini ke daerah itu, dengan memuliakan yang mulai dan merendahkan yang hina. Yakni memuliakannya dengan Islam dan merendahkannya dengan kekufuran.”

Silsilah Shahihah Albani jilid 1 halaman 2
3/3094

3 - " ليبلغن هذا الأمر ما بلغ الليل و النهار و لا يترك الله بيت مدر و لا وبر إلا
أدخله الله هذا الدين بعز عزيز أو بذل ذليل عزا يعز الله به الإسلام
و ذلا يذل به الكفر " .


قال الألباني في "السلسلة الصحيحة" 1 / 7 :

رواه جماعة ذكرتهم في " تحذير الساجد " ( ص 121 ) . و رواه ابن حبان في
" صحيحه " ( 1631 و 1632 ) .
و أبو عروبة في " المنتقى من الطبقات " ( 2 / 10 / 1 ) .
و مما لا شك فيه أن تحقيق هذا الانتشار يستلزم أن يعود المسلمون أقوياء
في معنوياتهم و مادياتهم و سلاحهم حتى يستطيعوا أن يتغلبوا على قوى الكفر
و الطغيان ، و هذا ما يبشرنا به الحديث :
" عن أبي قبيل قال : كنا عند عبد الله بن عمرو بن العاصي و سئل أي المدينتين
تفتح أولا القسطنطينية أو رومية ؟ فدعا عبد الله بصندوق له حلق ، قال :
فأخرج منه كتابا قال : فقال عبد الله : بينما نحن حول رسول الله صلى الله
عليه وسلم نكتب إذ سئل رسول الله صلى الله عليه وسلم : أي المدينتين تفتح
أولا أقسطنطينية أو رومية ؟ فقال رسول الله صلى الله عليه وسلم :
" مدينة هرقل تفتح أولا . يعني قسطنطينية " .

“Sesungguhnya agama Islam ini akan sampai ke bumi yang dilalui oleh malam dan siang. Allah tidak akan melewatkan seluruh kota dan pelosok desa, kecuali memasukkan agama ini ke daerah itu, dengan memuliakan yang mulai dan merendahkan yang hina. Yakni memuliakannya dengan Islam dan merendahkannya dengan kekufuran.”

Hadits ini diriwayatkan oleh sekelompok Imam yang telah saya sebutkan di dalam kitab At-Tahdzir (hal 121). Sementara Imam Ibnu Hibban meriwayatkannya dalam kitab Shahih-nya (1631, 1632). Sedang Imam Abu ‘Arubah meriwayatkannya dalam kitab Al-Montaqa minat-Thabaqat (2/10/1).

Tidak diragukan lagi bahwa tersebarnya agama Islam kembali kepada umat Islam sendiri. Oleh karena itu mereka harus memiliki kekuatan moral, material dan persenjataan hingga mampu melawan dan mengalahkan kekuatan orang-orang kafir dan orang-orang durhak Inilah yang dijanjikan oleh Nabi SAW:

“Hadits ini diriwayatkan oleh Abu Qubai. Ia menuturkan “(pada suatu ketika) kami bersama Abdullah Ibnu Amer Ibnu Al-Ash. Dia ditanya tentang mana yang akan terkalahkan lebih dahulu, antara dua negeri, Konstantinopel atau Romawi. Kemudian ia meminta petinya yang sudah agak lusuh. Lalu ia mengeluarkan sebuah kitab.” Abu Qubai melanjutkan kisahnya: Lalu Abdullah menceritakan:3) “Suatu ketika kami sedang menulis disisi Rasulullah r. Tiba-tiba Beliau ditanya: “Mana yang terkalahkan lebih dahulu, Constantinopel atau Romawi?” Beliau menjawab: “Kota Heraclius-lah yang akan terkalahkan lebih dahulu.” Maksudnya adalah Konstantinopel.”

Silsilah Shahihah Albani jilid 1 halaman 3
4/3094

4 - عن أبى قبيل قال : كنا عند عبد الله بن عمرو بن العاصي و سئل أي المدينتين تفتح
أولا القسطنطينية أو رومية ؟ فدعا عبد الله بصندوق له حلق ، قال : فأخرج منه
كتابا قال : فقال عبد الله : بينما نحن حول رسول الله صلى الله عليه وسلم نكتب
، إذ سئل رسول الله صلى الله عليه وسلم : أي المدينتين تفتح أولا أقسطنطينية أو
رومية ؟ فقال رسول الله صلى الله عليه وسلم :
" مدينة هرقل تفتح أولا . يعني قسطنطينية " .


قال الألباني في "السلسلة الصحيحة" 1 / 8 :

( عن أبي قبيل ) .

رواه أحمد ( 2 / 176 ) و الدارمي ( 1 / 126 ) و ابن أبي شيبة في " المصنف "
( 47 / 153 / 2 ) و أبو عمرو الداني في " السنن الواردة في الفتن " ( 116 / 2 )
و الحاكم ( 3 / 422 و 4 / 508 ) و عبد الغني المقدسي في " كتاب العلم "
( 2 / 30 / 1 ) ، و قال : " حديث حسن الإسناد " .
و صححه الحاكم و وافقه الذهبي و هو كما قالا .
و ( رومية ) هي روما كما في " معجم البلدان " و هي عاصمة إيطاليا اليوم .
و قد تحقق الفتح الأول على يد محمد الفاتح العثماني كما هو معروف ، و ذلك بعد
أكثر من ثمانمائة سنة من إخبار النبي صلى الله عليه وسلم بالفتح ، و سيتحقق
الفتح الثاني بإذن الله تعالى و لابد ، و لتعلمن نبأه بعد حين .

و لا شك أيضا أن تحقيق الفتح الثاني يستدعي أن تعود الخلافة الراشدة إلى الأمة
المسلمة ، و هذا مما يبشرنا به صلى الله عليه وسلم بقوله في الحديث :

" تكون النبوة فيكم ما شاء الله أن تكون ، ثم يرفعها الله إذا شاء أن يرفعها ثم
تكون خلافة على منهاج النبوة ، فتكون ما شاء الله أن تكون ، ثم يرفعها إذا شاء
أن يرفعها ، ثم تكون ملكا عاضا فيكون ما شاء الله أن تكون ، ثم يرفعها إذا شاء
الله أن يرفعها ، ثم تكون ملكا جبريا فتكون ما شاء الله أن تكون ، ثم يرفعها
إذا شاء أن يرفعها ، ثم تكون خلافة على منهاج النبوة ، ثم سكت " .

“Hadits ini diriwayatkan oleh Abu Qubai. Ia menuturkan “(pada suatu ketika) kami bersama Abdullah Ibnu Amer Ibnu Al-Ash. Dia ditanya tentang mana yang akan terkalahkan lebih dahulu, antara dua negeri, Konstantinopel atau Romawi. Kemudian ia meminta petinya yang sudah agak lusuh. Lalu ia mengeluarkan sebuah kitab.” Abu Qubai melanjutkan kisahnya: Lalu Abdullah menceritakan:3) “Suatu ketika kami sedang menulis disisi Rasulullah r. Tiba-tiba Beliau ditanya: “Mana yang terkalahkan lebih dahulu, Constantinopel atau Romawi?” Beliau menjawab: “Kota Heraclius-lah yang akan terkalahkan lebih dahulu.” Maksudnya adalah Konstantinopel.”

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Ahmad (II/176), Ad-Darimi (I/126), Ibnu Abi Suaibah dalam Al-Mushan (II/47, 153). Abu Amer Ad-Dani di dalam As-Sunanul Maridah fil-Fitaan (Hadits-hadits tentang Fitnah), Al Hakim (III/422 dan IV/508) dan Abdul Ghani Al-Maqdisi dalam Kitabul Ilmi (II/30). Abdul Ghani bahwa hadits ini hasan sanadnya. Sedangkan Imam Hakim menilainya sebagai hadits shahih. Penilaian Al-Hakim itu sangat disetujui oleh Adz-Dzahabi.
Kata Rumiyyah dalam hadits di atas maksudnya adalah Roma, ibukota Italy sekarang ini, sebagaimana bisa kita lihat di dalam Mu’jamul BuldanI (Ensiklopedi Negara).
Sebagaimana kita ketahui, bahwa kemenangan pertama ada di tangan Muhammad Al-Fatih Al-Utsmani. Hal ini terjadi setelah lebih dari delapan ratus tahun Nabi r menyabdakan hadits di atas. Kemenangan kedua pun akan segera terwujud atas seizin Allah I , sebagaimana firman-Nya:
وَلَتَعْلَمَنَّ نَبَأهُ بَعْدَ حِيْنٍ
”Dan sesungguhnya kamu akan mengetahui (kebenaran) berita Al Quran setelah beberapa waktu lagi.“ (QS Shaad : 88).
Tidak diragukan lagi bahwa kemenangan kedua mendorong adanya kebutuhan terhadap Khalifah yang tangguh. Hal inilah yang telah diberitakan oleh Rasulullah r melalui sabdanya:

“Kenabian telah terwujud di antara kamu sesuai dengan kehendak Allah. Kemudian Dia akan menghilangkannya sesuai dengan kehendak-Nya, setelah itu ada khalifah yang sesuai dengan kenabian tersebut, sesuai dengan kehendak-Nya pula. Kemudian Dia akan menghapusnya juga sesuai dengan kehendak-Nya. Setelah itu ada seorang raja diktator bertangan besi, dan semua berjalan sesuai dengan kehendak-Nya pula. Lalu Dia akan menghapusnya jika menghendaki untuk menghapusnya. Kemudian ada khalifah yang sesuai dengan tuntunan Nabi. Lalu Dia diam.“

Silsilah Shahihah Albani jilid 1 halaman 4
5/3094

5 - " تكون النبوة فيكم ما شاء الله أن تكون ، ثم يرفعها الله إذا شاء أن يرفعها
ثم تكون خلافة على منهاج النبوة ، فتكون ما شاء الله أن تكون ، ثم يرفعها إذا
شاء أن يرفعها ، ثم تكون ملكا عاضا فيكون ما شاء الله أن تكون ، ثم يرفعها إذا
شاء الله أن يرفعها ، ثم تكون ملكا جبريا فتكون ما شاء الله أن تكون ، ثم
يرفعها إذا شاء أن يرفعها ، ثم تكون خلافة على منهاج النبوة . ثم سكت " .


قال الألباني في "السلسلة الصحيحة" 1 / 8 :

رواه أحمد ( 4 / 273 ) حدثنا سليمان بن داود الطيالسي حدثنا داود بن إبراهيم
الواسطي حدثنا حبيب بن سالم عن النعمان بن بشير قال :
كنا قعودا في المسجد ، و كان بشير رجلا يكف حديثه ، فجاء أبو ثعلبة الخشني
فقال :
يا بشير بن سعد أتحفظ حديث رسول الله صلى الله عليه وسلم في الأمراء ؟
فقال حذيفة : أنا أحفظ خطبته ، فجلس أبو ثعلبة ، فقال حذيفة : فذكره
مرفوعا .
قال حبيب : فلما قام عمر بن عبد العزيز و كان يزيد بن النعمان بن بشير في
صحابته فكتبت إليه بهذا الحديث أذكره إياه ، فقلت له : إني أرجو أن يكون
أمير المؤمنين - يعني عمر - بعد الملك العاض و الجبرية ، فأدخل كتابي على
عمر بن عبد العزيز فسر به و أعجبه .
و من طريق أحمد رواه الحافظ العراقي في " محجة القرب إلى محبة العرب "
( 17 / 2 ) و قال : " هذا حديث صحيح ، و إبراهيم بن داود الواسطي وثقه أبو
داود الطيالسي و ابن حبان ، و باقي رجاله محتج بهم في الصحيح " .
يعني " صحيح مسلم " ، لكن حبيبا هذا قال البخاري : فيه نظر .
و قال ابن عدي : ليس في متون أحاديثه حديث منكر ، بل قد اضطرب في أسانيد ما
يروي عنه ، إلا أن أبا حاتم و أبا داود و ابن حبان وثقوه ، فحديثه حسن على
أقل الأحوال إن شاء الله تعالى ، و قد قال فيه الحافظ : " لا بأس به " .
و الحديث في " مسند الطيالسي " ( رقم 438 ) : حدثنا داود الواسطي - و كان
ثقة - قال : سمعت حبيب بن سالم به ، لكن وقع في متنه سقط فيستدرك من " مسند
أحمد " .
و قال الهيثمي في " المجمع " ( 5 / 189 ) :
" رواه أحمد و البزار أتم منه و الطبراني ببعضه في ( الأوسط ) ، و رجاله
ثقات " .
و من البعيد عندي حمل الحديث على عمر بن عبد العزيز ، لأن خلافته كانت
قريبة العهد بالخلافة الراشدة و لم تكن بعد ملكين : ملك عاض و ملك جبرية ، و
الله أعلم .
هذا و إن من المبشرات بعودة القوة إلى المسلمين و استثمارهم الأرض استثمارا
يساعدهم على تحقيق الغرض ، و تنبىء عن أن لهم مستقبلا باهرا حتى من الناحية
الاقتصادية و الزراعية قوله صلى الله عليه وسلم :
" لا تقوم الساعة حتى تعود أرض العرب مروجا و أنهارا " .

Silsilah Shahihah Albani jilid 1 halaman 5
6/3094

6 - " لا تقوم الساعة حتى تعود أرض العرب مروجا و أنهارا " .


قال الألباني في "السلسلة الصحيحة" 1 / 10 :

رواه مسلم ( 3 / 84 ) و أحمد ( 2 / 703 و 417 ) و الحاكم ( 4 / 477 ) من
حديث أبي هريرة .
و قد بدأت تباشير هذا الحديث تتحقق في بعض الجهات من جزيرة العرب بما أفاض
الله عليها من خيرات و بركات و آلات ناضحات تستنبط الماء الغزير من بطن أرض
الصحراء و هناك فكرة بجر نهر الفرات إلى الجزيرة كنا قرأناها في بعض الجرائد
المحلية فلعلها تخرج إلى حيز الوجود ، و إن غدا لناظره قريب .
هذا و مما يجب أن يعلم بهذه المناسبة أن قوله صلى الله عليه وسلم :
" لا يأتي عليكم زمان إلا و الذي بعده شر منه حتى تلقوا ربكم " .
رواه البخاري في " الفتن " من حديث أنس مرفوعا .
فهذا الحديث ينبغي أن يفهم على ضوء الأحاديث المتقدمة و غيرها مثل أحاديث
المهدي و نزول عيسى عليه السلام فإنها تدل على أن هذا الحديث ليس على عمومه
بل هو من العام المخصوص ، فلا يجوز إفهام الناس أنه على عمومه فيقعوا في
اليأس الذي لا يصح أن يتصف به المؤمن ( إنه لا ييأس من روح الله إلا القوم
الكافرون ) أسأل الله أن يجعلنا مؤمنين به حقا .

“Hari kiamat tidak akan terjadi sebelum tanah Arab menjadi tanah lapang yang banyak menghasilkan komoditas penting dan memiliki pengairan yang memadai.”

Hadits tersebut diriwayatkan oleh Imam Muslim (3/84), Imam Ahmad (2/703, 417), dari hadits Abu Hurairah.

Berita-berita gembira ini terealisasi di beberapa kawasan Arab yang telah diberi karunia oleh Allah berupa alat-alat untuk menggali sumber air dari dalam gurun pasir. Disana bisa kita lihat adanya inisiatif untuk mengalirkan air dari sungai Eufrat ke Jazirah Arab. Saya membaca berita ini dari beberapa surat kabar lokal. Hal ini mungkin akan menjadi kenyataan. Dan selang beberapa waktu kelak, akan benar-benar terwujud dan bisa kita buktikan.

Selanjutnya yang perlu diketahui dalam hubungannya dengan masalah ini adalah sabda Nabi r :
”Tidak akan datang kepadamu suatu masa kecuali masa sesudahnya akan lebih buruk, sampai kalian bertemu dengan Tuhanmu dan datangnya hari kiamat.“

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Bukhari dalam Al-Fitan dari hadits Anas secara marfu’.

Hadits ini selayaknya dipahami dengan membandingkan dengan hadits-hadits lain yang terdahulu dan hadits lain (yang ada hubungannya). Seperti halnya hadits-hadits tentang Al-Mahdy dan turunnya Nabi Isa as. Hadits-hadits itu menunjukkan bahwa hadits ini tidak mempunyai arti secara umum, tetapi mempunyai arti khusus (sempit). Oleh karena itu kita tidak boleh memahaminya secara umum (apa adanya), sehingga menimbulkan keputusasaan yang merupakan sifat yang harus dibuang jauh dari orang mukmin. Sebagaimana firman Allah I :

يَابَنِيَّ اذْهَبُؤا فَتَحَسَّسُؤا مِنْ يُؤسُفَ وَأخِيْهِ وَلاَتَايْءَسُؤا مِنْ رَّؤحِ اللّهِ إنَّهُ لاَ يَايْءَسُؤا مَنْ رَّؤحِ اللّهِ إلاَّ الْقَؤمُ الْكَافِرُؤنَ

“Hai anak-anakku, pergilah kamu, maka carilah berita tentang Yusuf dan saudaranya dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir.“(QS Yusuf : 87)

Saya senantiasa memhon ke haribaan Allah I semoga Dia berkenan menjadikan kita sebagai orang-orang yang benar-benar mukmin.

Silsilah Shahihah Albani jilid 1 halaman 6
7/3094

7 - عن أنس قال النبي صلى الله عليه وسلم :
" ما من مسلم يغرس غرسا أو يزرع زرعا فيأكل منه طير أو إنسان أو بهيمة إلا كان
له به صدقة " .


قال الألباني في "السلسلة الصحيحة" 1 / 11 :

( عن أنس ) :

رواه البخاري ( 2 / 67 طبع أوربا ) و مسلم ( 5 / 28 ) و أحمد ( 3 / 147 ) .

Silsilah Shahihah Albani jilid 1 halaman 7
8/3094

8 - عن جابر مرفوعا :
" ما من مسلم يغرس غرسا إلا كان ما أكل منه له صدقة و ما سرق منه له صدقة و ما
أكل السبع منه فهو له صدقة و ما أكلت الطير فهو له صدقة و لا يرزؤه ( أي ينقصه
و يأخذ منه ) أحد إلا كان له صدقة ( إلى يوم القيامة ) " .


قال الألباني في "السلسلة الصحيحة" 1 / 11 :

( عن جابر ) :

رواه مسلم عنه . ثم رواه هو و أحمد ( 3 / 391 ) من طرق أخرى عنه بشيء من
الاختصار ، و له شاهد من حديث أم مبشر عند مسلم و أحمد ( 6 / 362 و 240 ) ،
و له شواهد أخرى ذكرها المنذري في " الترغيب " ( 3 / 224 و 245 ) .

Silsilah Shahihah Albani jilid 1 halaman 8
9/3094

9 - عن أنس رضي الله عنه عن النبي صلى الله عليه وسلم قال :
" إن قامت الساعة و في يد أحدكم فسيلة ، فإن استطاع أن لا تقوم حتى يغرسها
فليغرسها " .


قال الألباني في "السلسلة الصحيحة" 1 / 11 :

( عن أنس )

رواه الإمام أحمد ( 3 / 183 ، 184 ، 191 ) و كذا الطيالسي ( رقم 2068 )
و البخاري في " الأدب المفرد " ( رقم 479 ) و ابن الأعرابي في " معجمه "
( ق 21 / 1 ) عن هشام بن زيد عنه .
و هذا سند صحيح على شرط مسلم ، و تابعه يحيى بن سعيد عن أنس . أخرجه ابن عدي
في " الكامل " ( 316 / 1 ) .
و أورده الهيثمي في " المجمع " ( 63 / 4 ) مختصرا و قال :
" رواه البزار و رجاله أثبات ثقات " .
و فاته أنه في " مسند أحمد " بأتم منه كما ذكرناه .
( الفسيلة ) هي النخلة الصغيرة و هي ( الودية ) .
و لا أدل على الحض على الاستثمار من هذه الأحاديث الكريمة ، لاسيما الحديث
الأخير منها فإن فيه ترغيبا عظيما على اغتنام آخر فرصة من الحياة في سبيل زرع
ما ينتفع به الناس بعد موته فيجري له أجره و تكتب له صدقته إلى يوم القيامة .
و قد ترجم الإمام البخاري لهذا الحديث بقوله " باب اصطناع المال " ثم روى عن
الحارث بن لقيط قال : كان الرجل منا تنتج فرسه فينحرها فيقول : أنا أعيش حتى
أركب هذه ؟
فجاءنا كتاب عمر : أن أصلحوا ما رزقكم الله ، فإن في الأمر تنفسا .
و سنده صحيح .
و روى أيضا بسند صحيح عن داود قال : قال لي عبد الله بن سلام : إن سمعت بالدجال
قد خرج و أنت على ودية تغرسها ، فلا تعجل أن تصلحه ، فإن للناس بعد ذلك عيشا .
و داود هذا هو ابن أبي داود الأنصاري قال الحافظ فيه : " مقبول " .
و روى ابن جرير عن عمارة بن خزيمة بن ثابت قال : سمعت عمر بن الخطاب يقول
لأبي : ما يمنعك أن تغرس أرضك ؟ فقال له أبي : أنا شيخ كبير أموت غدا ، فقال له
عمر : أعزم عليك لتغرسنها ؟ فلقد رأيت عمر بن الخطاب يغرسها بيده مع أبي .
كذا في " الجامع الكبير " للسيوطي ( 3 / 337 / 2 ) .
و لذلك اعتبر بعض الصحابة الرجل يعمل في إصلاح أرضه عاملا من عمال الله عز وجل
فروى البخاري في " الأدب المفرد " ( رقم 448 ) عن نافع بن عاصم أنه سمع
عبد الله بن عمرو قال لابن أخ له خرج من ( الوهط ) : أيعمل عمالك ؟ قال : لا
أدري ، قال : أما لو كنت ثقفيا لعلمت ما يعمل عمالك ، ثم التفت إلينا فقال :
إن الرجل إذا عمل مع عماله في داره ( و قال الراوي مرة : في ماله ) كان عاملا
من عمال الله عز و جل . و سنده حسن إن شاء الله تعالى .
و ( الوهط ) في اللغة هو البستان و هي أرض عظيمة كانت لعمرو بن العاص بالطائف
على ثلاثة أميال من ( وج ) يبدو أنه خلفها لأولاده ، و قد روى ابن عساكر في
" تاريخه " ( 13 / 264 / 2 ) بسند صحيح عن عمرو بن دينار قال : دخل عمرو بن
العاص في حائط له بالطائف يقال له : ( الوهط ) ( فيه ) ألف ألف خشبة ، اشترى كل
خشبة بدرهم ! يعني يقيم بها الأعناب .
هذه بعض ما أثمرته تلك الأحاديث في جملتها من السلف الصالح رضي الله عنهم .
و قد ترجم البخاري في " صحيحه " للحديثين الأولين بقوله :
" باب فضل الزرع إذا أكل منه " .
قال ابن المنير :
" أشار البخاري إلى إباحة الزرع ، و أن من نهى عنه كما ورد عن عمر فمحله ما إذا
شغل الحرث عن الحرب و نحوه من الأمور المطلوبة ، و على ذلك يحمل حديث أبي أمامة
المذكور في الباب الذي بعده " .
قلت : سيأتي الكلام على الحديث المشار إليه في المقال الآتي إن شاء الله تعالى
.

Silsilah Shahihah Albani jilid 1 halaman 9
10/3094

10 - عن أبي أمامة الباهلي قال - و رأى سكة و شيئا من آلة الحرث فقال : سمعت رسول
الله صلى الله عليه وسلم يقول :
" لا يدخل هذا بيت قوم إلا أدخله الله الذل " .


قال الألباني في "السلسلة الصحيحة" 1 / 14 :

التكالب على الدنيا يورث الذل :
------------------------------
ذكرت في المقال السابق بعض الأحاديث الواردة في الحض على استثمار الأرض ، مما
لا يدع مجالا للشك في أن الإسلام شرع ذلك للمسلمين و رغبهم فيه أيما ترغيب .
و اليوم نورد بعض الأحاديث التي قد يتبادر لبعض الأذهان الضعيفة أو القلوب
المريضة أنها معارضة للأحاديث المتقدمة ، و هي في الحقيقة غير منافية له ،
إذا ما أحسن فهمها ، و خلت النفس من اتباع هواها !
الأول : عن أبي أمامة الباهلي قال - و رأى سكة و شيئا من آلة الحرث فقال :
سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول :
" لا يدخل هذا بيت قوم إلا أدخله الله الذل " .

أخرجه البخاري في " صحيحه " ( 5 / 4 بشرح " الفتح " ) ، و رواه الطبراني في
" الكبير " من طريق أخرى عن أبي أمامة مرفوعا بلفظ :
" ما من أهل بيت يغدو عليهم فدان إلا ذلوا " .
ذكره في " المجمع " ( 4 / 120 ) .
و قد وفق العلماء بين هذا الحديث و الأحاديث المتقدمة في المقال المشار إليه
بوجهين اثنين :
أ - أن المراد بالذل ما يلزمهم من حقوق الأرض التي تطالبهم بها الولاة من خراج
أو عشر ، فمن أدخل نفسه في ذلك فقد عرضها للذل .
قال المناوي في " الفيض " : " و ليس هذا ذما للزراعة فإنها محمودة مثاب عليها
لكثرة أكل العوافي منها ، إذ لا تلازم بين ذل الدنيا و حرمان ثواب البعض " .
و لهذا قال ابن التين : " هذا من أخباره صلى الله عليه وسلم بالمغيبات ، لأن
المشاهد الآن أن أكثر الظلم إنما هو على أهل الحرث " .
ب - أنه محمول على من شغله الحرث و الزرع عن القيام بالواجبات كالحرب و نحوه ،
و إلى هذا ذهب البخاري حيث ترجم للحديث بقوله :
" باب ما يحذر من عواقب الاشتغال بآلة الزرع ، أو مجاوزة الحد الذي أمر به " .
فإن من المعلوم أن الغلو في السعي وراء الكسب يلهي صاحبه عن الواجب و يحمله على
التكالب على الدنيا و الإخلاد إلى الأرض و الإعراض عن الجهاد ، كما هو مشاهد من
الكثيرين من الأغنياء .
و يؤيد هذا الوجه قوله صلى الله عليه وسلم :
" إذا تبايعتم بالعينة ، و أخذتم أذناب البقر و رضيتم بالزرع و تركتم الجهاد
سلط الله عليكم ذلا لا ينزعه حتى ترجعوا إلى دينكم " .

Silsilah Shahihah Albani jilid 1 halaman 10
11/3094

11 - " إذا تبايعتم بالعينة و أخذتم أذناب البقر و رضيتم بالزرع و تركتم الجهاد
سلط الله عليكم ذلا لا ينزعه حتى ترجعوا إلى دينكم " .


قال الألباني في "السلسلة الصحيحة" 1 / 15 :

و هو حديث صحيح لمجموع طرقه ، و قد وقفت على ثلاث منها كلها عن ابن عمر
رضي الله عنه مرفوعا :
الأولى : عن إسحاق أبي عبد الرحمن أن عطاء الخراساني حدثه أن نافعا حدثه عن
ابن عمر قال : فذكره .
أخرجه أبو داود ( رقم 3462 ) و الدولابي في " الكنى " ( 2 / 65 ) و ابن عدي في
" الكامل " ( 256 / 2 ) و البيهقي في " السنن الكبرى " ( 5 / 316 ) .
و تابعه فضالة بن حصين عن أيوب عن نافع به .
رواه ابن شاهين في جزء من " الأفراد " ( 1 / 1 ) و قال " تفرد به فضالة "
و قال البيهقي : " روي ذلك من وجهين عن عطاء بن أبي رباح عن ابن عمر " .
يشير بذلك إلى تقوية الحديث ، و قد وقفت على أحد الوجهين المشار إليهما و هو
الطريق :
الثانية : عن أبي بكر بن عياش عن الأعمش عن عطاء بن أبي رباح عن ابن عمر .
أخرجه أحمد ( رقم 4825 ) و في " الزهد " ( 20 / 84 / 1 - 2 ) ، و الطبراني
في " الكبير " ( 3 / 207 / 1 ) و أبو أمية الطرسوسي في " مسند ابن عمر "
( 202 / 1 ) .
و الوجه الثاني أخرجه الطبراني في " الكبير " ( 3 / 107 / 1 ) عن ليث عن
عبد الملك بن أبي سليمان عن عطاء .
و أخرجه ابن أبي الدنيا في " العقوبات " ( 79 / 1 ) . و الروياني في " مسنده "
( 247 / 2 ) من وجه آخر عن ليث عن عطاء ، أسقط من بينهما ابن أبي سليمان ،
و كذا رواه أبو نعيم في " الحلية " ( 1 / 313 - 314 ) .
الثالثة : عن شهر بن حوشب عن ابن عمر . رواه أحمد ( رقم 5007 ) .
ثم وجدت له شاهدا من رواية بشير بن زياد الخراساني : حدثنا ابن جريج عن عطاء
عن جابر : سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم : فذكره .
أخرجه ابن عدي في ترجمة بشير هذا من " الكامل " و قال : " و هو غير معروف ،
في حديثه بعض النكرة " . و قال الذهبي : " و لم يترك " .
فتأمل كيف بين هذا الحديث ما أجمل في حديث أبي أمامة المتقدمة قبله ، فذكر
أن تسليط الذل ليس هو لمجرد الزرع و الحرث بل لما اقترن به من الإخلاد إليه
و الانشغال به عن الجهاد في سبيل الله ، فهذا هو المراد بالحديث ، و أما الزرع
الذي لم يقترن به شيء من ذلك فهو المراد بالأحاديث المرغبة في الحرث فلا تعارض
بينها و لا إشكال .

Silsilah Shahihah Albani jilid 1 halaman 11
12/3094

12 - قوله صلى الله عليه وسلم :
" لا تتخذوا الضيعة فترغبوا في الدنيا " .


قال الألباني في "السلسلة الصحيحة" 1 / 17 :

رواه الترمذي ( 4 / 264 ) و أبو الشيخ في " الطبقات " ( 298 ) و أبو يعلى في
" مسنده " ( 251 / 1 ) و الحاكم ( 4 / 222 ) و أحمد ( رقم 2589 ، 4047 )
و الخطيب ( 1 / 18 ) عن شمر بن عطية عن مغيرة بن سعد بن الأخرم عن أبيه عن
ابن مسعود مرفوعا .
و حسنه الترمذي ، و قال الحاكم " صحيح الإسناد " ، و وافقه الذهبي .
ثم رواه أحمد ( رقم 4181 ، 4174 ) من طريق أبي التياح عن ابن الأخرم رجل من طيء
عن ابن مسعود مرفوعا بلفظ : " نهى عن التبقر في الأهل و المال " .
و تابعه أبو حمزة قال :
سمعت رجلا من طيىء يحدث عن أبيه عن عبد الله مرفوعا به .
رواه البغوي في " حديث علي بن الجعد " ( ج 6 / 20 / 2 ) فزاد في السند عن أبيه
و هو الصواب لرواية شمر كذلك .
و له شاهد من رواية ليث عن نافع عن ابن عمر مرفوعا باللفظ الأول .
أخرجه المحاملي في " الأمالي " ( 69 / 2 ) ، و سنده حسن في الشواهد .
و أورده الحافظ باللفظ الأول مجزوما به في شرح حديث أنس المتقدم في المقال
السابق ثم قال :
" قال القرطبي : يجمع بينه و بين حديث الباب بحمله على الاستكثار و الاشتغال
به عن أمر الدين ، و حمل حديث الباب على اتخاذها للكفاف أو لنفع المسلمين بها
و تحصيل توابعها " .
قلت : و مما يؤيد هذا الجمع اللفظ الثاني من حديث ابن مسعود ، فإن ( التبقر )
التكثر و التوسع . و الله أعلم .
و اعلم أن هذا التكثر المفضي إلى الانصراف عن القيام بالواجبات التي منها
الجهاد في سبيل الله هو المراد بالتهلكة المذكورة في قوله تعالى ( و لا تلقوا
بأيديكم إلى التهلكة ) و في ذلك نزلت الآية خلافا لما يظن كثير من الناس ! فقد
قال أسلم أبو عمران :

" غزونا من المدينة ، نريد القسطنطينية ، ( و على أهل مصر عقبة بن عامر ) و على
الجماعة عبد الرحمن بن خالد بن الوليد ، و الروم ملصقو ظهورهم بحائط المدينة ،
فحمل رجل ( منا ) على العدو ، فقال الناس : مه مه ! لا إله إلا الله ! يلقي
بيديه إلى التهلكة ! فقال أبو أيوب الأنصاري : ( إنما تأولون هذه الآية هكذا
أن حمل رجل يقاتل يلتمس الشهادة ، أو يبلي من نفسه ! ) إنما نزلت هذه الآية
فينا معشر الأنصار ، لما نصر الله نبيه و أظهر الإسلام قلنا ( بيننا خفيا من
رسول الله صلى الله عليه وسلم ) : هلم نقيم في أموالنا و نصلحها ، فأنزل الله
تعالى ( و أنفقوا في سبيل الله و لا تلقوا بأيديكم إلى التهلكة ) فالإلقاء
بالأيدي إلى التهلكة : أن نقيم في أموالنا و نصلحها و ندع الجهاد .
قال أبو عمران :
" فلم يزل أبو أيوب يجاهد في سبيل الله حتى دفن بالقسطنطينية " .

Silsilah Shahihah Albani jilid 1 halaman 12
13/3094

13 - " غزونا من المدينة نريد القسطنطينية ( و على أهل مصر عقبة بن عامر ) و على
الجماعة عبد الرحمن بن خالد بن الوليد و الروم ملصقوا ظهورهم بحائط المدينة
فحمل رجل ( منا ) على العدو ، فقال الناس : مه مه ! لا إله إلا الله ! يلقي
بيديه إلى التهلكة ! فقال أبو أيوب الأنصاري : ( إنما تأولون هذه الآية هكذا
أن حمل رجل يقاتل يلتمس الشهادة أو يبلي من نفسه ! ) إنما نزلت هذه الآية فينا
معشر الأنصار لما نصر الله نبيه و أظهر الإسلام قلنا ( بيننا خفيا من رسول الله
صلى الله عليه وسلم ) : هلم نقيم في أموالنا و نصلحها ، فأنزل الله تعالى ( و
أنفقوا في سبيل الله و لا تلقوا بأيديكم إلى التهلكة ) فالإلقاء بالأيدي إلى
التهلكة : أن نقيم في أموالنا و نصلحها و ندع الجهاد .
قال أبو عمران : فلم يزل أبو أيوب يجاهد في سبيل الله حتى دفن بالقسطنطينية " .


قال الألباني في "السلسلة الصحيحة" 1 / 19 :
عن ( أسلم أبو عمران ) :

رواه أبو داود ( 1 / 393 ) و ابن أبي حاتم في " تفسيره " ( 1 / 10 / 2 )
و الحاكم ( 2 / 275 ) و قال : " صحيح على شرط الشيخين " و وافقه الذهبي ،
و قد وهما ، فإن الشيخين لم يخرجا لأسلم هذا ، فالحديث صحيح فقط .

Silsilah Shahihah Albani jilid 1 halaman 13
14/3094

14 - عن قزعة قال :
أرسلني ابن عمر في حاجة ، فقال : تعال حتى أودعك كما ودعني رسول الله
صلى الله عليه وسلم و أرسلني في حاجة له فقال :

" أستودع الله دينك و أمانتك و خواتيم عملك " .


قال الألباني في "السلسلة الصحيحة" 1 / 19 :

من أدبه صلى الله عليه وسلم عند التوديع :
--------------------------------------

فيه ثلاثة أحاديث : الأول عن ابن عمر ، و له عنه طرق :

أ - عن قزعة قال :
أرسلني ابن عمر في حاجة ، فقال : تعال حتى أودعك كما ودعني رسول الله
صلى الله عليه وسلم و أرسلني في حاجة له فقال :
" أستودع الله دينك و أمانتك و خواتيم عملك " .

رواه أبو داود ( رقم 2600 ) و الحاكم ( 2 / 97 ) و أحمد ( 2 / 25 و 38 و 136 )
و ابن عساكر ( 14 / 290 / 2 و 15 / 469 / 1 ) عن عبد العزيز بن عمر ابن عبد
العزيز عنه .
و رجاله ثقات ، لكن اختلف فيه على عبد العزيز ، فرواه بعضهم هكذا ، و أدخل
بعضهم بينه و بين قزعة رجلا سماه بعضهم " إسماعيل بن جرير " و سماه آخرون
" يحيى بن إسماعيل بن جرير " ، و قد ساق الحافظ ابن عساكر الروايات المختلفة
في ذلك .
و قال الحافظ في " التقريب " إن الصواب قول من قال : " يحيى بن إسماعيل " .
قلت : و هو ضعيف ، لكن يتقوى الحديث بالطرق الأخرى ، و في رواية لابن عساكر :
" كما ودعني رسول الله صلى الله عليه وسلم ، فأخذ بيدي يصافحني ، ثم قال : "
فذكره .
ب - عن سالم أن ابن عمر كان يقول للرجل إذا أراد سفرا : ادن مني أودعك كما
كان رسول الله صلى الله عليه وسلم يودعنا فيقول : فذكره .
أخرجه الترمذي ( 2 / 255 طبع بولاق ) و أحمد ( 2 / 7 ) و عبد الغني المقدسي
في " الجزء الثالث و الستون ( 41 / 1 ) " عن سعيد بن خثيم عن حنظلة عنه .
و قال الترمذي : " حديث حسن صحيح غريب من هذا الوجه من حديث سالم " .
قلت : و هو على شرط مسلم غير أن سعيدا قد خولف في سنده ، فرواه الحاكم
( 1 / 442 و 2 / 97 ) عن إسحاق بن سليمان و الوليد بن مسلم عن حنظلة بن
أبي سفيان عن القاسم بن محمد قال :
كنت عند ابن عمر فجاءه رجل فقال : أردت سفرا ، فقال : انتظر حتى أودعك :
فذكره ، و قال :
" صحيح على شرط الشيخين " و وافقه الذهبي و هو كما قالا .
و لعل الترمذي إنما استغربه من حديث سالم من أجل مخالفة هذين الثقتين : إسحاق
ابن سليمان و الوليد بن مسلم لابن خثيم حيث جعله من رواية حنظلة عن سالم ،
و جعلاه من رواية حنظلة عن القاسم بن محمد عنه . و لعله أصح .
و أخرجه أبو يعلى في " مسنده " ( 270 / 2 ) من طريق الوليد بن مسلم وحده .
ج - عن مجاهد قال :
" خرجت إلى العراق أنا و رجل معي ، فشيعنا عبد الله بن عمر ، فلما أراد أن
يفارقنا قال : إنه ليس معي ما أعطيكما ( كذا الأصل ، و لعله : أعظكما ) ،
و لكن سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول : إذا استودع الله شيئا حفظه ،
و إني أستودع الله دينكما و أمانتكما ، و خواتيم عملكما " .
أخرجه ابن حبان في " صحيحه " ( 2376 ) بسند صحيح .
هـ - عن نافع عنه قال :
كان رسول الله صلى الله عليه وسلم إذا ودع رجلا أخذ بيده فلا يدعها حتى يكون
الرجل هو يدع يد النبي صلى الله عليه وسلم و يقول : فذكره .
رواه الترمذي ( 2 / 255 طبع بولاق ) و قال : " حديث غريب من هذا الوجه " .
قلت : يعني أنه ضعيف لخصوص هذه الطريق ، و ذلك لأنها من رواية إبراهيم
ابن عبد الرحمن بن زيد بن أمية عن نافع و هو أعني إبراهيم هذا مجهول .
لكنه لم ينفرد به ، فقد رواه ابن ماجه ( 2 / 943 رقم 2826 ) عن ابن أبي ليلى
عنه . و ابن أبي ليلى سيء الحفظ و اسمه محمد بن عبد الرحمن ، و لم يذكر قصة
الأخذ باليد .

Silsilah Shahihah Albani jilid 1 halaman 14
15/3094

15 - عن عبد الله الخطمي قال : كان النبي صلى الله عليه وسلم إذا أراد أن يستودع
الجيش ، قال :
" أستودع الله دينك و أمانتك و خواتيم عملك " .


قال الألباني في "السلسلة الصحيحة" 1 / 21 :

( عن عبد الله الخطمي ) قال :
كان النبي صلى الله عليه وسلم إذا أراد أن يستودع الجيش ، قال : فذكره .

رواه أبو داود و ابن السني في " عمل اليوم و الليلة " ( رقم 498 ) بإسناد صحيح
على شرط مسلم .

Silsilah Shahihah Albani jilid 1 halaman 15
16/3094

16 - عن أبى هريرة : أن النبي صلى الله عليه وسلم كان إذا ودع أحدا قال :
" أستودع الله دينك و أمانتك و خواتيم عملك " .


قال الألباني في "السلسلة الصحيحة" 1 / 22 :

أخرجه أحمد ( 2 / 358 ) عن ابن لهيعة عن الحسن بن ثوبان عن موسى ابن وردان عنه
قلت : و رجاله موثقون ، غير أن ابن لهيعة سيء الحفظ و قد خالفه في متنه الليث
ابن سعد و سعيد بن أبي أيوب عن الحسن بن ثوبان به بلفظ :
" أستودعك الله الذي لا تضيع ودائعه " .
و هذا عن أبي هريرة أصح و سنده جيد ، رواه أحمد ( 1 / 403 ) .
ثم رأيت ابن لهيعة قد رواه بهذا اللفظ أيضا عند ابن السني رقم ( 501 ) .
و ابن ماجه ( 2 / 943 رقم 2825 ) فتأكدنا من خطئه في اللفظ الأول .
من فوائد الحديث :
-----------------
يستفاد من هذا الحديث الصحيح جملة فوائد :
الأولى : مشروعية التوديع بالقول الوارد فيه " أستودع الله دينك و أمانتك
و خواتيم عملك " أو يقول : " أستودعكم الله الذي لا تضيع ودائعه " .
الثانية : الأخذ باليد الواحدة في المصافحة ، و قد جاء ذكرها في أحاديث كثيرة ،
و على ما دل عليه هذا الحديث يدل اشتقاق هذه اللفظة في اللغة .
ففي " لسان العرب " : " و المصافحة : الأخذ باليد ، و التصافح مثله ، و الرجل
يصافح الرجل : إذا وضع صفح كفه في صفح كفه ، و صفحا كفيهما : وجهاهما ، و منه
حديث المصافحة عند اللقاء ، و هي مفاعلة من إلصاق صفح الكف بالكف و إقبال الوجه
على الوجه " .
قلت : و في بعض الأحاديث المشار إليها ما يفيد هذا المعنى أيضا ، كحديث حذيفة
مرفوعا : " إن المؤمن إذا لقي المؤمن فسلم عليه و أخذ بيده فصافحه تناثرت
خطاياهما كما يتناثر ورق الشجر " .
قال المنذري ( 3 / 270 ) :
" رواه الطبراني في " الأوسط " و رواته لا أعلم فيهم مجروحا " .
قلت : و له شواهد يرقى بها إلى الصحة ، منها : عن أنس عند الضياء المقدسي
في " المختارة " ( ق 240 / 1 - 2 ) و عزاه المنذري لأحمد و غيره .
فهذه الأحاديث كلها تدل على أن السنة في المصافحة : الأخذ باليد الواحدة فما
يفعله بعض المشايخ من التصافح باليدين كلتيهما خلاف السنة ، فليعلم هذا .
الفائدة الثالثة : أن المصافحة تشرع عند المفارقة أيضا و يؤيده عموم قوله
صلى الله عليه وسلم " من تمام التحية المصافحة " و هو حديث جيد باعتبار طرقه
و لعلنا نفرد له فصلا خاصا إن شاء الله تعالى ، ثم تتبعت طرقه ، فتبين لي
أنها شديدة الضعف ، لا تلصح للاعتبار و تقوية الحديث بها ، و لذلك أوردته في
" السلسلة الأخرى " ( 1288 ) . و وجه الاستدلال بل الاستشهاد به إنما يظهر
باستحضار مشروعية السلام عند المفارقة أيضا لقوله صلى الله عليه وسلم :
" إذا دخل أحدكم المسجد فليسلم ، و إذا خرج فليسلم ، فليست الأولى بأحق من
الأخرى " . رواه أبو داود و الترمذي و غيرهما بسند حسن .
فقول بعضهم : إن المصافحة عند المفارقة بدعة مما لا وجه له ، نعم إن الواقف
على الأحاديث الواردة في المصافحة عند الملاقاة يجدها أكثر و أقوى من الأحاديث
الواردة في المصافحة عند المفارقة ، و من كان فقيه النفس يستنتج من ذلك أن
المصافحة الثانية ليست مشروعيتها كالأولى في الرتبة ، فالأولى سنة ، و الأخرى
مستحبة ، و أما أنها بدعة فلا ، للدليل الذي ذكرنا .
و أما المصافحة عقب الصلوات فبدعة لا شك فيها إلا أن تكون بين اثنين لم يكونا
قد تلاقيا قبل ذلك فهي سنة كما علمت .

Silsilah Shahihah Albani jilid 1 halaman 16
17/3094

17 - " إن نبي الله أيوب صلى الله عليه وسلم لبث به بلاؤه ثمان عشرة سنة فرفضه
القريب و البعيد إلا رجلين من إخوانه كانا يغدوان إليه و يروحان ، فقال أحدهما
لصاحبه ذات يوم : تعلم والله لقد أذنب أيوب ذنبا ما أذنبه أحد من العالمين فقال
له صاحبه : و ما ذاك ؟ قال : منذ ثمان عشرة سنة لم يرحمه الله فيكشف ما به فلما
راحا إلى أيوب لم يصبر الرجل حتى ذكر ذلك له ، فقال أيوب : لا أدري ما تقولان
غير أن الله تعالى يعلم أني كنت أمر بالرجلين يتنازعان ، فيذكران الله فأرجع
إلى بيتي فأكفر عنهما كراهية أن يذكر الله إلا في حق ، قال : و كان يخرج إلى
حاجته فإذا قضى حاجته أمسكته امرأته بيده حتى يبلغ ، فلما كان ذات يوم أبطأ
عليها و أوحي إلى أيوب أن *( اركض برجلك هذا مغتسل بارد و شراب )* فاستبطأته
فتلقته تنظر و قد أقبل عليها قد أذهب الله ما به من البلاء و هو أحسن ما كان
فلما رأته قالت : أي بارك الله فيك هل رأيت نبي الله هذا المبتلى ، والله على
ذلك ما رأيت أشبه منك إذ كان صحيحا ، فقال : فإني أنا هو ، و كان له أندران
( أي بيدران ) : أندر للقمح و أندر للشعير ، فبعث الله سحابتين ، فلما كانت
إحداهما على أندر القمح أفرغت فيه الذهب حتى فاض و أفرغت الأخرى في أندر الشعير
الورق حتى فاض " .


قال الألباني في "السلسلة الصحيحة" 1 / 25 :

رواه أبو يعلى في " مسنده " ( 176 / 1 - 177 / 1 ) و أبو نعيم في " الحلية "
( 3 / 374 - 375 ) من طريقين عن سعيد بن أبي مريم حدثنا نافع بن يزيد أخبرني
عقيل عن ابن شهاب عن أنس بن مالك مرفوعا و قال :
" غريب من حديث الزهري لم يروه عنه إلا عقيل و رواته متفق على عدالتهم تفرد
به نافع " .
قلت : و هو ثقة كما قال ، أخرج له مسلم و بقية رجاله رجال الشيخين .
فالحديث صحيح . و قد صححه الضياء المقدسي فأخرجه في " المختارة "
( 220 / 2 - 221 / 2 ) من هذا الوجه . و رواه ابن حبان في " صحيحه " ( 2091 )
عن ابن وهيب أنبأنا نافع بن يزيد .
و هذا الحديث مما يدل على بطلان الحديث الذي في " الجامع الصغير " بلفظ :
" أبى الله أن يجعل للبلاء سلطانا على عبده المؤمن " .
و سيأتي تحقيق الكلام عليه في " الأحاديث الضعيفة " إن شاء الله تعالى .

Silsilah Shahihah Albani jilid 1 halaman 17
18/3094

18 - " حيثما مررت بقبر كافر فبشره بالنار " .


قال الألباني في "السلسلة الصحيحة" 1 / 25 :

رواه الطبراني ( 1 / 19 / 1) حدثنا علي بن عبد العزيز أنبأنا محمد بن أبي نعيم
الواسطي أنبأنا إبراهيم بن سعد عن الزهري عن عامر بن سعد عن أبيه قال :
جاء أعرابي إلى النبي صلى الله عليه وسلم فقال : إن أبي كان يصل الرحم و كان
و كان فأين هو ؟ قال : في النار ، فكأن الأعرابي وجد من ذلك فقال : يا رسول
الله فأين أبوك ؟ قال : فذكره .
قال : فأسلم الأعرابي بعد ذلك ، فقال : لقد كلفني رسول الله صلى الله عليه وسلم
تعبا : ما مررت بقبر كافر إلا بشرته بالنار .
قلت : و هذا سند صحيح رجاله كلهم ثقات معروفون ، و طرح ابن معين لمحمد
ابن أبي نعيم لا يتلفت إليه بعد توثيق أحمد و أبي حاتم إياه ، لاسيما و قد
توبع في إسناده ، أخرجه الضياء في " المختارة " ( 1 / 333 ) من طريقين عن زيد
بن أخزم حدثنا يزيد بن هارون أنبأنا إبراهيم بن سعد به و قال :
" سئل الدارقطني عنه فقال : يرويه محمد بن أبي نعيم و الوليد بن عطاء بن الأغر
عن إبراهيم بن سعد عن الزهري عن عامر بن سعد ، و غيره يرويه عن إبراهيم بن سعد
عن الزهري مرسلا ، و هو الصواب .
قلت : و هذه الرواية التي رويناها تقوي المتصل " .
قلت : و زيد بن أخزم ثقة حافظ و كذلك شيخه يزيد بن هارون ، فهي متابعة قوية
لابن أبي نعيم الواسطي تشهد لصدقه و ضبطه ، لكن قد خولف زيد بن أخزم في إسناده
فقال ابن ماجه ( رقم 1573 ) : حدثنا محمد بن إسماعيل بن البختري الواسطي :
حدثنا يزيد بن هارون عن إبراهيم بن سعد عن الزهري عن سالم عن أبيه قال : جاء
أعرابي . الحديث بتمامه .
و هذا ظاهره الصحة ، و لذلك قال في " الزوائد " ( ق 97 / 2 ) : " إسناده صحيح
رجاله ثقات ، محمد بن إسماعيل وثقه ابن حبان و الدارقطني و الذهبي ، و باقي
رجال الإسناد على شرط الشيخين " .

قلت : لكن قال الذهبي فيه : " لكنه غلط غلطة ضخمة " . ثم ساق له حديثا صحيحا
زاد فيه " الرمي عن النساء " و هي زيادة منكرة و قد رواه غيره من الثقات فلم
يذكر فيه هذه الزيادة . و أقره الحافظ ابن حجر على ذلك .
قلت : فالظاهر أنه أخطأ في إسناد هذا الحديث أيضا فقال فيه .. عن سالم عن أبيه
و الصواب عن عامر بن سعد عن أبيه كما في رواية ابن أخزم و غيره ، و قد قال
الهيثمي في " المجمع " ( 1 / 117 - 118 ) بعد أن ساقه من حديث سعد :
" رواه البزار و الطبراني في " الكبير " و رجاله رجال الصحيح " .
من فقه الحديث :
---------------
و في هذا الحديث فائدة هامة أغفلتها عامة كتب الفقه ، ألا و هي مشروعية تبشير
الكافر بالنار إذا مر بقبره . و لا يخفى ما في هذا التشريع من إيقاظ المؤمن
و تذكيره بخطورة جرم هذا الكافر حيث ارتكب ذنبا عظيما تهون ذنوب الدنيا كلها
تجاهه و لو اجتمعت ، و هو الكفر بالله عز و جل و الإشراك به الذي أبان الله
تعالى عن شدة مقته إياه حين استثناه من المغفرة فقال : ( إن الله لا يغفر أن
يشرك به ، و يغفر ما دون ذلك لمن يشاء ) ، و لهذا قال صلى الله عليه وسلم :
" أكبر الكبائر أن تجعل لله ندا و قد خلقك " متفق عليه .
و إن الجهل بهذه الفائدة مما أودى ببعض المسلمين إلى الوقوع في خلاف ما أراد
الشارع الحكيم منها ، فإننا نعلم أن كثيرا من المسلمين يأتون بلاد الكفر لقضاء
بعض المصالح الخاصة أو العامة ، فلا يكتفون بذلك حتى يقصدوا زيارة بعض قبور من
يسمونهم بعظماء الرجال من الكفار و يضعون على قبورهم الأزهار و الأكاليل
و يقفون أمامها خاشعين محزونين ، مما يشعر برضاهم عنهم و عدم مقتهم إياهم ،
مع أن الأسوة الحسنة بالأنبياء عليهم السلام تقضي خلاف ذلك كما في هذا الحديث
الصحيح و اسمع قول الله عز و جل : ( قد كانت لكم أسوة حسنة في إبراهيم و الذين
معه إذ قالوا لقومهم إنا برءآؤ منكم و مما تعبدون من دون الله كفرنا بكم و بدا
بيننا و بينكم العداوة و البغضاء أبدا ) الآية ، هذا موقفهم منهم و هم أحياء
فكيف و هم أموات ) ؟!

و روى البخاري ( 1 / 120 طبع أوربا ) و مسلم ( 8 / 221 ) عن ابن عمر أنه
صلى الله عليه وسلم قال لهم لما مر بالحجر :
" لا تدخلوا على هؤلاء القوم المعذبين ، إلا أن تكونوا باكين ، فإن لم تكونوا
باكين فلا تدخلوا عليهم أن يصيبكم ما أصابهم " .

Silsilah Shahihah Albani jilid 1 halaman 18
19/3094

19 - " لا تدخلوا على هؤلاء القوم المعذبين إلا أن تكونوا باكين ، فإن لم تكونوا
باكين فلا تدخلوا عليهم أن يصيبكم ما أصابهم " .
( و تقنع بردائه و هو على الرحل ) .


قال الألباني في "السلسلة الصحيحة" 1 / 27 :
( عن ابن عمر ) :

و رواه أحمد ( 2 / 9 ، 58 ، 66 ، 72 ، 74 ، 91 ، 96 ، 113 ، 137 ) و الزيادة
له .
و قد ترجم لهذا الحديث صديق خان في " نزل الأبرار " ( ص 293 ) بـ " باب البكاء
و الخوف عند المرور بقبور الظالمين و بمصارعهم و إظهار الافتقار إلى الله تعالى
و التحذير من الغفلة عن ذلك " .
أسأل الله تعالى أن يفقهنا في ديننا و أن يلهمنا العمل به إنه سميع مجيب .

Silsilah Shahihah Albani jilid 1 halaman 19
20/3094

20 - " أفلا تتقي الله في هذه البهيمة التي ملكك الله إياها ؟! فإنه شكا إلي أنك
تجيعه و تدئبه " .


قال الألباني في "السلسلة الصحيحة" 1 / 28 :

رواه أبو داود ( 1 / 400 ) و الحاكم ( 2 / 99 - 100 ) و أحمد ( 1 / 204 - 205 )
و أبو يعلى في " مسنده " ( 318 / 1 ) و البيهقي في " دلائل النبوة " ( ج 2 باب
ذكر المعجزات الثلاث ) و ابن عساكر في " تاريخه " ( ج 9 / 28 / 1 ) .
و الضياء في " الأحاديث المختارة " ( 124 - 125 ) من طريق محمد بن عبد الله
ابن أبي يعقوب عن الحسن بن سعد مولى الحسن بن علي عن عبد الله بن جعفر
قال : أردفني رسول الله صلى الله عليه وسلم خلفه ذات يوم ، فأسر إلي حديثا لا
أحدث به أحدا من الناس ، و كان أحب ما استتر به رسول الله صلى الله عليه وسلم
لحاجته هدف أو حائش النخل ، فدخل حائطا لرجل من الأنصار فإذا جمل ، ( فلما رأى
النبي صلى الله عليه وسلم حن و ذرفت عيناه ، فأتاه النبي صلى الله عليه وسلم
فمسح سراته إلى سنامه و ذفراه فسكن ) فقال : من رب هذا الجمل ؟ لمن هذا الجمل ؟
فجاء فتى من الأنصار فقال : لي يا رسول الله ، فقال : فذكر الحديث .
و قال الحاكم : " صحيح الإسناد " و وافقه الذهبي و هو كما قالا ، بل إنهما قد
قصرا فإنه صحيح على شرط مسلم ، فقد أخرجه في " صحيحه " ( 1 / 184 - 185 ) بهذا
الإسناد دون قصة الجمل ، و ذكر النووي في " رياض الصالحين " ( ص 378 ) أن
البرقاني رواه بإسناد مسلم بتمامه و كأنه لهذا قال ابن عساكر عقبه :
" رواه مسلم " . يعني أصله لا بتمامه .
و الزيادة التي بين القوسين لابن عساكر و الضياء .

Silsilah Shahihah Albani jilid 1 halaman 20
21/3094

21 - " اركبوا هذه الدواب سالمة و ايتدعوها سالمة و لا تتخذوها كراسي " .


قال الألباني في "السلسلة الصحيحة" 1 / 29 :

أخرجه الحاكم ( 1 / 444 و 2 / 100 ) و البيهقي ( 5 / 225 ) و أحمد ( 3 / 440 ،
4 / 234 ) و ابن عساكر ( 3 / 91 / 1 ) عن الليث بن سعد عن يزيد بن حبيب عن
سهل بن معاذ بن أنس عن أبيه - و كانت له صحبة - مرفوعا .
و قال الحاكم : " صحيح الإسناد " و وافقه الذهبي و هو كما قالا فإن رجاله كلهم
ثقات ، و سهل بن معاذ لا بأس به في غير رواية زبان عنه ، و هذه ليست منها .
و قد أخرجه أحمد ( 3 / 439 ، 340 ) من طريق ابن لهيعة حدثنا زبان عن سهل به
و زاد " فرب مركوبة خير من راكبها ، و أكثر ذكرا لله منه " .
و هذه الزيادة ضعيفة لما عرفت من حال رواية زبان عن سهل ، لاسيما و فيه
ابن لهيعة و هو ضعيف أيضا ، و لا تغتر بقول الهيثمي ( 8 / 107 ) عقب هذه
الرواية بهذه الزيادة :
" رواه أحمد و الطبراني و أحد أسانيد أحمد رجاله رجال الصحيح غير سهل بن معاذ
ابن أنس وثقه ابن حبان و فيه ضعف " .
فإن السند الذي ينطبق عليه هذا الكلام إنما هو سند الرواية الأولى التي ليس
فيها هذه الزيادة ، فتنبه .

Silsilah Shahihah Albani jilid 1 halaman 21
22/3094

22 - " إياكم أن تتخذوا ظهور دوابكم منابر ، فإن الله تعالى إنما سخرها لكم لتبلغكم
إلى بلد لم تكونوا بالغيه إلا بشق الأنفس ، و جعل لكم الأرض فعليها فاقضوا
حاجاتكم " .


قال الألباني في "السلسلة الصحيحة" 1 / 30 :

رواه أبو داود ( رقم 2567 ) و عنه البيهقي ( 5 / 255 ) و أبو القاسم السمرقندي
في " المجلس 128 من الأمالي " و عنه ابن عساكر ( 19 / 85 / 1 ) من طريقين عن
يحيى بن أبي عمرو السيباني عن أبي مريم عن أبي هريرة مرفوعا .
قلت : و هذا سند صحيح ، يحيى بن أبي عمرو السيباني - بفتح المهملة و سكون
التحتانية بعدها موحدة ، و هو ثقة ، و وقع في ترجمة أبي مريم من " التهذيب "
" الشيباني " بالشين المعجمة و هو تصحيف .
و أبو مريم قال العجلي في " الثقات " ( ص 94 من ترتيب السبكي ) : " أبو مريم
مولى أبي هريرة شامي تابعي ثقة " .
و اعتمده الحافظ فقال في " التقريب " : " ثقة " .
و منه تعلم أن قول ابن القطان المذكور في " فيض القدير " :
" ليس مثل هذا الحديث يصح لأن فيه أبا مريم مولى أبي هريرة و لا يعرف له حال ،
ثم قيل : هو رجل واحد ، و قيل : رجلان ، و كيفما كان فحاله أو حالهما مجهول
فمثله لا يصح " .
فمردود بتوثيق العجلي له ، و قد روى عنه جماعة كما في " التهذيب "
و بقول أحمد : " رأيت أهل حمص يحسنون الثناء عليه " و في رواية عنه :
" هو صالح معروف عندنا ، قيل له : هذا الذي يروي عن أبي هريرة ؟ قال : نعم " .
ذكره ابن عساكر .
( تنبيه ) :
-------------
و قع في نسخة " سنن أبي داود " التي قام على تصحيحها الشيخ محمد محي الدين
عبد الحميد ( ابن أبي مريم ) و الصواب ( أبي مريم ) كما ذكرنا .

Silsilah Shahihah Albani jilid 1 halaman 22
23/3094

23 - " اتقوا الله في هذه البهائم المعجمة ، فاركبوها صالحة و كلوها صالحة " .


قال الألباني في السلسلة الصحيحة 1 / 31 :

رواه أبو داود ( رقم 2448 ) من طريق محمد بن مهاجر عن ربيعة بن زيد عن أبي كبشة
السلولي عن سهل بن الحنظلية قال :
" مر رسول الله صلى الله عليه وسلم ببعير قد لحق ظهره ببطنه ، فقال : " فذكره .
قلت : و سنده صحيح كما قال النووي في " الرياض " و أقره المناوي .
و قد تابعه عبد الرحمن بن يزيد بن جابر قال : حدثني ربيعة بن يزيد به أتم منه
و لفظه :
" خرج رسول الله صلى الله عليه وسلم في حاجة فمر ببعير مناخ على باب المسجد
من أول النهار ، ثم مر به آخر النهار و هو على حاله ، فقال : أين صاحب هذا
البعير ؟ ! فابتغي فلم يوجد ، فقال رسول الله صلى الله عليه وسلم : ( اتقوا
الله في هذه البهائم ، ثم اركبوها صحاحا ، و اركبوها سمانا ) كالمتسخط آنفا " .
رواه ابن حبان ( 844 ) و أحمد ( 4 / 180 - 181 ) و سنده صحيح على شرط البخاري .
( تنبيه ) :
-------------
قوله ( كلوها ) قيدوها بضم الكاف من الأكل و عليه جرى المناوي في شرح هذه
الكلمة ، فإذا صحت الرواية بذلك فلا كلام ، و إلا فالأقرب عندي أنها ( كلوها )
بكسر الكاف من وكل يكل كل أي اتركووها ، هذا هو المتبادر من سياق الحديث .
و يؤيده الحديث المتقدم ( رقم 22 ) بلفظ " اركبوا هذه الدواب سالمة ،
و ايتدعوها سالمة ... " ، أي اتركوها سالمة و الله أعلم .
( المعجمة ) : أي التي لا تقدر على النطق فتشكو ما أصابها من جوع أو عطش ،
و أصل الأعجم : الذي لا يفصح بالعربية و لا يجيد التكلم بها عجميا كان أو عربيا
سمي به لعجمة لسانه ، و التباس كلامه .

Silsilah Shahihah Albani jilid 1 halaman 23
24/3094

24 - " أفلا قبل هذا ! أتريد أن تميتها موتتين ؟! " .


قال الألباني في السلسلة الصحيحة 1 / 32 :

رواه الطبراني في " الكبير " ( 3 / 140 / 1 ) و " الأوسط " ( 1 / 31 / 1 من
زوائده ) و البيهقي ( 9 / 280 ) عن يوسف بن عدي حدثنا عبد الرحيم بن سليمان
الرازي عن عاصم الأحول عن عكرمة عن ابن عباس قال :
" مر رسول الله صلى الله عليه وسلم على رجل واضع رجله على صفحة شاة ، و هو يحد
شفرته و هي تلحظ إليه ببصرها ، فقال : " فذكره .
و قال الطبراني :
" لم يصله بهذا الإسناد إلا عبد الرحيم بن سليمان تفرد به يوسف " .
قلت : و هما ثقتان من رجال البخاري و كذلك سائر الرواة فالحديث صحيح الإسناد ،
و قال الهيثمي ( 5 / 33 ) :
" رواه الطبراني في " الكبير " و " الأوسط " و رجاله رجال الصحيح " .
و في نفي الطبراني المذكور نظر بين ، فقد أخرجه الحاكم ( 4 / 231 و 233 ) من
طريق عبد الرحمن بن المبارك حدثنا حماد بن زيد عن عاصم به و لفظه :
( أتريد أن تميتها موتات ؟ ! هلا حددت شفرتك قبل أن تضجعها ؟ )

و قال الحاكم : " صحيح على شرط البخاري " و وافقه الذهبي .
و قال في الموضع الآخر " على شرط الشيخين " .

Silsilah Shahihah Albani jilid 1 halaman 24
25/3094

25 - " من فجع هذه بولدها ؟! ردوا ولدها إليها " .


قال الألباني في السلسلة الصحيحة 1 / 33 :

رواه البخاري في " الأدب المفرد " ( رقم 382 ) و أبو داود ( رقم 2675 )
و الحاكم ( 4 / 239 ) عن عبد الرحمن بن عبد الله عن أبيه قال :
" كنا مع رسول الله صلى الله عليه وسلم في سفر ، فانطلق لحاجة ، فرأينا حمرة
معها فرخان ، فأخذنا فرخيها ، فجاءت الحمرة فجعلت تفرش ، فجاء النبي صلى الله
عليه وسلم فقال : " فذكره .
و السياق لأبي داود و زاد : " و رأى قرية نمل قد حرقناها ، فقال :
من حرق هذه ؟ قلنا : نحن ، قال : إنه لا ينبغي أن يعذب بالنار إلا رب النار " .
و سنده صحيح ، و قال الحاكم " صحيح الإسناد " . و وافقه الذهبي .
و سيأتي بزيادة في التخريج ، و شاهد لبعضه ( 481 - 482 ) .
( الحمرة ) : بضم الحاء و فتح الميم المشددة : طائر صغير كالعصفور أحمر اللون .
( تفرش ) : بحذف إحدى التاءين كـ ( تذكر ) أي ترفرف بجناحيها و تقترب من الأرض
.

Silsilah Shahihah Albani jilid 1 halaman 25
26/3094

26 - " و الشاة إن رحمتها رحمك الله " .


قال الألباني في السلسلة الصحيحة 1 / 33 :

رواه البخاري في " الأدب المفرد " ( رقم 373 ) و الطبراني في " المعجم الصغير "
( ص 60 ) و في " الأوسط " ( ج 1 / 121 / 1 من زوائده ) و كذا أحمد ( 3 / 436 ،
5 / 34 ) و الحاكم ( 3 / 586 ) و ابن عدي في الكامل ( ق 259 / 2 ) و أبو نعيم
في " الحلية " ( 2 / 302 و 6 / 343 ) و ابن عساكر ( 6 / 257 / 1 ) من طرق عن
معاوية بن قرة عن أبيه قال :
" قال رجل : يا رسول الله إني لأذبح الشاة فأرحمها ، قال ... " فذكره و زاد
البخاري " مرتين " .
و سنده صحيح . و قال الهيثمي في " المجمع " ( 4 / 33 ) :
" رواه أحمد و البزار و الطبراني في " الكبير " و " الصغير " ، و له ألفاظ
كثيرة و رجاله ثقات " .

Silsilah Shahihah Albani jilid 1 halaman 26
27/3094

27 - " من رحم و لو ذبيحة عصفور رحمه الله يوم القيامة " .


قال الألباني في "السلسلة الصحيحة" 1 / 34 :

رواه البخاري في " الأدب المفرد " ( رقم 371 ) و تمام في " الفوائد "
( ق 194 / 1 ) عن القاسم بن عبد الرحمن عن أبي أمامة مرفوعا .
قلت : و سنده حسن ، و قال الهيثمي ( 4 / 33 ) : " رواه الطبراني في " الكبير "
و رجاله ثقات " .
و رواه الضياء المقدسي في " المختارة " كما في " الجامع الصغير " للسيوطي .

Silsilah Shahihah Albani jilid 1 halaman 27
28/3094

28 - " عذبت امرأة في هرة سجنتها حتى ماتت ، فدخلت فيها النار ، لا هي أطعمتها
و سقتها إذ حبستها و لا هي تركتها تأكل من خشاش الأرض " .


قال الألباني في "السلسلة الصحيحة" 1 / 34 :

رواه البخاري في " صحيحه " ( 2 / 78 طبع أوربا ) و في " الأدب المفرد "
( رقم 379 ) و مسلم ( 7 / 43 ) من حديث نافع عن عبد الله بن عمر مرفوعا .
و مسلم و أحمد ( 2 / 507 ) من طرق عن أبي هريرة مرفوعا نحوه .
( خشاش الأرض ) هي الحشرات و الهوام .

Silsilah Shahihah Albani jilid 1 halaman 28
29/3094

29 - " بينما رجل يمشي بطريق ، إذ اشتد عليه العطش ، فوجد بئرا فنزل فيها فشرب و خرج
فإذا كلب يلهث يأكل الثرى من العطش ، فقال الرجل : لقد بلغ هذا الكلب من العطش
مثل الذي بلغ مني ، فنزل البئر فملأ خفه ، ثم أمسكه بفيه حتى رقي فسقى الكلب
فشكر الله له ، فغفر له ، فقالوا : يا رسول الله و إن لنا في البهائم لأجرا ؟
فقال : في كل ذات كبد رطبة أجر " .


قال الألباني في "السلسلة الصحيحة" 1 / 35 :

رواه مالك في " الموطأ " ( ص 929 - 930 ) و عنه البخاري في " صحيحه " ( 2 / 77
- 78 ، 103 ، 4 / 117 طبع أوربا ) ، و في " الأدب المفرد " ( رقم 378 ) و مسلم
( 7 / 44 ) و أبو داود ( رقم 2550 ) و أحمد ( 2 / 375 ، 517 ) كلهم عن مالك عن
سمي مولى أبي بكر عن أبي صالح السمان عن أبي هريرة مرفوعا .
و رواه أحمد ( 2 / 521 ) من طريق أخرى عن أبي صالح به مختصرا .

Silsilah Shahihah Albani jilid 1 halaman 29
30/3094

30 - " بينما كلب يطيف بركية قد كاد يقتله العطش ، إذ رأته بغي من بغايا بني إسرائيل
فنزعت موقها ، فاستقت له به فسقته إياه ، فغفر لها به " .


قال الألباني في "السلسلة الصحيحة" 1 / 35 :

رواه البخاري ( 2 / 376 طبع أوربا ) و مسلم ( 7 / 45 ) و أحمد ( 2 / 507 )
من حديث محمد بن سيرين عن أبي هريرة مرفوعا .
و تابعه أنس بن سيرين عن أبي هريرة نحوه .
و رواه أحمد ( 2 / 510 ) و سنده صحيح أيضا .
( الركية ) : بئر لم تطو أو طويت .
و من الآثار في الرفق بالحيوان :
---------------------------------

أ - عن المسيب بن دار قال :
رأيت عمر بن الخطاب ضرب جمالا ، و قال : لم تحمل على بعيرك مالا يطيق ؟ !
رواه ابن سعد في " الطبقات " ( 7 / 127 ) و سنده صحيح إلى المسيب ابن دار ،
و لكني لم أعرف المسيب هذا .
ثم تبين لي أن الصواب في اسم أبيه ( دارم ) ، هكذا ورد في سند هذا الأثر عند
أبي الحسن الأخميمي في " حديثه " ( ق 62 / 2 ) ، و هكذا أورده ابن أبي حاتم
في " الجرح و التعديل " ( 4 / 1 / 294 ) و قال : " مات سنة ست و ثمانين " و لم
يذكر فيه جرحا و لا تعديلا ، و أما ابن حبان فذكره في " الثقات " ( 1 / 227 )
و كناه بأبي صالح .
ب - عن عاصم بن عبيد الله بن عاصم بن عمر بن الخطاب :
أن رجلا حد شفرة و أخذ شاة ليذبحها ، فضربه عمر بالدرة و قال أتعذب الروح ؟!ألا
فعلت هذا قبل أن تأخذها ؟ ! رواه البيهقي ( 9 / 280 - 281 ) .
ج - عن محمد بن سيرين :

أن عمر رضي الله عنه رأى رجلا يجر شاة ليذبحها فضربه بالدرة و قال : سقها - لا
أم لك - إلى الموت سوقا جميلا .
رواه البيهقي أيضا .
د - عن وهب بن كيسان :

أن ابن عمر رأى راعي غنم في مكان قبيح ، و قد رأى ابن عمر مكانا أمثل منه ،
فقال ابن عمر : ويحك يا راعي حولها ، فإني سمعت النبي صلى الله عليه وسلم
يقول : " كل راع مسؤول عن رعيته " .
رواه أحمد ( رقم 5869 ) و سنده حسن .
هـ - عن معاوية بن قرة قال :
كان لأبي الدرداء جمل يقال له : ( دمون ) ، فكان إذا استعاروه منه قال : لا
تحملوا عليه إلا كذا و كذا ، فإنه لا يطيق أكثر من ذلك ، فلما حضرته الوفاة
قال : يا دمون لا تخاصمني غدا عند ربي ، فإني لم أكن أحمل عليك إلا ما تطيق .
رواه أبو الحسن الأخميمي في " حديثه " ( 63 / 1 ) .
و - عن أبي عثمان الثقفي قال :
كان لعمر بن عبد العزيز رضي الله عنه غلام يعمل على بغل له يأتيه بدرهم كل يوم
فجاء يوما بدرهم و نصف ، فقال : أما بدا لك ؟ قال : نفقت السوق ، قال :
لا و لكنك أتعبت البغل ! أجمه ثلاثة أيام .
رواه أحمد في " الزهد " ( 19 / 59 / 1 ) بسند صحيح إلى أبي عثمان ، و أما هذا
فلم أجد له ترجمة .
تلك هي بعض الآثار التي وقفت عليها حتى الآن ، و هي تدل على مبلغ تأثر المسلمين
الأولين بتوجيهات النبي صلى الله عليه وسلم في الرفق بالحيوان ، و هي في
الحقيقة قل من جل و نقطة من بحر ، و في ذلك بيان واضح أن الإسلام هو الذى وضع
للناس مبدأ ( الرفق بالحيوان ) ، خلافا لما يظنه بعض الجهال بالإسلام أنه من
وضع الكفار الأوربيين ، بل ذلك من الآداب التي تلقوها عن المسلمين الأولين ، ثم
توسعوا فيها ، و نظموها تنظيما دقيقا ، و تبنتها دولهم حتى صار الرفق بالحيوان
من مزاياهم اليوم ، حتى توهم الجهال أنه من خصوصياتهم ! و غرهم في ذلك أنه لا
يكاد يرى هذا النظام مطبقا في دولة من دول الإسلام ، و كانوا هم أحق بها
و أهلها !
و لقد بلغ الرفق بالحيوان في بعض البلاد الأوربية درجة لا تخلو من المغالاة ،
و من الأمثلة على ذلك ما قرأته في " مجلة الهلال " ( مجلد 27 ج 9 ص 126 ) تحت
عنوان : " الحيوان و الإنسان " :
" إن محطة السكك الحديدية في كوبنهاجن كان يتعشعش فيها الخفاش زهاء نصف قرن ،
فلما تقرر هدمها و إعادة بنائها أنشأت البلدية برجا كلفته عشرات الألوف من
الجنيهات ، منعا من تشرد الخفاش " .
و حدث منذ ثلاث سنوات أن سقط كلب صغير في شق صغير بين صخرتين في إحدى قرى
إنكلترا ، فجند له أولو الأمر مائة من رجال المطافئ لقطع الصخور و إنقاذ
الكلب ! و ثار الرأي العام في بعض البلاد أخيرا عندما اتخذ الحيوان وسيلة
لدراسة الظواهر الطبيعية ، حين أرسلت روسيا كلبا في صاروخها ، و أرسلت أمريكا
قردا .

Silsilah Shahihah Albani jilid 1 halaman 30
31/3094

31 - " أقيموا صفوفكم و تراصوا ، فإني أراكم من وراء ظهري " .


قال الألباني في "السلسلة الصحيحة" 1 / 39 :

رواه البخاري ( 2 / 176 بشرح " الفتح " طبع بولاق ) و أحمد ( 3 / 182 ، 263 )
و المخلص في " الفوائد " ( ج 1 / 10 / 2 ) من طرق عن حميد الطويل ، حدثنا
أنس بن مالك قال :
" أقيمت الصلاة فأقبل علينا رسول الله صلى الله عليه وسلم بوجهه فقال : " .
فذكره .

زاد البخاري في رواية : " قبل أن يكبر " و زاد أيضا فى آخره : " و كان أحدنا
يلزق منكبه بمنكب صاحبه . و قدمه بقدمه " .
و هي عند المخلص بلفظ :
قال أنس : " فلقد رأيت أحدنا يلصق منكبه بمنكب صاحبه ، و قدمه بقدمه " .
فلو ذهبت تفعل هذا اليوم لنفر أحدكم كأنه بغل شموس .
و سنده صحيح أيضا على شرط الشيخين و عزاها الحافظ لسعيد بن منصور و الإسماعيلي
و ترجم البخاري لهذا الحديث بقوله :
" باب إلزاق المنكب بالمنكب ، و القدم بالقدم في الصف " .
و أما حديث النعمان فهو :
" أقيموا صفوفكم ثلاثا ، و الله لتقيمن صفوفكم أو ليخالفن بين قلوبكم " .

Silsilah Shahihah Albani jilid 1 halaman 31
32/3094

32 - " أقيموا صفوفكم ثلاثا ، والله لتقيمن صفوفكم أو ليخالفن بين قلوبكم " .


قال الألباني في "السلسلة الصحيحة" 1 / 39 :

أخرجه أبو داود ( رقم 662 ) ، و ابن حبان ( 396 ) ، و أحمد ( 4 / 276 ) ،
و الدولابي في " الكنى " ( 2 / 86 ) عن أبي القاسم الجدلي حسين بن الحارث ،
قال : سمعت النعمان بن بشير يقول :
" أقبل رسول الله صلى الله عليه وسلم على الناس بوجهه فقال : ... " فذكره ،
قال : " فرأيت الرجل يلصق منكبه بمنكب صاحبه ، و ركبته بركبة صاحبه ، و كعبه
بكعبه " .
قلت : و سنده صحيح ، و علقه البخاري مجزوما به ، و وصله ابن خزيمة أيضا في
" صحيحه " كما في " الترغيب " ( 1 / 176 ) و " الفتح " ( 2 / 176 ) .
ثم رواه الدولابي من طريق بقية بن الوليد ، حدثنا حريز قال : سمعت غيلان
المقرىء يحدث عن أبي قتيلة مرثد بن وداعة ( قال : سمعت ) النعمان بن بشير
يقول : فذكره .
و هذا سند لا بأس به في المتابعات ، و رجاله ثقات غير غيلان المقرىء ،
و لعله غيلان بن أنس الكلبي مولاهم الدمشقي ، فإن يكن هو ، فهو مجهول الحال ،
روى عنه جماعة ، و قال الحافظ : إنه مقبول .
فقه الحديث :
------------
و في هذين الحديثين فوائد هامة :
الأولى : وجوب إقامة الصفوف و تسويتها و التراص فيها ، للأمر بذلك ، و الأصل
فيه الوجوب إلا لقرينة ، كما هو مقرر في الأصول ، و القرينة هنا تؤكد الوجوب
و هو قوله صلى الله عليه وسلم : " أو ليخالفن الله بين قلوبكم " . فإن مثل هذا
التهديد لا يقال فيما ليس بواجب ، كما لا يخفى .
الثانية : أن التسوية المذكورة إنما تكون بلصق المنكب بالمنكب ، و حافة القدم
بالقدم ، لأن هذا هو الذي فعله الصحابة رضي الله عنهم حين أمروا بإقامة الصفوف
و لهذا قال الحافظ في " الفتح " بعد أن ساق الزيادة التي أوردتها في الحديث
الأول من قول أنس :
" و أفاد هذا التصريح أن الفعل المذكور كان في زمن النبي صلى الله عليه وسلم ،
و بهذا يتم الاحتجاج به على بيان المراد بإقامة الصف و تسويته " .
و من المؤسف أن هذه السنة من التسوية قد تهاون بها المسلمون ، بل أضاعوها إلا
القليل منهم ، فإني لم أرها عند طائفة منهم إلا أهل الحديث ، فإني رأيتهم في
مكة سنة ( 1368 ) حريصين على التمسك بها كغيرها من سنن المصطفى عليه الصلاة
و السلام بخلاف غيرهم من أتباع المذاهب الأربعة - لا أستثني منهم حتى الحنابلة
- فقد صارت هذه السنة عندهم نسيا منسيا ، بل إنهم تتابعوا على هجرها و الإعراض
عنها ، ذلك لأن أكثر مذاهبهم نصت على أن السنة في القيام التفريج بين القدمين
بقدر أربع أصابع ، فإن زاد كره ، كما جاء مفصلا في " الفقه على المذاهب الأربعة
" ( 1 / 207 ) ، و التقدير المذكور لا أصل له في السنة ، و إنما هو مجرد رأي ،
و لو صح لوجب تقييده بالإمام و المنفرد حتى لا يعارض به هذه السنة الصحيحة ،
كما تقتضيه القواعد الأصولية .
و خلاصة القول : إنني أهيب بالمسلمين - و خاصة أئمة المساجد - الحريصين على
اتباعه صلى الله عليه وسلم و اكتساب فضيلة إحياء سنته صلى الله عليه وسلم أن
يعملوا بهذه السنة و يحرصوا عليها ، و يدعوا الناس ، إليها حتى يجتمعوا عليها
جميعا . و بذلك ينجون من تهديد " أو ليخالفن الله بين قلوبكم " .
الثالثة : في الحديث الأول معجزة ظاهرة للنبي صلى الله عليه وسلم ، و هي رؤيته
صلى الله عليه وسلم من ورائه ، و لكن ينبغي أن يعلم أنها خاصة في حالة كونه صلى
الله عليه وسلم في الصلاة ، إذ لم يرد في شيء من السنة ، أنه كان يرى كذلك خارج
الصلاة أيضا . و الله أعلم .
الرابعة : في الحديثين دليل واضح على أمر لا يعلمه كثير من الناس ، و إن كان
صار معروفا في علم النفس ، و هو أن فساد الظاهر يؤثر في فساد الباطن ، و العكس
بالعكس ، و في هذا المعنى أحاديث كثيرة ، لعلنا نتعرض لجمعها و تخريجها في
مناسبة أخرى إن شاء الله تعالي .
الخامسة : أن شروع الإمام في تكبيرة الإحرام عند قول المؤذن " قد قامت الصلاة "
بدعة ، لمخالفتها للسنة الصحيحة كما يدل على ذلك هذان الحديثان ، لاسيما الأول
منهما ، فإنهما يفيدان أن على الإمام بعد إقامة الصلاة واجبا ينبغي عليه القيام
به ، و هو أمر الناس بالتسوية مذكرا لهم بها ، فإنه مسؤول عنهم : " كلكم راع
و كلكم مسؤول عن رعيته ... " .

Silsilah Shahihah Albani jilid 1 halaman 32
33/3094

33 - " يبصر أحدكم القذاة في عين أخيه ، و ينسى الجذع أو الجدل في عينه معترضا " .


قال الألباني في "السلسلة الصحيحة" 1 / 42 :

رواه ابن صاعد في " زوائد " الزهد " لابن المبارك " ( ق 165 / 1 من " الكواكب "
575 ) و ابن حبان في " صحيحه ( 1848 ) و أبو نعيم في " الحلية " ( 4 / 99 )
و القضاعي في " مسند الشهاب " ( ق 51 / 1 ) من طرق عن محمد ابن حمير قال :
حدثنا جعفر بن برقان عن يزيد بن الأصم عن أبي هريرة مرفوعا .
و قال أبو نعيم :
" غريب من حديث يزيد تفرد به محمد بن حمير عن جعفر " .
قلت : و رجاله كلهم ثقات رجال الصحيح ، و لا علة فيه ، فهو حديث صحيح ، و لا
ينافيه قوله " غريب " لأن الغرابة قد تجامع الصحة كما هو مقرر في " مصطلح
الحديث " .
و الحديث عزاه السيوطي في " الجامع الصغير " لأبي نعيم فقط ! و قال المناوي :
" قال العامري : حسن " .
و رواه البخاري في " الأدب المفرد " ( 592 ) من طريق مسكين بن بكير الحذاء
الحراني عن جعفر بن برقان به موقوفا على أبي هريرة .
و مسكين هذا صدوق يخطىء ، فرواية ابن حمير المرفوعة أرجح ، لأنه لم يوصف بالخطأ
و كلاهما من رجال البخاري .

Silsilah Shahihah Albani jilid 1 halaman 33
34/3094

34 - " إذا ذكر أصحابي فأمسكوا ، و إذا ذكر النجوم فأمسكوا ، و إذا ذكر القدر
فأمسكوا " .


قال الألباني في "السلسلة الصحيحة" 1 / 42 :

روي من حديث ابن مسعود ، و ثوبان ، و ابن عمر ، و طاووس مرسلا ، و كلها
ضعيفة الأسانيد ، و لكن بعضها يشد بعضا .
أما حديث ابن مسعود ، فأخرجه الطبراني في " الكبير " ( 2 / 78 / 2 ) و أبو نعيم
في " الحلية " ( 4 / 108 ) من طريق الحسن بن علي الفسوي أنبأنا سعيد ابن سليمان
أنبأنا مسهر بن عبد الملك بن سلع الهمداني عن الأعمش عن أبي وائل عن عبد الله
مرفوعا .
و قال أبو نعيم : " غريب من حديث الأعمش ، تفرد به عنه مسهر " .
قلت : و هو ضعيف ، قال البخاري : " فيه بعض النظر " كذا رواه عنه ابن عدي
( 343 / 1 ) و كذلك هو في " التهذيب " و في " الميزان " :
" قال البخاري : فيه نظر " بإسقاط لفظة " بعض " و لعله سهو من الذهبي
أو الناسخ .
و قال النسائي " ليس بالقوي " . و أما ابن حبان فذكره في " الثقات " ! و قال
الحافظ في " التقريب " " لين الحديث " .
و بقية رجال الإسناد ثقات رجال الشيخين غير الفسوي هذا ، ترجمه الخطيب
( 7 / 372 ) و روى عن الدارقطني أنه قال : " لا بأس به " .
و سعيد بن سليمان هو الضبي الواسطي ، ثقة حافظ من رجال الشيخين .
و من هذا البيان تعلم خطأ قول الهيثمي ( 7 / 202 ) .
" رواه الطبراني و فيه مسهر بن عبد الملك وثقه ابن حبان و غيره ، و فيه خلاف ،
و بقية رجاله رجال الصحيح " .
فإن الفسوي هذا ليس من رجال الصحيح بل و لا من رجال سائر الستة !
و قال الحافظ العراقي في " تخريج الأحياء " ( 1 / 50 طبع الثقافة الإسلامية ) :
" رواه الطبراني من حديث ابن مسعود بإسناد حسن " .
و له عن ابن مسعود طريق آخر ، رواه اللالكائي في " شرح أصول السنة "
( 239 / 1 من " الكواكب " 576 ) و ابن عساكر ( 14 / 155 / 2 ) عن النضر
أبي قحذم عن أبي قلابة عن ابن مسعود مرفوعا .
و هذا سند ضعيف و فيه علتان :
الأولى : الانقطاع بين أبي قلابة - و اسمه عبد الله بن زيد الجرمي - و ابن
مسعود ، فإن بين وفاتيهما نحو ( 75 ) سنة ، و قد ذكروا أنه لم يسمع من جماعة
من الصحابة منهم علي بن أبي طالب ، و قد مات بعد ابن مسعود بثمان سنين .
الثانية : النضر أبو قحذم و هو ابن معبد ، ضعيف جدا ، قال ابن معين : " ليس
بشيء " ، و قال أبو حاتم : " يكتب حديثه " ، و قال النسائي : " ليس بثقة " .
و أما حديث ثوبان فأخرجه أبو طاهر الزيادي في " ثلاثة مجالس من الأمالي "
( 191 / 2 ) الطبراني في " الكبير " ( 1 / 71 / 2 ) عن يزيد بن ربيعة قال :
سمعت أبا الأشعث الصنعاني يحدث عن ثوبان به مرفوعا .
قلت . و هذا سند ضعيف جدا ، يزيد بن ربيعة هو الرحبي الدمشقي و هو متروك ،
كما قال النسائي و العقيلي و الدارقطني ، و قال أبو حاتم . " كان في بدء أمره
مستويا ، ثم اختلط قبل موته ، قيل له فما تقول فيه ؟ فقال : ليس بشيء ، و أنكر
أحاديثه عن أبي الأشعث " .
و قال الجوزجاني : " أخاف أن تكون أحاديثه موضوعة " .و أما ابن عدي فقال : "
أرجو أنه لا بأس به " !
و أما حديث ابن عمر ، فأخرجه ابن عدي ( 295 / 1 ) و عنه السهمي في " تاريخ
جرجان " ( 315 ) من طريق محمد بن فضل عن كرز بن وبرة عن عطاء عنه مرفوعا به
دون ذكر النجوم .
و قال ابن عدي : " محمد بن فضل عامة حديثه مما لا يتابعه الثقات عليه " .
قلت : و هو ابن عطية ، قال الفلاس : كذاب .
و ضعفه البخاري جدا فقال : " سكتوا عنه " .
و كرز بن وبرة ، ترجم له السهمي ترجمة طويلة ( 295 - 316 ) و ساق له أحاديث
كثيرة من روايته عن عبد الله بن عمر ، و الربيع بن خيثم ، و طاووس ، و نعيم
ابن أبي هند ، و عطاء بن أبي رباح ، و مجاهد ، و أبي أيوب ، و قال :
" إنه كان معروفا بالزهد و العبادة " . و لم يذكر فيه جرحا و لا تعديلا .
طريق ثان عن ابن عمر : أخرجه السهمي ( 254 - 255 ) من طريق محمد بن عمر الرومي
حدثنا الفرات بن السائب حدثنا ميمون بن مهران عنه مرفوعا بتمامه .
و هذا سند ضعيف جدا ، الفرات هذا قال الدارقطني و غيره : " متروك " .
و قال البخاري : " منكر الحديث " . و قال أحمد : " قريب من محمد بن زياد الطحان
في ميمون ، يتهم بما يتهم به ذاك " .
و قال ابن عدي ( 314 / 2 ) : " و عامة أحاديثه خاصة عن ميمون بن مهران مناكير
" .
و محمد بن عمر الرومي لين الحديث . كما في " التقريب " .
و الحديث أورده السيوطي في " الجامع الصغير " من رواية الطبراني عن ابن مسعود ،
و ابن عدي عنه و عن ثوبان ، و ابن عدي عن عمر . و قال المناوي في شرحه :
" قال الحافظ العراقي : سنده ضعيف ، و قال الهيثمي : فيه يزيد بن ربيعة ضعيف .
و قال ابن رجب ، روي من وجوه في أسانيدها كلها مقال . و به يعرف ما في رمز
المؤلف لحسنه تبعا لابن صرصري ، و لعله اعتضد " .
قلت : قد عرفت أن طرقه كلها ما عدا الأول ضعيفة جدا ، فلا يتقوى الحديث بها كما
تقرر في علم أصول الحديث . و الله أعلم .
ثم إن السيوطي عزاه لابن عدي عن عمر ، و لم أره عنده عن عمر ، بل عن ابنه
عبد الله بن عمر ، فلعله سقط من قلم السيوطي أو بعض النساخ كلمة ( ابن )
و الله أعلم .

ثم وجدت للحديث شاهدا مرسلا ، أخرجه عبد الرزاق في " الأمالي " ( 2 / 39 / 1 )
حدثنا معمر عن ابن طاووس عن أبيه مرفوعا به .
قلت : و هذا سند صحيح لولا إرساله ، و لكنه مع ذلك شاهد قوي لما قبله من
الشواهد و الطرق ، و خاصة الطريق الأول ، فيقوى الحديث به . والله أعلم .

Silsilah Shahihah Albani jilid 1 halaman 34
35/3094

35 - " إن الله استقبل بي الشام ، و ولى ظهري اليمن ، ثم قال لي : يا محمد إني قد
جعلت لك ما تجاهك غنيمة و رزقا ، و ما خلف ظهرك مددا ، و لا يزال الله يزيد
أو قال يعز الإسلام و أهله ، و ينقص الشرك و أهله ، حتى يسير الراكب بين كذا
- يعني البحرين - لا يخشى إلا جورا ، و ليبلغن هذا الأمر مبلغ الليل " .


قال الألباني في "السلسلة الصحيحة" 1 / 46 :

رواه أبو نعيم ( 6 / 107 - 108 ) و ابن عساكر في " تاريخ دمشق " ( 1 / 377 -
378 ط ) عن ضمرة عن السيباني عن عمرو بن عبد الله الحضرمي عن أبي أمامة
مرفوعا . و قال :
" غريب من حديث السيباني تفرد به ضمرة بن ربيعة " .
قلت : و هو ثقة و كذا السيباني و هو بفتح المهملة و وقع في " الحلية "
و " التاريخ " في مواطن عدة ( الشيباني ) بالمعجمة و هو تصحيف ، و اسمه يحيى
ابن أبي عمرو .
و أما الحضرمي هذا فوثقه العجلي و ابن حبان ، لكن قال الذهبي :
" ما علمت روى عنه سوى يحيى " .
قلت : و لشطره الثاني شواهد تقدم أحدها في المقال الأول ( رقم 3 ) .
و قد تابعه عبد الله بن هانىء عند ابن عساكر ، و لم أعرفه .
و الحديث عزاه السيوطي في " الجامع الكبير " ( 1 / 141 / 1 ) للطبراني في
" الكبير " أيضا و ابن عساكر .

Silsilah Shahihah Albani jilid 1 halaman 35
36/3094

36 - " الأذنان من الرأس " .


قال الألباني في "السلسلة الصحيحة" 1 / 47 :

حديث صحيح له طرق كثيرة عن جماعة من الصحابة منهم أبو أمامة ، و أبو هريرة ،
و ابن عمرو ، و ابن عباس ، و عائشة ، و أبو موسى ، و أنس ، و سمرة بن جندب ،
و عبد الله بن زيد .
1 - أما حديث أبي أمامة ، فله عنه ثلاثة طرق :
الأول : عن سنان بن ربيعة عن شهر بن حوشب عن أبي أمامة مرفوعا .
رواه أبو داود ، و الترمذي ، و ابن ماجه ، و الدارقطني ، و البيهقي ، و كذا
أحمد ( 5 / 285 / 268 ) و الطحاوي كلهم عن حماد بن زيد عن سنان به .
و هذا سند حسن لا بأس به في الشواهد ، و في سنان و شهر ضعف معروف لكنهما غير
متهمان ، و الحديث عندهم عن جماعة عن حماد به . و خالفهم سليمان ابن حرب ،
فرواه عنه به موقوفا .
و رواية الجماعة أولى كما بينته في " صحيح سنن أبي داود " ( رقم 123 ) .
و ذكرت هناك من قواه من الأئمة و العلماء كالترمذي ، فإنه حسنه في بعض نسخ
كتابه ، و كالمنذري و ابن دقيق العيد و ابن التركماني و الزيلعي ، و أشار
إلى تقويته الإمام أحمد ، فقال الأثرم في " سننه " ( ق 213 / 1 ) بعد أن ساق
الحديث :
" سمعت أبا عبد الله يسأل : الأذنان من الرأس ؟ قال : نعم " .
الثاني : عن جعفر بن الزبير عن القاسم عن أبي أمامة به .
أخرجه الدارقطني ( ص 38 - 39 ) و قال :
" جعفر بن الزبير متروك " .
قلت : قد تابعه أبو معاذ الألهاني .
أخرجه تمام الرازي في " الفوائد " ( 246 / 1 ) من طريق عثمان بن فائد حدثنا
أبو معاذ به .
و الألهاني هذا لم أجد من ذكره ، و عثمان بن فائد ضعيف .
الثالث : عن أبي بكر بن أبي مريم قال : سمعت راشد بن سعد عن أبي أمامة به .
أخرجه الدارقطني و قال " أبو بكر بن أبي مريم ضعيف " .
2 - و أما حديث أبي هريرة ، فله أربعة طرق :
الأول : أخرجه الدارقطني ( 37 ) و أبو يعلى في " مسنده " ( 298 / 1 ) عن
إسماعيل بن مسلم عن عطاء عنه مرفوعا . و قال : " لا يصح " .
قلت : و علته إسماعيل هذا و هو المكي ضعيف ، و قد اختلف عليه في إسناده كما
سيأتي في حديث ابن عباس .
الثاني : عن عمرو بن الحصين حدثنا محمد بن عبد الله بن علاثة عن عبد الكريم
الجزري عن سعيد بن المسيب عنه .
رواه ابن ماجه ( رقم 445 ) و الدارقطني ( ص 38 ) و قال :
" عمرو بن الحصين و ابن علاثة ضعيفان " .
قلت : و الأول أشد ضعفا .
الثالث : عن البختري بن عبيد عن أبيه عنه .
رواه الدارقطني و قال " البختري بن عبيد ضعيف و أبوه مجهول " .
الرابع : عن علي بن عاصم عن ابن جريج ، عن سليمان بن موسى ، عن أبي هريرة .
أخرجه الدارقطني ( 37 ) و عنه ابن الجوزي في " التحقيق " ( 1 / 29 / 1 )
و قال الدارقطني :
" وهم علي بن عاصم في قوله : عن أبي هريرة عن النبي صلى الله عليه وسلم .
و الذي قبله أصح عن ابن جريج " قلت : يعني عن سليمان بن موسى مرسلا و سيأتي
ص 51 .
و أجاب ابن الجوزي بما خلاصته :
أن زيادة الثقة مقبولة . يعني أن علي بن عاصم زاد في السند أبا هريرة فهي زيادة
مقبولة . لكن هذا لا يتمشى هنا ، فإن ابن عاصم هذا صدوق يخطىء و يصر .
3 - و أما ابن عمر ، فله عنه طرق أيضا :
الأول : قال المخلص في " الفوائد المنتقاة " في " الثاني من السادس منها "
( ق 190 / 1 ) : حدثنا يحيى ( يعني ابن صاعد ) قال : حدثنا الجراح بن مخلد
قال : حدثنا يحيى بن العريان الهروي قال : حدثنا حاتم بن إسماعيل عن أسامة
بن زيد عن نافع عنه .
و بهذا السند رواه الدارقطني ( 36 ) و عنه ابن الجوزي ، و رواه الخطيب في
" الموضح " ( 1 / 111 ) عن ابن صاعد ، و في " التاريخ " ( 14 / 161 ) من طريقين
آخرين عن الجراح بن مخلد به .
و هذا سند حسن عندي ، فإن رجاله كلهم ثقات معروفون غير الهروي هذا فقد ترجمه
الخطيب و لم يذكر فيه جرحا و لا تعديلا ، غير أنه وصفه بأنه كان محدثا .
و أما الدارقطني فقد أعله بقوله : " كذا قال ، و هو وهم ، و الصواب عن أسامة
بن زيد ، عن هلال بن أسامة الفهري ، عن ابن عمر موقوفا " .
و رده ابن الجوزي بقوله : " قلنا : الذي يرفعه يذكر زيادة ، و الزيادة من الثقة
مقبولة ، و الصحابي قد يروى الشيء مرفوعا ، و قد يقوله على سبيل الفتوى " .
قلت : هذا كلام صحيح لو كان رجال السند كلهم ثقات ، و قد علمت ما فيه ، على أن
أسامة بن زيد فيه ضعف يسير ، و قد اختلف عليه فيه ، فرواه حاتم ابن إسماعيل عنه
مرفوعا ، كما رأيت . و خالفه وكيع فقال عنه به موقوفا على ابن عمر .
أخرجه الخطيب في " الموضح " و قال : " و هو الصواب " .
و تابعه في رفعه عبيد الله عن نافع .
أخرجه الدارقطني و تمام في " الفوائد " ( 104 / 1 ) من طريق محمد بن أبي السري
حدثنا عبد الرزاق عن عبيد الله به .
و قال الدارقطني : " رفعه وهم " .
قلت : و علته ابن أبي السري و هو متهم .
و تابعه يحيى بن سعيد عن نافع به .
أخرجه الدارقطني و ابن عدي " في الكامل " ( 11 / 1 ) عن إسماعيل بن عياش عن
يحيى به .
و قال ابن عدي :
" لا يحدث به عن يحيى غير ابن عياش " .
قلت : و ابن عياش ضعيف في الحجازيين و هذا منها .
الطريق الثاني : عن محمد بن الفضل ، عن زيد ، عن مجاهد ، عن ابن عمر مرفوعا .
رواه الدارقطني و قال : " محمد بن الفضل هو ابن عطية ، متروك الحديث " .
ثم رواه هو و الدولابي في " الكنى " ( 2 / 137 ) ، من طرق عن ابن عمر موقوفا .
4 - و أما حديث ابن عباس ، فله عنه طرق أيضا :
الأول : عن أبي كامل الجحدري ، أنبأنا غندر محمد بن جعفر ، عن ابن جريج عن عطاء
عنه مرفوعا .
أخرجه ابن عدي ( 218 / 1 - 2 ) و أبو عبد الله الفلاكي في " الفوائد "
( 91 / 1 ) ، و الدارقطني ( 36 ) و قال :
" تفرد به أبو كامل عن غندر ، و هو وهم ، تابعه الربيع بن بدر ، و هو متروك ،
عن ابن جريج ، و الصواب : عن ابن جريج ، عن سليمان بن موسى ، عن النبي صلى الله
عليه وسلم مرسلا " .
و تعقبه ابن الجوزي في " التحقيق " ( 1 / 29 / 1 ) بقوله :
" قلنا : أبو كامل لا نعلم أحدا طعن فيه ، و الرفع زيادة ، و الزيادة من الثقة
مقبولة ، كيف و وافقه غيره ، فإن لم يعتد برواية الموافق اعتبر بها . و من عادة
المحدثين أنهم إذا رأوا من أوقف الحديث ، و من رفعه ، وقفوا مع الواقف احتياطا
و ليس هذا مذهب الفقهاء ، و من الممكن أن يكون ابن جريج سمعه من عطاء مرفوعا
رواه له سليمان عن رسول الله صلى الله عليه وسلم غير مسند " .
قلت : و الحق أن هذا الإسناد صحيح ، لأن أبا كامل ثقة ، حافظ ، احتج به مسلم ،
فزيادته مقبولة ، إلا أن ابن جريج مدلس و قد عنعنه . فإن كان سمعه من سليمان
فلا محيد من القول بصحته ، و قد صرح بالتحديث في رواية له من الوجه المرسل عند
الدارقطني، لكن في الطريق إليه العباس بن يزيد و هو البحراني ، و هو ثقة ،
و لكن ضعفه بعضهم ، و وصف بأنه يخطىء ، فلا تطمئن النفس لزيادته لاسيما
و الطريق كلها عن ابن جريج معنعنة ، ثم رأيت الزيلعي نقل في " نصب الراية "
( 1 / 19 ) ، عن ابن القطان أنه قال : " إسناده صحيح لاتصاله و ثقة رواته " .
ثم رد على الدارقطني بنحو ما فعل ابن الجوزي ، و تبعه عبد الحق على ذلك كما في
" تنقيح التحقيق " لابن عبد الهادي ( 241 / 1 ) .
ثم رأيت في ترجمة ابن جريج من " التهذيب " أنه قال : " إذا قلت : قال عطاء :
فأنا سمعته منه ، و إن لم أقل : سمعت " ، فهذه فائدة هامة ، و لكن ابن جريج لم
يقل هنا : " قال عطاء " ، و إنما قال : " عن عطاء " . فهل حكمهما واحد ، أم
يختلف ؟ الظاهر عندي الأول . و الله أعلم .
و له طريق آخر عن عطاء رواه القاسم بن غصن عن إسماعيل بن مسلم عنه .
رواه الخطيب في " التاريخ " ( 6 / 384 ) ، و الدارقطني و قال : " إسماعيل
بن مسلم ضعيف ، و القاسم بن غصن مثله ، خالفه علي بن هاشم فرواه عن إسماعيل
بن مسلم المكي ، عن عطاء ، عن أبي هريرة ، و لا يصح أيضا " .
و تابعه جابر الجعفي عن عطاء عن ابن عباس .
أخرجه المخلص في " الثاني من السادس من الفوائد المنتقاة " ( 190 / 1 ) ،
و الدارقطني ، و قال :
" جابر ضعيف و قد اختلف عنه ، فأرسله الحكم بن عبد الله أبو مطيع عن إبراهيم
بن طهمان ، عن جابر عن عطاء ، و هو أشبه بالصواب " .
الثاني : عن محمد بن زياد اليشكري حدثنا ميمون بن مهران عنه .
رواه العقيلي في " الضعفاء " ( ص 379 ) ، و الدارقطني ، و قال :
" محمد بن زياد متروك الحديث " ، و رواه يوسف بن مهران عن ابن عباس موقوفا .
ثم ساقه من طريق علي بن زيد عنه . و ابن زيد فيه ضعف .
الثالث : عن قارظ بن شيبة ، عن أبي غطفان عنه .
رواه الطبراني في " المعجم الكبير " ( 3 / 98 / 1 ) : حدثنا عبد الله بن أحمد
ابن حنبل ، حدثني أبي أنبأنا وكيع عن ابن أبي ذئب عن قارظ بن شيبة به .
قلت : و هذا سند صحيح و رجاله كلهم ثقات ، و لا أعلم له علة ، و من الغرائب
أن هذه الطريق مع صحتها أغفلها كل من خرج الحديث من المتأخرين كالزيلعي ،
و ابن حجر ، و غيرهما ممن ليس مختصا في التخريج ، بل أغفله أيضا الحافظ الهيثمي
فلم يورده في " مجمع الزوائد " مع أنه على شرطه ! و هذا كله مصداق قول القائل :
" كم ترك الأول للآخر " . و هو دليل واضح على أهمية الرجوع إلى الأمهات عند
إرادة التحقيق في حديث ما ، فإنه سيجد فيها ما يجعل بحثه أقرب ما يكون نضجا
و صوابا . و الله تعالى هو الموفق .
و إذا عرفت هذا فلا تغتر بقول الحافظ ابن حجر في " الدراية " ( ص 7 ) في حديث
ابن عباس هذا :
" أخرجه الدارقطني و اختلف في وصله و إرساله و الراجح إرساله " .
فإنه يعني الطريق الأولى ، و قد عرفت أن الصواب وصله ، و أنه صحيح لولا عنعنة
ابن جريج ، على أنه قد عرفت الجواب عنها .
5 - و أما حديث عائشة ، فأخرجه الدارقطني ( ص 37 ) عن محمد بن الأزهر الجوزجاني
أنبأنا الفضل بن موسى السيناني ، عن ابن جريج ، عن سليمان بن موسى ، عن الزهري
عن عروة عنها . و قال : " كذا قال ، و المرسل أصح " .
يعني ابن جريج عن سليمان مرسلا كما تقدم في الطريق الأولى عن ابن عباس ، و محمد
بن الأزهر قال الحافظ في " التلخيص " ( 33 ) : " كذبه أحمد " .
6 - و أما حديث أبي موسى ، فأخرجه الطبراني في " الأوسط "
( 1 / 4 / 1 من زوائده ) ، و ابن عدي ( 23 / 1 ) ، و الدارقطني ( 38 ) من طرق
عن أشعث عن الحسن عنه . و قال الطبراني :
" لا يروى عن أبي موسى إلا بهذا الإسناد " .
و كذا رواه العقيلي في " الضعفاء " ( ص 9 ) عن أشعث به و قال :
" لا يتابع عليه ، و الأسانيد في هذا الباب لينة " .
و قال الدارقطني : " الصواب موقوف ، و الحسن لم يسمع من أبي موسى " .

7 - و أما حديث أنس ، فأخرجه ابن عدي ( 24 / 1 ) و أبو الحسن الحمامي في
" الفوائد المنتقاة " ( 9 / 1 / 2 ) ، و الدارقطني ( 39 ) من طرق عن عبد الحكم
عنه .
و قال الدارقطني : " عبد الحكم لا يحتج به " .
8 - و أما حديث سمرة بن جندب ، فرواه تمام الرازي في " مسند المقلين من
الأمراء و السلاطين " ( رقم 3 - نسختي ) ، و عنه ابن عساكر في " تاريخه "
( 14 / 387 / 1 ) : حدثني أبو علي محمد بن هارون بن شعيب ، حدثنا محمد بن عثمان
ابن أبي سويد البصري ، حدثنا هدبة بن خالد ، حدثنا همام عن سعيد بن أبي عروبة
قال : كنت عند منبر الحجاج بن يوسف فسمعته يقول : حدثني سمرة بن جندب أن رسول
الله صلى الله عليه وسلم قال : فذكره .
و أبو علي هذا هو الأنصاري و هو ضعيف جدا ، و لكنه لم يتفرد به ، فقد أخرجه
تمام ( رقم 4 ) من طريق أخرى عن أحمد بن سعيد الطبري ، حدثنا هدبة ابن خالد به
و هدبة و من فوقه ثقات غير الحجاج و هو الأمير المشهور بالظلم .
9 - و أما حديث عبد الله بن زيد ، فأخرجه بن ماجة ( رقم 443 ) : حدثنا سويد
ابن سعيد حدثنا يحيى بن زكريا بن أبي زائدة ، عن شعبة عن حبيب ابن زيد ،
عن عباد بن تميم ، عن عبد الله بن زيد مرفوعا .
قال الزيلعي ( 1 / 19 ) : " و هذا أمثل إسناد في الباب لاتصاله وثقة رجاله ،
فابن أبي زائدة و شعبة و عباد احتج بهم الشيخان ، و حبيب ذكره ابن حبان في
" الثقات " في أتباع التابعين ، و سويد بن سعيد احتج به مسلم " .
و تعقبه الحافظ في " الدراية " ( ص 7 ) بأن سويدا هذا قد اختلط .
و قال في " التقريب " : " صدوق في نفسه إلا أنه عمي ، فصار يتلقن ما ليس من
حديثه ، و أفحش فيه ابن معين القول " .
و لهذا قال البوصيري في " الزوائد " ( ق 33 / 2 ) :
" هذا إسناد حسن إذا كان سويد بن سعيد حفظه " .
أقول : و لكن ذلك لا يمنع أن يكون حسنا لغيره ما دام أن الرجال كلهم ثقات
ليس فيهم متهم . و إذا ضم إليه طريق ابن عباس الصحيح و طريقه الآخر الذي صححه
ابن القطان ، و ابن الجوزي ، و الزيلعي و غيرهم ، فلا شك حينئذ في ثبوت الحديث
و صحته ، و إذا ضم إلى ذلك الطريق الأخرى عن الصحابة الآخرين ، ازداد قوة ،
بل إنه ليرتقي إلى درجة المتواتر عند بعض العلماء .
فقه الحديث :
------------
و إذ قد صح الحديث ، فهو يدل على مسألتين من مسائل الفقه ، اختلفت أنظار
العلماء فيها .
أما المسألة الأولى فهي : أن مسح الأذنين هل هو فرض أم سنة ؟ ذهب إلي الأول
الحنابلة . و حجتهم هذا الحديث ، فإنه صريح في إلحاقهما بالرأس ، و ما ذلك إلا
لبيان أن حكمهما في المسح كحكم الرأس فيه . و ذهب الجمهور إلي أن مسحهما سنة
فقط ، كما في الفقه على المذاهب الأربعة ( 1 / 56 ) . و لم نجد لهم حجة يجوز
التمسك بها في مخالفة هذا الحديث إلا قول النووي في " المجموع " ( 1 / 415 )
إنه ضعيف من جميع طرقه ! و إذا علمت أن الأمر ليس كذلك ، و أن بعض طرقه صحيح لم
يطلع عليه النووي . و البعض الآخر صحيح لغيره ، استطعت أن تعرف ضعف هذه الحجة
و وجوب التمسك بما دل عليه الحديث من وجوب مسح الأذنين و أنهما في ذلك كالرأس ،
و حسبك قدوة في هذا المذهب إمام السنة أبو عبد الله أحمد بن حنبل ، و سلفه في
ذلك جماعة من الصحابة ، تقدم تسمية بعضهم في أثناء تخريج الحديث ، و قد عزاه
النووي ( 1 / 413 ) إلى الأكثرين من السلف .
و أما المسألة الأخرى فهي : هل يكفي في مسح الأذنين ماء الرأس ، أم لابد لذلك
من جديد ؟ ذهب إلى الأول الأئمة الثلاثة كما في " فيض القدير " للمناوي فقال في
شرح الحديث :
" ( الأذنان من الرأس ) لا من الوجه و لا مستقلتان ، يعني فلا حاجة إلى أخذ ماء
جديد منفرد لهما غير ماء الرأس في الوضوء ، بل يجزىء مسحهما ببلل ماء الرأس ،
و إلا لكان بيانا للخلقة فقط ، و المصطفى صلى الله عليه وسلم لم يبعث لذلك ،
و به قال الأئمة الثلاثة " .
و خالف في ذلك الشافعية ، فذهبوا إلى أنه يسن تجديد الماء للأذنين و مسحهما على
الانفراد ، و لا يجب ، و احتج النووي لهم بحديث عبد الله بن زيد أن رسول الله
صلى الله عليه وسلم أخذ لأذنيه ماء خلاف الذي أخذ لرأسه .
قال النووي في " المجموع " ( 1 / 412 ) :
" حديث حسن ، رواه البيهقي ، و قال : إسناده صحيح " .
و قال في مكان آخر ( 1 / 414 ) :
" و هو حديث صحيح كما سبق بيانه قريبا ، فهذا صريح في أنهما ليستا من الرأس ،
إذ لو كانتا منه لما أخذ لهما ماء جديدا كسائر أجزاء الرأس ، و هو صريح في أخذ
ماء جديد " .
قلت : و لا حجة فيه على ما قالوا ، إذ غاية ما فيه مشروعية أخذ الماء لهما ،
و هذا لا ينافي جواز الاكتفاء بماء الرأس ، كما دل عليه هذا الحديث ، فاتفقا
و لم يتعارضا ، و يؤيد ما ذكرت أنه صح عنه صلى الله عليه وسلم :
" أنه مسح برأسه من فضل ماء كان في يده " .
رواه أبو داود في " سننه " بسند حسن كما بينته في " صحيح سننه " ( رقم 121 )
و له شاهد من حديث ابن عباس في " المستدرك " ( 1 / 147 ) بسند حسن أيضا ،
و رواه غيره . فانظر " تلخيص الحبير " ( ص 33 ) .
و هذا كله يقال على فرض التسليم بصحة حديث عبد الله بن زيد ، و لكنه غير ثابت ،
بل هو شاذ كما ذكرت في " صحيح سنن أبي داود " ( رقم 111 ) و بينته في " سلسلة
الأحاديث الضعيفة " تحت رقم ( 997 ) .
و جملة القول ، فإن أسعد الناس بهذا الحديث من بين الأئمة الأربعة أحمد بن حنبل
رضي الله عنهم أجمعين ، فقد أخذ بما دل عليه الحديث في المسألتين ، و لم يأخذ
به في الواحدة دون الأخرى كما صنع غيره .

Silsilah Shahihah Albani jilid 1 halaman 36
37/3094

37 - " غطوا الإناء و أوكوا السقاء فإن في السنة ليلة ينزل فيها وباء لا يمر بإناء
ليس عليه غطاء أو سقاء ليس عليه وكاء إلا نزل فيه من ذلك الوباء " .


قال الألباني في "السلسلة الصحيحة" 1 / 57 :

رواه مسلم ( 6 / 105 ) و أحمد ( 3 / 355 ) من طريق القعقاع بن حكيم عن
جابر بن عبد الله مرفوعا .
( أوكوا ) أي شدوا رءوسها بالوكاء و هو الخيط الذي تشد به القربة و نحوها .
و في رواية لمسلم و غيره :
( غطوا الإناء ، و أوكوا السقاء ، و أغلقوا الباب ، و أطفئوا السراج ، فإن
الشيطان لا يحل سقاء ، و لا يفتح بابا ، و لا يكشف إناء ، فإن لم يجد أحدكم إلا
أن يعرض على إنائه عودا و يذكر اسم الله فليفعل ، فإن الفويسقة ( يعني الفأرة )
تضرم على أهل البيت بيتهم ) .
و للحديث طرق و ألفاظ أخرى ، و قد سقتها في " إرواء الغليل في تخريج أحاديث
منار السبيل " رقم ( 38 ) و سيطبع قريبا إن شاء الله تعالى .

Silsilah Shahihah Albani jilid 1 halaman 37
38/3094

38 - " إذا وقع الذباب في شراب أحدكم فليغمسه ( كله ) ثم لينتزعه ، فإن في إحدى
جناحيه داء و في الأخرى شفاء " .


قال الألباني في "السلسلة الصحيحة" 1 / 58 :

ورد من حديث أبي هريرة ، و أبي سعيد الخدري ، و أنس بن مالك .

1 - أما حديث أبي هريرة فله عنه طرق :
الأول : عن عبيد بن حنين قال : سمعت أبا هريرة يقول ، فذكره .
أخرجه البخاري ( 2 / 329 و 4 / 71 - 72 ) ، و الدارمي ( 2 / 99 ) ، و ابن ماجه
( 3505 ) ، و أحمد ( 2 / 398 ) ، و ما بين المربعين زيادة له ، و هي للبخاري
في رواية له .
الثاني : عن سعيد بن أبي سعيد عنه .
رواه أبو داود ( 3844 ) من طريق أحمد ، و هذا في " المسند " ( 3 / 229 ، 246 )
و الحسن بن عرفة في " جزئه " ( ق 91 / 1 ) من طريق محمد بن عجلان عنه به
و زاد : " و إنه يتقي بجناحه الذي فيه الداء ، فليغمسه كله " . و إسناده حسن .
و قد تابعه إبراهيم بن الفضل عن سعيد به .
أخرجه أحمد ( 2 / 443 ) ، و إبراهيم هذا هو المخزومي المدني و هو ضعيف .
الثالث : عن ثمامة بن عبد الله بن أنس عنه به .
أخرجه الدارمي و أحمد ( 2 / 263 ، 355 ، 388 ) ، و سنده صحيح على شرط مسلم .
الرابع : عن محمد بن سيرين عنه به .
رواه أحمد ( 2 / 355 ، 388 ) ، و سنده صحيح أيضا .
الخامس : عن أبي صالح عنه .
رواه أحمد ( 2 / 340 ) ، و الفاكهي في " حديثه " ( 2 / 50 / 2 ) ، بسند حسن .
2 - و أما حديث أبي سعيد الخدري فلفظه :
" إن أحد جناحي الذباب سم و الآخر شفاء ، فإذا وقع في الطعام ، فاملقوه ، فإنه
يقدم السم ، و يؤخر الشفاء " .

Silsilah Shahihah Albani jilid 1 halaman 38
39/3094

39 - " إن أحد جناحي الذباب سم و الآخر شفاء ، فإذا وقع في الطعام فامقلوه ، فإنه
يقدم السم و يؤخر الشفاء " .


قال الألباني في "السلسلة الصحيحة" 1 / 59 :

رواه أحمد ( 3 / 67 ) : حدثنا يزيد قال : حدثنا ابن أبي ذئب ، عن سعيد بن خالد
قال : دخلت على أبي سلمة فأتانا بزبد و كتلة ، فأسقط ذباب في الطعام ، فجعل
أبو سلمة يمقله بأصبعه فيه ، فقلت : يا خال ! ما تصنع ؟ فقال :
إن أبا سعيد الخدري حدثني عن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال : فذكره .
و رواه ابن ماجه ( 3504 ) :
حدثنا أبو بكر بن أبي شيبة ، حدثنا يزيد بن هارون به مرفوعا دون القصة .
و رواه الطيالسي في " مسنده " ( 2188 ) :
حدثنا ابن أبي ذئب به ، و عنه رواه النسائي ( 2 / 193 ) ، و أبو يعلى في
" مسنده " ( ق 65 / 2 ) و ابن حبان في " الثقات " ( 2 / 102 ) .
قلت : و هذا سند صحيح رجاله ثقات رجال الشيخين غير سعيد بن خالد و هو القارظي
و هو صدوق كما قال الذهبي و العسقلاني .
3 - و أما حديث أنس :
فرواه البزار و رجاله رجال الصحيح .
رواه الطبراني في " الأوسط " كما في " مجمع الزوائد " ( 5 / 38 ) ،
و ابن أبي خيثمة في " تاريخه الكبير " .
قال الحافظ : و إسناده صحيح ، كما في " نيل الأوطار " ( 1 / 55 ) .
أما بعد ، فقد ثبت الحديث بهذه الأسانيد الصحيحة ، عن هؤلاء الصحابة الثلاثة
أبي هريرة و أبي سعيد و أنس ، ثبوتا لا مجال لرده و لا للتشكيك فيه ، كما ثبت
صدق أبي هريرة رضي الله عنه في روايته إياه عن رسول الله صلى الله عليه وسلم ،
خلافا لبعض غلاة الشيعة من المعاصرين ، و من تبعه من الزائغين ، حيث طعنوا فيه
رضي الله عنه لروايته إياه ، و اتهموه بأنه يكذب فيه على رسول الله صلى الله
عليه وسلم ، و حاشاه من ذلك ، فهذا هو التحقيق العلمي يثبت أنه بريء من كل ذلك
و أن الطاعن فيه هو الحقيق بالطعن فيه ، لأنهم رموا صحابيا بالبهت ، و ردوا
حديث رسول الله صلى الله عليه وسلم لمجرد عدم انطباقه على عقولهم المريضة !
و قد رواه عنه جماعة من الصحابة كما علمت ، و ليت شعري هل علم هؤلاء بعدم تفرد
أبي هريرة بالحديث ، و هو حجة و لو تفرد ، أم جهلوا ذلك ، فإن كان الأول فلماذا
يتعللون برواية أبي هريرة إياه ، و يوهمون الناس أنه لم يتابعه أحد من الأصحاب
الكرام ؟ ! و إن كان الآخر فهلا سألوا أهل الاختصاص و العلم بالحديث الشريف ؟
و ما أحسن ما قيل :
فإن كنت لا تدري فتلك مصيبة و إن كنت تدري فالمصيبة أعظم
ثم إن كثيرا من الناس يتوهمون أن هذا الحديث يخالف ما يقرره الأطباء و هو أن
الذباب يحمل بأطرافه الجراثيم ، فإذا وقع في الطعام أو في الشراب علقت به تلك
الجراثيم ، و الحقيقة أن الحديث لا يخالف الأطباء في ذلك ، بل هو يؤيدهم إذ
يخبر أن في أحد جناحيه داء ، و لكنه يزيد عليهم فيقول : " و في الآخر شفاء "
فهذا مما لم يحيطوا بعلمه ، فوجب عليهم الإيمان به إن كانوا مسلمين ، و إلا
فالتوقف إذا كانوا من غيرهم إن كانوا عقلاء علماء ! ذلك لأن العلم الصحيح يشهد
أن عدم العلم بالشيء لا يستلزم العلم بعدمه .
نقول ذلك على افتراض أن الطب الحديث لم يشهد لهذا الحديث بالصحة ، و قد اختلفت
آراء الأطباء حوله ، و قرأت مقالات كثيرة في مجلات مختلفة كل يؤيد ما ذهب إليه
تأييدا أو ردا ، و نحن بصفتنا مؤمنين بصحة الحديث و أن النبي صلى الله عليه
وسلم ( ما ينطق عن الهوى ، إن هو إلا وحي يوحى ) ، لا يهمنا كثيرا ثبوت الحديث
من وجهة نظر الطب ، لأن الحديث برهان قائم في نفسه لا يحتاج إلى دعم خارجي
و مع ذلك فإن النفس تزداد إيمانا حين ترى الحديث الصحيح يوافقه العلم الصحيح ،
و لذلك فلا يخلو من فائدة أن أنقل إلى القراء خلاصة محاضرة ألقاها أحد الأطباء
في جمعية الهداية الإسلامية في مصر حول هذا الحديث قال :
" يقع الذباب على المواد القذرة المملؤة بالجراثيم التي تنشأ منها الأمراض
المختلفة ، فينقل بعضها بأطرافه ، و يأكل بعضا ، فيتكون في جسمه من ذلك مادة
سامة يسميها علماء الطب بـ " مبعد البيكتريا " ، و هي تقتل كثيرا من جراثيم
الأمراض ، و لا يمكن لتلك الجراثيم أن تبقى حية أو يكون لها تأثير في جسم
الإنسان في حال وجود مبعد البكتريا . و أن هناك خاصية في أحد جناحي الذباب ،
هي أنه يحول البكتريا إلى ناحيته ، و على هذا فإذا سقط الذباب في شراب أو طعام
و ألقي الجراثيم العالقة بأطرافه في ذلك الشراب ، فإن أقرب مبيد لتلك الجراثيم
و أول واق منها هو مبعد البكتريا الذي يحمله الذباب في جوفه قريبا من أحد
جناحيه ، فإذا كان هناك داء فدواؤه قريب منه ، و غمس الذباب كله و طرحه كاف
لقتل الجراثيم التي كانت عالقة ، و كاف في إبطال عملها " .
و قد قرأت قديما في هذه المجلة بحثا ضافيا في هذا المعنى للطبيب الأستاذ سعيد
السيوطي ( مجلد العام الأول ) و قرأت كلمة في مجلد العام الفائت ( ص 503 ) كلمة
للطبيبين محمود كمال و محمد عبد المنعم حسين نقلا عن مجلة الأزهر .
ثم وقفت على العدد ( 82 ) من " مجلة العربي " الكويتية ص 144 تحت عنوان :
" أنت تسأل ، و نحن نجيب " بقلم المدعو عبد الوارث كبير ، جوابا له على سؤال
عما لهذا الحديث من الصحة و الضعف ؟ فقال :
" أما حديث الذباب ، و ما في جناحيه من داء و شفاء ، فحديث ضعيف ، بل هو عقلا
حديث مفترى ، فمن المسلم به أن الذباب يحمل من الجراثيم و الأقذار ...
و لم يقل أحد قط أن في جناحي الذبابة داء و في الآخر شفاء ، إلا من وضع هذا
الحديث أو افتراه ، و لو صح ذلك لكشف عنه العلم الحديث الذي يقطع بمضار الذباب
و يحض على مكافحته " .
و في الكلام على اختصاره من الدس و الجهل ما لابد من الكشف عنه دفاعا عن حديث
رسول الله صلى الله عليه وسلم ، و صيانة له أن يكفر به من قد يغتر بزخرف
القول ! فأقول :
أولا : لقد زعم أن الحديث ضعيف ، يعني من الناحية العلمية الحديثية بدليل
قوله : " بل هو عقلا حديث مفترى " .
و هذا الزعم واضح البطلان ، تعرف ذلك مما سبق من تخريج الحديث من طرق ثلاث عن
رسول الله صلى الله عليه وسلم ، و كلها صحيحة . و حسبك دليلا على ذلك أن أحدا
من أهل العلم لم يقل بضعف الحديث كما فعل هذا الكاتب الجريء !
ثانيا : لقد زعم أنه حديث مفترى عقلا .
و هذا الزعم ليس وضوح بطلانه بأقل من سابقه ، لأنه مجرد دعوى لم يسق دليلا
يؤيده به سوى الجهل بالعلم الذي لا يمكن الإحاطة به ، ألست تراه يقول :
" و لم يقل أحد ... ، و لو صح لكشف عنه العلم الحديث ... " .
فهل العلم الحديث - أيها المسكين - قد أحاط بكل شيء علما ، أم أن أهله الذين لم
يصابوا بالغرور - كما أصيب من يقلدهم منا - يقولون : إننا كلما ازددنا علما بما
في الكون و أسراره ، ازددنا معرفة بجهلنا ! و أن الأمر بحق كما قال الله تبارك
و تعالى : ( و ما أوتيتم من العلم إلا قليلا ) .
و أما قوله : " إن العلم يقطع بمضار الذباب و يحض على مكافحته " !
فمغالطة مكشوفة ، لأننا نقول : إن الحديث لم يقل نقيض هذا ، و إنما تحدث عن
قضية أخرى لم يكن العلم يعرف معالجتها ، فإذا قال الحديث :
" إذا وقع الذباب .. " فلا أحد يفهم ، لا من العرب و لا من العجم ، اللهم إلا
العجم في عقولهم و إفهامهم أن الشرع يبارك في الذباب و لا يكافحه ؟
ثالثا : قد نقلنا لك فيما سبق ما أثبته الطب اليوم ، من أن الذباب يحمل في جوفه
ما سموه بـ " مبعد البكتريا " القاتل للجراثيم . و هذا و إن لم يكن موافقا لما
في الحديث على وجه التفصيل ، فهو في الجملة موافق لما استنكره الكاتب المشار
إليه و أمثاله من اجتماع الداء و الدواء في الذباب ، و لا يبعد أن يأتي يوم
تنجلي فيه معجزة الرسول صلى الله عليه وسلم في ثبوت التفاصيل المشار إليها
علميا ، ( و لتعلمن نبأه ، بعد حين ) .
و إن من عجيب أمر هذا الكاتب و تناقضه ، أنه في الوقت الذي ذهب فيه إلى تضعيف
هذا الحديث ، ذهب إلى تصحيح حديث " طهور الإناء الذي يلغ فيه الكلب أن يغسل سبع
مرات : إحداهن بالتراب " فقال :
" حديث صحيح متفق عليه " فإنه إذا كانت صحته جاءت من اتفاق العلماء أو الشيخين
على صحته ، فالحديث الأول أيضا صحيح عند العلماء بدون خلاف بينهم ، فكيف جاز له
تضعيف هذا و تصحيح ذاك ؟ ! ثم تأويله تأويلا باطلا يؤدي إلى أن الحديث غير صحيح
عنده في معناه ، لأنه ذكر أن المقصود من العدد مجرد الكثرة ، و أن المقصود من
التراب هو استعمال مادة مع الماء من شأنها إزالة ذلك الأثر !
و هذا تأويل باطل ، بين البطلان و إن كان عزاه للشيخ محمود شلتوت عفا الله عنه
.
فلا أدري أي خطأيه أعظم ، أهو تضعيفه للحديث الأول و هو صحيح ، أم تأويله
للحديث الآخر و هو تأويل باطل ! .
و بهذه المناسبة ، فإني أنصح القراء الكرام بأن لا يثقوا بكل ما يكتب اليوم في
بعض المجلات السائرة ، أو الكتب الذائعة ، من البحوث الإسلامية ، و خصوصا ما
كان منها في علم الحديث ، إلا إذا كانت بقلم من يوثق بدينه أولا ، ثم بعلمه
و اختصاصه فيه ثانيا ، فقد غلب الغرور على كثير من كتاب العصر الحاضر ، و خصوصا
من يحمل منهم لقب " الدكتور " ! . فإنهم يكتبون فيما ليس من اختصاصهم ، و ما لا
علم لهم به ، و إني لأعرف واحدا من هؤلاء ، أخرج حديثا إلى الناس كتابا جله في
الحديث و السيرة ، و زعم فيه أنه اعتمد فيه على ما صح من الأحاديث و الأخبار في
كتب السنة و السيرة ! ثم هو أورد فيه من الروايات و الأحاديث ما تفرد به
الضعفاء و المتروكون و المتهمون بالكذب من الرواة كالواقدي و غيره ، بل أورد
فيه حديث : " نحن نحكم بالظاهر ، و الله يتولى السرائر " ، و جزم بنسبته إلى
النبي صلى الله عليه وسلم ، مع أنه مما لا أصل له عنه بهذا اللفظ ، كما نبه
عليه حفاظ الحديث كالسخاوي و غيره ، فاحذروا أيها القراء أمثال هؤلاء .
و الله المستع

Silsilah Shahihah Albani jilid 1 halaman 39
40/3094

40 - " إذا كان جنح الليل ، فكفوا صبيانكم ، فإن الشياطين تنتشر حينئذ ، فإذا ذهبت
ساعة من العشاء فخلوهم " .


قال الألباني في "السلسلة الصحيحة" 1 / 65 :

أخرجه البخاري ( 2 / 322 ، 4 / 36 - 37 ) ، و مسلم ( 6 / 106 ) ، و أبو داود
( 3733 ) من طريق عطاء بن أبي رباح عن جابر بن عبد الله مرفوعا .
و رواه أحمد ( 3 / 388 ) بنحوه و زاد :
" فإن للجن انتشارا و خطفة " و سنده صحيح .
( جنح الليل ) أي : إذا أقبل ظلامه ، قال الطيبي : " جنح الليل " : طائفة منه ،
و أراد به هنا الطائفة الأولى منه ، عند امتداد فحمة العشاء .

Silsilah Shahihah Albani jilid 1 halaman 40
41/3094

41 - " يعجب ربكم من راعي غنم في رأس شظية بجبل يؤذن بالصلاة و يصلي فيقول الله
عز و جل : انظروا إلى عبدي هذا يؤذن و يقيم الصلاة يخاف مني ، فقد غفرت لعبدي
و أدخلته الجنة " .


قال الألباني في "السلسلة الصحيحة" 1 / 65 :

رواه أبو داود في " صلاة السفر " رقم ( 1203 ) ، و النسائي في " الأذان "
( 1 / 108 ) و ابن حبان ( 260 ) من طريق ابن وهب عن عمرو بن الحارث أن
أبا عشانة حدثه عن عقبة بن عامر قال : سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم
يقول : فذكره .
قلت : و هذا إسناد مصري صحيح ، رجاله كلهم ثقات ، و أبو عشانة اسمه حي بن يؤمن
و هو ثقة .
( الشظية ) : قطعة من رأس الجبل مرتفعة .
و في الحديث من الفقه استحباب الأذان لمن يصلي وحده ، و بذلك ترجم له النسائي ،
و قد جاء الأمر به و بالإقامة أيضا في بعض طرق حديث المسيء صلاته ، فلا ينبغي
التساهل بهما .

Silsilah Shahihah Albani jilid 1 halaman 41
42/3094

42 - " من أذن اثنتي عشرة سنة وجبت له الجنة و كتب له بتأذينه في كل مرة ستون حسنة
و بإقامته ثلاثون حسنة " .


قال الألباني في "السلسلة الصحيحة" 1 / 66 :

رواه ابن ماجه ( رقم 728 ) ، و الحاكم ( 1 / 205 ) ، و عنه البيهقي ( 1 / 433 )
و ابن عدي ( 220 / 1 ) ، و البغوي في " شرح السنة " ( 1 / 58 / 1 - 2 )
و الضياء في " المنتقى من مسموعاته بمرو " ( 32 / 1 ) ، كلهم عن عبد الله
بن صالح حدثنا يحيى بن أيوب عن ابن جريج عن نافع عن ابن عمر مرفوعا .

و قال الحاكم :
" صحيح على شرط البخاري " و وافقه الذهبي !
و قال المنذري ( 1 / 111 ) :
" و هو كما قال ، فإن عبد الله بن صالح كاتب الليث ، و إن كان فيه كلام فقد روى
عنه البخاري في ( الصحيح ) . و هذا من المنذري أولى من موافقة الذهبي المطلقة
على تصحيح الحديث لاسيما و هو قد أورده في ترجمة عبد الله بن صالح هذا في جملة
ما أنكر عليه من الأحاديث .
و قال ابن عدي عقب الحديث :
" لا أعلم من روى بهذا الإسناد عن ابن وهب ( كذا و لعله ابن أيوب ) غير أن
أبي صالح ، و هو عندي مستقيم الحديث ، إلا أنه يقع في حديثه في أسانيده و متونه
غلط ، و لا يتعمد الكذب " .
و قال البغوي :
" عبد الله بن صالح كاتب الليث صدوق ، غير أنه وقع في حديثه مناكير " .
و لذلك قال البوصيري في " الزوائد " ( ق 48 / 2 ) :
" إسناده ضعيف لضعف عبد الله بن صالح " .
و للحديث علة أخرى و هي : عنعنة ابن جريج .

و قد قال البيهقي عقبه :
" و قد رواه يحيى بن المتوكل ، عن ابن جريج عمن حدثه ، عن نافع . قال البخاري :
و هذا أشبه " .
قلت : فتبين أن هذا الإسناد لا تقوم به حجة ، لكن ذكر له الحاكم شاهدا من طريق
ابن وهب ، أخبرني ابن لهيعة ، عن عبد الله بن أبي جعفر ، عن نافع به .
و هذا سند صحيح ، رجاله كلهم ثقات ، و ابن لهيعة و إن كان فيه كلام من قبل حفظه
فذلك خاص بما إذا كان من غير رواية العبادلة عنه ، و ابن وهب أحدهم .

قال عبد الغني بن سعيد الأزدي و الساجي و غيرهما :
" إذا روى العبادلة عن ابن لهيعة فهو صحيح : ابن المبارك و ابن وهب و المقريء "
.
و بذلك يصير الحديث صحيحا . و الحمد لله على توفيقه .
و في هذا الحديث فضل ظاهر للمؤذن المثابر على أذانه هذه المدة المذكورة فيه
و لا يخفى أن ذلك مشروط بمن أذن خالصا لوجه الله تعالى ، لا يبتغي من ورائه
رزقا ، و لا رياء ، و لا سمعة ، للأدلة الكثيرة الثابتة في الكتاب و السنة ،
التي تفيد أن الله تعالى لا يقبل من الأعمال إلا ما خلص له .
( راجع كتاب الرياء في أول " الترغيب و الترهيب " للمنذري ) .
و قد ثبت أن رجلا جاء إلى ابن عمر فقال : إني أحبك في الله ، قال : فاشهد علي
أني أبغضك في الله ! قال : و لم ؟ قال : لأنك تلحن في أذانك ، و تأخذ عليه
أجرا !
و إن مما يؤسف له حقا أن هذه العبادة العظيمة ، و الشعيرة الإسلامية ، قد انصرف
أكثر علماء المسلمين عنها في بلادنا ، فلا تكاد ترى أحدا منهم يؤذن في مسجد ما
إلا ما شاء الله ، بل ربما خجلوا من القيام بها ، بينما تراهم يتهافتون على
الإمامة ، بل و يتخاصمون ! فإلى الله المشتكى من غربة هذا الزمان .

Silsilah Shahihah Albani jilid 1 halaman 42
43/3094

43 - " يا عائشة لولا أن قومك حديثو عهد بشرك و ليس عندي من النفقة ما يقوي على
بنائه لأنفقت كنز الكعبة في سبيل الله و لهدمت الكعبة فألزقتها بالأرض ثم
لبنيتها على أساس إبراهيم و جعلت لها بابين بابا شرقيا يدخل الناس منه و بابا
غربيا يخرجون منه و ألزقتها بالأرض و زدت فيها ستة أذرع من الحجر .
( و في رواية : و لأدخلت فيها الحجر ) فإن قريشا اقتصرتها حيث بنت الكعبة ، فإن
بدا لقومك من بعدي أن يبنوه فهلمي لأريك ما تركوه منه ، فأراها قريبا من سبعة
أذرع " .

و في رواية عنها قالت :
" سألت رسول الله صلى الله عليه وسلم عن الجدر ( أي الحجر ) ، أمن البيت هو ؟
قال : نعم ، قلت : فلم لم يدخلوه في البيت ؟ قال : إن قومك قصرت بهم النفقة ،
قلت : فما شأن بابه مرتفعا ؟ قال : فعل ذلك قومك ليدخلوا من شاءوا و يمنعوا من
شاءوا ، ( و في رواية : تعززا أن لا يدخلها إلا من أرادوا ، فكان الرجل إذا
أراد أن يدخلها يدعونه يرتقي حتى إذا كاد أن يدخل دفعوه فسقط ) و لولا أن قومك
حديث عهدهم في الجاهلية ، فأخاف أن تنكر قلوبهم ، لنظرت أن أدخل الجدر في البيت
و أن ألزق بابه بالأرض .
فلما ملك ابن الزبير هدمها و جعل لها بابين .
( و في رواية فذلك الذي حمل ابن الزبير على هدمه ، قال يزيد بن رومان : و قد
شهدت ابن الزبير حين هدمه و بناه و أدخل فيه الحجر ، و قد رأيت أساس إبراهيم
عليه السلام حجارة متلاحمة كأسنمة الإبل متلاحكة ) " .


قال الألباني في "السلسلة الصحيحة" 1 / 69 :

( عن عائشة ) :

رواه البخاري ( 1 / 44 ، 491 ، 3 / 197 ، 4 / 412 ) ، و مسلم ( 4 / 99 - 100 )
و أبو نعيم في " المستخرج " ( ق 174 / 2 ) ، و النسائي ( 2 / 34 - 35 ) ،
و الترمذي ( 1 / 166 ) و صححه ، و الدارمي ( 1 / 53 - 54 ) و ابن ماجه ( 2955 )
و مالك ( 1 / 363 ) ، و الأزرقي في " أخبار مكة " ( ص 114 - 115 ، 218 - 219 )
و أحمد ( 6 / 57 ، 67 ، 92 ، 102 ، 113 ، 136 ، 176 ، 179 ، 239 ، 247 ، 253 ،
262 ) من طرق عنها .
من فقه الحديث :
--------------

يدل هذا الحديث على أمرين :
الأول : أن القيام بالإصلاح إذا ترتب عليه مفسدة أكبر منه وجب تأجيله ، و منه
أخذ الفقهاء قاعدتهم المشهورة " دفع المفسدة ، قبل جلب المصلحة " .
الثاني : أن الكعبة المشرفة بحاجة الآن إلى الإصلاحات التي تضمنها الحديث لزوال
السبب الذي من أجله ترك رسول الله صلى الله عليه وسلم ذلك ، و هو أن تنفر قلوب
من كان حديث عهد بشرك في عهده صلى الله عليه وسلم ، و قد نقل ابن بطال عن بعض
العلماء " أن النفرة التي خشيها صلى الله عليه وسلم ، أن ينسبوه إلى الانفراد
بالفخر دونهم " .
و يمكن حصر تلك الإصلاحات فيما يلي :
1 - توسيع الكعبة و بناؤها على أساس إبراهيم عليه عليه الصلاة و السلام ، و ذلك
بضم نحو ستة أذرع من الحجر .
2 - تسوية أرضها بأرض الحرم .
3 - فتح باب آخر لها من الجهة الغربية .
4 - جعل البابين منخفضين مع الأرض لتنظيم و تيسير الدخول إليها و الخروج منها
لكل من شاء .
و لقد كان عبد الله بن الزبير رضي الله عنهما قد قام بتحقيق هذا الإصلاح
بكامله إبان حكمه في مكة ، و لكن السياسة الجائرة أعادت الكعبة بعده إلى وضعها
السابق ! و هاك تفصيل ذلك كما رواه مسلم ، و أبو نعيم ، بسندهما الصحيح عن عطاء
قال :
" لما احترق البيت زمن يزيد بن معاوية حين غزاها أهل الشام ، فكان من أمره ما
كان ، تركه ابن الزبير حتى قدم الناس الموسم ، يريد أن يجرئهم أو يحربهم على
أهل الشام ، فلما صدر الناس قال : يا أيها الناس ، أشيروا على في الكعبة أنقضها
ثم أبني بناءها ، أو أصلح ما وهي منها ؟ قال ابن عباس : فإني قد فرق لي رأي
فيها : أرى أن تصلح ما وهي منها ، و تدع بيتا أسلم الناس عليه ، و أحجارا أسلم
الناس عليها ، و بعث عليها النبي صلى الله عليه وسلم ، فقال ابن الزبير : لو
كان أحدكم احترق بيته ما رضي حتى يجده ، فكيف بيت ربكم ؟! إني مستخير ربي ثلاثا
ثم عازم على أمري ، فلما مضى الثلاث أجمع رأيه على أن ينقضها ، فتحاماه الناس ،
أن ينزل بأول الناس يصعد فيه أمر من السماء ! حتى صعده رجل فألقى منه حجارة ،
فلما لم يره الناس أصابه شيء ، تتابعوا فنقضوه حتى بلغوا به الأرض ، فجعل ابن
الزبير أعمدة فستر عليها الستور حتى ارتفع بناؤه .

و قال ابن الزبير : إني سمعت عائشة تقول : إن النبي صلى الله عليه وسلم قال :
( فذكر الحديث بالزيادة الأولى ثم قال ) : فأنا اليوم أجد ما أنفق و لست أخاف
الناس ، فزاد فيه خمس أذرع من الحجر حتى أبدى أسا نظر الناس إليه ، فبنى عليه
البناء و كان طول الكعبة ثماني عشرة ذراعا ، فلما زاد فيه استقصره فزاد في طوله
عشر أذرع ، و جعل له بابين أحدهما يدخل منه ، و الآخر يخرج منه ، فلما قتل
ابن الزبير كتب الحجاج إلى عبد الملك بن مروان يخبره بذلك ، و يخبره أن ابن
الزبير قد وضع البناء على أس نظر إليه العدول من أهل مكة ، فكتب إليه
عبد الملك : إنا لسنا من تلطيخ ابن الزبير في شيء ، أما ما زاد في طوله فأقره
و أما ما زاد فيه من الحجر فرده إلى بنائه ، و سد الباب الذي فتحه ، فنقضه ،
و أعاده إلى بنائه " .
ذلك ما فعله الحجاج الظالم بأمر عبد الملك الخاطئ ، و ما أظن أنه يبرر له خطأه
ندمه فيما بعد .

فقد روى مسلم و أبو نعيم أيضا عن عبد الله بن عبيد قال :
" وفد الحارث بن عبد الله على عبد الملك بن مروان في خلافته ، فقال عبد الملك :
ما أظن أبا حبيب ( يعني : ابن الزبير ) سمع من عائشة ما كان يزعم أنه سمعه منها
قال الحارث : بلى أنا سمعته منها ، قال : سمعتها تقول ماذا ؟ قال : قالت : قال
رسول الله صلى الله عليه وسلم : ( قلت : فذكر الحديث ) قال عبد الملك للحارث :
أنت سمعتها تقول هذا ؟ قال : نعم ، قال : فنكث ساعة بعصاه ثم قال : وددت أني
تركته و ما تحمل " .
و في رواية لهما عن أبي قزعة :
" أن عبد الملك بن مروان بينما هو يطوف بالبيت إذ قال : قاتل الله ابن الزبير
حيث يكذب على أم المؤمنين يقول : سمعتها تقول : ( فذكر الحديث ) .
فقال الحارث بن عبد الله بن ربيعة : لا تقل هذا يا أمير المؤمنين ، فأنا سمعت
أم المؤمنين تحدث هذا ، قال : لو كنت سمعته قبل أن أهدمه لتركته على ما بنى
ابن الزبير " .
أقول : كان عليه أن يتثبت قبل الهدم فيسأل عن ذلك أهل العلم ، إن كان يجوز له
الطعن في عبد الله بن الزبير ، و اتهامه بالكذب على رسول الله صلى الله عليه
وسلم .
و قد تبين لعبد الملك صدقه رضي الله عنه بمتابعة الحارث إياه ، كما تابعه جماعة
كثيرة عن عائشة رضي الله عنها ، و قد جمعت رواياتهم بعضها إلى بعض في هذا
الحديث ، فالحديث مستفيض عن عائشة ، و لذلك فإني أخشى أن يكون عبد الملك على
علم سابق بالحديث قبل أن يهدم البيت ، و لكنه تظاهر بأنه لم يسمع به إلا من
طريق ابن الزبير ، فلما جابهه الحارث بن عبد الله بأنه سمعه من عائشة أيضا أظهر
الندم على ما فعل ، ولات حين مندم .
هذا ، و قد بلغنا أن هناك فكرة أو مشروعا لتوسيع المطاف حول الكعبة و نقل مقام
إبراهيم عليه الصلاة و السلام إلى مكان آخر ، فأقترح بهذه المناسبة على
المسؤولين أن يبادروا إلى توسيع الكعبة قبل كل شيء و إعادة بنائها على أساس
إبراهيم عليه السلام تحقيقا للرغبة النبوية الكريمة المتجلية في هذا الحديث ،
و إنقاذا للناس من مشاكل الزحام على باب الكعبة الذي يشاهد في كل عام ، و من
سيطرة الحارس على الباب الذي يمنع من الدخول من شاء و يسمح لمن شاء ، من أجل
دريهمات معدودات !

Silsilah Shahihah Albani jilid 1 halaman 43
44/3094

44 - " خياركم من أطعم الطعام " .


قال الألباني في "السلسلة الصحيحة" 1 / 73 :

رواه لوين في " أحاديثه " ( 25 / 2 ) : حدثنا عبيد الله بن عمر عن عبد الله
بن محمد بن عقيل عن حمزة بن صهيب عن أبيه قال :
قال عمر لصهيب : أي رجل أنت ، لولا خصال ثلاث فيك ! قال : و ما هن ؟ قال :
اكتنيت و ليس لك ولد ، و انتميت إلى العرب و أنت من الروم ، و فيك سرف في
الطعام . قال : أما قولك : اكتنيت و لم يولد لك ، فإن رسول الله صلى الله عليه
وسلم كناني أبا يحيى ، و أما قولك : انتميت إلى العرب و لست منهم ، و أنت رجل
من الروم . فإني رجل من النمر بن قاسط فسبتني الروم من الموصل بعد إذ أنا غلام
عرفت نسبي ، و أما قولك : فيك سرف في الطعام ، فإني سمعت رسول الله صلى الله
عليه وسلم يقول : فذكره .
و هكذا أخرجه ابن عساكر ( 8 / 194 - 195 ) و الضياء المقدسي في " الأحاديث
المختارة " ( 16 / 1 ) و الحافظ ابن حجر في " الأحاديث العاليات " ( رقم 25 )
و قال :
" حديث حسن رواه ابن ماجه و أبو يعلى و الطبراني " .
قلت : و له شواهد من حديث جابر و غيره ، عند ابن عساكر ، يرتقي بها الحديث إلى
درجة الصحة . أما ابن ماجه فروى ( 3737 ) قصة الكنية فقط .
و قال البوصيري في " الزوائد " : " إسناده حسن " .
و رواه أحمد ( 6 / 16 ) بتمامه و زاد : " و رد السلام " .
و إسناده حسن ، و هو و إن كان فيه زهير و هو ابن محمد التميمي الخراساني فإنه
من رواية غير الشاميين عنه و هي مستقيمة .
ثم رواه أحمد ( 6 / 333 ) من طريق زيد بن أسلم أن عمر بن الخطاب قال لصهيب :
فذكره نحوه . و رجاله ثقات لكنه منقطع بين زيد و عمر .
و له شاهد عند لوين من حديث أبي هريرة مرفوعا .
و رجاله ثقات غير أبي عبيد مولى عبد الرحمن الراوي له عن أبي هريرة فلم أجد له
ترجمة .
من فوائد الحديث
---------------
و في هذا الحديث فوائد :
الأولى : مشروعية الاكتناء ، لمن لم يكن له ولد ، بل قد صح في البخاري و غيره
أن النبي صلى الله عليه وسلم كنى طفلة صغيرة حينما كساها ثوبا جميلا فقال لها :
هذا سنا يا أم خالد ، هذا سنا يا أم خالد " . و قد هجر المسلمون لاسيما الأعاجم
منهم هذه السنة العربية الإسلامية ، فقلما تجد من يكتني منهم و لو كان له طائفة
من الأولاد ، فكيف من لا ولد له ؟ و أقاموا مقام هذه السنة ألقابا مبتدعة ،
مثل : الأفندي ، و البيك ، و الباشا ، ثم السيد ، أو الأستاذ ، و نحو ذلك مما
يدخل بعضه أو كله في باب التزكية المنهي عنها في أحاديث كثيرة . فليتنبه لهذا .
الثانية : فضل إطعام الطعام ، و هو من العادات الجميلة التي امتاز بها العرب
على غيرهم من الأمم ، ثم جاء الإسلام و أكد ذلك أيما توكيد كما في هذا الحديث
الشريف ، بينما لا تعرف ذلك أوربا ، و لا تستذوقه ، اللهم إلا من دان بالإسلام
منها كالألبان و نحوهم ، و إن مما يؤسف له أن قومنا بدؤوا يتأثرون بأوربا في
طريقة حياتها ، ما وافق الإسلام منها و ما خالف ، فأخذوا لا يهتمون بالضيافة
و لا يلقون لها بالا ، اللهم إلا ما كان منها في المناسبات الرسمية ، و لسنا
نريد هذا بل إذا جاءنا أي صديق مسلم وجب علينا أن نفتح له دورنا ، و أن نعرض
عليه ضيافتنا ، فذلك حق له علينا ثلاثة أيام ، كما جاء في الأحاديث الصحيحة ،
و إن من العجائب التي يسمعها المسلم في هذا العصر الاعتزاز بالعربية ، ممن لا
يقدرها قدرها الصحيح ، إذ لا نجد في كثير من دعاتها اللفظيين من تتمثل فيه
الأخلاق العربية ، كالكرم ، و الغيرة ، و العزة ، و غيرها من الأخلاق الكريمة
التي هي من مقومات الأمم ، و رحم الله من قال :
و إنما الأمم الأخلاق ما بقيت فإن هم ذهبت أخلاقهم ذهبوا و أحسن منه قول
رسول الله صلى الله عليه وسلم :
" إنما بعثت لأتمم مكارم ( و في رواية صالح ) الأخلاق " .

Silsilah Shahihah Albani jilid 1 halaman 44
45/3094

45 - " إنما بعثت لأتمم مكارم ( و في رواية صالح ) الأخلاق " .


قال الألباني في "السلسلة الصحيحة" 1 / 75 :

رواه البخاري في " الأدب المفرد " رقم ( 273 ) ، و ابن سعد في " الطبقات "
( 1 / 192 ) ، و الحاكم ( 2 / 613 ) ، و أحمد ( 2 / 318 ) ، و ابن عساكر في
" تاريخ دمشق " ( 6 / 267 / 1 ) من طريق ابن عجلان عن القعقاع بن حكيم عن
أبي صالح عن أبي هريرة مرفوعا .
و هذا إسناد حسن ، و قال الحاكم : " صحيح على شرط مسلم " ، و وافقه الذهبي !
و ابن عجلان ، إنما أخرج له مسلم مقرونا بغيره .
و له شاهد ، أخرجه ابن وهب في " الجامع " ( ص 75 ) :
أخبرني هشام بن سعد عن زيد بن أسلم مرفوعا به .
و هذا مرسل حسن الإسناد ، فالحديث صحيح . و قد رواه مالك في " الموطأ "
( 2 / 904 / 8 ) بلاغا .
و قال ابن عبد البر :
" هو حديث صحيح متصل من وجوه صحاح عن أبي هريرة و غيره " .

Silsilah Shahihah Albani jilid 1 halaman 45
46/3094

46 - " هؤلاء لهذه و هؤلاء لهذه " .


قال الألباني في "السلسلة الصحيحة" 1 / 76 :
رواه المخلص في " الفوائد المنتقاة " ( ج 1 / 34 / 2 ) ، و الطبراني في
" المعجم الصغير " ( ص 73 ) من حديث ابن عمر مرفوعا بزيادة :
" فتفرق الناس ، و هم لا يختلفون في القدر " .
و إسناده صحيح .

Silsilah Shahihah Albani jilid 1 halaman 46
47/3094

47 - " إن الله عز و جل قبض قبضة فقال : في الجنة برحمتي ، و قبض قبضة فقال : في
النار و لا أبالي " .


قال الألباني في "السلسلة الصحيحة" 1 / 76 :

رواه أبو يعلى في " مسنده " ( 171 / 2 ) و العقيلي في " الضعفاء " ( ص 93 )
و ابن عدي في " الكامل " ( 66 / 2 ) ، و الدولابي في " الأسماء و الكنى "
( 2 / 48 ) من حديث الحكم بن سنان ، عن ثابت ، عن أنس مرفوعا .
و قال ابن عدي :
" الحكم بن سنان بعض ما يرويه مما لا يتابع عليه " .
و نحوه قال العقيلي .
قلت : قد توبع عليه فالحديث صحيح ، و قد أشار إلي ذلك العقيلي بقوله :
" و قد روي في القبضتين أحاديث بأسانيد صالحة " .
قلت : و ها نحن موردوها إن شاء الله تعالى .

Silsilah Shahihah Albani jilid 1 halaman 47
48/3094

48 - " إن الله عز وجل خلق آدم ، ثم أخذ الخلق من ظهره و قال : هؤلاء إلى الجنة
و لا أبالي و هؤلاء إلى النار و لا أبالي ، فقال قائل : يا رسول الله فعلى ماذا
نعمل ؟ قال : على مواقع القدر " .


قال الألباني في "السلسلة الصحيحة" 1 / 77 :

رواه أحمد ( 4 / 186 ) و ابن سعد في " الطبقات " ( 1 / 30 ، 7 / 417 ) ،
و ابن حبان في " صحيحه " ( 1806 ) ، و الحاكم ( 1 / 31 ) و الحافظ عبد الغني
المقدسي في ( الثالث و التسعين من " تخريجه " 41 / 2 ) من طريق أحمد عن
عبد الرحمن بن قتادة السلمي ، و كان من أصحاب النبي صلى الله عليه وسلم
مرفوعا .
و قال الحاكم : " صحيح " .
و وافقه الذهبي ، و هو كما قالا .

Silsilah Shahihah Albani jilid 1 halaman 48
49/3094

49 - " خلق الله آدم حين خلقه فضرب كتفه اليمنى ، فأخرج ذرية بيضاء كأنهم الذر ،
و ضرب كتفه اليسرى ، فأخرج ذرية سوداء كأنهم الحمم ، فقال للذي في يمينه :
إلى الجنة و لا أبالي و قال للذي في كتفه اليسرى : إلى النار و لا أبالي " .


قال الألباني في "السلسلة الصحيحة" 1 / 77 :

رواه أحمد و ابنه في زوائد " المسند " ( 6 / 441 ) و ابن عساكر في
" تاريخ دمشق " ( ج 15 / 136 / 1 ) .
قلت : و إسناده صحيح .

Silsilah Shahihah Albani jilid 1 halaman 49
50/3094

50 - " إن الله تبارك و تعالى قبض قبضة بيمينه فقال : هذه لهذه و لا أبالي و قبض
قبضة أخرى ، يعني : بيده الأخرى ، فقال : هذه لهذه و لا أبالي " .


قال الألباني في "السلسلة الصحيحة" 1 / 78 :

رواه أحمد ( 55 / 68 ) عن أبي نضرة قال :
" مرض رجل من أصحاب رسول الله صلى الله عليه وسلم ، فدخل عليه أصحابه يعودونه ،
فبكى ، فقيل له : ما يبكيك يا عبد الله ! ألم يقل لك رسول الله صلى الله عليه
وسلم : خذ من شاربك ثم أقره حتى تلقاني ؟ قال : بلى ، و لكني سمعت رسول الله
صلى الله عليه وسلم يقول : ( فذكره ، و قال في آخره : ) فلا أدري في أي
القبضتين أنا " .
و إسناده صحيح .
و في الباب عن أبي موسى و أبي سعيد و غيرهما فليراجعها من شاء في " مجمع
الزوائد " ( 6 / 186 - 187 ) .
و حديث أبي موسى في " حديث لوين " ( 26 / 1 ) و فيه روح بن المسيب و هو صويلح
كما قال ابن معين .
و اعلم أن الباعث على تخريج هذا الحديث و ذكر طرقه أمران :
الأول : أن أحد أهل العلم و هو الشيخ محمد طاهر الفتني الهندي أورده في كتابه
" تذكرة الموضوعات " ( ص 12 ) و قال فيه : " مضطرب الإسناد " ! و لا أدري ما
وجه ذلك فالحديث صحيح من طرق كما رأيت ، و لا اضطراب فيه ، إلا أن يكون اشتبه
عليه بحديث آخر مضطرب أو عنى طريقا أخرى من طرقه ، ثم لم يتتبع هذه الطرق
الصحيحة له . و الله أعلم .
و الثاني : أن كثيرا من الناس يتوهمون أن هذه الأحاديث - و نحوها أحاديث كثيرة
- تفيد أن الإنسان مجبور على أعماله الاختيارية ، ما دام أنه حكم عليه منذ
القديم و قبل أن يخلق بالجنة أو النار ، و قد يتوهم آخرون أن الأمر فوضى أو حظ
فمن وقع في القبضة اليمنى كان من أهل السعادة ، و من كان من القبضة الأخرى كان
من أهل الشقاوة ، فيجب أن يعلم هؤلاء جميعا أن الله ( ليس كمثله شيء ) لا في
ذاته و لا في صفاته ، فإذا قبض قبضة فهي بعلمه و عدله و حكمته ، فهو تعالى قبض
باليمنى على من علم أنه سيطيعه حين يؤمر بطاعته ، و قبض بالأخرى على من سبق في
علمه تعالى أنه سيعصيه حين يؤمر بطاعته ، و يستحيل على عدل الله تعالى أن يقبض
باليمنى على من هو مستحق أن يكون من أهل القبضة الأخرى ، و العكس بالعكس ، كيف
و الله عز و جل يقول : ( أفنجعل المسلمين . كالمجرمين . ما لكم كيف تحكمون ) .
ثم إن كلا من القبضتين ليس فيها إجبار لأصحابهما أن يكونوا من أهل الجنة أو من
أهل النار ، بل هو حكم من الله تبارك و تعالى عليهم بما سيصدر منهم من إيمان
يستلزم الجنة ، أو كفر يقتضي النار و العياذ بالله تعالى منها ، و كل من
الإيمان أو الكفر أمران اختياريان ، لا يكره الله تبارك و تعالى أحدا من خلقه
على واحد منهما ( فمن شاء فليؤمن ، و من شاء فليكفر ) ، و هذا مشاهد معلوم
بالضرورة ، و لولا ذلك لكان الثواب و العقاب عبثا ، و الله منزه عن ذلك .
و من المؤسف حقا أن نسمع من كثير من الناس حتى من بعض المشايخ التصريح بأن
الإنسان مجبور لا إرادة له ! و بذلك يلزمون أنفسهم القول بأن الله يجوز له أن
يظلم الناس ! مع تصريحه تعالى بأنه لا يظلمهم مثقال ذرة ، و إعلانه بأنه قادر
على الظلم و لكنه نزه نفسه عنه كما في الحديث القدسي المشهور :
" يا عبادي إني حرمت الظلم على نفسي ... " و إذا جوبهوا بهذه الحقيقة ، بادروا
إلى الاحتجاج بقوله تعالى : ( لا يسأل عما يفعل ) ، مصرين بذلك على أن الله
تعالى قد يظلم و لكنه لا يسأل عن ذلك ! تعالى الله عما يقول الظالمون علوا
كبيرا ، و فاتهم أن الآية حجة عليهم لأن المراد بها - كما حققه العلامة
ابن القيم و غيره - أن الله تعالى لحكمته و عدله في حكمه ليس لأحد أن يسأله عما
يفعل ، لأن كل أحكامه تعالى عدل واضح فلا داعي للسؤال .
و للشيخ يوسف الدجوي رسالة مفيدة في تفسير هذه الآية لعله أخذ مادتها من
ابن القيم فلتراجع .
هذه كلمة سريعة حول الأحاديث المتقدمة حاولنا فيها إزالة شبهة بعض الناس حولها
فإن وفقت لذلك فبها و نعمت ، و إلا فإني أحيل القارىء إلي المطولات في هذا
البحث الخطير ، مثل كتاب ابن القيم السابق ، و كتب شيخه ابن تيمية الشاملة
لمواضيع هامة هذه أحدها .

Silsilah Shahihah Albani jilid 1 halaman 50
51/3094

51 - " أيما أهل بيت من العرب و العجم أراد الله بهم خيرا أدخل عليهم الإسلام ، ثم
تقع الفتن كأنها الظلل " .


قال الألباني في "السلسلة الصحيحة" 1 / 80 :

رواه أحمد ( 3 / 477 ) ، و الحاكم ( 1 / 34 ) ، و البيهقي أيضا في " الأسماء "
( ص 117 ) ، و ابن الأعرابي في " حديث سعدان بن نصر " ( 1 / 4 / 1 ) .

و قال الحاكم : " صحيح و ليس له علة " .
و أقره الذهبي و هو كما قالا .
و روى الحاكم ( 1 / 61 - 62 ) من طريق ابن شهاب قال :
" خرج عمر بن الخطاب إلى الشام و معنا أبو عبيدة بن الجراح ، فأتوا على مخاضة
و عمر على ناقة ، فنزل عنها و خلع خفيه فوضعهما على عاتقه ، و أخذ بزمام ناقته
فخاض بها المخاضة ، فقال أبو عبيدة : يا أمير المؤمنين ، أأنت تفعل هذا ؟! تخلع
خفيك و تضعهما على عاتقك ، و تأخذ بزمام ناقتك و تخوض بها المخاضة ؟!
ما يسرني أن أهل البلد استشرفوك ! فقال عمر : أوه لو يقل ذا غيرك أبا عبيدة
جعلته نكالا لأمة محمد صلى الله عليه وسلم ! إنا كنا أذل قوم فأعزنا الله
بالإسلام ، فمهما نطلب العز بغير ما أعزنا الله به أذلنا الله " .
و قال الحاكم :
" صحيح على شرط الشيخين " . و وافقه الذهبي ، و هو كما قالا .
و في رواية له :
" يا أمير المؤمنين ، تلقاك الجنود و بطارقة الشام و أنت على حالك هذه ؟
فقال عمر : إنا قوم أعزنا الله بالإسلام ، فلن نبتغي العز بغيره " .
( الظلل ) : هي كل ما أظلك ، واحدتها ظلة ، أراد كأنها الجبال و السحب .

Silsilah Shahihah Albani jilid 1 halaman 51
52/3094

52 - " إن الله عز وجل لا يقبل من العمل إلا ما كان له خالصا و ابتغي به وجهه " .


قال الألباني في "السلسلة الصحيحة" 1 / 81 :

و سببه كما رواه أبو أمامة رضي الله عنه قال :
" جاء رجل إلى رسول الله صلى الله عليه وسلم فقال : أرأيت رجلا غزا يلتمس الأجر
و الذكر ماله ؟ فقال رسول الله صلى الله عليه وسلم : لا شيء له ، فأعادها ثلاث
مرات ، يقول له رسول الله صلى الله عليه وسلم : لا شيء له . ثم قال .... "
فذكره .

رواه النسائي في " الجهاد " ( 2 / 59 ) و إسناده حسن كما قال الحافظ العراقي
في " تخريج الإحياء " ( 4 / 328 ) .
و الأحاديث بمعناه كثيرة تجدها في أول كتاب " الترغيب " للحافظ المنذري .
فهذا الحديث و غيره يدل على أن المؤمن لا يقبل منه عمله الصالح إذا لم يقصد به
وجه الله عز و جل ، و في ذلك يقول تعالى : ( فمن كان يرجو لقاء ربه فليعمل عملا
صالحا ، و لا يشرك بعبادة ربه أحدا ) . فإذا كان هذا شأن المؤمن فماذا يكون حال
الكافر بربه إذا لم يخلص له في عمله ؟ الجواب في قول الله تبارك و تعالى :
( و قدمنا إلى ما عملوا من عمل فجعلناه هباء منثورا ) .
و على افتراض أن بعض الكفار يقصدون بعملهم الصالح وجه الله على كفرهم ، فإن
الله تعالى لا يضيع ذلك عليهم ، بل يجازيهم عليها في الدنيا ، و بذلك جاء النص
الصحيح الصريح عن رسول الله صلى الله عليه وسلم و هو :
" إن الله لا يظلم مؤمنا حسنته ، يعطى بها ( و في رواية : يثاب عليها الرزق في
الدنيا ) و يجزى بها في الآخرة ، و أما الكافر فيطعم بحسنات ما عمل بها لله في
الدنيا ، حتى إذا أفضى إلى الآخرة لم يكن له حسنة يجزى بها " .

Silsilah Shahihah Albani jilid 1 halaman 52
53/3094

53 - " إن الله لا يظلم مؤمنا حسنته يعطى بها ( و في رواية : يثاب عليها الرزق في
الدينا ) و يجزى بها في الآخرة و أما الكافر فيطعم بحسنات ما عمل بها لله في
الدنيا حتى إذا أفضى إلى الآخرة لم يكن له حسنة يجزى بها " .


قال الألباني في "السلسلة الصحيحة" 1 / 82 :

أخرجه مسلم ( 8 / 135 ) ، و أحمد ( 3 / 125 ) ، و لتمام في " الفوائد "
( 879 ) الشطر الأول .
تلك هي القاعدة في هذه المسألة : أن الكافر يجازى على عمله الصالح شرعا في
الدنيا ، فلا تنفعه حسناته في الآخرة ، و لا يخفف عنه العذاب بسببها فضلا عن
أن ينجو منه .
و قد يظن بعض الناس أن في السنة ما ينافي القاعدة المذكورة من مثل الحديث
الآتى :
عن أبي سعيد الخدري أن رسول الله صلى الله عليه وسلم ذكر عنده عمه أبو طالب ،
فقال : " لعله تنفعه شفاعتي يوم القيامة فيجعل في ضحضاح من نار ، يبلغ كعبيه ،
يغلي منه دماغه " .

Silsilah Shahihah Albani jilid 1 halaman 53
54/3094

54 - عن أبي سعيد الخدري أن رسول الله صلى الله عليه وسلم ذكر عنده عمه أبو طالب ،
فقال : " لعله تنفعه شفاعتي يوم القيامة فيجعل في ضحضاح من نار يبلغ كعبيه يغلي
منه دماغه " .


قال الألباني في "السلسلة الصحيحة" 1 / 83 :

عن أبي سعيد الخدري أن رسول الله صلى الله عليه وسلم ذكر عنده عمه أبو طالب
فقال :

رواه مسلم ( 1 / 135 ) ، و أحمد ( 3 / 50 - 55 ) ، و ابن عساكر ( 19 / 51 / 1 )
و أبو يعلى في " مسنده " ( ق 86 / 2 ) .
و جوابنا على ذلك من وجهين أيضا :
الأول : أننا لا نجد في الحديث ما يعارض القاعدة المشار إليها ، إذ ليس فيه أن
عمل أبي طالب هو السبب في تخفيف العذاب عنه ، بل السبب شفاعته صلى الله عليه
وسلم ، فهي التي تنفعه . و يؤيد هذا ، الحديث التالي :
عن العباس بن عبد المطلب أنه قال : يا رسول الله ، هل نفعت أبا طالب بشيء ،
فإنه كان يحوطك و يغضب لك ؟ قال : " نعم ، هو في ضحضاح من نار ، و لولا أنا
( أي شفاعته ) لكان في الدرك الأسفل من النار " .

Silsilah Shahihah Albani jilid 1 halaman 54
55/3094

55 - عن العباس بن عبد المطلب أنه قال : يا رسول الله ، هل نفعت أبا طالب بشيء
فإنه كان يحوطك و يغضب لك ؟ قال : " نعم هو في ضحضاح من نار و لولا أنا ( أي
شفاعته ) لكان في الدرك الأسفل من النار " .


قال الألباني في "السلسلة الصحيحة" 1 / 83 :
( عن العباس بن عبد المطلب ) :

رواه مسلم ( 1 / 134 - 135 ) ، و أحمد ( 1 / 206 ، 207 ، 210 ) . و أبو يعلى
( 213 / 2 و 313 / 2 ) ، و ابن عساكر ( 19 / 51 / 1 ) و استقصى طرقه و ألفاظه .
فهذا الحديث نص في أن السبب في التخفيف إنما هو النبي عليه السلام ، أي شفاعته
- كما في الحديث قبله - و ليس هو عمل أبي طالب ، فلا تعارض حينئذ بين الحديث
و بين القاعدة السابقة ، و يعود أمر الحديث أخيرا إلى أنه خصوصية للرسول صلى
الله عليه وسلم ، و كرامة أكرمه الله تبارك و تعالى بها حيث قبل شفاعته في عمه
و قد مات على الشرك ، مع أن القاعدة في المشركين أنهم كما قال عز و جل :
( فما تنفعهم شفاعة الشافعين ) ، و لكن الله تبارك و تعالى يخص بتفضله من شاء ،
و من أحق بذلك من رسول الله صلى الله عليه وسلم سيد الأنبياء ؟ عليهم جميعا
صلوات الله .
و الجواب الثاني : أننا لو سلمنا جدلا أن سبب تخفيف العذاب عن أبي طالب هو
انتصاره للنبي صلى الله عليه وسلم مع كفره به ، فذلك مستثنى من القاعدة و لا
يجوز ضربها بهذا الحديث كما هو مقرر في علم أصول الفقه ، و لكن الذي نعتمده في
الجواب إنما هو الأول لوضوحه . و الله أعلم .

Silsilah Shahihah Albani jilid 1 halaman 55
56/3094

56 - " كان يأكل القثاء بالرطب " .


قال الألباني في "السلسلة الصحيحة" 1 / 84 :

رواه البخاري ( 2 / 506 ) ، و مسلم ( 6 / 122 ) ، و أبو داود ( رقم 3835 )
و الترمذي ( 1 / 339 ) ، و الدارمي ( 2 / 103 ) ، و ابن ماجه ( 3325 ) و أحمد (
1 / 203 ) ، و أبو الحسن أحمد بن محمد المعروف بابن الجندي في " الفوائد الحسان
" ( ق 2 / 1 ) ، من حديث عبد الله بن جعفر مرفوعا ،
و اللفظ لأبي داود ، و الترمذي ، و قال الآخرون : " رأيت " ، بدل : " كان " .
و قال الترمذي : " حديث حسن صحيح " .
و في رواية لأحمد ( 1 / 204 ) بلفظ :
" إن آخر ما رأيت رسول الله صلى الله عليه وسلم في إحدى يديه رطبات ، و في
الأخرى قثاء ، و هو يأكل من هذه ، و بعض من هذه " .
و في إسناده نصر بن باب و هو واه . و عزاه الهيثمي في " مجمع الزوائد "
( 5 / 38 ) للطبراني في " الأوسط " في حديث طويل ، و قال :
" و فيه أصرم بن حوشب و هو متروك " .
و كذلك عزاه إليه فقط الحافظ في " الفتح " ( 9 / 496 ) و قال :
" في سنده ضعف " .
و فاتهما أنه في " المسند " أيضا كما ذكرنا ، و في عبارة الحافظ تهوين ضعف
إسناده مع أنه شديد كما يشير إلى ذلك قول الهيثمي في رواية : " و هو متروك " .
و لذلك أقول : إن الحديث بهذه الزيادة ضعيف ، و لا يتقوى أحد الإسنادين بالآخر
لشدة ضعفهما ، نعم له شاهد من حديث أنس بن مالك بلفظ :
" كان يأخذ الرطب بيمينه و البطيخ بيساره ، فيأكل الرطب بالبطيخ ، و كان أحب
الفاكهة إليه " .
و لكنه ضعيف أيضا شديد الضعف ، فقال الهيثمي :
" رواه الطبراني في " الأوسط " ، و فيه يوسف بن عطية الصفار ، و هو متروك " .
و من طريقه أخرجه الحاكم ( 4 / 121 ) ، و ذكر أنه تفرد به يوسف هذا .
قال الذهبي : " و هو واه " .
و قول الحافظ فيه : " و سنده ضعيف ، فيه ما قلناه آنفا في قوله المتقدم في حديث
ابن جعفر .
و هو مع الضعف المذكور فقد ذكر " البطيخ " بدل القثاء . لكن لهذا أصل عن جماعة
من أصحاب النبي صلى الله عليه وسلم منهم أنس رضي الله عنه و يأتي بعد هذا .
و أخرج أبو داود ( 3903 ) و ابن ماجه ( 3324 ) عن عائشة قالت :
" كانت أمي تعالجني للسمنة ، تريد أن تدخلني على رسول الله صلى الله عليه وسلم
فما استقام لها ذلك حتى أكلت القثاء بالرطب ، فسمنت كأحسن سمنة " .
و إسناده صحيح . و عزاه الحافظ لابن ماجه و النسائي ، و كأنه يعني في " السنن
الكبرى " . قال :
" و عند أبي نعيم في " الطب " من وجه آخر عن عائشة أن النبي صلى الله عليه وسلم
أمر أبويها بذلك " .
قلت : و ينظر في إسناده .

Silsilah Shahihah Albani jilid 1 halaman 56
57/3094

57 - كان يأكل البطيخ بالرطب فيقول : " نكسر حر هذا ببرد هذا و برد هذا بحر هذا " .


قال الألباني في "السلسلة الصحيحة" 1 / 86 :
رواه الحميدي في " مسنده " ( 42 / 1 ) ، و أبو داود ( 3835 ) ، و الترمذي
( 1 / 338 ) و أبو بكر محمد بن عبد الله الأبهري في " الفوائد " ( ق 144 / 1 )
و أبو نعيم في " أخبار أصبهان " ( 1 / 103 ) ، و كذا أبو جعفر البحتري في
" الفوائد " ( 4 / 77 / 2 ) ، و أبو بكر بن أبي داود في " مسند عائشة "
( 54 / 2 ) من حديث عائشة رضي الله عنها .

و قال الترمذي : " حديث حسن غريب " .
قلت : و إسناد الحميدي صحيح على شرط الشيخين ، و إسناد أبي داود حسن ،
و الزيادة له ، و عزاه الحافظ ( 9 / 496 ) للنسائي بدونها و قال :
" سنده صحيح " .
و له شاهد من حديث أنس مثل رواية النسائي أخرجه ابن الضريسي في " أحاديث مسلم
بن إبراهيم الأزدي " ( 5 / 1 ) بسند رجاله ثقات .
و رواه ابن ماجه ( 3326 ) من حديث سهل بن سعد ، لكن إسناده واه جدا ، فيه يعقوب
بن الوليد كذبه أحمد و غيره . ففي حديث عائشة غنية .
قال ابن القيم في " زاد المعاد " ( 3 / 175 ) بعد أن ذكره بالزيادة :
" و في البطيخ عدة أحاديث ، لا يصح منها شيء غير هذا الحديث الواحد ، و المراد
به الأخضر و هو بارد رطب ، و فيه جلاء ، و هو أسرع انحدارا عن المعدة من القثاء
و الخيار ، و هو سريع الاستحالة إلى أي خلط كان صادفه في المعدة ، و إذا كان
آكله محرورا انتفع به جدا ، و إن كان مبرودا دفع ضرره بيسير من الزنجبيل و نحوه
و ينبغي أكله قبل الطعام ، و يتبع به ، و إلا غثى و قيأ .
و قال بعض الأطباء :
إنه قبل الطعام يغسل البطن غسلا ، و يذهب الداء أصلا " .
و هذا الذي عزاه لبعض الأطباء قد روي مرفوعا إلى رسول الله صلى الله عليه وسلم
و لكنه لا يصح ، و قد سبق الكلام عليه في " الأحاديث الضعيفة " ( رقم 144 ) ،
فليراجعه من شاء .
و قوله : " المراد به الأخضر " ، هو الظاهر من الحديث . و لكن الحافظ رده في
" الفتح " و ذكر أن المراد به الأصفر ، و احتج بالحديث الآتي ، و يأتي الجواب
عنه فيه . و هو :
" كان يأكل الرطب مع الخربز يعني البطيخ " .

Silsilah Shahihah Albani jilid 1 halaman 57
58/3094

58 - " كان يأكل الرطب مع الخربز . يعني البطيخ " .


قال الألباني في "السلسلة الصحيحة" 1 / 87 :
رواه أحمد ( 3 / 142 ، 143 ) و أبو بكر الشافعي في " الفوائد " ( 105 / 2 )
و الضياء في " المختارة " ( 86 / 2 ) عن جرير بن حازم عن حميد عن أنس
مرفوعا .
ثم رواه الضياء من طريق أحمد حدثنا وهب بن جرير حدثني أبي به نحوه ثم قال :
" و روي عن مهنا صاحب أحمد بن حنبل عنه أنه قال : ليس هو صحيحا ، ليس يعرف من
حديث حميد و لا من غير حديث حميد ، و لا يعرف إلا من قبل عبد الله بن جعفر .
قلت : - و الله أعلم - رواية أحمد له في " المسند " يوهن هذا القول أو ( يؤيد )
رجوعه عنه بروايته له و تركه في كتابه و حديث عبد الله بن جعفر في " الصحيحين "
.
قال : " رأيت النبي صلى الله عليه وسلم يأكل القثاء بالرطب " .
قلت : و إسناده صحيح ، و لا علة قادحة فيه ، و جرير بن حازم و إن كان اختلط
فإنه لم يحدث في اختلاطه كما قال الحافظ في " التقريب " ، و لذلك صحح إسناده
في " الفتح " ( 9 / 496 ) بعد أن عزاه للنسائي . يعني في الكبرى . ثم قال :
" و ( الخربز ) و هو بكسر الخاء المعجمة و سكون الراء و كسر الموحدة بعدها زاي
نوع من البطيخ الأصفر ، و قد تكبر القثاء فتصفر من شدة الحر فتصير كالخربز كما
شاهدته كذلك بالحجاز ، و في هذا تعقب على من زعم أن المراد بالبطيخ في الحديث
الأخضر و اعتل بأن في الأصفر حرارة كما في الرطب ، و قد ورد التعليل بأن أحدهما
يطفئ حرارة الآخر .
و الجواب عن ذلك بأن في الأصفر بالنسبة للرطب برودة ، و إن كان فيه لحلاوته طرف
حرارة . و الله أعلم " .
أقول : و في هذا التعقب نظر عندي ، ذلك لأن الحديثين مختلفا المخرج ، فالأول
من حديث عائشة ، و هذا من حديث أنس فلا يلزم تفسير أحدهما بالآخر ، لاحتمال
التعدد و المغايرة " لاسيما و في الأول تلك الزيادة " نكسر حر هذا ببرد هذا ...
" و لا يظهر هذا المعنى تمام الظهور بالنسبة إلى الخربز ، ما دام أنه يشابه
الرطب في الحرارة . والله أعلم .

من فوائد الحديث
---------------
قال الخطيب في " الفقيه و المتفقه " ( 79 / 1 - 2 ) بعد أن ساق إسناده إلى
عبد الله بن جعفر :
" في هذا الحديث من الفوائد أن قوما ممن سلك طريق الصلاح و التزهد قالوا : لا
يحل الأكل تلذذا ، و لا على سبيل التشهي و الإعجاب ، و لا يأكل إلا ما لابد منه
لإقامة الرمق ، فلما جاء هذا الحديث سقط قول هذه الطائفة ، و صلح أن يأكل الأكل
تشهيا و تفكها و تلذذا . و قالت طائفة من هؤلاء : إنه ليس لأحد أن يجمع بين
شيئين من الطعام ، و لا بين أدمين على خوان . فهذا الحديث أيضا يرد على صاحب
هذا القول و يبيح أن يجمع الإنسان بين لونين و بين أدمين فأكثر " .
قلت : و لا يعدم هؤلاء بعض أحاديث يستدلون بها لقولهم ، و لكنها أحاديث واهية ،
و قد ذكرت طائفة منها في " سلسلة الأحاديث الضعيفة " ، فانظر( رقم 241 ، 257 )
.

Silsilah Shahihah Albani jilid 1 halaman 58
59/3094

59 - " يا علي أصب من هذا فهو أنفع لك " .


قال الألباني في "السلسلة الصحيحة" 1 / 89 :
رواه أبو داود ( 3856 ) و الترمذي ( 2 / 2 ، 3 ) و ابن ماجه ( 2442 ) و أحمد
( 6 / 364 ) و الخطيب في " الفقيه و المتفقه " ( 225 / 2 ) من طريق فليح
ابن سليمان عن أيوب بن عبد الرحمن بن صعصعة الأنصاري عن يعقوب بن أبي يعقوب
عن أم المنذر بنت قيس الأنصارية قالت :
" دخل علي رسول الله صلى الله عليه وسلم و معه علي عليه السلام ، و علي ناقه
و لنا دوالي معلقة ، فقام رسول الله صلى الله عليه وسلم يأكل منها ، و قام علي
ليأكل ، فطفق رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول لعلي : مه إنك ناقه ، حتى كف
علي عليه السلام ، قالت : و صنعت شعيرا و سلقا ، فجئت به ، فقال رسول الله
صلى الله عليه وسلم : فذكره " .
و قال الترمذي :
" حديث حسن غريب لا نعرفه إلا من حديث فليح " .
قلت : و هو مختلف فيه و قد ضعفه جماعة ، و مشاه بعضهم و احتج به الشيخان في
" صحيحيهما " ، و الراجح عندنا أنه صدوق في نفسه و أنه يخطىء أحيانا فمثله حسن
الحديث إن شاء الله تعالى إذا لم يتبين خطؤه . و قد أخرج حديثه هذا الحاكم في
" المستدرك " ( 4 / 407 ) و قال :
" صحيح الإسناد " . و وافقه الذهبي . و إنما هو حسن فقط كما قال الترمذي .
و الله أعلم .
قال ابن القيم رحمه الله في " زاد المعاد " ( 3 / 97 ) بعد أن ساق الحديث :
" و اعلم أن في منع النبي صلى الله عليه وسلم لعلي من الأكل من الدوالي و هو
ناقه أحسن التدبير ، فإن الدوالي أقناء من الرطب تعلق في البيت للأكل بمنزلة
عناقيد العنب ، و الفاكهة تضر بالناقه من المرض لسرعة استحالتها و ضعف الطبيعة
عن دفعها ، فإنها بعد لم تتمكن قوتها ، و هي مشغولة بدفع آثار العلة و إزالتها
من البدن ، و في الرطب خاصة نوع ثقل على المعدة ، فتشتغل بمعالجته و إصلاحه عما
هي بصدده من إزالة بقية المرض و آثاره ، فإما أن تقف تلك البقية ، و إما أن
تتزايد . فلما وضع بين يديه السلق و الشعير أمره أن يصيب منه ، فإنه من أنفع
الأغذية للناقه ، و لاسيما إذا طبخ بأصول السلق ، فهذا من أوفق الغذاء لمن في
معدته ضعف ، و لا يتولد عنه من الأخلاط ما يخاف منه " .

Silsilah Shahihah Albani jilid 1 halaman 59
60/3094

60 - " نهى عن الوحدة : أن يبيت الرجل وحده ، أو يسافر وحده " .


قال الألباني في "السلسلة الصحيحة" 1 / 90 :
رواه أحمد ( 2 / 91 ) عن عاصم بن محمد عن أبيه عن ابن عمر مرفوعا .
قلت : و هذا إسناد صحيح ، و هو على شرط البخاري ، رجاله كلهم من رجال الشيخين ،
غير أبي عبيدة الحداد و اسمه عبد الواحد بن واصل فمن رجال البخاري وحده و هو
ثقة . و عاصم بن محمد هو ابن زيد بن عبد الله بن عمر بن الخطاب العمري و قد روى
عن العبادلة الأربعة و منهم جده عبد الله بن عمر .
و الحديث أورده في " المجمع " ( 8 / 104 ) و قال : " رواه أحمد و رجاله رجال
الصحيح " .
و قد رواه جماعة عن عاصم بلفظ آخر ، و هو :
" لو يعلم الناس في الوحدة ما أعلم ما سار راكب بليل وحده ( أبدا ) " .

Silsilah Shahihah Albani jilid 1 halaman 60
61/3094

61 - " لو يعلم الناس في الوحدة ما أعلم ما سار راكب بليل وحده ( أبدا ) " .


قال الألباني في "السلسلة الصحيحة" 1 / 91 :
رواه البخاري ( 2 / 247 ) و الترمذي ( 1 / 314 ) و الدارمي ( 2 / 289 )
و ابن ماجه ( 3768 ) و ابن حبان في " صحيحه " ( 1970 - موارد ) و الحاكم
( 2 / 101 ) و أحمد ( 2 / 23 و 24 ، 86 ، 120 ) و البيهقي ( 5 / 257 )
و ابن عساكر ( 18 / 89 / 2 ) من طرق عن عاصم بن محمد بن زيد بن عبد الله
بن عمر عن أبيه عن ابن عمر مرفوعا .

و قال الحاكم :
" صحيح الإسناد " . و وافقه الذهبي .
و قال الترمذي : " حديث حسن صحيح لا نعرفه إلا من حديث عاصم " .
قلت : قد تابعه أخوه عمر بن محمد فقال أحمد ( 2 / 111 - 112 ) : حدثنا مؤمل
حدثنا عمر بن محمد به ، و حدثنا مؤمل مرة أخرى و لم يقل : " عن ابن عمر " .
و للحديث شاهد من حديث جابر بزيادة :
" و لا نام رجل في بيت وحده " .
قال الهيثمي في " المجمع " ( 8 / 104 ) :
" رواه الطبراني في الأوسط " و فيه محمد بن القاسم الأسدي وثقه ابن معين ،
و ضعفه أحمد و غيره ، و بقية رجاله ثقات " .
قلت : الأسدي هذا قال الحافظ في " التقريب " : " كذبوه " فلا يستشهد به .
و هذه الزيادة و ردت في بعض طرق حديث ابن عمر و هو قبل هذا الحديث ، فعليه
الاعتماد فيها .

Silsilah Shahihah Albani jilid 1 halaman 61
62/3094

62 - " الراكب شيطان و الراكبان شيطانان و الثلاثة ركب ".


قال الألباني في "السلسلة الصحيحة" 1 / 92 :
مالك ( 2 / 978 / 35 ) ، و عنه أبو داود ( 2607 ) ، و كذا الترمذي ( 1 / 314 )
و الحاكم ( 2 / 102 ) ، و البيهقي ( 5 / 267 ) ، و أحمد ( 2 / 186 ، 214 ) من
طريق عمرو بن شعيب ، عن أبيه ، عن جده مرفوعا .
و سببه كما في " المستدرك " و البيهقي :
" أن رجلا قدم من سفر ، فقال رسول الله صلى الله عليه وسلم : من صحبت ؟ فقال :
ما صحبت أحدا ، فقال رسول الله صلى الله عليه وسلم : " فذكره .

و قال الحاكم : " صحيح الإسناد " . و وافقه الذهبي .
و قال الترمذي : " حديث حسن " .
قلت : و إسناده حسن ، للخلاف في عمرو بن شعيب عن أبيه عن جده . و المتقرر فيه
أنه حسن كما فصلت القول فيه في " صحيح أبي داود " ( رقم 124 ) .
و في هذه الأحاديث تحريم سفر المسلم وحده و كذا لو كان معه آخر ، لظاهر النهي
في الحديث الذي قبل هذا ، و لقوله فيه : " شيطان " أي عاص ، كقوله تعالى
( شياطين الإنس و الجن ) فإن معناه : عصاتهم كما قال المنذري .
و قال الطبري : " هذا زجر أدب و إرشاد لما يخاف على الواحد من الوحشة ، و ليس
بحرام ، فالسائر وحده بفلاة ، و البائت في بيت وحده لا يأمن من الاستيحاش ،
لاسيما إن كان ذا فكرة رديئة أو قلب ضعيف . و الحق أن الناس يتفاوتون في ذلك ،
فوقع الزجر لحسم المادة فيكره الانفراد سدا للباب ، و الكراهة في الاثنين أخف
منها في الواحد " .
ذكره المناوي في " الفيض " .
قلت : و لعل الحديث أراد السفر في الصحارى و الفلوات التي قلما يرى المسافر
فيها أحدا من الناس ، فلا يدخل فيها السفر اليوم في الطرق المعبدة الكثيرة
المواصلات . و الله أعلم .
ثم إن فيه ردا صريحا على خروج بعض الصوفية إلى الفلاة وحده للسياحة و تهذيب
النفس ، زعموا ! و كثيرا ما تعرضوا في أثناء ذلك للموت عطشا و جوعا ، أو لتكفف
أيدي الناس ، كما ذكروا ذلك في الحكايات عنهم . و خير الهدي هدي محمد صلى الله
عليه و آله وسلم .

Silsilah Shahihah Albani jilid 1 halaman 62
63/3094

63 - " تبايعوني على السمع و الطاعة في النشاط و الكسل و النفقة في العسر و اليسر و
على الأمر بالمعروف و النهي عن المنكر و أن تقولوا في الله لا تخافون في الله
لومة لائم و على أن تنصروني فتمنعوني إذا قدمت عليكم مما تمنعون منه أنفسكم و
أزواجكم و أبناءكم و لكم الجنة " .


قال الألباني في "السلسلة الصحيحة" 1 / 93 :
رواه أحمد ( 3 / 322 ، 323 - 339 ) من طرق عن عبد الله بن عثمان بن خثيم عن
أبي الزبير محمد بن مسلم أنه حدثه عن جابر قال :
" مكث رسول الله صلى الله عليه وسلم بمكة عشر سنين ، يتبع الناس في منازلهم
بعكاظ و مجنة ، و في المواسم بمنى يقول : من يؤويني ؟ من ينصرني حتى أبلغ رسالة
ربي و له الجنة ؟ حتى إن الرجل ليخرج من اليمن أو من مضر - كذا قال - فيأتيه
قومه فيقولون : احذر غلام قريش لا يفتنك ، و يمشي بين رحالهم و هم يشيرون إليه
بالأصابع ، حتى بعثنا الله إليه من يثرب فآويناه و صدقناه ، فيخرج الرجل منا
فيؤمن به ، و يقرئه القرآن ، فينقلب إلى أهله فيسلمون بإسلامه ، حتى لم يبق دار
من دور الأنصار إلا و فيها رهط من المسلمين يظهرون الإسلام ، ثم ائتمروا جميعا
فقلنا : حتى متى نترك رسول الله صلى الله عليه وسلم يطرد في جبال مكة و يخاف ؟
فرحل إليه منا سبعون رجلا حتى قدموا عليه في الموسم ، فواعدناه شعب العقبة
فاجتمعنا عليه من رجل و رجلين حتى توافينا ، فقلنا : يا رسول الله نبايعك ؟
قال : ( فذكر الحديث ) ، قال : فقمنا إليه فبايعناه ، و أخذ بيده ابن زرارة
و هو من أصغرهم - فقال : رويدا يا أهل يثرب ، فإنا لم نضرب أكباد الإبل إلا
و نحن نعلم أنه رسول الله صلى الله عليه وسلم و أن إخراجه اليوم مفارقة العرب
كافة ، و قتل خياركم ، و أن تعضكم السيوف ، فإما أنتم قوم تصبرون على ذلك
و أجركم على الله ، و إما أنتم قوم تخافون من أنفسكم جبينة فبينوا ذلك ، فهو
عذر لكم عند الله . قالوا : أمط عنا يا سعد ! فو الله لا ندع هذه البيعة أبدا
و لا نسلبها أبدا . قال : فقمنا إليه فبايعناه ، فأخذ علينا و شرط : و يعطينا
على ذلك الجنة " .
قلت : و هذا إسناد صحيح على شرط مسلم ، و قد صرح أبو الزبير بالتحديث في بعض
الطرق عنه ، و قال الحافظ ابن كثير في تاريخه " البداية و النهاية "
( 3 / 159 - 160 ) :
" رواه أحمد و البيهقي ، و هذا إسناد جيد على شرط مسلم ، و لم يخرجوه " .
ثم رأيته في " المستدرك " ( 2 / 624 - 625 ) من الوجه المذكور ، و قال :
" صحيح الإسناد ، جامع لبيعة العقبة " . و وافقه الذهبي . ثم روى قطعة يسيرة
و أقره الذهبي . من آخره من طريق أخرى عن جابر به . و قال :
" صحيح على شرط مسلم " .

Silsilah Shahihah Albani jilid 1 halaman 63
64/3094

64 - " من قال : سبحان الله العظيم و بحمده غرست له نخلة في الجنة " .


قال الألباني في "السلسلة الصحيحة" 1 / 95 :

رواه ابن أبي شيبة في " المصنف " ( 12 / 125 / 2 ) و الترمذي ( 2 / 258 / 259 )
و ابن حبان ( ) ، و الحاكم ( 1 / 501 - 502 ) من طريق أبي الزبير عن
جابر مرفوعا .
و قال الترمذي : " حديث حسن صحيح " .
و قال الحاكم : " صحيح على شرط مسلم " . و وافقه الذهبي .
لكن وقع في النسخة المطبوعة من " التلخيص " أنه قال : على شرط ( خ ) . و هو
تحريف ، فإن أبا الزبير إنما احتج به مسلم فقط . و لكنه مدلس و قد عنعنه فإن
كان سمعه من جابر فالحديث صحيح .
ثم وجدت ما يشهد له . و هو ما أخرجه ابن أبي شيبة ( 12 / 127 / 1 ) ، عن عمرو
ابن شعيب عن عبد الله بن عمرو قال :
" من قال : سبحان الله العظيم و بحمده ، غرس له بها نخلة في الجنة " .
و رجاله ثقات ، إلا أنه منقطع بين عمرو و جده ابن عمرو ، و هو و إن كان موقوفا
فله حكم المرفوع إذ أنه لا يقال بمجرد الرأي .
و له شاهد مرفوع من حديث معاذ بن سهل بلفظ :
" من قال : سبحان الله العظيم نبت له غرس في الجنة " .
رواه أحمد ( 3 / 440 ) ، و إسناده ضعيف ، لكن يستشهد به لأنه ليس شديد الضعف .

Silsilah Shahihah Albani jilid 1 halaman 64
65/3094

65 - " لأن يزني الرجل بعشر نسوة أيسر عليه من أن يزني بامرأة جاره ، و لأن يسرق
الرجل من عشر أبيات أيسر عليه من يسرق من جاره " .


قال الألباني في "السلسلة الصحيحة" 1 / 96 :

رواه أحمد ( 6 / 8 ) ، و البخاري في " الأدب المفرد " ( رقم 103 ) ،
و الطبراني في " الكبير " ( مجموع 6 / 80 / 2 ) عن محمد بن سعد الأنصاري
قال : سمعت أبا ظبية الكلاعي يقول : سمعت المقداد بن الأسود قال :
قال رسول الله صلى الله عليه وسلم لأصحابه :
" ما تقولون في الزنا ؟ قالوا : حرمه الله و رسوله ، فهو حرام إلى يوم القيامة
قال : فقال رسول الله صلى الله عليه وسلم : " فذكر الشطر الأول من الحديث ثم
سألهم عن السرقة ، فأجابوا بنحو ما أجابوا عن الزنا ، ثم ذكر صلى الله عليه
وسلم الشطر الثاني منه .
قلت : و هذا إسناد جيد ، و رجاله كلهم ثقات ، و قول الحافظ في الكلاعي هذا
" مقبول " ، يعني عند المتابعة فقط ، ليس بمقبول ، فقد وثقه ابن معين .
و قال الدارقطني : " ليس به بأس " . و ذكره ابن حبان في " الثقات " ( 1 / 270 )
فهو حجة .
و قال المنذري ( 3 / 195 ) ، و الهيثمي ( 8 / 168 ) :
" رواه أحمد و الطبراني في " الكبير " و " الأوسط و رجاله ثقات " .

Silsilah Shahihah Albani jilid 1 halaman 65
66/3094

66 - " إذا أدرك أحدكم ( أول ) سجدة من صلاة العصر قبل أن تغرب الشمس فليتم صلاته
و إذا أدرك ( أول ) سجدة من صلاة الصبح قبل أن تطلع الشمس فليتم صلاته " .


قال الألباني في "السلسلة الصحيحة" 1 / 97 :
أخرجه البخاري في " صحيحه " ( 1 / 148 ) : حدثنا أبو نعيم قال : حدثنا شيبان
عن يحيى عن أبي سلمة عن أبي هريرة مرفوعا به ، دون الزيادتين ، و هما عند
النسائي و البيهقي و غيرهما ، فقال النسائي ( 1 / 90 ) : أخبرنا عمرو بن منصور
قال حدثنا الفضل بن دكين به .
و هذا سند صحيح ، فإن عمرا هذا ثقة ثبت كما في " التقريب " و باقي الرجال
معروفون ، و الفضل بن دكين هو أبو نعيم شيخ البخاري فيه و قد توبع هو و الراوي
عنه على الزيادتين .
أما عمرو فتابعه محمد بن الحسين بن أبي الحنين عند البيهقي ( 1 / 368 ) و قال :
" رواه البخاري في " الصحيح " عن أبي نعيم الفضل بن دكين " .
و يعني أصل الحديث كما هي عادته ، و إلا فالزيادتان ليستا عند البخاري كما عرفت
و أما أبو نعيم فتابعه حسين بن محمد أبو أحمد المروذي : حدثنا شيبان به .
أخرجه السراج في " مسنده " ( ق 95 / 1 ) . و حسين هذا هو ابن بهرام التميمي ،
و هو ثقة محتج به في " الصحيحين " .
و للحديث عن أبي هريرة ستة طرق و قد خرجتها في كتابي : " إرواء الغليل في تخريج
أحاديث منار السبيل " الذي أنا في صدد تأليفه ، يسر الله إتمامه ثم طبعه .
انظر ( رقم 250 منه ) .
و إنما آثرت الكلام على هذه الطريق لورود الزيادتين المذكورتين فيها ، فإنهما
تحددان بدقة المعنى المراد من لفظ " الركعة " الوارد في طرق الحديث و هو إدراك
الركوع و السجدة الأولى معا ، فمن لم يدرك السجدة لم يدرك الركعة ، و من لم
يدرك الركعة لم يدرك الصلاة .
من فوائد الحديث :
------------------
و من ذلك يتبين أن الحديث يعطينا فوائد هامة :
الأولى : إبطال قول بعض المذاهب أن من طلعت عليه الشمس و هو في الركعة الثانية
من صلاة الفجر بطلت صلاته ! و كذلك قالوا فيمن غربت عليه الشمس و هو في آخر
ركعة من صلاة العصر ! و هذا مذهب ظاهر البطلان لمعارضته لنص الحديث كما صرح
بذلك الإمام النووي و غيره . و لا يجوز معارضة الحديث بأحاديث النهي عن الصلاة
في وقت الشروق و الغروب لأنها عامة و هذا خاص ، و الخاص يقضي على العام كما هو
مقرر في علم الأصول .
و إن من عجائب التعصب للمذهب ضد الحديث أن يستدل البعض به لمذهبه في مسألة ،
و يخالفه في هذه المسألة التي نتكلم فيها ! و أن يستشكله آخر من أجلها !
فإلى الله المشتكى مما جره التعصب على أهله من المخالفات للسنة الصحيحة !
قال الزيلعي في " نصب الراية " ( 1 / 229 ) بعد أن ساق حديث أبي هريرة هذا و
غيره مما في معناه :
" و هذه الأحاديث أيضا مشكلة عند مذهبنا في القول ببطلان صلاة الصبح إذا طلعت
عليها الشمس ، و المصنف استدل به على أن آخر وقت العصر ما لم تغرب الشمس " . !
فيا أيها المتعصبون ! هل المشكلة مخالفة الحديث الصحيح لمذهبكم ، أم العكس هو
الصواب ! .
الفائدة الثانية : الرد على من يقول : إن الإدراك يحصل بمجرد إدراك أي جزء من
أجزاء الصلاة و لو بتكبيرة الإحرام و هذا خلاف ظاهر للحديث ، و قد حكاه في
" منار السبيل " قولا للشافعي ، و إنما هو وجه في مذهبه كما في " المجموع "
للنووي ( 3 / 63 ) و هو مذهب الحنابلة مع أنهم نقلوا عن الإمام أحمد أنه قال :
لا تدرك الصلاة إلا بركعة . فهو أسعد الناس بالحديث . و الله أعلم .
قال عبد الله بن أحمد في مسائله ( ص 46 ) :
" سألت أبي عن رجل يصلي الغداة ، فلما صلى ركعة قام في الثانية طلعت الشمس
قال : يتم الصلاة ، هي جائزة . قلت لأبي : فمن زعم أن ذلك لا يجزئه ؟ فقال :
قال النبي صلى الله عليه وسلم : من أدرك من صلاة الغداة ركعة قبل أن تطلع الشمس
فقد أدرك " .
ثم رأيت ابن نجيح البزاز روى في " حديثه " ( ق 111 / 1 ) بسند صحيح عن سعيد
ابن المسيب أنه قال : " إذا رفع رأسه من آخر سجدة فقد تمت صلاته " .
و لعله يعني آخر سجدة من الركعة الأولى ، فيكون قولا آخر في المسألة .
و الله أعلم .
الفائدة الثالثة : و اعلم أن الحديث إنما هو في المتعمد تأخير الصلاة إلى هذا
الوقت الضيق ، فهو على هذا آثم بالتأخير ، و إن أدرك الصلاة ، لقوله صلى الله
عليه وسلم " تلك صلاة المنافق ، يجلس يرقب الشمس ، حتى إذا كانت بين قرني
الشيطان ، قام فنقرها أربعا ، لا يذكر الله فيها إلا قليلا " . رواه مسلم
( 2 / 110 ) و غيره من حديث أنس رضي الله عنه . و أما غير المتعمد ، و ليس هو
إلا النائم و الساهي ، فله حكم آخر ، و هو أنه يصليها متى تذكرها و لو عند طلوع
الشمس و غروبها ، لقوله صلى الله عليه وسلم " من نسي صلاة ( أو نام عنها )
فليصلها إذا ذكرها ، لا كفارة لها إلا ذلك ، فإن الله تعالى يقول : ( أقم
الصلاة لذكري ) " .
أخرجه مسلم أيضا ( 2 / 142 ) عنه ، و كذا البخاري .
فإذن هنا أمران : الادراك و الإثم :

و الأول : هو الذي سيق الحديث لبيانه ، فلا يتوهمن أحد من سكوته عن الأمر الآخر
أنه لا إثم عليه بالتأخير كلا ، بل هو آثم على كل حال ، أدرك الصلاة ، أو لم
يدرك ، غاية ما فيه أنه اعتبره مدركا للصلاة بإدراك الركعة ، و غير مدرك لها
إذا لم يدركها ، ففي الصورة الأولى صلاته صحيحة مع الإثم ، و في الصورة الأخرى
صلاته غير صحيحة مع الإثم أيضا ، بل هو به أولى و أحرى ، كما لا يخفى على أولي
النهى .
الفائدة الرابعة : و معنى قوله صلى الله عليه وسلم : " فليتم صلاته " ، أي لأنه
أدركها في وقتها ، و صلاها صحيحة ، و بذلك برئت ذمته . و أنه إذا لم يدرك
الركعة فلا يتمها . لأنها ليست صحيحة ، بسبب خروج وقتها ، فليست مبرئة للذمة .
و لا يخفى أن مثله و أولى منه من لم يدرك من صلاته شيئا قبل خروج الوقت ، أنه
لا صلاة له ، و لا هي مبرئة لذمته . أي أنه إذا كان الذي لم يدرك الركعة لا
يؤمر بإتمام الصلاة ، فالذي لم يدركها إطلاقا أولى أن لا يؤمر بها ، و ليس ذلك
إلا من باب الزجر و الردع له عن إضاعة الصلاة ، فلم يجعل الشارع الحكيم لمثله
كفارة كي لا يعود إلى إضاعتها مرة أخرى ، متعللا بأنه يمكنه أن يقضيها بعد
وقتها ، كلا ، فلا قضاء للمتعمد كما أفاده هذا الحديث الشريف و حديث أنس
السابق : " لا كفارة لها إلا ذلك " .
و من ذلك يتبين لكل من أوتي شيئا من العلم و الفقه في الدين أن قول بعض
المتأخرين " و إذا كان النائم و الناسى للصلاة - و هما معذوران - يقضيانها بعد
خروج وقتها ، كان المتعمد لتركها أولى " ، أنه قياس خاطئ بل لعله من أفسد قياس
على وجه الأرض ، لأنه من باب قياس النقيض على نقيضه ، و هو فاسد بداهة ، إذ كيف
يصح قياس غير المعذور على المعذور و المتعمد على الساهي .

و من لم يجعل الله له كفارة ، على من جعل الله له كفارة ! ! و ما سبب ذلك إلا
من الغفلة عن المعنى المراد من هذا الحديث الشريف ، و قد وفقنا الله تعالى
لبيانه ، و الحمد لله تعالى على توفيقه .
و للعلامة ابن القيم رحمه الله تعالى بحث هام مفصل في هذه المسألة ، أظن أنه لم
يسبق إلى مثله في الإفادة و التحقيق ، و أرى من تمام هذا البحث أن أنقل منه
فصلين أحدهما في إبطال هذا القياس . و الآخر في الرد على من استدل بهذا الحديث
على نقيض ما بينا .
قال رحمه الله تعالى بعد أن ذكر القول المتقدم :
" فجوابه من وجوه : أحدها المعارضة بما هو أصح منه أو مثله ، و هو أن يقال :
لا يلزم من صحة القضاء بعد الوقت من المعذور - المطيع لله و رسوله الذي لم يكن
منه تفريط في فعل ما أمر به و قبوله منه - صحته و قبوله من متعد لحدود الله ،
مضيع لأمره ، تارك لحقه عمدا و عدوانا . فقياس هذا على هذا في صحة العبادة ،
و قبولها منه ، و براءة الذمة بها من أفسد القياس " .
الوجه الثاني : أن المعذور بنوم أو نسيان لم يصل الصلاة في غير وقتها ، بل في
نفس وقتها الذي وقته الله له ، فإن الوقت في حق هذا حين يستيقظ و يذكر ، كما
قال صلى الله عليه وسلم : " من نسي صلاة فوقتها إذا ذكرها " رواه البيهقي
و الدارقطني .
فالوقت وقتان : وقت اختيار ، و وقت عذر ، فوقت المعذور بنوم أو سهو ، هو وقت
ذكره و استيقاظه ، فهذا لم يصل الصلاة إلا في وقتها ، فكيف يقاس عليه من صلاها
في غير وقتها عمدا و عدوانا ؟ !
الثالث : أن الشريعة قد فرقت في مواردها و مصادرها بين العامد و الناسي ، و بين
المعذور و غيره ، و هذا مما لا خفاء به . فإلحاق أحد النوعين بالآخر غير جائز .
الرابع : أنا لم نسقطها عن العامد المفرط و نأمر بها المعذور ، حتى يكون ما
ذكرتم حجة علينا ، بل ألزمنا بها المفرط المتعدي على وجه لا سبيل له إلى
استدراكها تغليظا عليه ، و جوزنا للمعذور غير المفرط .
( فصل ) :
-------

و أما استدلالكم بقوله صلى الله عليه وسلم : " من أدرك ركعة من العصر قبل أن
تغرب الشمس فقد أدرك " فما أصحه من حديث . و ما أراه على مقتضى قولكم ! فإنكم
تقولون : هو مدرك للعصر ، و لو لم يدرك من وقتها شيئا البتة .
بمعنى أنه مدرك لفعلها صحيحة منه ، مبرئة لذمته ، فلو كانت تصح بعد خروج وقتها
و تقبل منه ، لم يتعلق إدراكها بركعة ، و معلوم أن النبي صلى الله عليه وسلم لم
يرد أن من أدرك ركعة من العصر صحت صلاته بلا إثم بل هو آثم بتعمد ذلك اتفاقا .

فإنه أمر أن يوقع جميعها في وقتها ، فعلم أن هذا الادراك لا يرفع الإثم ، بل هو
مدرك آثم ، فلو كانت تصح بعد الغروب ، لم يكن فرق بين أن يدرك ركعة من الوقت ،
أو لا يدرك منها شيئا .
فإن قلتم : إذا أخرها إلى بعد الغروب كان أعظم إثما .
قيل لكم : النبي صلى الله عليه وسلم لم يفرق بين إدراك الركعة و عدمها في كثرة
الإثم و خفته ، و إنما فرق بينهما في الإدراك و عدمه . و لا ريب أن المفوت
لمجموعها في الوقت أعظم من المفوت لأكثرها ، و المفوت لأكثرها فيه ، أعظم من
المفوت لركعة منها .
فنحن نسألكم و نقول : ما هذا الإدراك الحاصل بركعة ؟ أهذا إدراك يرفع الإثم ؟
فهذا لا يقوله أحد ! أو إدراك يقتضي الصحة ، فلا فرق فيه بين أن يفوتها بالكلية
أو يفوتها إلا ركعة منها " .

Silsilah Shahihah Albani jilid 1 halaman 66
67/3094

67 - " قوموا إلى سيدكم فأنزلوه ، فقال عمر : سيدنا الله عز وجل ، قال : أنزلوه ،
فأنزلوه " .


قال الألباني في "السلسلة الصحيحة" 1 / 103 :

أخرجه الإمام أحمد ( 6 / 141 - 142 ) عن محمد بن عمرو عن أبيه عن علقمة
ابن وقاص ، قال : أخبرتني عائشة قالت :
" خرجت يوم الخندق أقفو آثار الناس ، قالت : فسمعت وئيد الأرض ورائي ، يعني حس
الأرض ، قالت : فالتفت ، فإذا أنا بسعد بن معاذ و معه ابن أخيه الحارث بن أوس
يحمل مجنه ، قالت : فجلست إلى الأرض ، فمر سعد و عليه درع من حديد قد خرجت منها
أطرافه ، فأنا أتخوف على أطراف سعد ، قالت : فمر و هو يرتجز و يقول :
ليت قليلا يدرك الهيجا جمل ما أحسن الموت إذا حان الأجل قالت : فقمت فاقتحمت
حديقة ، فإذا فيها نفر من المسلمين ، و إذا فيهم عمر ابن الخطاب ، و فيهم رجل
عليه سبغة له ، يعني : مغفرا ، فقال عمر : ما جاء بك ؟ لعمري و الله إنك لجريئة
! و ما يؤمنك أن يكون بلاء أو يكون تحوز ؟ قالت : فمازال يلومني حتى تمنيت أن
الأرض انشقت لي ساعتئذ فدخلت فيها ! قالت : فرفع الرجل السبغة عن وجهه فإذا
طلحة بن عبيد الله ، فقال : يا عمر إنك قد أكثرت منذ اليوم ، و أين التحوز
أو الفرار إلا إلى الله عز و جل ؟ قالت : و يرمي سعدا رجل من المشركين من قريش
يقال له : ابن العرقة بسهم له ، فقال له : خذها و أنا ابن العرقة ، فأصاب أكحله
فقطعه ، فدعا الله عز و جل سعد فقال : اللهم لا تمتني حتى تقر عيني من قريظة ،
قالت : و كانوا حلفاء مواليه في الجاهلية ، قالت : فرقى كلمه ، ( أي جرحه )
و بعث الله عز و جل الريح على المشركين ، فكفى الله المؤمنين القتال و كان الله
قويا عزيزا ، فلحق أبو سفيان و من معه بتهامة ، و لحق عيينة بن بدر و من معه
بنجد ، و رجعت بنو قريظة فتحصنوا في صياصيهم ، و رجع رسول الله صلى الله عليه
وسلم إلى المدينة ، فوضع السلاح و أمر بقبة من أدم فضربت على سعد في المسجد ،
قالت : فجاء جبريل عليه السلام و إن على ثناياه لنقع الغبار فقال : أو قد وضعت
السلاح ؟ والله ما وضعت الملائكة بعد السلاح ، اخرج إلى بني قريظة فقاتلهم .
قالت : فلبس رسول الله صلى الله عليه وسلم لأمته و أذن في الناس بالرحيل أن
يخرجوا . فخرج رسول الله صلى الله عليه وسلم فمر على بني غنم ، و هم جيران
المسجد حوله ، فقال : من مر بكم ؟ قالوا : مر بنا دحية الكلبي ، و كان دحية
الكلبي تشبه لحيته و سنه و وجهه جبريل عليه السلام ، فقالت : فأتاهم رسول الله
صلى الله عليه وسلم فحاصرهم خمسا و عشرين ليلة ، فلما اشتد حصرهم ، و اشتد
البلاء قيل لهم : انزلوا على حكم رسول الله صلى الله عليه وسلم ، فاستشاروا
أبا لبابة بن عبد المنذر فأشار إليهم أنه الذبح ، قالوا : ننزل على حكم سعد
بن معاذ ، فقال رسول الله صلى الله عليه وسلم : انزلوا على حكم سعد بن معاذ ،
فنزلوا ، و بعث رسول الله صلى الله عليه وسلم إلى سعد بن معاذ ، فأتي به على
حمار عليه أكاف من ليف ، و قد حمل عليه ، و حف به قومه فقالوا : يا أبا عمرو
حلفاؤك و مواليك و أهل النكاية و من قد علمت ، فلم يرجع إليهم شيئا و لا يلتفت
إليهم ، حتى إذا دنا من دورهم التفت إلى قومه فقال : قد آن أن لا أبالي في الله
لومة لائم ، قال : قال أبو سعيد : فلما طلع رسول الله صلى الله عليه وسلم قال :
قوموا إلى سيدكم ... الحديث ، قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : احكم فيهم ،
قال سعد : فإني أحكم أن تقتل مقاتلهم ، و تسبى ذراريهم ، و تقسم أموالهم . فقال
رسول الله صلى الله عليه وسلم : لقد حكمت بحكم الله عز وجل و حكم رسوله ، قالت
: ثم دعا سعد ، قال : اللهم إن كنت أبقيت على نبيك صلى الله عليه وسلم من حرب
قريش شيئا فأبقني لها ، و إن كنت قطعت الحرب بينه و بينهم فاقبضني إليك ، قالت
: فانفجر كلمه ، و كان قد برئ حتى ما يرى منه إلا مثل الخرص و رجع إلى قبته
التي ضرب عليه رسول الله صلى الله عليه وسلم ، قالت عائشة : فحضره رسول الله
صلى الله عليه وسلم و أبو بكر و عمر ، قالت :
فوالذي نفس محمد بيده إني لأعرف بكاء عمر من بكاء أبي بكر و أنا في حجرتى ،
و كانوا كما قال الله عز و جل : ( رحماء بينهم ) قال علقمة : قلت : أي أمه فكيف
كان رسول الله صلى الله عليه وسلم يصنع ؟ قالت : كانت عينه لا تدمع على أحد
و لكنه كان إذا وجد فإنما هو آخذ بلحيته " .
قلت : و هذا إسناد حسن . و قال الهيثمي في " مجمع الزوائد " ( 6 / 128 ) :
" رواه أحمد و فيه محمد بن عمرو بن علقمة و هو حسن الحديث ، و بقية رجاله
ثقات " .
و قال الحافظ في " الفتح " ( 11 / 43 ) : " و سنده حسن " .
قلت : و أخرجه البخاري ( 4 / 175 ) ، و أبو داود ( 5215 ) ، و أحمد ( 2 / 22 ،
71 ) ، و أبو يعلى في " مسنده " ( ق 77 / 2 ) ، من حديث أبي سعيد الخدري :
" أن أهل قريظة نزلوا على حكم سعد ، فأرسل النبي صلى الله عليه وسلم إليه ،
فجاء ، فقال : قوموا إلى سيدكم ، أو قال : خيركم ، فقعد عند النبي صلى الله
عليه وسلم ، فقال : هؤلاء نزلوا على حكمك ، قال : فإني أحكم أن تقتل مقاتلهم ،
و تسبى ذراريهم ، فقال : لقد حكمت بما حكم به الملك " .
فائدتان
-------
1ـ اشتهر رواية هذا الحديث بلفظ : " لسيدكم " ، و الرواية في الحديثين كما
رأيت : " إلى سيدكم " ، و لا أعلم للفظ الأول أصلا ، و قد نتج منه خطأ فقهي
و هو الاستدلال به على استحباب القيام للقادم كما فعل ابن بطال و غيره ، قال
الحافظ محمد بن ناصر أبو الفضل في " التنبيه على الألفاظ التي وقع في نقلها
و ضبطها تصحيف و خطأ في تفسيرها و معانيها و تحريف في كتاب الغريبين عن أبي
عبيد الهروي " ( ق 17 / 2 ) :
و من ذلك ما ذكره في هذا الباب من ذكر السيد ، و قال كقوله لسعد حين قال :
" قوموا لسيدكم " . أراد أفضلكم رجلا .
قلت : و المعروف أنه قال : " قوموا إلى سيدكم " . قاله صلى الله عليه وسلم
لجماعة من الأنصار لما جاء سعد بن معاذ محمولا على حمار و هو جريح ... أي
أنزلوه و حملوه ، لا قوموا له ، من القيام له فإنه أراد بالسيد : الرئيس و
المتقدم عليهم ، و إن كان غيره أفضل منه " .
2 - اشتهر الاستدلال بهذا الحديث على مشروعية القيام للداخل ، و أنت إذا تأملت
في سياق القصة يتبين لك أنه استدلال ساقط من وجوه كثيرة أقواها قوله صلى الله
عليه وسلم " فأنزلوه " فهو نص قاطع على أن الأمر بالقيام إلى سعد إنما كان
لإنزاله من أجل كونه مريضا ، و لذلك قال الحافظ : " و هذه الزيادة تخدش في
الاستدلال بقصة سعد على مشروعية القيام المتنازع فيه . و قد احتج به النووي
في ( كتاب القيام ) ... " .

Silsilah Shahihah Albani jilid 1 halaman 67
68/3094

68 - " لقد نزلت علي الليلة آيات ويل لمن قرأها و لم يتفكر فيها : ( إن في خلق
السموات و الأرض ) الآية " .


قال الألباني في "السلسلة الصحيحة" 1 / 106 :
رواه أبو الشيخ ابن حبان في " أخلاق النبي صلى الله عليه وسلم " ( 200 - 201 )
و ابن حبان في " صحيحه " ( 523 - الموارد ) عن يحيى بن زكريا بن إبراهيم بن
سويد النخعي أنبأنا عبد الملك بن أبي سليمان عن عطاء قال :
" دخلت أنا و عبيد بن عمير على عائشة رضي الله عنها ، فقال عبد الله
ابن عمير : حدثينا بأعجب شيء رأيتيه من رسول الله صلى الله عليه وسلم .
فبكت ، و قالت :
" قام ليلة من الليالي فقال : يا عائشة ذريني أتعبد لربي ، قالت : قلت : والله
إني لأحب قربك ، و أحب ما يسرك ، قالت : فقام فتطهر ، ثم قام يصلي ، فلم يزل
يبكي حتى بل حجره ، ثم بكى . فلم يزل يبكي حتى بل الأرض ، و جاء بلال يؤذن
بالصلاة ، فلما رآه يبكي قال : يا رسول الله تبكي و قد غفر الله لك ما تقدم من
ذنبك و ما تأخر ؟ قال : أفلا أكون عبدا شكورا ؟ لقد نزل " الحديث .
قلت : و هذا إسناد جيد ، رجاله كلهم ثقات غير يحيى بن زكريا قال ابن أبي حاتم
( 4 / 2 / 145 ) . " سألت أبي عنه ؟ قال : ليس به بأس ، هو صالح الحديث " ؟
و الحديث عزاه المنذري في " الترغيب " ( 2 / 220 ) لابن حبان في " صحيحه " .
و له طريق أخرى عن عطاء .
أخرجها أبو الشيخ أيضا ( 190 - 191 ) و رجالها ثقات أيضا ، غير أبي جناب الكلبي
و اسمه يحيى بن أبي حية ، قال الحافظ في " التقريب " :
" ضعفوه لكثرة تدليسه " .
قلت : و قد صرح هنا بالتحديث فانتفت شبهة تدليسه .
فقه الحديث :
------------

فيه فضل النبي صلى الله عليه وسلم ، و كثرة خشيته ، و خوفه من ربه ، و إكثاره
من عبادته ، مع أنه تعالى قد غفر له ما تقدم من ذنبه و ما تأخر ، فهو المنتهى
في الكمال البشري . و لا جرم في ذلك فهو سيد البشر صلى الله عليه وسلم .
لكن ليس فيه ما يدل على أنه صلى الله عليه وسلم قام الليل كله ، لأنه لم يقع
فيه بيان أن النبي صلى الله عليه و سلم ، ابتدأ القيام من بعد العشاء أو قريبا
من ذلك ، بل إن قوله : " قام ليلة من الليالي فقال ... " الظاهر أن معناه " قام
من نومه .... " " أي نام أوله ثم قام ، فهو على هذا بمعنى حديثها الآخر " كان
ينام أول الليل ، و يحي آخره ... " .
أخرجه مسلم ( 2 / 167 ) .
و إذا تبين هذا فلا يصح حينئذ الاستدلال بالحديث على مشروعية إحياء الليل كله ،
كما فعل الشيخ عبد الحي اللكنوي في " إقامة الحجة على أن الإكثار من التعبد ليس
بدعة " ، قال ( ص 13 ) : فدل ذلك على أن نفي عائشة قيام الليل كله محمول على
غالب أوقاته صلى الله عليه وسلم " .
قلت : يشير بـ " نفي عائشة " إلى حديثها الآخر :
" و لم يقم رسول الله صلى الله عليه وسلم ليلة يتمها إلى الصباح ، و لم يقرأ
القرآن في ليلة قط " .
أخرجه مسلم ( 2 / 169 - 170 ) و أبو داود ( 1342 ) و اللفظ له .
قلت : فهذا نص في النفي المذكور لا يقبل التأويل ، و حمله على غالب الأوقات
إنما يستقيم لو كان حديث الباب صريح الدلالة على أنه صلى الله عليه وسلم قام
تلك الليله بتمامها ، أما و هو ليس كذلك كما بينا ، فالحمل المذكور مردود ،
و يبقى النفي المذكور سالما من التقييد . و بالتالي تبقى دلالته على عدم
مشروعية قيام الليل كله قائمة ، خلافا لما ذهب إليه الشيخ عبد الحي في كتابه
المذكور . و فيه كثير من المؤاخذات التي لا مجال لذكرها الآن .
و إنما أقول : إن طابعه تساهل في سرد الروايات المؤيدة لوجهة نظره ، من أحاديث
مرفوعة ، و آثار موقوفة ، و حسبك مثالا على هذا أنه ذهب إلى تحسين حديث "
أصحابي كالنجوم بأيهم اقتديتم اهتديتم " تقليدا منه لبعض المتأخرين .
دون أن ينظر في دعواهم ، هل هي تطابق الحقيقة ، و توافق القواعد العلمية ؟
مع ما في التحسين المذكور من المخالفة لنصوص الأئمة المتقدمين كما بينته في
" الأحاديث الضعيفة " ( 52 ) فراجعه لتزداد بصيرة بما ذكرنا .

Silsilah Shahihah Albani jilid 1 halaman 68
69/3094

69 - " مثل القائم على حدود الله و الواقع ( و في رواية : و الراتع ) فيها
و المدهن فيها كمثل قوم استهموا على سفينة في البحر فأصاب بعضهم أعلاها
و أصاب بعضهم أسفلها ( و أوعرها ) فكان الذي ( و في رواية : الذين ) في أسفلها
إذا استقوا من الماء فمروا على من فوقهم فتأذوا به ( و في رواية : فكان الذين
في أسفلها يصعدون فيستقون الماء فيصبون على الذين في أعلاه فقال الذين في
أعلاها : لا ندعكم تصعدون فتؤذوننا ) ، فقالوا : لو أنا خرقنا في نصيبنا خرقا
فاستقينا منه و لم نؤذ من فوقنا ( و في رواية : و لم نمر على أصحابنا فنؤذيهم )
فأخذ فأسا فجعل ينقر أسفل السفينة ، فأتوه فقالوا : مالك ؟ قال : تأذيتم بي و
لابد لي من الماء . فإن تركوهم و ما أرادوا هلكوا جميعا و إن أخذوا على أيديهم
نجوا و أنجوا جميعا " .


قال الألباني في "السلسلة الصحيحة" 1 / 109 :
رواه البخاري ( 2 / 111 ، 164 ) و الترمذي ( 2 / 26 ) و البيهقي ( 10 / 288 )
و أحمد ( 4 / 268 ، 270 ، 273 ) من طريق زكريا بن أبي زائدة و الأعمش عن الشعبي
عن النعمان بن بشير عن النبي صلى الله عليه وسلم قال : فذكره .
و قال الترمذي : " حديث حسن صحيح " .
و قد تابعهما مجالد بن سعيد عند أحمد ( 4 / 273 ) و هو ضعيف و في سياقه زيادة
" ... مثل ثلاثة ركبوا في سفينة فصار لأحدهم أسفلها و أوعرها ... " .
و تابعهما غيره فقال ابن المبارك في " الزاهد " ( ق 219 / 2 ) : أنا الأجلح عن
الشعبي به و لفظه :
" إن قوما ركبوا سفينة فاقتسموها ، فأصاب كل رجل منهم مكانا ، فأخذ رجل منهم
الفأس فنقر مكانه ، قالوا : ما تصنع ؟ فقال مكاني أصنع به ما شئت ! فإن أخذوا
على يديه نجوا و نجا ، و إن تركوه غرق و غرقوا ، فخذوا على أيدي سفهائكم قبل
أن تهلكوا " .
و أخرجه ابن المبارك في " حديثه " أيضا ( ج 2 / 107 / 2 ) و من طريقه ابن أبي
الدنيا في " الأمر بالمعروف " ( ق 27 / 2 ) .
لكن الأجلح هذا - و هو ابن عبد الله أبو حجية الكندي - فيه ضعف ، لاسيما عن
الشعبي ، قال العقيلي : " روى عن الشعبي أحاديث مضطربة لا يتابع عليها " .
قلت : و هذا اللفظ هو الذي شاع في هذا الزمان عند بعض الكتاب و المؤلفين فأحببت
أن أنبه على ضعفه ، و أن أرشد إلى أن اللفظ الأول هو الصحيح المعتمد ، و قد
ضممت إليه ما وقفت عليه من الزيادات الصحيحة . و الله الموفق .

Silsilah Shahihah Albani jilid 1 halaman 69
70/3094

70 - " كان رسول الله صلى الله عليه وسلم ليدلع لسانه للحسن بن علي فيرى الصبي حمرة
لسانه فيبهش إليه " .


قال الألباني في "السلسلة الصحيحة" 1 / 110 :

رواه أبو الشيخ ابن حبان في " كتاب أخلاق النبي صلى الله عليه وسلم و آدابه "
( ص 90 ) من طريق محمد بن عمرو عن أبي سلمة عن أبي هريرة به .
قلت : و هذا إسناد حسن .
( قوله ) فيبهش . أي يسرع . في " النهاية " :
" يقال للإنسان إذا نظر إلى الشيء فأعجبه و اشتهاه و أسرع إليه : قد بهش إليه "
.

Silsilah Shahihah Albani jilid 1 halaman 70
71/3094

71 - " كان إذا قرب إليه الطعام يقول : بسم الله ، فإذا فرغ قال : اللهم أطعمت
و أسقيت و أقنيت و هديت و أحييت ، فلله الحمد على ما أعطيت " .


قال الألباني في "السلسلة الصحيحة" 1 / 111 :

رواه أحمد ( 4 / 62 ، 5 / 375 ) و أبو الشيخ في " أخلاق النبي صلى الله عليه
وسلم ( ص 238 ) عن بكر بن عمرو عن عبد الله بن هبيرة السبائي عن عبد الرحمن
ابن جبير أنه حدثه رجل خدم رسول الله صلى الله عليه وسلم ثمان سنين أنه كان
يسمع رسول الله صلى الله عليه وسلم إذا قرب " . الحديث .
قلت : و هذا إسناد صحيح رجاله كلهم ثقات رجال مسلم .
( أقنيت ) أي ملكت المال و غيره .

و في هذا الحديث أن التسمية في أول الطعام بلفظ " بسم الله " لا زيادة فيها ،
و كل الأحاديث الصحيحة التي وردت في الباب كهذا الحديث ليس فيها الزيادة ، و لا
أعلمها وردت في حديث ، فهي بدعة عند الفقهاء بمعنى البدعة ، و أما المقلدون
فجوابهم معروف : " شو فيها ؟ ! " .

فنقول : فيها كل شيء و هو الاستدراك على الشارع الحكيم الذي ما ترك شيئا يقربنا
إلى الله إلا أمرنا به و شرعه لنا ، فلو كان ذلك مشروعا ليس فيه شيء لفعله و لو
مرة واحدة ، و هل هذه الزيادة إلا كزيادة الصلاة على النبي صلى الله عليه وسلم
من العاطس بعد الحمد .
و قد أنكرها عبد الله بن عمر رضي الله عنه كما في " مستدرك الحاكم " ، و جزم
السيوطي في " الحاوي للفتاوي " ( 1 / 338 ) بأنها بدعة مذمومة ، فهل يستطيع
المقلدون الإجابة عن السبب الذي حمل السيوطي على الجزم بذلك !! قد يبادر بعض
المغفلين منهم فيتهمه - كما هي عادتهم - بأنه وهابي ! مع أن وفاته كانت قبل
وفاة محمد بن عبد الوهاب بنحو ثلاثمائة سنة ! ! و يذكرني هذا بقصة طريفة في بعض
المدارس في دمشق ، فقد كان أحد الأساتذة المشهورين من النصارى يتكلم عن حركة
محمد بن عبد الوهاب في الجزيرة العربية ، و محاربتها للشرك و البدع و الخرافات
و يظهر أنه أطرى في ذلك فقال بعض تلامذته : يظهر أن الأستاذ وهابي ! !
و قد يسارع آخرون إلى تخطئة السيوطي ، و لكن أين الدليل ؟ ! و الدليل معه و هو
قوله صلى الله عليه وسلم :
" من أحدث في أمرنا هذا ما ليس منه فهو رد " . متفق عليه .
و في الباب غيره مما سنجمعه في كتابنا الخاص بالبدعة ، نسأل الله تعالى أن ييسر
لنا إتمامه بمنه و فضله .

Silsilah Shahihah Albani jilid 1 halaman 71
72/3094

72 - " أحب للناس ما تحب لنفسك " .


قال الألباني في "السلسلة الصحيحة" 1 / 112 :

رواه البخاري في " التاريخ الكبير " ( 2 / 4 / 317 / 3155 ) و عبد بن حميد
في " المنتخب من المسند " ( 53 / 2 ) و ابن سعد ( 7 / 428 ) و القطيعي في
" الجزء المعروف بالألف دينار " ( 29 / 2 ) عن سيار عن خالد بن عبد الله
القسري عن أبيه :

" أن النبي صلى الله عليه وسلم ، قال لجده يزيد بن أسيد .... " فذكره .

و رواه عن روح بن عطاء بن أبي ميمونة ، قال ، حدثنا سيار به إلا أنه قال :
حدثني أبي عن جدي قال : " قال لي رسول الله صلى الله عليه وسلم :
أتحب الجنة ؟ و قال فأحب .. " الحديث .

رواه بن عساكر ( 5 / 242 ) عن القطيعي من الوجه الثاني و الحاكم ( 4 / 168 )
و قال : " صحيح الإسناد " ، و وافقه الذهبي .
قلت : و خالد بن عبد الله القسري هو الدمشقي الأمير قال الذهبي في " الميزان "
" صدوق ، لكنه ناصبي بغيض ظلوم ، قال بن معين : رجل سوء يقع في علي رضى الله
عنه " . و ذكره ابن حبان في " الثقات " ( 2 / 72 ) .
و أبوه عبد الله بن يزيد أورده ابن أبي حاتم ( 2 / 2 / 197 ) و لم يذكر فيه
جرحا و لا تعديلا . و ذكره ابن حبان في " الثقات " ( 1 / 123 ) .
و الحديث قال الهيثمي في " مجمع الزوائد " ( 8 / 186 ) !
" رواه عبد الله و الطبراني في " الكبير " و " الأوسط " بنحوه و رجاله ثقات " .

و للحديث شاهد من حديث أبي هريرة بلفظ :
" و أحب للناس ما تحب لنفسك تكن مؤمنا " . الحديث .
أخرجه الترمذي ( 2 / 50 ) و أحمد ( 2 / 310 ) .

و قال الترمذي : " حديث غريب ، و الحسن لم يسمع من أبي هريرة " .

قلت : و راويه عن الحسن - و هو البصري - أبو طارق و هو مجهول كما في " التقريب
"
و مما يشهد له أيضا :
" لا يؤمن أحدكم حتى يحب لأخيه ما يحب لنفسه ( من الخير ) " .

Silsilah Shahihah Albani jilid 1 halaman 72
73/3094

73 - " لا يؤمن أحدكم حتى يحب لأخيه ما يحب لنفسه ( من الخير ) " .


قال الألباني في "السلسلة الصحيحة" 1 / 113 :

أخرجه البخاري ( 1 / 11 ) ، و مسلم ( 1 / 49 ) ، و أبو عوانة في " صحيحه "
( 1 / 33 ) ، و النسائي ( 2 / 271 ، 274 ) ، و الترمذي ( 2 / 84 ) ، و الدارمي
( 2 / 307 ) ، و ابن ماجه ( رقم 66 ) ، و الطيالسي ( رقم 2004 ) ، و أحمد
( 3 / 177 ، 207 ، 275 ، 278 ) من حديث أنس بن مالك مرفوعا .
و قال الترمذي : " حديث صحيح " .
و الزيادة لأبي عوانة و النسائي و أحمد في رواية لهم و إسنادها صحيح .
و للحديث شاهد من حديث علي مرفوعا بلفظ :
" للمسلم على المسلم ست .... و يحب له ما يحب لنفسه ، و ينصح له بالغيب " .
أخرجه الدارمي ( 2 / 275 - 276 ) ، و ابن ماجه ( 1433 ) ، و أحمد ( 1 / 89 )
بسند ضعيف .
و اعلم أن هذه الزيادة " من الخير " زيادة هامة تحدد المعنى المراد من الحديث
بدقة ، إذ أن كلمة ( الخير ) كلمة جامعة تعم الطاعات و المباحات الدنيوية
و الأخروية و تخرج المنهيات ، لأن اسم الخير لا يتناولها ، كما هو واضح . فمن
كمال خلق المسلم أن يحب لأخيه المسلم من الخير مثلما يحب لنفسه . و كذلك أن
يبغض لأخيه ما يبغض لنفسه من الشر ، و هذا و إن لم يذكره في الحديث ، فهو من
مضمونه ، لأن حب الشيء مستلزم لبغض نقيضه ، فترك التنصيص عليه اكتفاء كما قال
الكرماني و نقله الحافظ في " فتح الباري " ( 1 / 54 ) و أقره .

Silsilah Shahihah Albani jilid 1 halaman 73
74/3094

74 - " ما جلس قوم مجلسا لم يذكروا الله فيه و لم يصلوا على نبيهم إلا كان عليهم ترة
فإن شاء عذبهم و إن شاء غفر لهم " .


قال الألباني في "السلسلة الصحيحة" 1 / 114 :

أخرجه الترمذي ( 2 / 242 ) ، و الحاكم ( 1 / 496 ) ، و إسماعيل القاضي في
" فضل الصلاة على النبي صلى الله عليه وسلم ( رقم 54 طبع المكتب الإسلامي ) ،
و ابن السني في " عمل اليوم و الليلة " ( رقم 443 ) ، و أحمد ( 2 / 446 ، 453 ،
481 ، 484 ، 495 ) و أبو نعيم في " الحلية " ( 8 / 130 ) عن سفيان الثوري عن
صالح مولى التوأمة عن أبي هريرة مرفوعا .
و قال الترمذي :
" حديث حسن صحيح ، و قد روي من غير وجه عن أبي هريرة مرفوعا " .
ثم رواه من طريق أبي إسحاق عن الأغر أبي مسلم عن أبي هريرة و أبي سعيد معا
مرفوعا قال : " مثله " ، و لم يسق لفظه .
كذا قال : " مثله " ، و عندي وقفة في كون حديث الأغر مثله ، فقد أخرجه مسلم
( 8 / 72 ) و ابن ماجه ( 2 / 418 ) بلفظ :
" ما جلس قوم مجلسا يذكرون الله فيه ، إلا حفتهم الملائكة ، و تغشتهم الرحمة ،
و نزلت عليهم السكينة ، و ذكرهم الله فيمن عنده " .

Silsilah Shahihah Albani jilid 1 halaman 74
75/3094

75 - " ما جلس قوم مجلسا يذكرون الله فيه إلا حفتهم الملائكة و تغشتهم الرحمة و نزلت
عليهم السكينة و ذكرهم الله فيمن عنده " .


قال الألباني في "السلسلة الصحيحة" 1 / 115 :
و السياق لابن ماجه ، و رواه الترمذي قبل حديث الباب بحديثين و قال :
" حسن صحيح " . ، و قوله : " مثله " . فالله أعلم .
فإني في شك من ثبوت ذلك عن الترمذي و إن كان ورد ذلك في بعض نسخ كتابه .
فقد أورد السيوطي في " الجامع الصغير " هذا الحديث من رواية الترمذي ،
و ابن ماجه عن أبي هريرة و أبي سعيد معا .
و في عزوه لابن ماجه نظر أيضا ، فإني لم أجد عنده إلا اللفظ الثاني الذي رواه
مسلم . و العلم عند الله تعالى .
و لم يقع في نسخة " السنن " التي عليها شرح " تحفة الأحوذي " سوق هذا الإسناد
الثاني عقب حديث الباب .
و لهذا اللفظ عنده طريق أخرى عن أبي هريرة مرفوعا بلفظ :
" .... و ما اجتمع قوم في بيت من بيوت الله يتلون كتاب الله ، و يتدارسونه
بينهم ، إلا نزلت عليهم السكينة ... " و الباقي مثله .
و صالح مولى التوأمة الذي في اللفظ الأول ضعيف لاختلاطه ، و لكنه لم يتفرد به
بل تابعه جماعة منهم : أبو صالح السمان ذكوان بلفظ :
" ما قعد قوم مقعدا لم يذكروا فيه الله عز و جل ، و يصلوا على النبي صلى الله
عليه وسلم ، إلا كان عليهم حسرة يوم القيامة ، و إن دخلوا الجنة للثواب " .

Silsilah Shahihah Albani jilid 1 halaman 75
76/3094

76 - " ما قعد قوم مقعدا لم يذكروا فيه الله عز وجل و يصلوا على النبي صلى الله
عليه وسلم إلا كان عليهم حسرة يوم القيامة و إن دخلوا الجنة للثواب " .


قال الألباني في "السلسلة الصحيحة" 1 / 116 :
رواه أحمد ( 2 / 463 ) ، و ابن حبان في " صحيحه " ( 2322 - موارد ) ، و الحاكم
( 1 / 492 ) ، و الخطيب في " الفقيه و المتفقه " ( 237 / 1 ) ، من طريق الأعمش
عن أبي صالح عن أبي هريرة مرفوعا .
و إسناده صحيح . و قال الهيثمي ( 10 / 79 ) :
" رواه أحمد و رجاله رجال الصحيح " .
و أخرجه ابن الجوزي في " منهاج القاصدين " ( 1 / 72 / 2 ) لكن وقع عنده عن أبي
سعيد الخدري ، بدل " أبي هريرة " ، فلعله وهم من بعض رواته .
قلت : و رواه سهيل بن أبي صالح عن أبيه بلفظ :
" ما من قوم يقومون من مجلس لا يذكرون الله فيه ، إلا قاموا على مثل جيفة حمار
و كان عليهم حسرة يوم القيامة " .

Silsilah Shahihah Albani jilid 1 halaman 76
77/3094

77 - " ما من قوم يقومون من مجلس لا يذكرون الله فيه إلا قاموا على مثل جيفة حمار
و كان عليهم حسرة يوم القيامة " .


قال الألباني في "السلسلة الصحيحة" 1/116:
( عن سهيل بن أبي صالح عن أبيه ) :

رواه أبو داود ( 4855 ) ، و الطحاوي ( 2 / 367 ) ، و أبو الشيخ في " طبقات
الأصبهانيين " ( 229 ) ، و ابن بشران في " الأمالي " ( 30 / 6 / 1 عام 3927 ) ،
و ابن السني ( 439 ) ، و الحاكم ( 1 / 492 ) ، و أبو نعيم ( 7 / 207 ) و أحمد
( 2 / 389 ، 515 ، 527 ) .
و قال الحاكم : " صحيح على شرط مسلم " . و وافقه الذهبي ، و هو كما قالا .
و منهم سعيد بن أبي سعيد المقبري و لفظه :
" من قعد مقعدا لم يذكر الله فيه ، كانت عليه من الله ترة ، و من اضطجع مضجعا
لا يذكر الله فيه ، كانت عليه من الله ترة " .

Silsilah Shahihah Albani jilid 1 halaman 77
78/3094

78 - " من قعد مقعدا لم يذكر الله فيه كانت عليه من الله ترة و من اضطجع مضجعا
لا يذكر الله فيه كانت عليه من الله ترة " .


قال الألباني في "السلسلة الصحيحة" 1 / 117 :

رواه أبو داود ( 4856 ، 5059 ) . و الحميدي في " مسنده " ( 1158 ) الشطر الأول
و ابن السني ( 743 ) الشطر الثاني فقط من طريق محمد بن عجلان عنه .
قلت : و هذا إسناد حسن .
و عزاه المنذري في " الترغيب " ( 2 / 235 ) لأبي داود بهذا اللفظ و بزيادة :
" و ما مشى أحد ممشى لم يذكر الله فيه ، إلا كان عليه من الله ترة " ،

ثم قال : " و رواه أحمد و ابن أبي الدنيا و النسائي و ابن حبان في " صحيحه "
كلهم بنحو أبي داود " .
و لي عليه ملاحظتان :
الأولى : أن الزيادة المذكورة ليست عند أبي داود في الموضعين المشار إليهما من
كتابه و إنما هي عند ابن حبان ( 2321 ) : و عنده بدل قضية الاضطجاع :
" و ما أوى أحد إلى فراشه و لم يذكر الله فيه إلا كان عليه ترة " .
( ترة ) أي نقصا ، و الهاء فيه عوض من الواو المحذوفة .
الثانية : أن أحمد لم يروه من هذا الطريق باللفظ المذكور ، و إنما رواه من طريق
أخرى باللفظ الآتي :
و منهم أبو إسحاق مولى الحارث و لفظه :
" ما جلس قوم مجلسا فلم يذكروا الله فيه ، إلا كان عليهم ترة ، و ما من رجل مشى
طريقا فلم يذكر الله عز و جل ، إلا كان عليه ترة ، و ما من رجل أوى إلى فراشه
فلم يذكر الله ، إلا كان عليه ترة " .

Silsilah Shahihah Albani jilid 1 halaman 78
79/3094

79 - " ما جلس قوم مجلسا فلم يذكروا الله فيه إلا كان عليهم ترة و ما من رجل مشى
طريقا فلم يذكر الله عز و جل إلا كان عليه ترة و ما من رجل أوى إلى فراشه
فلم يذكر الله إلا كان عليه ترة " .


قال الألباني في "السلسلة الصحيحة" 1 / 118 :

رواه أحمد ( 2 / 432 ) ، و ابن السني ( 375 ) ، و الحاكم ( 1 / 550 ) عن سعيد
بن أبي سعيد عن أبي إسحاق به .
و قال أحمد : " عن إسحاق " و قال الحاكم : " عن إسحاق بن عبد الله بن الحارث "
و قال : " صحيح على شرط البخاري " . و قال الذهبي : " على شرط مسلم " .
قلت : و في كل ذلك نظر ، فإن إسحاق هذا إن كان ابن عبد الله بن الحارث كما
وقع لدى الحاكم فليس من رجال البخاري و لا مسلم و لكنه ثقة روى عنه جماعة .
و إن كان أبا إسحاق مولى الحارث فلا يعرف كما قال الذهبي ، و إن كان إسحاق
غير منسوب فلم أعرفه .
و في " المجمع " ( 10 / 80 ) : " رواه أحمد و أبو إسحاق مولى عبد الله بن
الحارث بن نوفل لم يوثقه أحد ، و لم يجرحه أحد و بقية رجال أحد إسنادي أحمد
رجال الصحيح " .
و له شاهد من حديث ابن عمرو بلفظ :
" ما من قوم جلسوا مجلسا لم يذكروا الله فيه ، إلا رأوه حسرة يوم القيامة " .

Silsilah Shahihah Albani jilid 1 halaman 79
80/3094

80 - " ما من قوم جلسوا مجلسا لم يذكروا الله فيه إلا رأوه حسرة يوم القيامة " .


قال الألباني في "السلسلة الصحيحة" 1 / 118 :
( عن ابن عمرو ) :

أخرجه أحمد ( 2 / 124 ) بإسناد حسن .
و قال الهيثمي : " رواه أحمد و رجاله رجال الصحيح " .
شاهد ثان : أخرجه الطيالسي ( 1756 ) عن جابر بسند على شرط مسلم .
و له شاهد آخر عن عبد الله بن مغفل مثله .

أخرجه ابن الضريسي في " أحاديث مسلم بن إبراهيم الفراهيدي " ( 8 / 1 - 2 ) بسند
لا بأس به في المتابعات و الشواهد ، رواه الطبراني في " الكبير " و " الأوسط "
و رجالهما رجال الصحيح و البيهقي كما في " الترغيب " ( 2 / 236 ) .
فقه الحديث :
------------
لقد دل هذا الحديث الشريف و ما في معناه على وجوب ذكر الله سبحانه و كذا الصلاة
على النبي صلى الله عليه وسلم في كل مجلس ، و دلالة الحديث على ذلك من وجوه :
أولا - قوله : " فإن شاء عذبهم ، و إن شاء غفر لهم " فإن هذا لا يقال إلا فيما
كان فعله واجبا و تركه معصية .
ثانيا - قوله : " و إن دخلوا الجنة للثواب " .
فإنه ظاهر في كون تارك الذكر و الصلاة عليه صلى الله عليه وسلم ، يستحق دخول
النار ، و إن كان مصيره إلى الجنة ثوابا على إيمانه .
ثالثا : قوله : " و إلا قاموا على مثل جيفة حمار " .
فإن هذا التشبيه يقتضي تقبيح عملهم كل التقبيح ، و ما يكون ذلك - إن شاء الله
تعالى - إلا فيما هو حرام ظاهر التحريم . و الله أعلم .
فعلى كل مسلم أن يتنبه لذلك ، و لا يغفل عن ذكر الله عز و جل ، و الصلاة على
نبيه صلى الله عليه وسلم ، في كل مجلس يقعده ، و إلا كان عليه ترة و حسرة يوم
القيامة .
قال المناوي في " فيض القدير " :
" فيتأكد ذكر الله ، و الصلاة على رسوله عند إرادة القيام من المجلس ، و تحصل
السنة في الذكر و الصلاة بأي لفظ كان ، لكن الأكمل في الذكر " سبحانك اللهم
و بحمدك ، أشهد أن لا إله إلا أنت ، أستغفرك و أتوب إليك ، و في الصلاة على
النبي صلى الله عليه وسلم ما في آخر التشهد " .
قلت : و الذكر المشار إليه هو المعروف بكفارة المجلس ، و قد جاء فيه عدة أحاديث
أذكر واحدا منها هو أتمها : و هو كفارة المجلس :
" من قال : سبحان الله و بحمده ، سبحانك اللهم و بحمدك ، أشهد أن لا إله إلا
أنت ، أستغفرك و أتوب إليك ، فقالها في مجلس ذكر ، كانت كالطابع يطبع عليه ،
و من قالها في مجلس لغو كانت كفارة له " .

Silsilah Shahihah Albani jilid 1 halaman 80
81/3094

81 - " من قال : سبحان الله و بحمده سبحانك اللهم و بحمدك أشهد أن لا إله إلا أنت
أستغفرك و أتوب إليك ، فقالها في مجلس ذكر كانت كالطابع يطبع عليه و من قالها
في مجلس لغو كانت كفارة له " .


قال الألباني في "السلسلة الصحيحة" 1 / 120 :
أخرجه الطبراني ( 1 / 79 / 2 ) و الحاكم ( 1 / 537 ) من طريق نافع بن جبير
ابن مطعم عن أبيه مرفوعا .

و قال : " صحيح على شرط مسلم " . و وافقه الذهبي و هو كما قالا .
و عزاه المنذري ( 2 / 236 ) للنسائي و الطبراني ، قال :
" و رجالهما رجال الصحيح " .
و قال الهيثمي ( 10 / 142 و 423 ) : " رواه الطبراني و رجاله رجال الصحيح " .
قلت : و في رواية للطبراني زيادة : " يقولها ثلاث مرات " و قد سكت عليها
الهيثمي ، و ليس بجيد ، فإن في سندها خالد بن يزيد العمري و قد كذبه أبو حاتم
و يحيى ، و قال ابن حبان : " يروي الموضوعات عن الأثبات " .
فهذه الزيادة واهية لا يلتفت إليها .

Silsilah Shahihah Albani jilid 1 halaman 81
82/3094

82 - " لا أشبع الله بطنه . يعني معاوية " .


قال الألباني في "السلسلة الصحيحة" 1 / 121 :

رواه أبو داود الطيالسي في " مسنده " ( 2746 ) : حدثنا هشام و أبو عوانة عن أبي
حمزة القصاب عن ابن عباس :
" أن رسول الله صلى الله عليه وسلم بعث إلى معاوية ليكتب له : فقال : إنه يأكل
ثم بعث إليه ، فقال : إنه يأكل ، فقال رسول الله صلى الله عليه وسلم " فذكره .
قلت : و هذا إسناد صحيح رجاله كلهم ثقات رجال مسلم ، و في أبي حمزة القصاب
و اسمه عمران بن أبي عطاء كلام من بعضهم لا يضره ، فقد وثقه جماعة من الأئمة
منهم أحمد و ابن معين و غيرهما ، و من ضعفه لم يبين السبب ، فهو جرح مبهم غير
مقبول ، و كأنه لذلك احتج به مسلم ، و أخرج له هذا الحديث في " صحيحه " ( 8 /
27 ) من طريق شعبة عن أبي حمزة القصاب به .
و أخرجه أحمد ( 1 / 240 ، 291 ، 335 ، 338 ) عن شعبة و أبي عوانة عنه به ، دون
قوله : " لا أشبع الله بطنه " و كأنه من اختصار أحمد أو بعض شيوخه ، و زاد في
رواية : " و كان كاتبه " و سندها صحيح .
و قد يستغل بعض الفرق هذا الحديث ليتخذوا منه مطعنا في معاوية رضي الله عنه ،
و ليس فيه ما يساعدهم على ذلك ، كيف و فيه أنه كان كاتب النبي صلى الله عليه
وسلم ؟ ! و لذلك قال الحافظ ابن عساكر ( 16 / 34