Sunan Abu Daud hadis nomor 94 (Lihat: Aunul Mabud)

94/4590

حَدَّثَنَا مُسَدَّدٌ حَدَّثَنَا أَبُو مُعَاوِيَةَ عَنْ الْأَعْمَشِ عَنْ أَبِي رَزِينٍ وَأَبِي صَالِحٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا قَامَ أَحَدُكُمْ مِنْ اللَّيْلِ فَلَا يَغْمِسْ يَدَهُ فِي الْإِنَاءِ حَتَّى يَغْسِلَهَا ثَلَاثَ مَرَّاتٍ فَإِنَّهُ لَا يَدْرِي أَيْنَ بَاتَتْ يَدُهُ
حَدَّثَنَا مُسَدَّدٌ حَدَّثَنَا عِيسَى بْنُ يُونُسَ عَنْ الْأَعْمَشِ عَنْ أَبِي صَالِحٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَعْنِي بِهَذَا الْحَدِيثِ قَالَ مَرَّتَيْنِ أَوْ ثَلَاثًا وَلَمْ يَذْكُرْ أَبَا رَزِينٍ

Telah menceritakan kepada kami Musaddad(1) telah menceritakan kepada kami Abu Mu'awiyah(2) dari Al A'masy(3) dari Abu Razin(4) dan Abu Shalih(5) dari Abu Hurairah(6) dia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Apabila salah seorang dari kalian bangun di malam hari, maka janganlah dia mencelupkan tangannya ke dalam bejana hingga membasuhnya tiga kali terlebih dahulu, karena sesungguhnya dia tidak tahu di mana posisi tangannya semalam." Telah menceritakan kepada kami Musaddad(1) telah menceritakan kepada kami Isa bin Yunus(8) dari Al A'masy(3) dari Abu Shalih(5) dari Abu Hurairah(6) dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, yakni dengan hadits ini, dia mengatakannya dua atau tiga kali dan tidak menyebutkan Abu Razin.

Hadis ini memiliki penguat sebagai berikut:

  1. Shahih Muslim 416
  2. Sunan Abu Daud 95
  3. Sunan Tirmidzi 24
  4. Sunan Nasai 1
  5. Sunan Nasai 161
  6. Sunan Nasai 437
  7. Sunan Ibnu Majah 387
  8. Sunan Ibnu Majah 388
  9. Musnad Ahmad 6981
  10. Musnad Ahmad 7129
  11. Musnad Ahmad 7204
  12. Musnad Ahmad 9491
  13. Musnad Ahmad 9710
  14. Musnad Ahmad 10092
  15. Musnad Ahmad 10184
  16. Musnad Darimi 759


(1) Musaddad bin Musrihad bin Musribal bin Mustawrid, Al Asadiy, Abu Al Hasan, Tabi'in kalangan biasa, wafat tahun 228 H, hidup di Bashrah, wafat di Bashrah.

(2) Muhammad bin Khazim, At Tamimiy As Sa'adiy, Abu Mu'awiyah, Adl Dluraior, Tabi'ul Atba' kalangan tua, wafat tahun 195 H, hidup di Kufah.

(3) Sulaiman bin Mihran, Al Asadiy Al Kahiliy, Abu Muhammad, Al A'masy, Tabi'in kalangan biasa, wafat tahun 147 H, hidup di Kufah.

(4) Mas'ud bin Malik, Al Asadiy, Abu Razin/Abu Ruzain, Tabi'in kalangan pertengahan, wafat tahun 85 H, hidup di Kufah.

(5) Dzakwan, Abu Shalih, Tabi'in kalangan pertengahan, wafat tahun 101 H, hidup di Madinah, wafat di Madinah.

(6) Abdur Rahman bin Shakhr, Ad Dawsiy Al Yamaniy, Abu Hurairah, Shahabat, wafat tahun 57 H, hidup di Madinah, wafat di Madinah.

(7) Musaddad bin Musrihad bin Musribal bin Mustawrid, Al Asadiy, Abu Al Hasan, Tabi'in kalangan biasa, wafat tahun 228 H, hidup di Bashrah, wafat di Bashrah.

(8) Isa bin Yunus bin Abi Ishaq, As Suba'iy, Abnu 'Amru, Tabi'ut Tabi'in kalangan pertengahan, wafat tahun 187 H, hidup di Kufah, wafat di Hadats.

(9) Sulaiman bin Mihran, Al Asadiy Al Kahiliy, Abu Muhammad, Al A'masy, Tabi'in kalangan biasa, wafat tahun 147 H, hidup di Kufah.

(10) Dzakwan, Abu Shalih, Tabi'in kalangan pertengahan, wafat tahun 101 H, hidup di Madinah, wafat di Madinah.

(11) Abdur Rahman bin Shakhr, Ad Dawsiy Al Yamaniy, Abu Hurairah, Shahabat, wafat tahun 57 H, hidup di Madinah, wafat di Madinah.