Sunan Daraquthni
1/4790

سنن الدارقطني 1: ثنا الْقَاضِي أَبُو عَبْدِ اللَّهِ الْحُسَيْنُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ , ثنا يَعْقُوبُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ الدَّوْرَقِيُّ , ثنا أَبُو أُسَامَةَ ح وثنا أَحْمَدُ بْنُ عَلِيِّ بْنِ الْمُعَلَّى , نا أَبُو عُبَيْدَةَ بْنُ أَبِي السَّفَرِ , ثنا أَبُو أُسَامَةَ ح وثنا أَبُو عَبْدِ اللَّهِ الْمُعَدَّلُ أَحْمَدُ بْنُ عَمْرِو بْنِ عُثْمَانَ بِوَاسِطَ , أنا مُحَمَّدُ بْنُ عُبَادَةَ , ثنا أَبُو أُسَامَةَ ح وثنا أَبُو بَكْرٍ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ زِيَادٍ النَّيْسَابُورِيُّ , ثنا حَاجِبُ بْنُ سُلَيْمَانَ , ثنا أَبُو أُسَامَةَ , قَالَ ثنا الْوَلِيدُ بْنُ كَثِيرٍ , عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ جَعْفَرِ بْنِ الزُّبَيْرِ , عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ , عَنْ أَبِيهِ , قَالَ: سُئِلَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنِ الْمَاءِ يَكُونُ بِأَرْضِ الْفَلَاةِ , وَمَا يَنُوبُهُ مِنَ السِّبَاعِ وَالدَّوَابِّ فَقَالَ: «إِذَا كَانَ الْمَاءُ قُلَّتَيْنِ لَمْ يُنَجِّسْهُ شَيْءٌ» . وَقَالَ ابْنُ أَبِي السَّفَرِ: لَمْ يَحْمِلِ الْخَبَثَ , وَقَالَ ابْنُ عُبَادَةَ مِثْلَهُ

Sunan Daruquthni 1: Al Qadhi Abu Abdullah Al Husain bin Isma'il menceritakan kepada kami, Ya'qub bin Ibrahim Ad-Dauraqi menceritakan kepada kami, Abu Usamah menceritakan kepada kami {h} dan Ahmad bin Ali bin Al Mu'alla menceritakan kepada kami, Abu Ubaidah bin Abu As-Safar mengabarkan kepada kami, Abu Usamah menceritakan kepada kami {h} dan Abu Abdullah Al Mu'addal Ahmad bin Amr bin Utsman menceritakan kepada kami di Wasith, Muhammad bin Ubadah membritahukan kepada kami, Abu Usamah menceritakan kepada kami {h} dan Abu Bakar Abdullah bin Muhammad bin Ziyad An Naisaburi menceritakan kepada kami, Hajib bin Sulaiman menceritakan kepada kami, Abu Usamah menceritakan kepada kami, ia mengatakan: Al Walid bin Katsir menceritakan kepada kami, dari Muhammad bin Ja'far bin Az-Zubair, dari Abdullah bin Abdullah bin Umar, dari ayahnya, ia berkata:

Rasulullah SAW ditanya tentang air yang berada di tanah terbuka (tidak bertuan) yang biasa disinggahi oleh binatang buas dan binatang ternak, maka beliau bersabda: "Jika air itu mencapai dua qullah maka tidak dinajiskan oleh sesuatu pun."

Ibnu Abi As-Safar mengatakan, "Tidak mengundung kotoran." Ibnu Ubadah juga mengatakan seperti itu.

Sunan Daraquthni
2/4790

سنن الدارقطني 2: حَدَّثَنَا دَعْلَجُ بْنُ أَحْمَدَ , ثنا مُوسَى بْنُ هَارُونَ , ثنا أَبِي , ثنا أَبُو أُسَامَةَ , ح وَثنا دَعْلَجٌ , ثنا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ شِيرَوَيْهِ , ثنا إِسْحَاقُ بْنُ رَاهَوَيْهِ , أَنْبَأَنَا أَبُو أُسَامَةَ , ح وَثنا أَحْمَدُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ زِيَادٍ , ثنا إِبْرَاهِيمُ بْنُ إِسْحَاقَ الْحَرْبِيُّ , ثنا أَحْمَدُ بْنُ جَعْفَرٍ الْوَكِيعِيُّ , ثنا أَبُو أُسَامَةَ , ح وَثنا جَعْفَرُ بْنُ مُحَمَّدٍ الْوَاسِطِيُّ , ثنا مُوسَى بْنُ إِسْحَاقَ الْأَنْصَارِيُّ , ثنا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ , ثنا أَبُو أُسَامَةَ , ح وَثنا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ زَكَرِيَّا بِمِصْرَ , ثنا أَحْمَدُ بْنُ شُعَيْبٍ , ثنا هَنَّادُ بْنُ السَّرِيِّ , وَالْحُسَيْنُ بْنُ حُرَيْثٍ , عَنْ أَبِي أُسَامَةَ , ح وَثنا مُحَمَّدُ بْنُ مَخْلَدِ بْنِ حَفْصٍ , ثنا أَبُو دَاوُدَ السِّجِسْتَانِيُّ , ثنا مُحَمَّدُ بْنُ الْعَلَاءِ , وَعُثْمَانُ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ , وَغَيْرُهُمَا , قَالُوا: ثنا أَبُو أُسَامَةَ , ثنا الْوَلِيدُ بْنُ كَثِيرٍ , عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ جَعْفَرِ بْنِ الزُّبَيْرِ , عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ , عَنْ أَبِيهِ , قَالَ: سُئِلَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنِ الْمَاءِ وَمَا يَنُوبُهُ مِنَ الدَّوَابِّ وَالسِّبَاعِ قَالَ: «إِذَا كَانَ الْمَاءُ قُلَّتَيْنِ لَمْ يَحْمِلِ الْخَبَثَ» . هَذَا لَفْظُ أَبِي دَاوُدَ , عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ الْعَلَاءِ , وَقَالَ عُثْمَانُ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ مِنْ بَيْنِهِمْ فِي حَدِيثِهِ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ عَبَّادِ بْنِ جَعْفَرٍ

Sunan Daruquthni 2: Da'laj bin Ahmad menceritakan kepada kami, Musa bin Harun menceritakan kepada kami, Ayahku menceritakan kepada kami, Abu Usamah menceritakan kepada kami {h} Da'laj menceritakan kepada kami, Abdullah bin Syirawaih menceritakan kepada kami, Ishaq bin Rahawaih menceritakan kepada kami, Abu Usamah memberitahu kami {h} Ahmad bin Muhammad bin Ziyad menceritakan kepada kami, Ibrahim bin Ishaq Al Harbi menceritakan kepada kami, Ahmad bin Ja'far Al Waki'i menceritakan kepada kami, Abu Usamah menceritakan kepada kami {h} ja'far bin Muhammad Al Wasithi menceritakan kepada kami, Musa bin Ishaq Al Anshari menceritakan kepada kami, Abu Bakar bin Abu Syaibah menceritakan kepada kami, Abu Usamah menceritakan kepada kami {h} Muhammad bin Abdullah bin Zakariya di Mesir menceritakan kepada kami, Ahmad bin Syu'aib menceritakan kepada kami, Hannad bin As-Sari dan Al Husain bin Huraits menceritakan kepada kami, dari Abu Usamah {h} Muhammad bin Makhlad bin Hafsh menceritakan kepada kami, Abu Daud As-Sijistani menceritakan kepada kami, Muhammad bin Al 'Ala" dan Utsman bin Abu Syaibah serta yang lainnya menceritakan kepada kami, mereka mengatakan: Abu Usamah menceritakan kepada kami, Al Walid bin Katsir menceritakan kepada kami, dari Muhammad bin Ja'far bin Az-Zubair, dari Abdullah bin Abdullah bin Umar, dari ayahnya, ia berkata:

Rasulullah SAW pernah ditanya tentang air yang disinggahi oleh binatang ternak dan binatang buas, kemudian beliau pun bersabda: "Jika airnya mencapai dua qullah, maka air itu tidak mengandung kotoran."

Ini adalah lafazh Abu Daud dari Muhammad bin Al 'Ala'. Utsman bin Abu Syaibah yang termasuk di antara mereka yang meriwayatkan lafazh ini dalam hadisnya menyebutkan: "Dari Muhammad bin Abbad bin Ja'far."

Sunan Daraquthni
3/4790

سنن الدارقطني 3: وَحَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مُبَشِّرٍ , ثنا أَحْمَدُ بْنُ زَكَرِيَّا بْنِ سُفْيَانَ الْوَاسِطِيُّ , نا أَبُو أُسَامَةَ , حَدَّثَنَا الْوَلِيدُ بْنُ كَثِيرٍ , عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ عَبَّادَ بْنِ جَعْفَرٍ , عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ , عَنْ أَبِيهِ , قَالَ: سُئِلَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنِ الْمَاءِ وَمَا يَنُوبُهُ مِنَ السِّبَاعِ وَالدَّوَابِّ فَقَالَ: «إِذَا كَانَ الْمَاءُ قُلَّتَيْنِ لَمْ يَحْمِلِ الْخَبَثَ» . وَكَذَلِكَ رَوَاهُ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ الزُّبَيْرِ الْحُمَيْدِيُّ , عَنْ أَبِي أُسَامَةَ , عَنِ الْوَلِيدِ , عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ عَبَّادِ بْنِ جَعْفَرٍ , وَتَابَعَهُ الشَّافِعِيُّ , عَنِ الثِّقَةِ عِنْدَهُ , عَنِ الْوَلِيدِ بْنِ كَثِيرٍ , وَتَابَعَهُمْ مُحَمَّدُ بْنُ حَسَّانَ الْأَزْرَقُ , وَيَعِيشُ بْنُ الْجَهْمِ , وَابْنُ كَرَامَةَ , وَأَبُو مَسْعُودٍ أَحْمَدُ بْنُ الْفُرَاتِ , وَمُحَمَّدُ بْنُ الْفُضَيْلِ الْبَلْخِيُّ , فَرَوَوْهُ عَنْ أَبِي أُسَامَةَ , عَنِ الْوَلِيدِ بْنِ كَثِيرٍ , عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ عَبَّادِ بْنِ جَعْفَرٍ ,
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ إِبْرَاهِيمَ , نا بِشْرُ بْنُ مُوسَى , ح وَنا دَعْلَجُ بْنُ أَحْمَدَ , نا إِبْرَاهِيمُ بْنُ صَالِحٍ الشِّيرَازِيُّ , قَالَا: نا الْحُمَيْدِيُّ , نا أَبُو أُسَامَةَ , نا الْوَلِيدُ بْنُ كَثِيرٍ , عنِ مُحَمَّدِ بْنِ عَبَّادِ بْنِ جَعْفَرٍ , عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ , عَنْ أَبِيهِ , عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِهَذَا نَحْوَهُ

Sunan Daruquthni 3: Ali bin Abdullah bin Mubasysyir menceritakan kepada kami, Ahmad bin Zakariya bin Sufyan Al Wasithi menceritakan kepada kami, Abu Usamah mengabarkan kepada kami, Al Walid bin Katsir menceritakan kepada kami, dari Muhammad bin Abbad bin Ja'far, dari Abdullah bin Abdullah bin Umar, dari ayahnya, ia mengatakan,

"Rasulullah SAW ditanya tentang air yang disinggahi oleh binatang buas dan binatang ternak, beliau pun bersabda, 'Jika airnya mencapai dua qullah, maka air itu tidak mengandung kotoran"

Demikian juga yang diriwayatkan oleh Abdullah bin Az-Zubair Al Humaidi, dari Abu Usamah, dari Al Walid, dari Muhammad bin Abbad bin Ja'far. Di-mutaba'ah (dikuatkan) oleh riwayat Asy-Syafi'i dari seorang yang tsiqah dalam pandangannya, dari Al Walid bin Katsir. Dikuatkan juga oleh riwayat Muhammad bin Hassan Al Azraq, Ya'isy bin Al Jahm, Ibnu Karamah, Abu Mas'ud Ahmad bin Al Furat, dan Muhammad bin Al Fudlail Al Balkhi, mereka semua meriwayatkannya dari Abu Usamah, dari Al Walid bin Katsir, dari Muhammad bin Abbad bin Ja'far.

Muhammad bin Abdullah bin Ibrahim menceritakan kepada kami, Bisyr bin Musa mengabarkan kepada kami {h} Da'laj bin Ahmad mengabarkan kepada kami, Ibrahim bin Shalih Asy-Syirazi mengabarkan kepada kami, keduanya mengatakan: Al Humaidi mengabarkan kepada kami, Abu Usamah mengabarkan kepada kami, Al Walid bin Katsir mengabarkan kepada kami, dari Muhammad bin Abbad bin Ja'far, dari Abdullah bin Abdullah bin Umar, dari ayahnya, dari Nabi SAW, riwayat yang menyerupainya.

Sunan Daraquthni
4/4790

سنن الدارقطني 4: حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ بْنُ الْعَبَّاسِ بْنِ مُحَمَّدٍ الْوَرَّاقُ , نا مُحَمَّدُ بْنُ حَسَّانَ الْأَزْرَقُ , ح وَنا عُثْمَانُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ بْنِ بَكْرٍ السُّكَّرِيُّ , نا يَعِيشُ بْنُ الْجَهْمِ , بِالْحَدِيثَةِ , قَالَا: نا أَبُو أُسَامَةَ , نا الْوَلِيدُ بْنُ كَثِيرٍ , عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ عَبَّادِ بْنِ جَعْفَرٍ , عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ , عَنْ أَبِيهِ , قَالَ: سُئِلَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنِ الْمَاءِ وَمَا يَنُوبُهُ مِنَ الدَّوَابِّ وَالسِّبَاعِ - وَقَالَ يَعِيشُ بْنُ الْجَهْمِ: مِنَ السِّبَاعِ وَالدَّوَابِّ - فَقَالَ: «إِذَا كَانَ الْمَاءُ قُلَّتَيْنِ لَمْ يُنَجِّسْهُ شَيْءٌ»

Sunan Daruquthni 4: Isma'il bin Al Abbas bin Muhammad Al Warraq menceritakan kepada kami, Muhammad bin Hassan Al Azraq mengabarkan kepada kami {h}, Utsman bin Isma'il bin Bakr As-Sukkari mengabarkan kepada kami, Ya'isy bin Al Jahm mengabarkan kepada kami di Hadisah, keduanya mengatakan: Abu Usamah mengabarkan kepada kami, Al Walid bin Katsir menceritakan kepada kami, dari Muhammad bin Abbad, dari Abdullah bin Abdullah bin Umar, dari ayahnya, ia mengatakan,

"Rasulullah SAW ditanya tentang air yang disinggahi oleh binatang ternak dan binatang buas, -Ya'isy bin Al Jahm menyebutkan dengan redaksi: binatang buas dan binatang ternak,- maka beliau menjawab, 'Jika airnya mencapai dua qullah maka tidak dinajiskan oleh sesuatu pun".

Sunan Daraquthni
5/4790

سنن الدارقطني 5: حَدَّثَنَا أَبُو صَالِحٍ الْأَصْبَهَانِيُّ , أنا أَبُو مَسْعُودٍ أَحْمَدُ بْنُ الْفُرَاتِ نا أَبُو أُسَامَةَ , عَنِ الْوَلِيدِ بْنِ كَثِيرٍ , عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ عَبَّادِ بْنِ جَعْفَرٍ , عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ , عَنْ أَبِيهِ , قَالَ: سُئِلَ رَسُولُ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنِ الْمَاءِ وَمَا يَنُوبُهُ مِنَ الدَّوَابِّ وَالسِّبَاعِ فَقَالَ: «إِذَا كَانَ الْمَاءُ قُلَّتَيْنِ لَمْ يُنَجِّسْهُ شَيْءٌ»

Sunan Daruquthni 5: Abu Shalih Al Ashbahani menceritakan kepada kami, Abu Mas'ud Ahmad bin Al Furat memberitahukan kepada kami, Abu Usamah mengabarkan kepada kami, dari Al Walid bin Katsir, dari Muhammad bin Abbad bin Ja'far, dari Abdullah bin Abdullah bin Umar, dari ayahnya, ia mengatakan,

"Rasulullah SAW ditanya tentang air yang disinggahi oleh binatang buas dan binatang ternak, maka beliau pun menjawab, 'Jika airnya mencapai dua qullah, maka tidak dinajiskan oleh sesuatu pun'."

Sunan Daraquthni
6/4790

سنن الدارقطني 6: حَدَّثَنَا إِسْحَاقُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ الْفَضْلِ الزَّيَّاتُ , نا عَلِيُّ بْنُ شُعَيْبٍ , نا أَبُو أُسَامَةَ , نا الْوَلِيدُ بْنُ كَثِيرٍ , عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ جَعْفَرٍ , بِإِسْنَادِهِ نَحْوَهُ , وَقَالَ: مِنَ الدَّوَابِّ وَالسِّبَاعِ

Sunan Daruquthni 6: Ishaq bin Muhammad bin Al Fadhl Az-Zayyat menceritakan kepada kami, Ali bin Syu'aib mengabarkan kepada kami, Abu Usamah menceritakan kepada kami, Al Walid bin Katsir mengabarkan kepada kami, dari Muhammad bin Ja'far dengan isnadnya seperti itu, dan ia menyebutkan dengan redaksi:

"Oleh binatang ternak dan binatang buas."

Sunan Daraquthni
7/4790

سنن الدارقطني 7: حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرٍ النَّيْسَابُورِيُّ , نا أَبُو إِبْرَاهِيمَ الْمُزَنِيُّ إِسْمَاعِيلُ بْنُ يَحْيَى , وَالرَّبِيعُ بْنُ سُلَيْمَانَ قَالَا: نا الشَّافِعِيُّ , أنا الثِّقَةُ , عَنِ الْوَلِيدِ بْنِ كَثِيرٍ , عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ عَبَّادِ بْنِ جَعْفَرٍ , عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ , عَنْ أَبِيهِ , أَنَّ رَّسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «إِذَا كَانَ الْمَاءُ قُلَّتَيْنِ لَمْ يَحْمِلْ نَجِسًا أَوْ خَبَثًا»

Sunan Daruquthni 7: Abu Bakar An Naisaburi menceritakan kepada kami, Abu Ibrahim Al Muzani Isma'il bin Yahya dan Ar-Rabi' bin Sulaiman mengabarkan kepada kami, keduanya mengatakan: Asy-Syafi'i mengabarkan kepada kami, Seorang yang tsiqah memberitahukan kepada kami, dari Al Walid bin Katsir, dari Muhammad bin Abbad bin Ja'far, dari Abdullah bin Abdullah bin Umar, dari ayahnya, bahwa Rasulullah SAW bersabda,

"Jika airnya mencapai dua qullah, maka tidak mengandung najis atau kotoran."

Sunan Daraquthni
8/4790

سنن الدارقطني 8: حَدَّثَنَا عُمَرُ بْنُ أَحْمَدَ بْنِ عَلِيٍّ الدَّرْبِيُّ , نا مُحَمَّدُ بْنُ عُثْمَانَ بْنِ كَرَامَةَ , نا أَبُو أُسَامَةَ , عَنِ الْوَلِيدِ بْنِ كَثِيرٍ , عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ عَبَّادِ بْنِ جَعْفَرٍ , عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ , عَنْ أَبِيهِ , قَالَ: سُئِلَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنِ الْمَاءِ وَمَا يَنُوبُهُ مِنَ الدَّوَابِّ وَالسِّبَاعِ , فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «إِذَا كَانَ الْمَاءُ قُلَّتَيْنِ لَمْ يَحْمِلِ الْخَبَثَ»

Sunan Daruquthni 8: Umar bin Ahmad bin Ali Ad Darbi menceritakan kepada kami, Muhammad bin Utsman bin Karamah mengabarkan kepada kami, Abu Usamah mengabarkan kepada kami, dari Al Walid bin Katsir, dari Muhammad bin Abbad bin Ja'far, dari Abdullah bin Abdullah bin Umar, dari ayahnya, ia mengatakan,

"Rasulullah SAW ditanya tentang air yang disinggahi oleh binatang ternak dan binatang buas, maka Nabi SAW pun menjawab, 'Jika airnya mencapai dua qullah, maka tidak mengandung kotoran'."

Sunan Daraquthni
9/4790

سنن الدارقطني 9: حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ سَعِيدٍ , نا أَحْمَدُ بْنُ عَبْدِ الْحَمِيدِ الْحَارِثِيُّ , نا أَبُو أُسَامَةَ , نا الْوَلِيدُ بْنُ كَثِيرٍ , عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ عَبَّادِ بْنِ جَعْفَرٍ , عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ , عَنْ أَبِيهِ , عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَحْوَهُ. قَالَ الشَّيْخُ أَبُو الْحَسَنِ: وَرَأَيْتُهُ فِي كِتَابٍ عَنْ أَبِي جَعْفَرٍ التِّرْمِذِيِّ , عَنِ الْحُسَيْنِ بْنِ عَلِيِّ بْنِ الْأَسْوَدِ , عَنْ أَبِي أُسَامَةَ , عَنِ الْوَلِيدِ بْنِ كَثِيرٍ , عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ عَبَّادِ بْنِ جَعْفَرٍ بِهَذَا الْإِسْنَادِ , وَذَكَرَهُ جَعْفَرُ بْنُ الْمُغَلِّسِ , حَدَّثَنِي عَلِيُّ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ أَبِي الْخَصِيبِ , نا أَبُو أُسَامَةَ , ثنا الْوَلِيدُ بْنُ كَثِيرٍ , عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ عَبَّادِ بْنِ جَعْفَرٍ بِهَذَا مِثْلَهُ. قَالَ الشَّيْخُ أَبُو الْحَسَنِ: فَاتَّفَقَ عُثْمَانُ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ , وَعَبْدُ اللَّهِ بْنُ الزُّبَيْرِ الْحُمَيْدِيُّ , وَمُحَمَّدُ بْنُ حَسَّانَ الْأَزْرَقُ , وَيَعِيشُ بْنُ الْجَهْمِ , وَمُحَمَّدُ بْنُ عُثْمَانَ بْنِ كَرَامَةَ , وَالْحُسَيْنُ بْنُ عَلِيِّ بْنِ الْأَسْوَدِ , وَأَحْمَدُ بْنُ عَبْدِ الْحَمِيدِ الْحَارِثِيُّ , وَأَحْمَدُ بْنُ زَكَرِيَّا بْنِ سُفْيَانَ الْوَاسِطِيُّ , وَعَلِيُّ بْنُ شُعَيْبٍ , وَعَلِيُّ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ أَبِي الْخَصِيبِ , وَأَبُو مَسْعُودٍ , وَمُحَمَّدُ بْنُ الْفُضَيْلِ الْبَلْخِيُّ فَرَوَوْهُ عَنْ أَبِي أُسَامَةَ , عَنِ الْوَلِيدِ بْنِ كَثِيرِ , عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ عَبَّادِ بْنِ جَعْفَرٍ , وَتَابَعَهُمُ الشَّافِعِيُّ , عَنِ الثِّقَةِ عِنْدَهُ , عَنِ الْوَلِيدِ بْنِ كَثِيرٍ , عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ عَبَّادِ بْنِ جَعْفَرٍ , وَقَالَ يَعْقُوبُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ الدَّوْرَقِيُّ: وَمَنْ ذَكَرْنَا مَعَهُ فِي أَوَّلِ الْكِتَابِ عَنْ أَبِي أُسَامَةَ , عَنِ الْوَلِيدِ بْنِ كَثِيرٍ , عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ جَعْفَرِ بْنِ الزُّبَيْرِ , فَلَمَّا اخْتَلَفَ عَلَى أَبِي أُسَامَةَ فِي إِسْنَادِهِ أَحْبَبْنَا أَنْ نَعْلَمَ مَنْ أَتَى بِالصَّوَابِ فَنَظَرْنَا فِي ذَلِكَ فَوَجَدْنَا شُعَيْبَ بْنَ أَيُّوبَ قَدْ رَوَاهُ , عَنْ أَبِي أُسَامَةَ , عَنِ الْوَلِيدِ بْنِ كَثِيرٍ عَلَى الْوَجْهَيْنِ جَمِيعًا , عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ جَعْفَرِ بْنِ الزُّبَيْرِ ثُمَّ أَتْبَعَهُ , عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ عَبَّادِ بْنِ جَعْفَرٍ فَصَحَّ الْقَوْلَانِ جَمِيعًا عَنْ أَبِي أُسَامَةَ وَصَحَّ أَنَّ الْوَلِيدَ بْنَ كَثِيرٍ رَوَاهُ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ جَعْفَرِ بْنِ الزُّبَيْرِ , وَعَنْ مُحَمَّدِ بْنِ عَبَّادِ بْنِ جَعْفَرٍ جَمِيعًا عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ عَنْ أَبِيهِ فَكَانَ أَبُو أُسَامَةَ مَرَّةً يُحَدِّثُ بِهِ عَنِ الْوَلِيدِ بْنِ كَثِيرٍ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ جَعْفَرِ بْنِ الزُّبَيْرِ وَمَرَّةً يُحَدِّثُ بِهِ عَنِ الْوَلِيدِ بْنِ كَثِيرٍ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ عَبَّادِ بْنِ جَعْفَرٍ. وَاللَّهُ أَعْلَمُ , فَأَمَّا حَدِيثُ شُعَيْبِ بْنِ أَيُّوبَ عَنْ أَبِي أُسَامَةَ عَنِ الْوَلِيدِ بْنِ كَثِيرٍ عَنِ الرَّجُلَيْنِ جَمِيعًا

Sunan Daruquthni 9: Ahmad bin Muhammad bin Sa'id menceritakan kepada kami, Ahmad bin Abdul Hamil Al Haritsi mengabarkan kepada kami, Abu Usamah mengabarkan kepada kami, Al Walid bin Katsir mengabarkan kepada kami, dari Muhammad bin Abbad bin Ja'far, dari Abdullah bin Abdullah bin Umar, dari ayahnya, dari Nabi SAW, serupa itu.

Syaikh Abu Al Hasan mengatakan, "Aku meriwayatkannya dalam suatu kitab, dari Abu Ja'far At-Tirmidzi, dari Al Husain bin Ali bin Al Aswad, dari Abu Usamah, dari Al Walid bin Katsir, dari Muhammad bin Abbad bin Ja'far, dengan isnad ini."

Disebutkan juga oleh Ja'far bin Al Mughallis, "Ali bin Muhammad bin Abu Al Khashib menceritakan kepadaku, Abu Usamah mengabarkan kepada kami, Al Walid bin Katsir mengabarkan kepada kami, dari Muhammad bin Abbad bin Ja'far, dengan (isnad ini) seperti itu."

Syaikh Abu Al Hasan mengatakan, "Utsman bin Abu Syaibah, Abdullah bin Az-Zubair Al Humaidi, Muhammad bin Hassan Al Azraq, Ya'isy bin Al Jahmi, Muhammad bin Utsman bin Karamah, Al Husain bin Ali bin Al Aswad, Ahmad bin Abdul Hamid Al Haritsi, Ahmad bin Zakariya bin Sufyan Al Wasithi, Ali bin Syu'aib, Ali bin Muhammad bin Abu Al Khashib, Abu Mas'ud dan Muhammad bin Al Fudhail Al Balkhi, mereka semua sama-sama meriwayatkannya dari Abu Usamah, dari Al Walid bin Katsir, dari Muhammad bin Abbad bin Ja'far. Riwayat mereka di-mutaba‘ah oleh Asy-Syafi'i dari seorang yang tsiqah dalam pandangannya, dari Al Walid bin Katsir, dari Muhammad bin Ja'far. Ya'qub bin Ibrahim Ad-Dauraqi dan orang-orang yang kami sebutkan bersamanya di awal kitab meriwayatkan dari Usamah bin Al Walid bin Katsir, dari Muhammad bin Ja'far bin Az Zubair.

Ketika ada perbedaan pada Abu Usamah dalam isnadnya, kami ingin mengetahui mana yang benar, maka kami perhatikan, lalu kami dapati bahwa Syu'aib bin Ayyub telah meriwayatkan dari Abu Usamah, dari Al Walid bin Katsir dari dua jalur yang keduanya bersumber dari Muhammad bin Ja'far bin Az-Zubair dan Muhammad bin Abbad, dan di-mutaba'ah (dikuatkan) dengan riwayat dari Muhammad bin Abbad bin Ja'far, sehingga dengan begitu kedua informasi itu benar adanya bahwa riwayat itu berasal dari Abu Usamah, benar juga bahwa Al Walid bin Katsir meriwayatkannya dari Muhammad bin Ja'far bin Az-Zubair dan dari Muhammad bin Abbad bin Ja'far, yang keduanya berasal dari Abdullah bin Abdullah bin Umar, dari ayahnya. Jadi, Abu Usamah pernah menceritakannya dari Al Walid bin Katsir, dari Muhammad bin Ja'far bin Az-Zubair, dan pernah juga menceritakannya dari Al Walid bin Katsir, dari Muhammad bin Abbad bin Ja'far. Wallahu a'lam. Adapun hadis Syu'aib bin Ayyub, dari Abu Usamah, dari Al Walid bin Katsir, bersumber dari kedua orang tersebut.

Sunan Daraquthni
10/4790

سنن الدارقطني 10: فَحَدَّثَنَا بِهِ أَبُو بَكْرٍ أَحْمَدُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ سَعْدَانَ الصَّيْدَلَانِيُّ بِوَاسِطَ , نا شُعَيْبُ بْنُ أَيُّوبَ , نا أَبُو أُسَامَةَ , عَنِ الْوَلِيدِ بْنِ كَثِيرٍ , عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ جَعْفَرِ بْنِ الزُّبَيْرِ , عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ , عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ , أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سُئِلَ عَنِ الْمَاءِ وَمَا يَنُوبُهُ مِنَ السِّبَاعِ وَالدَّوَابِّ , فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «إِذَا كَانَ الْمَاءُ قُلَّتَيْنِ لَمْ يَحْمِلِ الْخَبَثَ»

Sunan Daruquthni 10: Maka Abu Bakar Ahmad bin Muhammad bin Sa'dan Ash-Shaidalani menceritakannya kepada kami di Washit, Syu'aib bin Ayyub mengabarkan kepada kami, Abu Usamah mengabarkan kepada kami, dari Al Walid bin Katsir, dari Muhammad bin Ja'far bin Az-Zubair, dari Abdullah bin Abdullah bin Umar, dari Abdullah bin Umar, bahwa

Rasulullah SAW ditanya tentang air yang disinggahi oleh binatang ternak dan binatang buas, maka Rasulullah SAW bersabda, "Jika airnya mencapai dua qullah, maka tidak mengandung kotoran."

Sunan Daraquthni
11/4790

سنن الدارقطني 11: حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ سَعْدَانَ , نا شُعَيْبُ بْنُ أَيُّوبَ , نا أَبُو أُسَامَةَ , عَنِ الْوَلِيدِ بْنِ كَثِيرٍ , عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ عَبَّادِ بْنِ جَعْفَرٍ , عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ , عَنْ أَبِيهِ , عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِثْلَهُ

Sunan Daruquthni 11: Ahmad bin Muhammad bin Sa'dan menceritakan kepada kami, Syu'aib bin Ayyub mengabarkan kepada kami, Abu Usamah mengabarkan kepada kami, dari Al Walid bin Katsir, dari Muhammad bin Abbad bin Ja'far, dari Abdullah bin Abdullah bin Umar, dari ayahnya, dari Nabi SAW, seperti itu.

Sunan Daraquthni
12/4790

سنن الدارقطني 12: وَأَمَّا حَدِيثُ مُحَمَّدِ بْنِ الْفُضَيْلِ الْبَلْخِيِّ , فَحَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ الْحُسَيْنِ الرَّازِيُّ الضَّرِيرُ , نا عَلِيُّ بْنُ أُحْمَدَ الْفَارِسِيُّ , نا مُحَمَّدُ بْنُ الْفُضَيْلِ الْبَلْخِيُّ , نا أَبُو أُسَامَةَ , عَنِ الْوَلِيدِ بْنِ كَثِيرٍ , عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ عَبَّادٍ بْنِ جَعْفَرٍ , عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ , عَنْ أَبِيهِ , عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِثْلَهُ

Sunan Daruquthni 12: Adapun hadis Muhammad bin Al Fudhail Al Balkhi, Ahmad bin Muhammad bin Al Husain Ar-Razi yang buta menceritakan kepada kami, Ali bin Ahmad Al Farisi mengabarkan kepada kami, Muhammad bin Al Fudhail Al Balkhi mengabarkan kepada kami, Abu Usamah mengabarkan kepada kami, dari Al Walid bin Katsir, dari Muhammad bin Abbad bin Ja'far, dari Abdullah bin Abdullah bin Umar, dari ayahnya, dari Nabi SAW, seperti itu.

Sunan Daraquthni
13/4790

سنن الدارقطني 13: حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرٍ مُحَمَّدُ بْنُ عَلِيِّ بْنِ مُحَمَّدِ بْنِ سَهْلٍ الْإِمَامُ , نا الْحُسَيْنُ بْنُ عَلِيِّ بْنِ عَبْدِ الصَّمَدِ , ثنا بَحْرُ بْنُ الْحَكَمِ , نا عَبَّادُ بْنُ صُهَيْبٍ , نا الْوَلِيدُ بْنُ كَثِيرٍ , نا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرِ بْنِ الزُّبَيْرِ , عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ , عَنْ أَبِيهِ , أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سُئِلَ عَنِ الْمَاءِ وَمَا يَنُوبُهُ مِنَ الدَّوَابِّ وَالسِّبَاعِ فَقَالَ: «إِذَا كَانَ الْمَاءُ قُلَّتَيْنِ لَمْ يَحْمِلِ الْخَبَثَ»

Sunan Daruquthni 13: Abu Bakar Muhammad bin Ali bin Muhammad bin Sahl Al Imam menceritakan kepada kami, Al Husain bin Ali bin Abdush Shamad mengabarkan kepada kami, Bahr bin Al Hakam mengabarkan kepada kami, Abbad bin Shuhaib mengabarkan kepada kami, Al Walid bin Katsir mengabarkan kepada kami, Muhammad bin Ja'far bin Az-Zubair mengabarkan kepada kami, dari Ubaidullah bin Abdullah bin 'Umar, dari ayahnya, bahwa

Rasulullah SAW pernah ditanya mengenai air yang disinggahi oleh binatang ternak dan binatang buas, maka beliau menjawab: "Jika airnya mencapai dua qullah, maka tidak mengandung kotoran."

Sunan Daraquthni
14/4790

سنن الدارقطني 14: حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ نُوحٍ الْجُنْدِيسَابُورِيُّ , ثنا هَارُونُ بْنُ إِسْحَاقَ , ثنا الْمُحَارِبِيُّ اسْمُهُ عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ عُمَرَ ح ونا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ جَعْفَرِ بْنِ خُشَيْشٍ , نا يُوسُفُ بْنُ مُوسَى , نا جَرِيرٌ , ح ونا أَحْمَدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مُحَمَّدٍ الْوَكِيلُ , نا الْحَسَنُ بْنُ عَرَفَةَ , نا عَبْدَةُ بْنُ سُلَيْمَانَ , عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ إِسْحَاقَ , عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ جَعْفَرِ بْنِ الزُّبَيْرِ , عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَر , عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ قَالَ: سَمِعْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سُئِلَ عَنِ الْمَاءِ , يَكُونُ بِأَرْضِ الْفَلَاةِ وَمَا يَنُوبُهُ مِنَ الدَّوَابِّ وَالسِّبَاعِ , فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «إِذَا كَانَ الْمَاءُ قَدْرَ قُلَّتَيْنِ لَمْ يَحْمِلِ الْخَبَثَ» . قَالَ ابْنُ عَرَفَةَ: وَسَمِعْتُ هُشَيْمًا يَقُولُ: تَفْسِيرُ الْقُلَّتَيْنِ يَعْنِي الْجَرَّتَيْنِ الْكِبَارَ وَكَذَلِكَ رَوَاهُ إِبْرَاهِيمُ بْنُ سَعْدٍ , وَحَمَّادُ بْنُ سَلَمَةَ , وَيَزِيدُ بْنُ زُرَيْعٍ , وَعَبْدُ اللَّهِ بْنُ الْمُبَارَكِ , وَعَبْدُ اللَّهِ بْنُ نُمَيْرٍ , وَعَبْدُ الرَّحِيمِ بْنُ سُلَيْمَانَ , وَأَبُو مُعَاوِيَةَ الضَّرِيرُ , وَيَزِيدُ بْنُ هَارُونَ , وَإِسْمَاعِيلُ بْنُ عَيَّاشٍ , وَأَحْمَدُ بْنُ خَالِدٍ الْوَهْبِيُّ , وَسُفْيَانُ الثَّوْرِيُّ , وَسَعِيدُ بْنُ زَيْدٍ أَخُو حَمَّادِ بْنِ زَيْدٍ , وَزَائِدَةُ بْنُ قُدَامَةَ , عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ إِسْحَاقَ , عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ جَعْفَرِ بْنِ الزُّبَيْرِ , عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ , عَنْ أَبِيهِ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

Sunan Daruquthni 14: Muhammad bin Nuh Al Jundaisaburi menceritakan kepada kami, Harun bin Ishaq Al Hamdani mengabarkan kepada kami, Al Muharibi, yakni yang bernama Abdurrahman bin Umar mengabarkan kepada kami {h} Abdullah bin Ja'far bin Khusyaisy mengabarkan kepada kami, Yusuf bin Musa mengabarkan kepada kami, Jarir menceritakan kepada kami {h} Ahmad bin Abdullah bin Muhammad Al Wakil mengabarkan kepada kami, Al Hasan bin Arafah mengabarkan kepada kami, Abdah bin Sulaiman mengabarkan kepada kami, dari Muhammad bin Ishaq, dari Muhammad bin Ja'far bin Az-Zubair, dari Ubaidullah bin Abdullah bin Umar, dari Ibnu Umar, ia mengatakan,

"Aku mendengar Nabi SAW ditanya tentang air yang berada di kawasan terbuka (lapang) yang biasa disinggahi oleh binatang ternak dan binatang buas, maka Rasulullah SAW bersabda, 'Jika airnya mencapai ukuran dua qullah, maka tidak mengandung kotoran'."

Ibnu Arafah mengatakan, "Dan aku mendengar Husyaim mengatakan, 'Penafsiran dua qullah adalah dua kendi besar.'

Demikian juga yang diriwayatkan oleh Ibrahim bin Sa'd, Hammad bin Salamah, Yazid bin Zurai', Abullah bin Al Mubarak, Abdullah bin Numair, Abdurrahim bin Sulaiman, Abu Mu'awiyah yang buta, Yazid bin Harun, Isma'il bin Ayyasy, Ahmad bin Khalid Al Wahbi, Sufyan Ats-Tsauri, Sa'id bin Zaid saudaranya Hammad bin Zaid dan Zaidah bin Qudamah, dari Muhammad bin Ishaq, dari Muhammad bin Ja'far bin Az-Zubair, dari Ubaidillah bin Abdullah bin Umar, dari ayahnya, dari Nabi SAW."

Sunan Daraquthni
15/4790

سنن الدارقطني 15: حَدَّثَنَا أَبُو عَمْرٍو عُثْمَانُ بْنُ أَحْمَدَ الدَّقَّاقُ , نا عَلِيُّ بْنُ إِبْرَاهِيمَ الْوَاسِطِيِّ , نا مُحَمَّدُ بْنُ أَبِي نُعَيْمٍ , نا سَعِيدُ بْنُ زَيْدٍ , سَمِعْتُ مُحَمَّدَ بْنَ إِسْحَاقَ , حَدَّثَنِي مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ , عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ , عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ , قَالَ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ وَسَأَلَهُ رَجُلٌ عَنِ الْمَاءِ يَكُونُ بِأَرْضِ الْفَلَاةِ وَمَا يَنْتَابُهُ مِنَ الدَّوَابِّ وَالسِّبَاعِ فَقَالَ: «إِذَا بَلَغَ الْمَاءُ قُلَّتَيْنِ لَمْ يَحْمِلِ الْخَبَثَ»

Sunan Daruquthni 15: Abu Amr Utsman bin Ahmad Ad-Daqqaq menceritakan kepada kami, Ali bin Ibrahim Al Wasithi mengabarkan kepada kami, Muhammad bin Abu Nu'aim mengabarkan kepada kami, Sa'id bin Zaid mengabarkan kepada kami: Aku mendengar Muhammad bin Ishaq mengatakan: Muhammad bin Ja'far bin Az-Zubair menceritakan kepadaku, dari Ubaidullah bin Abdullah bin Umar, dari Abdullah bin Umar, ia mengatakan,

"Aku mendengar Rasulullah SAW, ketika seorang laki-laki bertanya kepada beliau tentang air yang berada di tanah lapang yang biasa disinggahi oleh binatang ternak dan binatang buas, beliau bersabda, 'Jika airnya mencapai dua qallah, maka air itu tidak mengandung kotoran'."

Sunan Daraquthni
16/4790

سنن الدارقطني 16: حَدَّثَنا أَحْمَدُ بْنُ كَامِلٍ , نا أَحْمَدُ بْنُ سَعِيدِ بْنِ شَاهِينَ , نا مُحَمَّدُ بْنُ سَعْدٍ , نا الْوَاقِدِيُّ , نا سُفْيَانُ الثَّوْرِيُّ , عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ إِسْحَاقَ , بِهَذَا الْإِسْنَادِ نَحْوَهُ

Sunan Daruquthni 16: Ahmad bin Kamil menceritakan kepada kami, Ahmad bin Sa'id bin Syahin mengabarkan kepada kami, Muhammad bin Sa'd mengabarkan kepada kami, Al Waqidi mengabarkan kepada kami, Sufyan Ats-Tsauri mengabarkan kepada kami, dari Muhammad bin Ishaq, dengan isnad ini, yang serupa dengannya.

Sunan Daraquthni
17/4790

سنن الدارقطني 17: حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ سَعْدَانَ , نا شُعَيْبُ بْنُ أَيُّوبَ , نا حُسَيْنُ بْنُ عَلِيٍّ , عَنْ زَائِدَةَ , عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ إِسْحَاقَ , نَحْوَهُ

Sunan Daruquthni 17: Ahmad bin Muhammad bin Sa'dan menceritakan kepada kami, Syu'aib bin Ayyub mengabarkan kepada kami, Husain bin Ali mengabarkan kepada kami, dari Ali, dari Zaidah, dari Muhammad bin Ishaq, serupa itu.

Sunan Daraquthni
18/4790

سنن الدارقطني 18: حَدَّثَنَا أَبُو سَهْلٍ أَحْمَدُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ زِيَادٍ , وَعُمَرُ بْنُ عَبْدِ الْعَزِيزِ بْنِ دِينَارٍ , قَالَا: حَدَّثَنَا أَبُو إِسْمَاعِيلَ التِّرْمِذِيُّ , نا مُحَمَّدُ بْنُ وَهْبٍ السُّلَمِيُّ , نا ابْنُ عَيَّاشٍ , عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ إِسْحَاقَ , عَنِ الزُّهْرِيِّ , عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ , عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ , عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ سُئِلَ عَنِ الْقَلِيبِ يُلْقَى فِيهِ الْجِيَفُ وَيَشْرَبُ مِنْهُ الْكِلَابُ وَالدَّوَابُّ , فَقَالَ: «مَا بَلَغَ الْمَاءُ قُلَّتَيْنِ فَمَا فَوْقَ ذَلِكَ لَمْ يُنَجِّسْهُ شَيْءٌ» . كَذَا رَوَاهُ مُحَمَّدُ بْنُ وَهْبٍ , عَنْ إِسْمَاعِيلَ بْنِ عَيَّاشٍ بِهَذَا الْإِسْنَادِ , وَالْمَحْفُوظُ عَنِ ابْنِ عَيَّاشٍ , عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ إِسْحَاقَ , عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ جَعْفَرِ بْنِ الزُّبَيْرِ , عنْ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ , عَنْ أَبِيهِ

Sunan Daruquthni 18: Sahl bin Ahmad bin Muhammad bin Ziyad dan Umar bin Abdul Aziz bin Dinar menceritakan kepada kami, keduanya mengatakan: Abu Isma'il At Tirmidzi menceritakan kepada kami, Muhammad bin Wahb As Sulami mengabarkan kepada kami, Ibnu Ayyasy mengabarkan kepada kami, dari Muhammad bin Ishaq, dari Az Zuhri, dari Ubaidullah bin Abdullah, dari Abu Hurairah, dari Nabi SAW, bahwa

Beliau ditanya tentang air sumur yang menampung kotoran dan tempat minumnya anjing serta binatang ternak, maka beliau bersabda, "Jika airnya mencapai dua qullah atau lebih, maka tidak dinajiskan oleh sesuatupun."

Demikian pula diriwayatkan oleh Muhammad bin Wahb, dari Isma'il bin Ayyasy dengan isnad ini, juga riwayat yang terpelihara dari Ibnu Ayyasy, dari Muhammad bin Ishaq, dari Muhammad bin Ja'far bin Az Zubair, dari Ubaidullah bin Abdullah bin Umar, dari ayahnya.

Sunan Daraquthni
19/4790

سنن الدارقطني 19: وَرُوِيَ عَنْ عَبْدِ الْوَهَّابِ بْنِ عَطَاءٍ , عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ إِسْحَاقَ , عَنِ الزُّهْرِيِّ , عَنْ سَالِمٍ , عَنْ أَبِيهِ , عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ , نا بِهِ مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ إِبْرَاهِيمَ , نا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ أَحْمَدَ بْنِ خُزَيْمَةَ , نا عَلِيُّ بْنُ سَلَمَةَ اللَّبَقِيُّ , نا عَبْدُ الْوَهَّابِ , بِذَلِكَ. وَرَوَاهُ عَاصِمُ بْنُ الْمُنْذِرِ بْنِ الزُّبَيْرِ بْنِ عَوَّامٍ , عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ , عَنْ أَبِيهِ , عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. فَكَانَ فِي هَذِهِ الرِّوَايَةِ قُوَّةٌ لِرِوَايَةِ مُحَمَّدِ بْنِ إِسْحَاقَ , عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ جَعْفَرِ بْنِ الزُّبَيْرِ , عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ , عَنْ أَبِيهِ , حَدَّثَ بِهِ عَنْ عَاصِمِ بْنِ الْمُنْذِرِ حَمَّادُ بْنُ سَلَمَةَ , وَخَالَفَهُ حَمَّادُ بْنُ زَيْدٍ , فَرَوَاهُ عَنْ عَاصِمِ بْنِ الْمُنْذِرِ , عَنْ أَبِي بَكْرِ بْنِ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ , عَنْ أَبِيهِ مَوْقُوفًا غَيْرَ مَرْفُوعٍ. وَكَذَلِكَ رَوَاهُ إِسْمَاعِيلُ بْنُ عُلَيَّةَ , عَنْ عَاصِمِ بْنِ الْمُنْذِرِ عَنْ رَجُلٍ لَمْ يُسَمِّهِ , عَنِ ابْنِ عُمَرَ مَوْقُوفًا أَيْضًا

Sunan Daruquthni 19: Diriwayatkan dari Abdul Wahhab bin 'Atha‘ dari Muhammad bin Ishaq, dari Az Zuhri, dari Salim, dari ayahnya, dari Nabi SAW. Muhammad bin Abdullah bin Ibrahim mengabarkannya kepada kami, Abdullah bin Ahmad bin Khuzaimah mengabarkan kepada kami, Ali bin Salamah Al-Labaqi mengabarkan kepada kami, Abdul Wahhab mengabarkan itu kepada kami. Ashim bin Al Mundzir bin Az-Zubair bin Al Awwam meriwayatkannya dari Ubaidullah bin Abdullah bin 'Umar, dari ayahnya, dari Nabi SAW. Maka riwayat ini kuat, karena periwayatan Muhammad bin Ishaq, dari Muhammad bin Ja'far bin Az-Zubair, dari Ubaidullah bin Abdullah bin 'Umar, dari ayahnya, disampaikan oleh Ashim bin Al Mundzir Hammad bin Salamah. Berbeda dengan jalur periwayatan Hammad bin Zaid, mereka meriwayatkannya dari Ashim bin Al Mundzir, dari Abu Bakar bin Ubaidullah bin Abdullah bin 'Umar, dari ayahnya secara mauquf dan tidak marfu'. Demikian juga yang diriwayatkan oleh Isma'il bin 'Ulayyah, dari Ashim bin Al Mudzir dari seorang laki-laki yang tidak disebutkan namanya, dari Ibnu 'Umar, secara mauquf juga.

Sunan Daraquthni
20/4790

سنن الدارقطني 20: فَأَمَّا حَدِيثُ حَمَّادِ بْنِ سَلَمَةَ , عَنْ عَاصِمِ بْنِ الْمُنْذِرِ , فَحَدَّثَنِي الْحُسَيْنُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ , نا الْحَسَنُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ الصَّبَّاحَ , نا يَزِيدُ بْنُ هَارُونَ , أنا حَمَّادُ بْنُ سَلَمَةَ , عَنْ عَاصِمِ بْنِ الْمُنْذِرِ بْنِ الزُّبَيْرِ , قَالَ: دَخَلْتُ مَعَ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ بُسْتَانًا فِيهِ مُقْرَاةُ مَاءٍ فِيهِ جِلْدُ بَعِيرٍ مَيِّتٍ فَتَوَضَّأَ مِنْهُ , فَقُلْتُ لَهُ: أَتَوَضَّأُ مِنْهُ وَفِيهِ جِلْدُ بَعِيرٍ مَيِّتٍ؟ , فَحَدَّثَنِي عَنْ أَبِيهِ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «إِذَا بَلَغَ الْمَاءُ قُلَّتَيْنِ أَوْ ثَلَاثًا لَمْ يُنَجِّسْهُ شَيْءٌ»

Sunan Daruquthni 20: Adapun hadis Hammad bin Salamah, dari Ashim bin Al Mundzir, Al Husain bin Isma'il menceritakan kepadaku, Al Hasan bin Muhammad bin Ash-Shabbah menceritakan kepada kami, Yazid bin Harun mengabarkan kepada kami, Hammad bin Salamah mengabarkan kepada kami, dari Ashim bin Al Mundzir bin Az-Zubair, ia menuturkan:

Aku bersama Ubaidullah bin Abdullah bin 'Umar masuk ke sebuah kebun yang terdapat tong air, dan di dalam tempat air itu terdapat kulit bangkai unta, lalu ia berwudhu darinya, maka aku katakan kepadanya: "Apakah aku boleh berwudhu darinya dan di dalamnya terdapat kulit unta yang telah mati?" Maka ia pun menceritakan kepadaku dari ayahnya, dari Nabi SAW, beliau bersabda: "Jika airnya mencapai dua atau tiga qullah, maka tidak dinajiskan oleh sesuatupun."

Sunan Daraquthni
21/4790

سنن الدارقطني 21: حَدَّثَنا أَبُو صَالِحٍ الْأَصْبَهَانِيُّ , نا أَبُو مَسْعُودٍ , أنا يَزِيدُ بْنُ هَارُونَ , أنا حَمَّادُ بْنُ سَلَمَةَ , بِهَذَا. وَلَمْ يَقُلْ: أَوْ ثَلَاثًا. وَكَذَلِكَ رَوَاهُ إِبْرَاهِيمُ بْنُ الْحَجَّاجِ , وَهُدْبَةُ بْنُ خَالِدٍ , وَكَامِلُ بْنُ طَلْحَةَ , عَنْ حَمَّادِ بْنِ سَلَمَةَ بِهَذَا الْإِسْنَادِ. قَالُوا فِيهِ: إِذَا بَلَغَ الْمَاءُ قُلَّتَيْنِ أَوْ ثَلَاثًا. نا بِهِ دَعْلَجُ بْنُ أَحْمَدَ , نا الْحَسَنُ بْنُ سُفْيَانَ , عَنْ إِبْرَاهِيمَ بْنِ الْحَجَّاجِ , وَهُدْبَةَ بْنِ خَالِدٍ ح. وَنا بِهِ الْقَاضِي أَبُو طَاهِرِ بْنُ نَصْرٍ , وَدَعْلَجُ بْنُ أَحْمَدَ قَالَا: حَدَّثَنَا مُوسَى بْنُ هَارُونَ , نا كَامِلُ بْنُ طَلْحَةَ قَالُوا: حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ سَلَمَةَ بِذَلِكَ. وَرَوَاهُ عَفَّانُ بْنُ مُسْلِمٍ , وَيَعْقُوبُ بْنُ إِسْحَاقَ الْحَضْرَمِيُّ , وَبِشْرُ بْنُ السَّرِيِّ , وَالْعَلَاءُ بْنُ عَبْدِ الْجَبَّارِ الْمَكِّيُّ , وَمُوسَى بْنُ إِسْمَاعِيلَ , وَعُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ مُحَمَّدٍ الْعَيْشِيُّ , عَنْ حَمَّادِ بْنِ سَلَمَةَ بِهَذَا الْإِسْنَادِ. وَقَالُوا فِيهِ: إِذَا كَانَ الْمَاءُ قُلَّتَيْنِ لَمْ يُنَجَّسْ وَلَمْ يَقُولُوا: أَوْ ثَلَاثًا

Sunan Daruquthni 21: Abu Shalih Al Ashbahani menceritakan kepada kami, Abu Mas'ud mengabarkan kepada kami, Yazid bin Harun memberitahukan kepada kami, Hammad bin Salamah memberitahukan kepada kami dengan (isnad) ini, namun ia tidak menyebutkan "atau tiga". Demikian juga yang diriwayatkan oleh Ibrahim Al Hajjaj, Hudbah bin Khalid dan Kamil bin Thalhah dari Salamah dengan isnad ini, mereka mengatakan dalam riwayatnya: "Apabila airnya mencapai dua atau tiga qullah." Da'laj bin Ahmad menceritakannya kepada kami, Al Husain bin Sufyan menceritakan kepada kami, dari Sufyan, dari Ibrahim Al Hajjaj dan Hudbah bin Khalid {h} Al Qadhi Abu Thahir bin Nashr dan Da'laj bin Ahmad mengabarkannya kepada kami, keduanya mengatakan: Musa bin Harun mengabarkan kepada kami, Kamil bin Thalhah mengabarkan kepada kami, mereka mengatakan: Hammad bin Salamah menyampaikan itu kepada kami. Ini diriwayatkan juga oleh Affan bin Muslim, Ya'qub bin Ishaq Al Hadhrami, Bisyr bin AsSari, Al 'Ala" bin Abdul Jabbar Al Makki, Musa bin Isma'il dan Ubaidullah bin Muhammad Al 'Asyiy dari Hammad bin Salamah dengan isnad ini, mereka mengatakan di dalam riwayatnya: "Apabila airnya mencapai dua qullah maka tidak menjadi najis" Mereka tidak mengatakan: "atau tiga (qullah)."

Sunan Daraquthni
22/4790

سنن الدارقطني 22: حَدَّثَنَا الْقَاضِي الْحُسَيْنُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ , نا الْحَسَنُ بْنُ مُحَمَّدٍ الزَّعْفَرَانِيُّ , نا عَفَّانُ , نا حَمَّادُ بْنُ سَلَمَةَ , نا عَاصِمُ بْنُ الْمُنْذِرِ , قَالَ: كُنَّا فِي بُسْتَانٍ لَنَا أَوْ لِعُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ فَحَضَرَتِ الصَّلَاةُ فَقَامَ عُبَيْدُ اللَّهِ إِلَى مِقْرًى فِي الْبُسْتَانِ فَجَعَلَ يَتَوَضَّأُ مِنْهُ وَفِيهِ جِلْدُ بَعِيرٍ مَيِّتٍ , فَقُلْتُ: أَتَوَضَّأُ مِنْهُ وَفِيهِ هَذَا الْجِلْدُ؟ , فَقَالَ حَدَّثَنِي أَبِي , عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «إِذَا كَانَ الْمَاءُ قُلَّتَيْنِ لَمْ يُنَجَّسْ»

Sunan Daruquthni 22: Al Qadhi Al Husain bin Isma'il menceritakan kepada kami, Al Hasan bin Muhammad Az-Za'farani mengabarkan kepada kami, Affan mengabarkan kepada kami, Hammad bin Salamah mengabarkan kepada kami, Ashim bin Al Mundzir mengabarkan kepada kami, ia mengatakan: Ketika kami sedang di kebun kami -atau kebun milik Ubaidullah bin Abdullah bin Umar-, tibalah waktu shalat, maka Ubaidullah pun berdiri menuju salah satu penampung air di kebun, lalu ia mengambil wudhu darinya, sementara di dalamnya terdapat kulit unta yang sudah mati, lalu aku katakan kepadanya, "Apakah aku boleh berwudhu darinya padahal di dalamnya terdapat kulit ini?" Ia pun berkata, "Ayahku telah menceritakan kepadaku dari Rasulullah SAW, (bahwa) beliau bersabda, 'Jika airnya mencapai dua qullah, maka tidak menjadi najis'."

Sunan Daraquthni
23/4790

سنن الدارقطني 23: حَدَّثَنَا الْقَاضِي الْحُسَيْنُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ , نا الْحَسَنُ بْنُ مُحَمَّدٍ الزَّعْفَرَانِيُّ , نا يَعْقُوبُ بْنُ إِسْحَاقَ , حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ سَلَمَةَ , ح وَنا أَبُو بَكْرٍ الشَّافِعِيُّ , نا بِشْرُ بْنُ مُوسَى , ح نا دَعْلَجُ بْنُ أَحْمَدَ , نا إِبْرَاهِيمُ بْنُ صَالِحٍ الشِّيرَازِيُّ , قَالَا: حَدَّثَنَا الْحُمَيْدِيُّ , قَالَ: نا بِشْرُ بْنُ السَّرِيِّ , وَالْعَلَاءُ بْنُ عَبْدِ الْجَبَّارِ , عَنْ حَمَّادِ بْنِ سَلَمَةَ , عَنْ عَاصِمِ بْنِ الْمُنْذِرِ , بِهَذَا الْإِسْنَادِ مِثْلَ قَوْلِ عَفَّانَ: «إِذَا كَانَ الْمَاءُ قُلَّتَيْنِ لَمْ يُنَجَّسْ»

Sunan Daruquthni 23: Al Qadhi Al Husain bin Isma'il menceritakan kepada kami, Al Hasan bin Muhammad Az-Za'rafani mengabarkan kepada kami, Ya'qub bin Ishaq mengabarkan kepada kami, Hammad bin Salamah mengabarkan kepada kami {h} Abu Bakar Asy-Syafi'I mengabari kami, Bisyr bin Musa mengabarkan kepada kami {h} Da'laj bin Ahmad mengabarkan kepada kami, Ibrahim bin Shalih Asy-Syirazi mengabarkan kepada kami, keduanya mengatakan: Al Humaidi menceritakan kepada kami, ia mengatakan: Bisyr bin As-Sari dan Al 'Ala' bin Abdul Jabbar menceritakan kepada kami dari Hammad bin Salamah, dari Ashim bin Al Mundzir dengan isnad ini seperti ucapan Affan: "Jika airnya mencapai dua qullah, maka tidak menjadi najis."

Sunan Daraquthni
24/4790

سنن الدارقطني 24: حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ زِيَادٍ , نا إِبْرَاهِيمُ بْنُ إِسْحَاقَ الْحَرْبِيُّ , نا مُوسَى , وَابْنُ عَائِشَةَ , قَالَا: حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ سَلَمَةَ , نا عَاصِمُ بْنُ الْمُنْذِرِ , بِهَذَا الْإِسْنَادِ مِثْلَهُ سَوَاءً: «إِذَا كَانَ الْمَاءُ قُلَّتَيْنِ فَإِنَّهُ لَا يُنَجَّسُ»

Sunan Daruquthni 24: Ahmad bin Muhammad bin Ziyad menceritakan kepada kami, Ibrahim bin Ishaq Al Harbi mengabarkan kepada kami, Musa dan Ibnu Aisyah mengabarkan kepada kami, keduanya mengatakan: Hammad bin Salamah menceritakan kepada kami, Ashim bin Al Mundzir mengabarkan kepada kami, dengan isnad ini seperti itu: "Jika airnya mencapai dua qullah, maka tidak menjadi najis."

Sunan Daraquthni
25/4790

سنن الدارقطني 25: حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ الْفَارِسِيُّ , نا إِسْحَاقُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ بْنِ عَبَّادٍ , قَالَ: قَرَأْنَا عَلَى عَبْدِ الرَّزَّاقِ , عَنْ إِبْرَاهِيمَ بْنِ مُحَمَّدٍ , عَنْ أَبِي بَكْرِ بْنِ عُمَرَ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ , عَنْ أَبِي بَكْرِ بْنِ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ , عَنْ أَبِيهِ , قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «إِذَا كَانَ الْمَاءُ قُلَّتَيْنِ لَمْ يُنَجِّسْهُ شَيْءٌ»

Sunan Daruquthni 25: Muhammad bin lsma'il Al Farisi menceritakan kepada kami, Ishaq bin Ibrahim bin Abbad mengabarkan kepada kami, ia mengatakan: Kami membacakan kepada Abdurrazzaq, dari Ibrahim bin Muhammad, dari Abu Bakar bin Umar bin Abdurrahman, dari Abu Bakar bin Ubaidullah bin Abdullah bin Umar, dari ayahnya, ia berkata, Rasulullah SAW bersabda, "Jika airnya mencapai dua qullah, maka tidak dinajiskan (tidak menjadi najis) oleh sesuatu pun."

Sunan Daraquthni
26/4790

سنن الدارقطني 26: حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ الْفَارِسِيُّ , نا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ الْحُسَيْنِ بْنِ جَابِرٍ , نا مُحَمَّدُ بْنُ كَثِيرٍ الْمِصِّيصِيُّ , عَنْ زَائِدَةَ , عَنْ لَيْثٍ , عَنْ مُجَاهِدٍ , عَنِ ابْنِ عُمَرَ , عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «إِذَا كَانَ الْمَاءُ قُلَّتَيْنِ فَلَا يُنَجِّسُهُ شَيْءٌ» رَفَعَهُ هَذَا الشَّيْخُ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ كَثِيرٍ , عَنْ زَائِدَةَ , وَرَوَاهُ مُعَاوِيَةُ بْنُ عَمْرٍو , عَنْ زَائِدَةَ مَوْقُوفًا وَهُوَ الصَّوَابُ

Sunan Daruquthni 26: Muhammad bin lsma'il Al Farisi menceritakan kepada kami, Abdullah bin Al Husain bin Jabir mengabarkan kepada kami, Muhammad bin Katsir Al Mishshishi mengabarkan kepada kami, dari Zaidah, dari Laits, dari Mujahid, dari Ibnu Umar, dari Nabi SAW, beliau bersabda, "Jika airnya mencapai dua qullah, maka tidak dinajiskan oleh sesuatu pun." Riwayat ini di-marfu'-kan (disandarkan kepada Nabi SAW) oleh Syaikh (guru kami) dari Muhammad bin Katsir dari Zaidah. Dan diriwayatkan pula oleh Mu'awiyah bin Amr, dari Zaidah secara mauquf, dan ini yang benar.

Sunan Daraquthni
27/4790

سنن الدارقطني 27: حَدَّثَنَا بِهِ الْقَاضِي الْحُسَيْنُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ , نا جَعْفَرُ بْنُ مُحَمَّدٍ الصَّائِغُ , نا مُعَاوِيَةُ بْنُ عَمْرٍو , نا زَائِدَةُ , عَنْ لَيْثٍ , عَنْ مُجَاهِدٍ , عَنِ ابْنِ عُمَرَ , مِثْلَهُ مَوْقُوفًا

Sunan Daruquthni 27: Al Qadhi Al Husain bin Isma'il menceritakan kepada kami, Ja'far bin Muhammad Ash Shaigh mengabarkan kepada kami, Mu'awiyah bin Amr mengabarkan kepada kami, Zaidah mengabarkan kepada kami dari Laits, dari Mujahid, dari Ibnu Umar, seperti itu secara mauquf.

Sunan Daraquthni
28/4790

سنن الدارقطني 28: نا دَعْلَجُ بْنُ أَحْمَدَ , نا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ شِيرَوَيْهِ , نا إِسْحَاقُ بْنُ رَاهَوَيْهِ , نا عَبْدُ الْعَزِيزِ بْنُ أَبِي رِزْمَةَ , عَنْ حَمَّادِ بْنِ زَيْدٍ , عَنْ عَاصِمِ بْنِ الْمُنْذِرِ , قَالَ: «الْقِلَالُ الْخَوَابِي الْعِظَامُ»

Sunan Daruquthni 28: Da'Iaj bin Ahmad menceritakan kepada kami, Abdullah bin Syirawaih mengabarkan kepada kami, Ishaq bin Rahawaih mengabarkan kepada kami, Abdul Aziz bin Abu Rizmah menceritakan kepada kami dari Hammad bin Zaid, dari Ashim bin Al Mundzir, ia mengatakan, "Guci Khawabi yang besar."

Sunan Daraquthni
29/4790

سنن الدارقطني 29: حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرٍ النَّيْسَابُورِيُّ , نا أَبُو حُمَيْدٍ الْمِصِّيصِيُّ , ثنا حَجَّاجٌ , نا ابْنُ جُرَيْجٍ , أَخْبَرَنِي مُحَمَّدُ بْنُ يَحْيَى , أَنَّ يَحْيَى بْنَ عُقَيْلٍ أَخْبَرَهُ , أَنْ يَحْيَى بْنَ يَعْمَرَ أَخْبَرَهُ , أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «إِذَا كَانَ الْمَاءُ قُلَّتَيْنِ لَمْ يَحْمِلْ نَجِسًا وَلَا بَأْسًا» . فَقُلْتُ لِيَحْيَى بْنِ عَقِيلٍ: قِلَالُ هَجَرَ؟ , قَالَ: قِلَالُ هَجَرَ فَأَظُنُّ أَنَّ كُلَّ قُلَّةٍ تَأْخُذُ فِرْقَيْنِ قَالَ ابْنُ جُرَيْجٌ: وَأَخْبَرَنِي لُوطٌ , عَنْ أَبِي إِسْحَاقَ , عَنْ مُجَاهِدٍ , أَنَّ ابْنَ عَبَّاسٍ قَالَ: «إِذَا كَانَ الْمَاءُ قُلَّتَيْنِ فَصَاعِدًا لَمْ يُنَجِّسْهُ شَيْءٌ»

Sunan Daruquthni 29: Abu Bakar An Naisaburi menceritakan kepada kami, Abu Humaid Al Mishshishi mengabarkan kepada kami, Hajjaj menceritakan kepada kami, Ibnu Juraij mengabarkan kepada kami, Muhammad bin Yahya mengabariku, Yahya bin Uqail mengabarinya bahwa Yahya bin Ya'mur telah mengabarinya, bahwa Nabi SAW pernah bersabda, "Jika airnya sebanyak dua qullah, maka tidak mengandung najis dan tidak pula kotoran" Lalu aku katakan kepada Yahya bin Uqail, "Guci Hajar?" Ia menjawab, "Guci Hajar." Sehingga aku menduga setiap qullah itu adalah dua faraq. Ibnu Juraij mengatakan: Luth mengabariku dari Abu Ishaq, dari Mujahid, bahwa Ibnu Abbas pernah mengatakan, "Jika air itu sebanyak dua qullah atau lebih, maka tidak dinajiskan oleh sesuatu pun."

Sunan Daraquthni
30/4790

سنن الدارقطني 30: حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرٍ النَّيْسَابُورِيُّ , ثنا مُحَمَّدُ بْنُ يَحْيَى , نا عَبْدُ الرَّزَّاقِ , أنا مَعْمَرٌ , عَنْ قَتَادَةَ , عَنْ أَنَسٍ , أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: " لَمَّا رُفِعْتُ إِلَى سِدْرَةِ الْمُنْتَهَى فِي السَّمَاءِ السَّابِعَةِ نَبْقُهَا مِثْلُ قِلَالِ هَجَرَ , وَوَرَقُهَا مِثْلُ آذَانِ الْفِيَلَةِ , يَخْرُجُ مِنْ سَاقِهَا نَهْرَانِ ظَاهِرَانِ وَنَهْرَانِ بَاطِنَانِ قُلْتُ: يَا جِبْرِيلُ مَا هَذَا؟ قَالَ: أَمَّا الْبَاطِنَانِ فَفِي الْجَنَّةِ وَأَمَّا الظَّاهِرَانِ فَالنِّيلُ وَالْفُرَاتُ "

Sunan Daruquthni 30: Abu Bakar An Naisaburi menceritakan kepada kami, Muhammad bin Yahya menceritakan kepada kami, Abdurrazzaq mengabarkan kepada kami, Ma'mar mengabarkan kepada kami dari Qatadah, dari Anas, bahwa Nabi SAW bersabda, "Ketika aku diangkat ke Sidratul Muntaha di langit ketujuh, pangkalnya seperti guci Hajar, dedaunannya seperti telinga-telinga gajah, dari betisnya keluar dua sungai yang lahir dan dua sungai yang batin. Lalu aku bertanya, 'Wahai Jibril, apa ini?' Jibril menjawab, 'Dua yang batin itu berada di surga, sedangkan dua yang lahir itu adalah Nil dan Efraf."

Sunan Daraquthni
31/4790

سنن الدارقطني 31: حَدَّثَنَا الْحَسَنُ بْنُ أَحْمَدَ بْنِ صَالِحٍ الْكُوفِيُّ , نا عَلِيُّ بْنُ الْحَسَنِ بْنِ هَارُونَ الْبَلَدِيُّ , نا إِسْمَاعِيلُ بْنُ الْحَسَنِ الْحَرَّانِيُّ , نا أَيُّوبُ بْنُ خَالِدٍ الْحَرَّانِيُّ , نا مُحَمَّدُ بْنُ عُلْوَانَ , عَنْ نَافِعٍ , عَنِ ابْنِ عُمَرَ , قَالَ: خَرَجَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي بَعْضِ أَسْفَارِهِ فَسَارَ لَيْلًا , فَمَرُّوا عَلَى رَجُلٍ جَالِسٍ عِنْدَ مُقْرَاةٍ لَهُ , فَقَالَ عُمَرُ: يَا صَاحِبُ الْمُقْرَاةِ أَوَلَغَتِ السِّبَاعُ اللَّيْلَةَ فِي مُقْرَاتِكَ , فَقَالَ لَهُ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «يَا صَاحِبُ الْمُقْرَاةِ لَا تُخْبِرْهُ هَذَا مُتَكَلِّفٌ لَهَا مَا حَمَلَتْ فِي بُطُونِهَا وَلَنَا مَا بَقِيَ شَرَابٌ وَطَهُورٌ»

Sunan Daruquthni 31: Al Hasan bin Ahmad bin Shalih Al Kufi menceritakan kepada kami, Ali bin Al Hasan bin Harun Al Baladi mengabarkan kepada kami, Isma'il bin Al Hasan Al Harrani mengabarkan kepada kami, Ayyub bin Khalid Al Harrani mengabarkan kepada kami, Muhammad bin Ulwan mengabarkan kepada kami dari Nafi', dari Ibnu Umar, ia menuturkan, "Rasulullah SAW berangkat pada malam hari dalam salah satu perjalanannya. Lalu mereka (rombongan beliau) melewati seorang laki-laki yang tengah duduk di pinggir kolamnya, lalu Umar berkata, 'Wahai pemilik kolam! Apakah ada binatang buas yang biasa minum di kolammu pada malam hari?' Lalu Nabi SAW berkata kepada si pemilik kolam itu, 'Janganlah engkau memberitahunya. Orang ini mengada-ada (memberatkan diri). Ini menjadi milik binatang yang telah memasukkannya ke dalam perutnya, sedangkan bagi kita merupakan minuman dan sarana bersuci.”

Sunan Daraquthni
32/4790

سنن الدارقطني 32: حَدَّثَنَا الْحَسَنُ بْنُ أَحْمَدَ , حَدَّثَنَا عَلِيٌّ , نا إِسْمَاعِيلُ , نا أَيُّوبُ بْنُ خَالِدٍ , نا خَطَّابُ بْنُ الْقَاسِمِ , عَنْ عَبْدِ الْكَرِيمِ الْجَزَرِيِّ , عَنْ نَافِعٍ , عَنِ ابْنِ عُمَرَ , عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَحْوَهُ

Sunan Daruquthni 32: Al Hasan bin Ahmad menceritakan kepada kami, Ali mengabarkan kepada kami, Isma'il mengabarkan kepada kami, Ayyub bin Khalid mengabarkan kepada kami, Khaththab bin Al Qasim mengabarkan kepada kami dari Abdul Karim Al Jazari, dari nafi', dari Ibnu Umar, dari Nabi SAW, riwayat serupa itu.

Sunan Daraquthni
33/4790

سنن الدارقطني 33: حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ سَعِيدٍ , ثنا إِبْرَاهِيمُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مُحَمَّدِ بْنِ سَالِمٍ السَّلُولِيُّ أَبُو سَالِمٍ , قَالَ: سَمِعْتُ أَبِي , قَالَ: سَمِعْتُ وَكِيعًا , يَقُولُ: «أَهْلُ الْعِلْمِ يَكْتُبُونَ مَا لَهُمْ وَمَا عَلَيْهِمْ , وَأَهْلُ الْأَهْوَاءِ لَا يَكْتُبُونَ إِلَّا مَا لَهُمْ»

Sunan Daruquthni 33: Ahmad bin Muhammad bin Sa'id menceritakan kepada kami, Ibrahim bin Abdullah bin Muhammad bin Salim As Saluli Abu Salim mengabarkan kepada kami, ia mengatakan: Aku mendengar ayahku mengatakan, ia berkata, "Aku mendengar Waki' mengatakan, -Para ahli ilmu menulis hak-hak dan kewajiban-kewajiban mereka, sedangkan ahlul ahwa‘ (para pengikut hawa nafsu) hanya menulis hak-hak mereka'."

Sunan Daraquthni
34/4790

سنن الدارقطني 34: حَدَّثَنَا أَحْمَدُ , نا إِبْرَاهِيمُ , نا أَبِي قَالَ: سَمِعْتُ يَحْيَى بْنَ أَبِي زَائِدَةَ , يَقُولُ: «كِتَابَةُ الْحَدِيثِ خَيْرٌ مِنْ مَوْضِعِهِ»

Sunan Daruquthni 34: Ahmad menceritakan kepada kami, Ibrahim mengabarkan kepada kami, Ayahku mengabarkan kepadaku dan mengatakan, "Aku mendengar Yahya bin Abu Zaidah berkata, 'Menulis hadis lebih baik daripada menyimpannya'."

Sunan Daraquthni
35/4790

سنن الدارقطني 35: حَدَّثَنَا عَبْدُ الصَّمَدِ بْنُ عَلِيٍّ , وَبُرْهَانُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ عَلِيِّ بْنِ الْحَسَنِ الدَّيْنَوَرِيُّ , قَالَا: حَدَّثَنَا عُمَيْرُ بْنُ مِرْدَاسٍ , نا مُحَمَّدُ بْنُ بُكَيْرٍ الْحَضْرَمِيُّ , نا الْقَاسِمُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ الْعُمَرِيُّ , عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ الْمُنْكَدِرِ , عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ , قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «إِذَا بَلَغَ الْمَاءُ أَرْبَعِينَ قُلَّةً فَإِنَّهُ لَا يَحْمِلُ الْخَبَثَ» . كَذَا رَوَاهُ الْقَاسِمُ الْعُمَرِيُّ عَنِ ابْنِ الْمُنْكَدِرِ عَنْ جَابِرِ وَوَهَمَ فِي إِسْنَادِهِ وَكَانَ ضَعِيفًا كَثِيرَ الْخَطَأِ , وَخَالَفَهُ رَوْحُ بْنُ الْقَاسِمِ وَسُفْيَانُ الثَّوْرِيُّ وَمَعْمَرُ بْنُ رَاشِدٍ رَوَوْهُ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ الْمُنْكَدِرِ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو مَوْقُوفًا وَرَوَاهُ أَيُّوبُ السَّخْتِيَانِيُّ عَنِ ابْنِ الْمُنْكَدِرِ مِنْ قَوْلِهِ: لَمْ يُجَاوِزْهُ

Sunan Daruquthni 35: Abdush Shamad bin Ali dan Burhan Muhammad bin Ali bin Al Hasan Ad-Dinawari menceritakan kepada kami, keduanya mengatakan: Umair bin Mirdas menceritakan kepada kami, Muhammad bin Bukair Al Hadhrami mengabarkan kepada kami, Al Qasim bin Abdullah Al Umari mengabarkan kepada kami dari Muhammad bin Al Munkadir, dari Jabir bin Abdullah, ia berkata, Rasulullah SAW bersabda:

“Jika airnya mencapai empat puluh qullah, maka tidak mengandung kotoran."*

Demikian juga diriwayatkan oleh Al Qasim Al Umari dari Ibnu Al Mundakir, dari jabir, namun ada keraguan dalam isnadnya karena ia lemah dan sering keliru. Riwayat ini diselisihi oleh Rauh bin Al Qasim, Sufyan Ats-Tsauri dan Ma'mar bin Rasyid, mereka meriwayatkannya dari Muhammad bin Al Munkadir, dari Abdullah bin Amr secara mauquf.

Diriwayatkan juga oleh Ayyub As Sakhtiyani dari Ibnu Al Munkadir dari ucapannya sendiri dan tidak melebihkannya.**

Sunan Daraquthni
36/4790

سنن الدارقطني 36: أَخْبَرَنَا أَحْمَدُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ زِيَادٍ , نا إِبْرَاهِيمُ الْحَرْبِيُّ , نا عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ عُمَرَ , نا يَزِيدُ بْنُ زُرَيْعٍ , عَنْ رَوْحِ بْنِ الْقَاسِمِ , عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ الْمُنْكَدِرِ , عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو , قَالَ: «إِذَا بَلَغَ الْمَاءُ أَرْبَعِينَ قُلَّةً لَمْ يُنَجَّسْ»

Sunan Daruquthni 36: Ahmad bin Muhammad bin Ziyad menceritakan kepada kami, Ibrahim Al Harbi mengabarkan kepada kami, Ubaidullah bin Umar mengabarkan kepada kami, Yazid bin Zurai' mengabarkan kepada kami dari Rauh bin Al Qasim, dari Muhammad bin Al Munkadir, dari Abdullah bin Amr, ia mengatakan, "Jika airnya mencapai empat puluh qullah maka tidak menjadi najis."

Sunan Daraquthni
37/4790

سنن الدارقطني 37: حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ مَخْلَدٍ , نا مُحَمَّدُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ الْحَسَّانِيُّ , نا وَكِيعٌ , ح وَنا جَعْفَرُ بْنُ مُحَمَّدٍ الْوَاسِطِيُّ , نا مُوسَى بْنُ إِسْحَاقَ , نا أَبُو بَكْرٍ , نا وَكِيعٌ , ح وَنا أَحْمَدُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ زِيَادٍ , نا إِبْرَاهِيمُ الْحَرْبِيُّ , نا أَبُو نُعَيْمٍ , جَمِيعًا عَنْ سُفْيَانَ , عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ الْمُنْكَدِرِ , عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو , قَالَ: «إِذَا كَانَ الْمَاءُ أَرْبَعِينَ قُلَّةً لَمْ يُنَجِّسْهُ شَيْءٌ»

Sunan Daruquthni 37: Muhammad bin Makhlad menceritakan kepada kami, Muhammad bin Isma'il Al Hassani mengabarkan kepada kami, Waki' mengabarkan kepada kami {h} Ja'far bin Muhammad Al Wasithi mengabarkan kepada kami, Musa bin Ishaq mengabarkan kepada kami, Abu Bakar mengabarkan kepada kami, Waki' mengabarkan kepada kami, {h} Ahmad bin Muhammad bin Ziyad mengabarkan kepada kami, Ibrahim Al Harbi mengabarkan kepada kami, Abu Nu'aim mengabarkan kepada kami, semuanya dari Sufyan, dari Muhammad bin Al Munkadir, dari Abdullah bin Amr, ia berkata, "Jika airnya sebanyak empat puluh qullah, maka tidak dinajiskan oleh sesuatu pun.

Sunan Daraquthni
38/4790

سنن الدارقطني 38: حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ بْنُ مُحَمَّدٍ الصَّفَّارُ , نا أَحْمَدُ بْنُ مَنْصُورٍ الرَّمَادِيُّ , نا عَبْدُ الرَّزَّاقِ , نا الثَّوْرِيُّ , وَمَعْمَرٌ , عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ الْمُنْكَدِرِ , عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو , مِثْلَهُ سَوَاءً

Sunan Daruquthni 38: Isma'il bin Muhammad Ash-Shaffar menceritakan kepada kami, Ahmad bin Manshur Ar Ramadi mengabarkan kepada kami, Abdurrazzaq mengabarkan kepada kami, Ats Tsauri dan Ma'mar mengabarkan kepada kami dari Muhammad bin Al Munkadir, dari Abdullah bin Amr sama seperti itu.

Sunan Daraquthni
39/4790

سنن الدارقطني 39: حَدَّثَنَا الْقَاضِي الْحُسَيْنُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ , نا الْحَسَنُ بْنُ أَبِي الرَّبِيعِ , نا عَبْدُ الرَّزَّاقِ , أنا مَعْمَرٌ , عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ الْمُنْكَدِرِ , عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو , قَالَ: «إِذَا كَانَ الْمَاءُ أَرْبَعِينَ قُلَّةً لَمْ يُنَجِّسْهٌ شَيْءٌ»

Sunan Daruquthni 39: Al Qadhi Al Husain bin Isma'il menceritakan kepada kami, Al Hasan bin Abu Ar Rabi' mengabarkan kepada kami, Abdurrazzaq mengabarkan kepada kami, Ma'mar memberitahukan kepada kami dari Muhammad bin Al Munkadir, dari Abdullah bin Amr, ia mengatakan, "Jika airnya sebanyak empat puluh qullah, maka tidak dinajiskan oleh sesuatu pun."

Sunan Daraquthni
40/4790

سنن الدارقطني 40: حَدَّثَنَا جَعْفَرُ بْنُ مُحَمَّدٍ الْوَاسِطِيُّ , نا مُوسَى بْنُ إِسْحَاقَ , نا أَبُو بَكْرٍ , نا ابْنُ عُلَيَّةَ , عَنْ أَيُّوبَ , عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ الْمُنْكَدِرِ , قَالَ: «إِذَا بَلَغَ الْمَاءُ أَرْبَعِينَ قُلَّةً لَمْ يُنَجَّسْ» , أَوْ كَلِمَةً نَحْوَهَا

Sunan Daruquthni 40: Ja'far bin Muhammad Al Wasithi menceritakan kepada kami, Musa bin Ishaq mengabarkan kepada kami, Abu Bakar menceritakan kepada kami, Ibnu Ulayyah mengabarkan kepada kami dari Ayyub, dari Muhammad bin Al Munkadir, ia mengatakan, "Jika airnya mencapai empat puluh qullah, maka tidak menjadi najis." Atau kalimat lain yang menyerupainya.

Sunan Daraquthni
41/4790

سنن الدارقطني 41: حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ زِيَادٍ , نا إِبْرَاهِيمُ بْنُ إِسْحَاقَ الْحَرْبِيُّ , نا هَارُونُ بْنُ مَعْرُوفٍ , نا بِشْرُ بْنُ السَّرِيِّ , عَنِ ابْنِ لَهِيعَةَ , عَنْ يَزِيدَ بْنِ أَبِي حَبِيبٍ , عَنْ سُلَيْمَانَ بْنِ سِنَانٍ , عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ أَبِي هُرَيْرَةَ , عَنْ أَبِيهِ , رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: «إِذَا كَانَ الْمَاءُ قَدْرَ أَرْبَعِينَ قُلَّةً لَمْ يَحْمِلْ خَبَثًا» . كَذَا قَالَ وَخَالَفَهُ غَيْرُ وَاحِدٍ رَوَوْهُ , عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ , فَقَالُوا: أَرْبَعِينَ غَرْبًا , وَمِنْهُمْ مَنْ قَالَ: أَرْبَعِينَ دَلْوًا , سُلَيْمَانُ بْنُ سِنَانٍ , سَمِعَ ابْنَ عَبَّاسٍ , وَأَبَا هُرَيْرَةَ , كَذَا ذَكَرَهُ الْبُخَارِيُّ

Sunan Daruquthni 41: Ahmad bin Muhammad bin Ziyad menceritakan kepada kami, Ibrahim bin Ishaq Al Harbi mengabarkan kepada kami, Harun bin Ma'ruf mengabarkan kepada kami, Bisyr bin As-Sari mengabarkan kepada kami dari Ibnu Lahi'ah, dari Yazid bin Abu Habib, dari Sulaiman bin Sinan, dari Abdurrahman bin Abu Hurairah, dari ayahnya RA-, ia mengatakan,

"Jika airnya sekitar empat puluh qullah, maka tidak mengandung kotoran."*

Demikianlah yang dikatakannya, namun riwayat ini diselisihi oleh lebih dari satu orang, yang mana mereka meriwayatkannya dari Abu Hurairah dengan redaksi: "empat puluh gayung." Di antara mereka ada juga yang mengatakan, "empat puluh ember". Sulaiman bin Sinan mendengar Ibnu Abbas dan Abu Hurairah. Demikian yang disebutkan oleh Al Bukhari.**

Sunan Daraquthni
42/4790

سنن الدارقطني 42: حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ مُوسَى الْبَزَّازُ , نا عَلِيُّ بْنُ السَّرَّاجٍ , نا أَبُو شُرَحْبِيلَ عِيسَى بْنُ خَالِدٍ , نا مَرْوَانُ بْنُ مُحَمَّدٍ , نا رِشْدِينُ بْنُ سَعْدٍ , نا مُعَاوِيَةُ بْنُ صَالِحٍ , عَنْ رَاشِدِ بْنِ سَعْدٍ , عَنْ ثَوْبَانَ , رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ , قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «الْمَاءُ طَهُورٌ إِلَّا مَا غَلَبَ عَلَى رِيحِهِ أَوْ عَلَى طَعْمِهِ»

Sunan Daruquthni 42: Muhammad bin Musa Al Bazzaz menceritakan kepada kami, Ali bin As-Sarraj mengabarkan kepada kami, Abu Surahbil Isya bin Khalid mengabarkan kepada kami, Marwan bin Muhammad mengabarkan kepada kami, Risydin bin Sa'd mengabarkan kepada kami, Mu'awiyah bin Shalih mengabarkan kepada kami, dari Rasyid bin Sa'd, dari Tsauban RA, ia berkata, Rasulullah SAW bersabda:

"Air itu suci (lagi menyucikan) kecuali apabila aroma atau rasanya berubah."

Sunan Daraquthni
43/4790

سنن الدارقطني 43: حَدَّثَنَا ابْنُ الصَّوَّافِ , نا حَامِدُ بْنُ شُعَيْبٍ , نا سُرَيْجٌ , نا أَبُو إِسْمَاعِيلَ الْمُؤَدِّبُ , وَأَبُو مُعَاوِيَةَ , عَنِ الْأَحْوَصِ , عَنْ رَاشِدِ بْنِ سَعْدٍ , قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «لَا يُنَجِّسُ الْمَاءَ إِلَّا مَا غَيَّرَ طَعْمَهُ أَوْ رِيحَهُ» . لَمْ يُجَاوِزْ بِهِ رَاشِدًا , وَأَسْنَدَهُ الْغُضَيْضِيُّ عَنْ أَبِي أُمَامَةَ

Sunan Daruquthni 43: Ibnu Ash-Shawaf menceritakan kepada kami, Hamid bin Syu'aib mengabarkan kepada kami, Suraij mengabarkan kepada kami, Abu Isma'il Al Muaddib dan Abu Mu'awiyah mengabarkan kepada kami, dari Al Ahwash, dari Rasyid bin Sa'd, ia berkata, Rasulullah SAW bersabda:

"Tidak ada yang menajiskan air kecuali yang merubah rasa atau aromanya."

Rasyid tidak melebihi itu dalam meriwayatkannya, sementara Al Ghudhaidhi menyandarkannya dari Abu Umamah.

Sunan Daraquthni
44/4790

سنن الدارقطني 44: حَدَّثَنَا دَعْلَجُ بْنُ أَحْمَدَ , نا أَحْمَدُ بْنُ عَلِيٍّ الْأَبَّارُ , نا مُحَمَّدُ بْنُ يُوسُفَ الْغُضَيْضِيُّ , نا رِشْدِينُ بْنُ سَعْدٍ أَبُو الْحَجَّاجِ , عَنْ مُعَاوِيَةَ بْنِ صَالِحٍ , عَنْ رَاشِدِ بْنِ سَعْدٍ , عَنْ أَبِي أُمَامَةَ الْبَاهِلِيِّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ , عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «لَا يُنَجِّسُ الْمَاءَ شَيْءٌ إِلَّا مَا غَيَّرَ رِيحَهُ أَوْ طَعْمَهُ» . لَمْ يَرْفَعْهُ غَيْرُ رِشْدِينَ بْنِ سَعْدٍ عَنْ مُعَاوِيَةَ بْنِ صَالِحٍ وَلَيْسَ بِالْقَوِيِّ , وَالصَّوَابُ فِي قَوْلِ رَاشِدٍ

Sunan Daruquthni 44: Da'laj bin Ahmad menceritakan kepada kami, Ahmad bin Ali Al Abbar mengabarkan kepada kami, Muhammad bin Yusuf Al Ghudhaidhi mengabarkan kepada kami, Risydin bin Sa'd Abu Al Hajjaj mengabarkan kepada kami, dari Mu'awiyah bin Shalih, dari Rasyid bin Sa'd, dari Abu Umamah Al Bahili RA, dari Nabi SAW, beliau bersabda:

"Tidak ada sesuatu pun yang menajiskan air kecuali yang merubah aroma atau rasanya."

Tidak ada yang menjadikannya marfu' selain Risydin bin Sa'd dari Mu'awiyah bin Shalih, namun itu pun tidak kuat. Yang benar adalah ucapannya Rasyid.

Sunan Daraquthni
45/4790

سنن الدارقطني 45: حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْحُسَيْنِ الْحَرَّانِيُّ أَبُو سُلَيْمَانَ , نا عَلِيُّ بْنُ أَحْمَدَ الْجُرْجَانِيُّ , نا مُحَمَّدُ بْنُ مُوسَى الْحَرَشِيُّ , نا فُضَيْلُ بْنُ سُلَيْمَانَ النُّمَيْرِيُّ , عَنْ أَبِي حَازِمٍ , عَنْ سَهْلِ بْنِ سَعْدٍ , عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «الْمَاءُ لَا يُنَجِّسُهُ شَيْءٌ»

Sunan Daruquthni 45: Muhammad bin Al Husain Al Harrani Abu Sulaiman menceritakan kepada kami, Ali bin Ahmad Al Jurjani mengabarkan kepada kami, Muhammad bin Musa Al Jurasyi mengabarkan kepada kami, Fudhail bin Sulaiman An-Numairi mengabarkan kepada kami, dari Abu Hazim, dari Sahl bin Sa'd, dari Nabi SAW, beliau bersabda:

"Air itu tidak dinajiskan oleh sesuatu pun.'

Sunan Daraquthni
46/4790

سنن الدارقطني 46: حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرٍ الشَّافِعِيُّ , نا مُحَمَّدُ بْنُ شَاذَانَ , نا مُعَلَّى بْنُ مَنْصُورٍ , نا عِيسَى بْنُ يُونُسَ , نا الْأَحْوَصُ بْنُ حَكِيمٍ , عَنْ رَاشِدِ بْنِ سَعْدٍ , قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «الْمَاءُ لَا يُنَجِّسُهُ شَيْءٌ إِلَّا مَا غَلَبَ عَلَيْهِ رِيحُهُ أَوْ طَعْمُهُ» . مُرْسَلٌ وَوَقَفَهُ أَبُو أُسَامَةَ عَلَى رَاشِدٍ

Sunan Daruquthni 46: Abu Bakar Asy Syafi'i menceritakan kepada kami, Muhammad bin Syadzan mengabarkan kepada kami, Mu'alla bin Manshur mengabarkan kepada kami, Isa bin Yunus mengabarkan kepada kami, Al Ahwash bin Hakim mengabarkan kepada kami, dari Rasyid bin Sa'd, ia berkata, Rasulullah SAW pernah bersabda:

"Air itu tidak dinajiskan oleh sesuatu pun, kecuali yang merubah aromanya atau rasanya."

Riwayat ini mursal. Sedangkan Abu Usamah menyatakan mauquf pada Rasyid.

Sunan Daraquthni
47/4790

سنن الدارقطني 47: حَدَّثَنَا الْحُسَيْنُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ , نا أَبُو الْبَخْتَرِيِّ , نا أَبُو أُسَامَةَ , نا الْأَحْوَصُ بْنُ حَكِيمٍ , عَنْ أَبِي عَوْنٍ , وَرَاشِدِ بْنِ سَعْدٍ , قَالَا: «الْمَاءُ لَا يُنَجِّسُهُ شَيْءٌ إِلَّا مَا غَيَّرَ رِيحَهُ أَوْ طَعْمَهُ»

Sunan Daruquthni 47: Al Husain bin Isma'il menceritakan kepada kami, Abu Al Bakhtari mengabarkan kepada kami, Abu Usamah mengabarkan kepada kami, Al Ahwash bin Hakim mengabarkan kepada kami, dari Abu Aun dan Rasyid bin Sa'd, keduanya mengatakan, "Air itu tidak dinajiskan oleh sesuatu pun, kecuali yang merubah aromanya atau rasanya.

Sunan Daraquthni
48/4790

سنن الدارقطني 48: حَدَّثَنَا يَعْقُوبُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ الْبَزَّازُ , نا الْحَسَنُ بْنُ عَرَفَةَ , نا هُشَيْمُ , عَنْ دَاوُدِ بْنِ أَبِي هِنْدَ , سَمِعْتُ سَعِيدَ بْنَ الْمُسَيِّبِ , يَقُولُ: «إِنَّ الْمَاءَ طَهُورٌ كُلُّهُ لَا يُنَجِّسُهُ شَيْءٌ»

Sunan Daruquthni 48: Ya'qub bin Ibrahim Al Bazzaz menceritakan kepada kami, Al Hasan bin Arafah mengabarkan kepada kami, Husyaim mengabarkan kepada kami, dari Daud bin Abu Hind: "Aku mendengar Sa'id bin Al Musayyab mengatakan, 'Sesungguhnya semua air itu suci (lagi menyucikan), tidak dinajiskan oleh sesuatu pun'."

Sunan Daraquthni
49/4790

سنن الدارقطني 49: حَدَّثَنَا جَعْفَرُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ أَحْمَدَ الْوَاسِطِيُّ , نا مُوسَى بْنُ إِسْحَاقَ , نا أَبُو بَكْرٍ يَعْنِي ابْنَ أَبِي شَيْبَةَ , نا ابْنُ عُلَيَّةَ , عَنْ دَاوُدَ بْنِ أَبِي هِنْدَ , عَنْ سَعِيدِ بْنِ الْمُسَيِّبِ , سَأَلْنَاهُ عَنِ الْغُدْرَانِ وَالْحِيَاضِ تَلِغُ فِيهَا الْكِلَابُ , قَالَ: «أُنْزِلَ الْمَاءُ طَهُورًا لَا يُنَجِّسُهُ شَيْءٌ»

Sunan Daruquthni 49: Ja'far bin Muhammad bin Ahmad Al Wasithi menceritakan kepada kami, Musa bin Ishaq mengabarkan kepada kami, Abu Bakar, yakni Ibnu Abi Syaibah mengabarkan kepada kami, Ibnu Ulayyah mengabarkan kepada kami, dari Daud bin Abu Hind, dari Sa'id bin Al Musayyab: Kami menanyakan kepadanya tentang sungai dan bekas haid yang bercampur dengan (bangkai) anjing. Ia pun berkata, ''Air itu diturunkan dalam kondisi suci (lagi menyucikan), tidak dinajiskan oleh sesuatu pun."

Sunan Daraquthni
50/4790

سنن الدارقطني 50: حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ الْفَارِسِيُّ , وَعُثْمَانُ بْنُ مُحَمَّدٍ الدَّقَّاقُ , قَالَا: حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ أَبِي طَالِبٍ , أنا عَبْدُ الْوَهَّابِ , أنا دَاوُدُ , عَنْ سَعِيدِ بْنِ الْمُسَيِّبِ , قَالَ: «أَنْزَلَ اللَّهُ تَعَالَى الْمَاءَ طَهُورًا فَلَا يُنَجِّسُهُ شَيْءٌ»

Sunan Daruquthni 50: Muhammad bin Isma'il Al farisi dan Utsman bin Ahmad Ad-Daqqaq menceritakan kepada kami, keduanya mengatakan: Yahya bin Abu Thalib* menceritakan kepada kami, Abdul Wahhab memberitahukan kepada kami, Daud memberitahukan kepada kami, dari Sa'id bin Al Musayyab, ia mengatakan:

Allah Ta'ala menurunkan air dalam keadaan suci (lagi menyucikan), tidak dinajiskan oleh sesuatu pun.

Sunan Daraquthni
51/4790

سنن الدارقطني 51: حَدَّثَنَا إِسْحَاقُ بْنُ مُحَمَّدٍ الزَّيَّاتُ , نا يُوسُفُ بْنُ مُوسَى , نا أَبُو أُسَامَةَ , ح وَحَدَّثَنَا الْقَاضِي الْحُسَيْنُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ , نا مُحَمَّدُ بْنُ أَحْمَدَ بْنِ أَبِي عَوْنٍ , وَمُحَمَّدُ بْنُ عُثْمَانَ بْنِ كَرَامَةَ , قَالَا: نا أَبُو أُسَامَةَ , عَنِ الْوَلِيدِ بْنِ كَثِيرٍ , ح وَثنا الْقَاضِي الْحُسَيْنُ , نا يَعْقُوبُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ الدَّوْرَقِيُّ , نا أَبُو أُسَامَةَ , ثنا الْوَلِيدُ بْنُ كَثِيرٍ الْمَخْزُومِيُّ , عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ كَعْبٍ الْقُرَظِيِّ , عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ رَافِعِ بْنِ خَدِيجٍ , عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ , قَالَ: قِيلَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّا نَتَوَضَّأُ مِنْ بِئْرِ بُضَاعَةَ وَهِيَ يُلْقَى فِيهَا الْمَحِيضُ وَالنَّتْنُ - وَقَالَ يُوسُفُ: وَالْجِيَفُ - وَقَالُوا: وَلُحُومُ الْكِلَابِ , فَقَالَ: «إِنَّ الْمَاءَ طَهُورٌ لَا يُنَجِّسُهُ شَيْءٌ» . وَالْحَدِيثُ عَلَى لَفْظِ ابْنِ أَبِي عَوْنٍ , وَقَالَ يُوسُفُ: عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ

Sunan Daruquthni 51: Ishaq bin Muhammad Az Zayyat menceritakan kepada kami, Yusuf bin Musa mengabarkan kepada kami, Abu Usamah mengabarkan kepada kami, {h} Al Qadhi Al Husain bin Isma'il menceritakan kepada kami, Muhammad bin Ahmad bin Abu Aun dan Muhammad bin Utsman bin Karamah mengabarkan kepada kami, keduanya mengatakan: Abu Usamah mengabarkan kepada kami, dari Al Walid bin Katsir, {h} Al Qadhi Al Husain menceritakan kepada kami, Ya'qub bin Ibrahim Ad-Dauraqi mengabarkan kepada kami, Abu Usamah mengabarkan kepada kami, Al Walid bin Katsir Al Makhzumi menceritakan kepada kami, dari Muhammad bin Ka'b Al Qurazhi, dari Ubaidullah bin Abdullah bin Rafi' bin Khadij, dari Abu Sa'id Al Khudri, ia mengatakan, "Dikatakan, 'Wahai Rasulullah, kami berwudhu dari sumur Budha'ah, yang mana pada sumur itu biasa dibuang kain bekas haid dan kotoran.' —Yusuf menyebutkan: serta kotoran manusia. Sedang mereka menyebutkan: serta daging anjing.— maka beliau bersabda, ' Sesungguhnya air itu suci (lagi menyucikan), tidak dinajiskan oleh sesuatu pun.‘ Hadis ini sesuai dengan lafazh Abu Aun, dan ia menyebutkan: Yusuf dari Abdullah bin Abdullah.

Sunan Daraquthni
52/4790

سنن الدارقطني 52: حَدَّثَنَا الْحُسَيْنُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ , نا مُحَمَّدُ بْنُ مُعَاوِيَةَ بْنِ مَالَجَ , نا مُحَمَّدُ بْنُ سَلَمَةَ , عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ إِسْحَاقَ , عَنْ سَلِيطِ بْنِ أَيُّوبَ , عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ رَافِعٍ الْأَنْصَارِيِّ , عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ , رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ , قَالَ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَهُوَ يُقَالُ لَهُ: يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّهُ لَيُسْتَقَى الْمَاءُ مِنْ بِئْرِ بُضَاعَةَ وَهِيَ يُلْقَى فِيهَا لُحُومُ الْكِلَابِ وَالْمَحَائِضُ وَعُذَرُ النَّاسِ , فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «الْمَاءُ طَهُورٌ لَا يُنَجِّسُهُ شَيْءٌ» . خَالَفَهُ إِبْرَاهِيمُ بْنُ سَعْدٍ , رَوَاهُ عَنِ ابْنِ إِسْحَاقَ , عَنْ سَلِيطٍ , فَقَالَ: عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ رَافِعٍ قَالَهُ يَعْقُوبُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ بْنِ سَعْدٍ عَنْ أَبِيهِ

Sunan Daruquthni 52: Al Husain bin Isma'il menceritakan kepada kami, Muhammad bin Mu'awiyah bin Malij* mengabarkan kepada kami, Muhammad bin Salamah mengabarkan kepada kami, dari Muhammad bin Ishaq, dari Salith bin Ayyub,** dari Abdurrahman bin Rafi' Al Anshari, dari Abu Sa'id Al Khudri RA, ia berkata:

Aku mendengar Rasulullah SAW, ketika dikatakan kepada beliau: "Wahai Rasulullah, air sumur Budha'ah itu biasa diambil orang, padahal sering dibuang ke dalamnya berupa daging anjing, kain bekas haid dan kotoran manusia." Maka Rasulullah SAW bersabda: "Air itu suci (dan mensucikan), tidak dinajiskan oleh sesuatupun."***

Berbeda dengan yang diriwayatkan oleh Ibrahim bin Sa'id, ia meriwayatkan dari Ibnu Ishaq, dari Salith, ia mengatakan: Dari Ubaidullah bin Abdurrahman bin Rafi‘. Demikian yang dikatakan oleh Ya'qub bin Ibrahim bin Sa'd dari ayahnya.

Sunan Daraquthni
53/4790

سنن الدارقطني 53: حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ مَخْلَدٍ , نا أَبُو سَيَّارٍ مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ الْمُسْتَوْرِدِ , حَدَّثَنِي أَحْمَدُ بْنُ عَمْرِو بْنِ سَرْحٍ , نا ابْنُ وَهْبٍ , نا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ زَيْدِ بْنِ أَسْلَمَ , عَنْ أَبِيهِ , عَنْ عَطَاءٍ , عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ , رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: سُئِلَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنِ الْحِيَاضِ الَّتِي تَكُونُ فِيمَا بَيْنَ مَكَّةَ وَالْمَدِينَةِ فَقِيلَ لَهُ: إِنَّ الْكِلَابَ وَالسِّبَاعَ تَرِدُ عَلَيْهَا فَقَالَ: «لَهَا مَا أَخَذَتْ فِي بُطُونِهَا وَلَنَا مَا بَقِيَ شَرَابٌ وَطَهُورٌ»

Sunan Daruquthni 53: Muhammad bin Makhlad menceritakan kepada kami, Abu Sayyar Muhammad bin Abdullah bin Al Mustaurid mengabarkan kepada kami, Ahmad bin Amr bin As-Sarh mengabarkan kepadaku, Ibnu Wahb mengabarkan kepada kami, Abdurrahman bin Zaid bin Aslam mengabarkan kepada kami, dari ayahnya, dari 'Atha‘ dari Abu Hurairah RA, ia mengatakan, "Rasulullah SAW ditanya tentang tempat pembuangan bekas haid yang terdapat di antara Makkah dan Madinah. Lalu dikatakan kepada beliau bahwa anjing dan binatang ternak sering menyambanginya, maka beliau bersabda, 'Bagi mereka (para binatang itu) adalah apa yang mereka makan ke dalam perutnya, sedangkan bagi kita tetap sebagai minuman dan alat bersuci'

Sunan Daraquthni
54/4790

سنن الدارقطني 54: حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ أَحْمَدَ بْنِ صَالِحٍ الْأَزْدِيُّ , نا مُحَمَّدُ بْنُ شَوْكَرٍ , نا يَعْقُوبُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ بْنِ سَعْدٍ , ح وَثنا أَحْمَدُ بْنُ كَامِلٍ , نا مُحَمَّدُ بْنُ سَعْدٍ الْعَوْفِيُّ , نا يَعْقُوبُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ , نا أَبِي , عَنِ ابْنِ إِسْحَاقَ , حَدَّثَنِي سَلِيطُ بْنُ أَيُّوبَ بْنِ الْحَكَمِ الْأَنْصَارِيُّ , عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ رَافِعٍ الْأَنْصَارِيِّ , عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ , رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّهُ قِيلَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّهُ يُسْتَقَى لَكَ مِنْ بِئْرِ بُضَاعَةَ , بِئْرِ بَنِي سَاعِدَةَ , وَهِيَ بِئْرٌ يُطْرَحُ فِيهَا مَحَائِضُ النِّسَاءِ وَلُحُومُ الْكِلَابِ وَعُذَرُ النَّاسِ , فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «إِنَّ الْمَاءَ طَهُورٌ لَا يُنَجِّسُهُ شَيْءٌ»

Sunan Daruquthni 54: Muhammad bin Ahmad bin Shalih Al Azdi menceritakan kepada kami, Muhammad bin Saukar mengabarkan kepada kami, Ya'qub bin Ibrahim bin Sa'd mengabarkan kepada kami, {h} Ahmad bin Kamil menceritakan kepada kami, Muhammad bin Sa'd Al Aufi mengabarkan kepada kami, Ya'qub bin Ibrahim mengabarkan kepada kami, ayahku mengabarkan kepada kami, dari Ibnu Ishaq, Salith bin Ayyub bin Al Hakam Al Anshari menceritakan kepadaku, dari Abdullah bin Abdurrahman bin Rafi' Al Anshari, dari Abu Sa'id RA: Bahwa dikatakan, "Wahai Rasulullah, engkau diambilkan air dari sumur Budha'ah, yakni sumur Bani Sa'idah, yang di sumur itu seringkali dibuang bekas-bekas haid kaum wanita, daging anjing dan kotoran manusia." Maka Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya air itu suci (lagi menyucikan), tidak dinajiskan oleh sesuatupun."

Sunan Daraquthni
55/4790

سنن الدارقطني 55: حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ الْفَارِسِيُّ , نا أَحْمَدُ بْنُ عَبْدِ الْوَهَّابِ , نا أَحْمَدُ بْنُ خَالِدٍ الْوَهْبِيُّ , نا ابْنُ إِسْحَاقَ , عَنْ سَلِيطِ بْنِ أَيُّوبَ , عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ رَافِعٍ , عَنْ أَبِي سَعِيدٍ , عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِثْلَهُ

Sunan Daruquthni 55: Muhammad bin Isma'il Al Farisi menceritakan kepada kami, Ahmad bin Abdul Wahhab menceritakan kepada kami, Ahmad bin Khalid Al Wahbi menceritakan kepada kami, Ibnu Ishaq menceritakan kepada kami, dari Salith bin Ayyub, dari Abdullah bin Abdurrahman bin Rafi', dari Abu Sa'id, dari Nabi SAW, seperti itu.

Sunan Daraquthni
56/4790

سنن الدارقطني 56: حَدَّثَنَا أَبُو ذَرٍّ أَحْمَدُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ أَبِي بَكْرٍ الْوَاسِطِيُّ , وَالْعَبَّاسُ بْنُ الْعَبَّاسِ بْنِ الْمُغِيرَةِ الْجَوْهَرِيُّ , قَالَا: نا عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ سَعْدٍ , حَدَّثَنِي عَمِّي , نا أَبِي , عَنِ ابْنِ إِسْحَاقَ , حَدَّثَنِي عَبْدُ اللَّهِ بْنُ أَبِي سَلَمَةَ , أَنَّ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ رَافِعِ بْنِ خَدِيجٍ حَدَّثَهُ , أَنَّهُ سَمِعَ أَبَا سَعِيدٍ الْخُدْرِيَّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ , يُحَدِّثُ أَنَّهُ قِيلَ لِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ أَنَتَوَضَّأُ مِنْ بِئْرِ بُضَاعَةَ , وَهِيَ بِئْرٌ يُطْرَحُ فِيهَا الْمَحَائِضُ وَلُحُومُ الْكِلَابِ وَالنَّتْنُ , فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «إِنَّ الْمَاءَ طَهُورٌ لَا يُنَجِّسُهُ شَيْءٌ»

Sunan Daruquthni 56: Abu Dzarr Ahmad bin Muhammad bin Abu Bakar Al Wasithi dan Al Abbas bin Al Abbas bin Al Mughirah Al Jauhari menceritakan kepada kami, keduanya mengatakan: Ubaidullah bin Sa'd mengabarkan kepada kami, pamanku menceritakan kepadaku, ayahku mengabarkan kepada kami, dari Ibnu Ishaq, Abdullah bin Abu Salamah menceritakan kepadaku, bahwa Abdullah bin Abdullah bin Rafi' bin Khadij menyampaikan kepadanya, bahwa ia mendengar Abu Sa'id Al Khudri RA menyampaikan, bahwa

Dikatakan kepada Rasulullah SAW, "Wahai Rasulullah! Apakah kami boleh berwudhu dari sumur Budha'ah yang biasa dibuang disana bekas-bekas haid, daging anjing dan kotoran?" Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya air itu suci (lagi menyucikan), tidak dinajiskan oleh sesuatu pun."

Sunan Daraquthni
57/4790

سنن الدارقطني 57: حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ أَحْمَدَ بْنِ صَالِحٍ , نا مُحَمَّدُ بْنُ شَوْكَرٍ , نا يَعْقُوبُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ , نا أَبِي , عَنِ ابْنِ إِسْحَاقَ , حَدَّثَنِي عَبْدُ اللَّهِ بْنُ أَبِي سَلَمَةَ , أَنَّ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ رَافِعٍ حَدَّثَهُ , أَنَّهُ سَمِعَ أَبَا سَعِيدٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ , عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِثْلَهُ

Sunan Daruquthni 57: Muhammad bin Ahmad bin Shalih menceritakan kepada kami, Muhammad bin Syaukar mengabarkan kepada kami, Ya'qub bin Ibrahim mengabarkan kepada kami, ayahku menceritakan kepada kami, dari Ibnu Ishaq, Abdullah bin Abu Salamah menceritakan kepadaku, bahwa Abdullah bin Rafi' menyampaikan kepadanya, bahwa ia mendengar Abu Sa'id RA, dari Nabi SAW, seperti itu.

Sunan Daraquthni
58/4790

سنن الدارقطني 58: حَدَّثَنَا أَبُو حَامِدٍ مُحَمَّدُ بْنُ هَارُونَ , نا مُحَمَّدُ بْنُ زِيَادٍ الزِّيَادِيُّ , نا فُضَيْلُ بْنُ سُلَيْمَانَ , عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ أَبِي يَحْيَى الْأَسْلَمِيِّ , عَنْ أُمِّهِ , قَالَتْ: سَمِعْتُ سَهْلَ بْنَ سَعْدٍ , يَقُولُ: «شَرِبَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْ بِئْرِ بُضَاعَةَ»

Sunan Daruquthni 58: Abu Hamid Muhammad bin Harun menceritakan kepada kami, Muhammad bin Ziyad Az-Ziyadi mengabarkan kepada kami, Fudhail bin Sulaiman mengabarkan kepada kami, dari Muhammad bin Abu Yahya Al Aslami, dari ibunya, ia mengatakan, "Aku mendengar Sahl bin Sa'd As-Sa'idi berkata, 'Rasulullah SAW minum dari sumur Budha'ah'.

Sunan Daraquthni
59/4790

سنن الدارقطني 59: حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرٍ الشَّافِعِيُّ , نا مُحَمَّدُ بْنُ شَاذَانَ , نا الْمُعَلَّى بْنُ مَنْصُورٍ , نا حَمَّادُ بْنُ زَيْدٍ , نا يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ , عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ إِبْرَاهِيمَ , عَنْ أَبِي سَلَمَةَ , وَيَحْيَى بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ حَاطِبٍ , أَنَّ عُمَرَ , وَعَمْرَو بْنَ الْعَاصِ , رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا مَرَّا بِحَوْضٍ , فَقَالَ عَمْرٌو: «يَا صَاحِبَ الْحَوْضِ أَتَرِدُ عَلَى حَوْضِكَ هَذَا السِّبَاعُ» ؟ , فَقَالَ عُمَرُ: «يَا صَاحِبَ الْحَوْضِ لَا تُخْبِرْنَا فَإِنَّا نَرِدُ عَلَى السِّبَاعِ وَتَرِدُ عَلَيْنَا»

Sunan Daruquthni 59: Abu Bakar Asy-Syafi'i menceritakan kepada kami, Muhammad bin Syadzan mengabarkan kepada kami, Mu'alla bin Manshur mengabarkan kepada kami, Hammad bin Zaid mengabarkan kepada kami, Yahya bin Sa'id mengabarkan kepada kami, dari Muhammad bin Ibrahim, dari Abu Salamah dan yahya bin Abdurrahman bin Hathib, bahwa Umar dan Amr bin Al Ash RA melewati suatu kolam, lalu Amr berkata, "Wahai pemilik kolam! Apakah kolammu ini biasa didatangi oleh binatang buas?" Umar berkata, "Wahai pemilik kolam! Janganlah engkau memberitahu kami. Karena sesungguhnya kami biasa mendatangi (tempat) binatang buas dan binatang buas pun biasa mendatangi (tempat) kami."

Sunan Daraquthni
60/4790

سنن الدارقطني 60: حَدَّثَنَا الْحُسَيْنُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ , نا أَحْمَدُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ الْبُوشَنْجِيُّ , نا سُفْيَانُ بْنُ عُيَيْنَةَ , قَالَ: حَدَّثُونَا عَنْ زَيْدِ بْنِ أَسْلَمَ , عَنْ أَبِيهِ , قَالَ: لَمَّا كُنَّا بِالشَّامِ أَتَيْتُ عُمَرَ بْنَ الْخَطَّابِ َضِيَ اللَّهُ عَنْهُ بِمَاءٍ فَتَوَضَّأَ مِنْهُ فَقَالَ: «مِنْ أَيْنَ جِئْتَ بِهَذَا الْمَاءِ؟ مَا رَأَيْتُ مَاءً عَذْبًا وَلَا مَاءَ سَمَاءٍ أَطْيَبَ مِنْهُ» , قَالَ: قُلْتُ: جِئْتُ بِهِ مِنْ بَيْتِ هَذِهِ الْعَجُوزِ النَّصْرَانِيَّةِ , فَلَمَّا تَوَضَّأَ أَتَاهَا , فَقَالَ: «أَيَّتُهَا الْعَجُوزُ أَسْلِمِي تَسْلَمِي بَعَثَ اللَّهُ مُحَمَّدًا صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِالْحَقِّ» , قَالَ: فَكَشَفَتْ رَأْسَهَا فَإِذَا مِثْلُ الثَّغَامَةِ فَقَالَتْ: عَجُوزٌ كَبِيرَةٌ وَإِنَّمَا أَمُوتُ الْآنَ , فَقَالَ عُمَرُ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ: «اللَّهُمَّ اشْهَدْ»

Sunan Daruquthni 60: Al Husain bin Isma'il menceritakan kepada kami, Ahmad bin Ibrahim Al Busyanji mengabarkan kepada kami, Sufyan bin Uyainah mengabarkan kepada kami, ia mengatakan: Mereka menceritakan kepada kami, dari Zaid bin Aslam, dari ayahnya, ia menuturkan:

Ketika kami di Syam, aku membawakan air kepada 'Umar bin Al Khaththab RA lalu ia pun berwudhu darinya, lalu ia bertanya: "Dari mana engkau mendapatkan air ini? Aku belum pernah mendapatkan air yang lebih sejuk dan tidak pula air hujan yang lebih baik dari ini." Aku jawab: "Aku membawakannya dari rumah wanita tua yang beragama nashrani itu." Selesai wudhu, 'Umar mendatangi wanita itu, lalu berkata: "Wahai wanita tua, masuklah ke dalam (agama) Islam, niscaya engkau selamat. Allah telah mengutus Muhammad SAW dengan kebenaran." Ketika wanita itu menyingkap tutup kepalanya, ternyata sudah memutih, lalu wanita itu berkata: "Wanita yang sudah sangat tua, dan kini aku akan mati." 'Umar RA pun berkata: "Ya Allah, saksikanlah."

Sunan Daraquthni
61/4790

سنن الدارقطني 61: حَدَّثَنَا الْحُسَيْنُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ , نا ابْنُ خَلَّادِ بْنِ أَسْلَمَ , نا سُفْيَانُ , عَنْ زَيْدِ بْنِ أَسْلَمَ , عَنْ أَبِيهِ , أَنَّ عُمَرَ , رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ تَوَضَّأَ مِنْ بَيْتِ نَصْرَانِيَّةٍ أَتَاهَا , فَقَالَ: «أَيَّتُهَا الْعَجُوزُ أَسْلِمِي تَسْلَمِي بَعَثَ اللَّهُ بِالْحَقِّ مُحَمَّدًا صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ» , فَكَشَفَتْ عَنْ رَأْسِهَا فَإِذَا هِيَ مِثْلُ الثَّغَامَةِ فَقَالَتْ: عَجُوزٌ كَبِيرَةٌ وَأَنَا أَمُوتُ الْآنَ , فَقَالَ عُمَرُ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ: «اللَّهُمَّ اشْهَدْ»

Sunan Daruquthni 61: Al Husain bin Isma'il menceritakan kepada kami, Khallad bin Aslam mengabarkan kepada kami, Sufyan menceritakan kepada kami, dari Zaid bin Aslam, dari ayahnya: Bahwa

'Umar RA berwudhu dari (air) rumah seorang wanita nashrani yang didatanginya, lalu 'Umar berkata: "Wahai wanita tua, masuklah ke dalam (agama) Islam, niscaya engkau selamat. Allah telah mengutus Muhammad SAW dengan kebenaran." Lalu wanita itu membuka tutup kepalanya, ternyata sudah memutih, kemudian wanita itu berkata: "Wanita yang sudah sangat tua, dan aku akan mati sekarang." Maka 'Umar RA berkata: "Ya Allah, saksikanlah."

Sunan Daraquthni
62/4790

سنن الدارقطني 62: حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ زِيَادٍ , نا أَحْمَدُ بْنُ مَنْصُورٍ , نا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ الْأَنْصَارِيُّ , نا هِشَامٌ , عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ سِيرِينَ , " أَنَّ زِنْجِيًّا وَقَعَ فِي زَمْزَمَ يَعْنِي فَمَاتَ , فَأَمَرَ بِهِ ابْنُ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا فَأُخْرِجَ وَأَمَرَ بِهَا أَنْ تُنْزَحَ , قَالَ: فَغَلَبَتْهُمْ عَيْنٌ جَاءتْهُمْ مِنَ الرُّكْنِ , فَأَمَرَ بِهَا فَدُسِمَتْ بِالْقُبَاطِيِّ وَالْمَطَارِفِ حَتَّى نَزَحُوهَا فَلَمَّا نَزَحُوهَا انْفَجَرَتْ عَلَيْهِمْ "

Sunan Daruquthni 62: Abdullah bin Muhammad bin Ziyad menceritakan kepada kami, Ahmad bin Manshur mengabarkan kepada kami, Muhammad bin Abdullah Al Anshari mengabarkan kepada kami, Hisyam mengabarkan kepada kami, dari Muhammad bin Sirin: Bahwa

Seorang negro jatuh ke dalam sumur zamzam, kemudian mati. Lalu Ibnu 'Abbas menyuruh untuk mengeluarkannya, kemudian menyuruh untuk dikeringkan (dikuras). Lalu mereka terdesak oleh pancaran air yang memancar dari sudut sumur, lalu Ibnu 'Umar memerintahkan untuk menggunakan kain-kain baju dan sorban* (untuk menyumbatnya) hingga dapat mengeringkannya. Setelah dikeringkan dialirkan lagi (dibuka sumbatnya).**

Sunan Daraquthni
63/4790

سنن الدارقطني 63: حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مُحَمَّدٍ , نا الْعَبَّاسُ بْنُ مُحَمَّدٍ , نا قَبِيصَةُ , نا سُفْيَانُ , عَنْ جَابِرٍ , عَنْ أَبِي الطُّفَيْلِ , رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ «أَنَّ غُلَامًا وَقَعَ فِي بِئْرِ زَمْزَمَ فَنُزِحَتْ»

Sunan Daruquthni 63: Abdullah bin Muhammad menceritakan kepada kami, Al Abbas bin Muhammad mengabarkan kepada kami, Qabishah mengabarkan kepada kami, Sufyan mengabarkan kepada kami, dari Jabir, Dari Abu Ath-Thufail RA: Bahwa

Seorang budak jatuh ke dalam sumur zamzam, maka sumur itu pun dikeringkan (dikuras).

Sunan Daraquthni
64/4790

سنن الدارقطني 64: حَدَّثَنَا الْحُسَيْنُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ , نا مُحَمَّدُ بْنُ الْوَلِيدِ , نا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ , نا شُعْبَةُ , عَنْ مُغِيرَةَ , عَنْ إِبْرَاهِيمَ , أَنَّهُ كَانَ يَقُولُ: «كُلُّ نَفْسٍ سَائِلَةٌ لَا يُتَوَضَّأُ مِنْهَا , وَلَكِنْ رُخِّصَ فِي الْخُنْفِسَاءِ وَالْعَقْرَبِ وَالْجَرَادِ وَالْجُدْجُدِ إِذَا وَقَعْنَ فِي الرِّكَاءِ فَلَا بَأْسَ بِهِ» . قَالَ شُعْبَةُ: وَأَظُنُّهُ قَدْ ذَكَرَ الْوَزَغَةَ

Sunan Daruquthni 64: Al Husain bin Isma'il menceritakan kepada kami, Muhammad bin Al Walid mengabarkan kepada kami, Muhammad bin Ja'far mengabarkan kepada kami, Syu'bah mengabarkan kepada kami, dari Mughirah, dari Ibrahim, bahwa ia mengatakan:

"Setiap yang memiliki jiwa mengalir (yakni darah yang mengalir), maka (bekasnya) tidak boleh dipakai wudhu, namun dalam hal ini dikecualikan kumbang, kalajengking, belalang dan jangkrik bila terjatuh ke dalam bak air, maka tidak apa-apa."

Syu'bah mengatakan: "Aku kira ia juga menyebutkan cicak."

Sunan Daraquthni
65/4790

سنن الدارقطني 65: حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ الْفَضْلِ بْنِ أَحْمَدَ بْنِ الْحُبَابِ الْبَزَّازُ , نا أَحْمَدُ بْنُ أَبِي عِمْرَانَ الْخَيَّاطُ , نا سَهْلُ بْنُ تَمَّامٍ , نا مُبَارَكُ بْنُ فَضَالَةَ , عَنْ أَبِي الزُّبَيْرِ , عَنْ جَابِرٍ , رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «إِنَّ الْبَحْرَ حَلَالٌ مَيْتَتُهُ طَهُورٌ مَاؤُهُ»

Sunan Daruquthni 65: Ali bin Al Fadhl bin Ahmad bin Al Hubab Al Bazzaz menceritakan kepada kami, Ahmad bin Abu Imran Al Khayyath mengabarkan kepada kami, Sahl bin Tammam mengabarkan kepada kami, Mubarak bin Fadhalah mengabarkan kepada kami, dari Abu Az-Zubair, dari Jabir RA, bahwa Rasulullah SAW bersabda:

"Sesungguhnya laut itu bangkainya halal (dimakan) dan airnya suci lagi mensucikan."

Sunan Daraquthni
66/4790

سنن الدارقطني 66: حَدَّثَنَا عَبْدُ الْبَاقِي بْنُ قَانِعٍ , نا مُحَمَّدُ بْنُ عَلِيِّ بْنِ شُعَيْبٍ , نا الْحَسَنُ بْنُ بِشْرٍ , نا الْمُعَافَى بْنُ عِمْرَانَ , عَنِ ابْنِ جُرَيْجٍ , عَنْ أَبِي الزُّبَيْرِ , عَنْ جَابِرٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ , عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي الْبَحْرِ: «هُوَ الطَّهُورُ مَاؤُهُ الْحَلَالُ مَيْتَتُهُ»

Sunan Daruquthni 66: Abdul Baqi bin Qani' menceritakan kepada kami, Muhammad bin Ali bin Syu'aib mengabarkan kepada kami, Al Hasan bin Bisyr mengabarkan kepada kami, Al Mu'afa bin Imran mengabarkan kepada kami, dari Ibnu Jaraij, dari Abu Az-Zubair, dari Jabir RA, dari Nabi SAW,

Tentang laut: "Ia (laut itu) airnya suci lagi mensucikan dan bangkainya halal (dimakan)."

Sunan Daraquthni
67/4790

سنن الدارقطني 67: حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرٍ أَحْمَدُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ إِسْمَاعِيلَ الْآدَمَيُّ , نا الْفَضْلُ بْنُ سَهْلٍ الْأَعْرَجُ , وَالْفَضْلُ بْنُ زِيَادٍ الْقَطَّانُ , قَالَا: نا أَحْمَدُ بْنُ حَنْبَلٍ , نا أَبُو الْقَاسِمِ بْنُ أَبِي الزِّنَادِ , حَدَّثَنِي إِسْحَاقُ بْنُ حَازِمٍ , عَنِ ابْنِ مِقْسَمٍ وَهُوَ عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ مِقْسَمٍ , عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ , رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا , قَالَ: إِنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سُئِلَ عَنِ الْبَحْرِ , فَقَالَ: «هُوَ الطَّهُورُ مَاؤُهُ الْحَلَالُ مَيْتَتُهُ» . لَفْظُ الْفَضْلِ بْنِ زِيَادٍ , وَخَالَفَهُ عَبْدُ الْعَزِيزِ بْنُ عِمْرَانَ وَهُوَ ابْنُ أَبِي ثَابِتٍ وَلَيْسَ بِالْقَوِيِّ , فَأَسْنَدَ عَنْ أَبِي بَكْرٍ الصِّدِّيقِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ , وَجَعَلَهُ عَنْ وَهْبِ بْنِ كَيْسَانَ , عَنْ جَابِرٍ

Sunan Daruquthni 67: Abu Bakar Ahmad bin Muhammad bin Isma'il Al Adami menceritakan kepada kami, Al Fadhl bin Sahl Al A'raj dan Al Fadhl bin Ziyad mengabarkan kepada kami, keduanya mengatakan: Ahmad bin Hanbal mengabarkan kepada kami, Abu Al Qasim bin Abu AzZinad mengabarkan kepada kami, Ishaq bin Hazim mengabarkan kepadaku, dari Ibnu Miqsam, yakni Ubaidullah bin Miqsam, dari Jabir bin Abdullah RA, ia mengatakan,

Rasulullah SAW ditanya tentang laut, beliau pun menjawab: "Ia (laut itu) airnya suci lagi mensucikan dan bangkainya halal (dimakan)."*

Ini adalah lafazh Al Fadhl bin Ziyad, berbeda dengan lafazh Abdul Aziz bin Imran, yakni Ibnu Abu Tsabit, namun ia dianggap tidak kuat (dalam periwayatan), maka disandarkan kepada Abu Bakar Ash-Shiddiq RA dan dimasukkan dalam jalur periwayatan Wahb bin Kaisan dari Jabir.

Sunan Daraquthni
68/4790

سنن الدارقطني 68: حَدَّثَنَا الْحُسَيْنُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ , وَمُحَمَّدُ بْنُ مَخْلَدٍ , قَالَا: نا عُمَرُ بْنُ شِبْهٍ أَبُو زَيْدٍ , نا مُحَمَّدُ بْنُ يَحْيَى بْنِ عَلِيِّ بْنِ عَبْدِ الْحَمِيدِ , حَدَّثَنِي عَبْدُ الْعَزِيزِ بْنُ أَبِي ثَابِتِ بْنِ عَبْدِ الْعَزِيزِ بْنِ عُمَرَ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ عَوْفٍ , عَنْ إِسْحَاقَ بْنِ حَازِمٍ الزَّيَّاتِ مَوْلَى آلِ نَوْفَلٍ , عَنْ وَهْبِ بْنِ كَيْسَانَ , عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ , عَنْ أَبِي بَكْرٍ الصِّدِّيقِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ , أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سُئِلَ عَنْ مَاءِ الْبَحْرِ , فَقَالَ: «هُوَ الطَّهُورُ مَاؤُهُ الْحِلُّ مَيْتَتُهُ»

Sunan Daruquthni 68: Al Husain bin Isma'il dan Muhammad bin Makhlad menceritakan kepada kami, keduanya mengatakan: Umar bin Syabbah Abu Zaid mengabarkan kepada kami, Muhammad bin Yahya bin Ali bin Abdul Hamid mengabarkan kepada kami, Abdul Aziz bin Abu Tsabit bin Abdul Aziz bin Umar bin Abdurrahman bin Auf mengabarkan kepadaku, dari Ishaq bin Hazim Az-Zayyat mantan budak keluarga Naufal, dari Wahb bin Kaisan, dari Jabir bin Abdullah, dari Abu Bakar Ash-Shiddiq RA: Bahwa

Rasululalh SAW ditanya tentang air laut, beliau pun bersabda: "Ia (laut itu) airnya suci lagi mensucikan dan bangkainya halal (dimakan)."

Sunan Daraquthni
69/4790

سنن الدارقطني 69: حَدَّثَنَا الْحُسَيْنُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ , نا حَفْصُ بْنُ عَمْرٍو , نا يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ الْقَطَّانُ , ح وَنا الْحُسَيْنُ , نا سَلْمُ بْنُ جُنَادَةَ , وَمُحَمَّدُ بْنُ عُثْمَانَ بْنِ كَرَامَةَ , قَالَا: نا ابْنُ نُمَيْرٍ جَمِيعًا , عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ , أَخْبَرَنِي عَمْرُو بْنُ دِينَارٍ , عَنْ أَبِي الطُّفَيْلِ عَامِرِ بْنِ وَاثِلَةَ , أَنَّ أَبَا بَكْرٍ الصِّدِّيقَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ سُئِلَ عَنْ مَاءِ الْبَحْرِ , فَقَالَ: «هُوَ الطَّهُورُ مَاؤُهُ الْحِلُّ مَيْتَتُهُ»

Sunan Daruquthni 69: Al Husain bin Isma'il menceritakan kepada kami, Hafsh bin Amr mengabarkan kepada kami, Yahya bin Sa'id Al Qaththan mengabarkan kepada kami, {h} Al Husain mengabarkan kepada kami, Salm bin Junadah dan Muhammad bin Utsman bin Karamah mengabarkan kepada kami, keduanya mengatakan: Ibnu Numair mengabarkan kepada kami semuanya, dari Ubaidullah bin Umar, Amr bin Dinar mengabarkan kepadaku, dari Abu Ath-Thufail Amir bin Watsilah: Bahwa

Abu Bakar Ash-Shiddiq RA ditanya tentang air laut, ia pun mengatakan: "Ia (laut itu) airnya suci lagi mensucikan dan bangkainya halal (dimakan)."

Sunan Daraquthni
70/4790

سنن الدارقطني 70: حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ سَعِيدٍ , نا أَحْمَدُ بْنُ الْحُسَيْنِ بْنِ عَبْدِ الْمَلِكِ , نا مُعَاذُ بْنُ مُوسَى , نا مُحَمَّدُ بْنُ الْحُسَيْنِ , حَدَّثَنِي أَبِي , عَنْ أَبِيهِ , عَنْ جَدِّهِ , عَنْ عَلِيٍّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ , قَالَ: سُئِلَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ مَاءِ الْبَحْرِ فَقَالَ: «هُوَ الطَّهُورُ مَاؤُهُ الْحِلُّ مَيْتَتُهُ»

Sunan Daruquthni 70: Ahmad bin Muhammad bin Sa'id menceritakan kepada kami, Ahmad bin Al Husain bin Abdul Malik mengabarkan kepada kami, Mu'adz bin Musa mengabarkan kepada kami, Muhammad bin Al Husain mengabarkan kepada kami, ayahku menceritakan kepadaku, dari ayahnya, dari kakeknya, dari Ali RA, ia mengatakan,

Rasulullah SAW ditanya tentang air laut, beliau pun bersabda: "Ia (laut itu) airnya suci lagi mensucikan dan bangkainya halal (dimakan)."

Sunan Daraquthni
71/4790

سنن الدارقطني 71: حَدَّثَنَا الْحُسَيْنُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ , نا مُحَمَّدُ بْنُ إِسْحَاقَ , نا الْحَكَمُ بْنُ مُوسَى , نا هِقْلٌ , عَنِ الْمُثَنَّى , عَنْ عَمْرِو بْنِ شُعَيْبٍ , عَنْ أَبِيهِ , عَنْ جَدِّهِ , رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ , أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «مَيْتَةُ الْبَحْرِ حَلَالٌ وَمَاؤُهُ طَهُورٌ»

Sunan Daruquthni 71: Al Husain bin Isma'il menceritakan kepada kami, Muhammad bin Ishaq mengabarkan kepada kami, Al Hakam bin Musa mengabarkan kepada kami, Hiql mengabarkan kepada kami, dari Al Mutsanna, dari Amr bin Syu'aib, dari ayahnya, dari kakeknya RA, bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda:

"Bangkai laut halal (dimakan) dan airnya suci lagi mensucikan."

Sunan Daraquthni
72/4790

سنن الدارقطني 72: حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مُبَشِّرٍ , نا مُحَمَّدُ بْنُ حَرْبٍ , نا مُحَمَّدُ بْنُ يَزِيدَ , عَنْ أَبَانَ , عَنْ أَنَسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ , عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي مَاءِ الْبَحْرِ قَالَ: «الْحَلَالُ مَيْتَتُهُ الطَّهُورُ مَاؤُهُ» . أَبَانُ بْنُ أَبِي عَيَّاشٍ مَتْرُوكٌ

Sunan Daruquthni 72: Ali bin Abdullah bin Mubasysyir menceritakan kepada kami, Muhammad bin Harb mengabarkan kepada kami, Muhammad bin Yazid mengabarkan kepada kami, dari Aban, dari Anas RA, dari Nabi SAW

Tentang air laut, beliau bersabda, "Bangkainya halal (dimakan), airnya suci lagi menyucikan."*

Aban bin Abu Ayyasy adalah seorang yang matruk (orang yang hadisnya ditinggalkan/tidak dipakai).

Sunan Daraquthni
73/4790

سنن الدارقطني 73: حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ الْفَارِسِيُّ , نا إِسْحَاقُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ , نا عَبْدُ الرَّزَّاقِ , عَنِ الثَّوْرِيِّ , عَنْ أَبَانَ , عَنْ أَنَسٍ , عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِثْلَهُ

Sunan Daruquthni 73: Muhammad bin Isma'il Al Farisi menceritakan kepada kami, Ishaq bin Ibrahim mengabarkan kepada kami, Abdurrazzaq mengabarkan kepada kami, dari Ats-Tsauri, dari Aban, dari Anas, dari Nabi SAW, seperti itu.

Sunan Daraquthni
74/4790

سنن الدارقطني 74: حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرٍ أَحْمَدُ بْنُ مُوسَى بْنِ مُجَاهِدٍ نا إِبْرَاهِيمُ بْنُ رَاشِدٍ , نا سُرَيْجُ بْنُ النُّعْمَانِ , نا حَمَّادُ بْنُ سَلَمَةَ , عَنْ أَبِي التَّيَّاحِ , نا مُوسَى بْنُ سَلَمَةَ , عَنِ ابْنِ الْعَبَّاسِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا , قَالَ: سُئِلَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ مَاءِ الْبَحْرِ , فَقَالَ: «مَاءُ الْبَحْرِ طَهُورٌ» . كَذَا قَالَ: وَالصَّوَابُ مَوْقُوفٌ

Sunan Daruquthni 74: Abu Bakar Ahmad bin Musa bin Mujahid menceritakan kepada kami, Ibrahim bin Rasyid mengabarkan kepada kami, Suraij bin An-Nu'man mengabarkan kepada kami, Hammad bin Salamah mengabarkan kepada kami, dari Abu At-Tayyah, Musa bin Salamah mengabarkan kepada kami, dari Ibnu Abbas RA, ia mengatakan, "Rasulullah SAW ditanya tentang air laut, beliau pun bersabda, 'Air laut itu suci lagi menyucikan',* Demikian yang dikatakannya. Namun yang benar bahwa riwayat itu adalah mauquf.

Sunan Daraquthni
75/4790

سنن الدارقطني 75: حَدَّثَنَا ابْنُ مَنِيعٍ قِرَاءَةً عَلَيْهِ , نا مُحَمَّدُ بْنُ حُمَيْدٍ الرَّازِيُّ , نا إِبْرَاهِيمُ بْنُ الْمُخْتَارِ , نا عَبْدُ الْعَزِيزِ بْنُ عُمَرَ بْنِ عَبْدِ الْعَزِيزِ , عَنْ سَعِيدِ بْنِ ثَوْبَانَ , عَنْ أَبِي هِنْدَ , عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ , أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «مَنْ لَمْ يُطَهِّرْهُ مَاءُ الْبَحْرِ فَلَا طَهَّرَهُ اللَّهُ» إِسْنَادٌ حَسَنٌ

Sunan Daruquthni 75: Ibnu Mani' menceritakan kepada kami dengan cara dibacakan kepadanya, Muhammad bin Humaid Ar-Razi mengabarkan kepada kami, Ibrahim bin Al Mukhtar mengabarkan kepada kami, Abdul Aziz bin Umar bin Abdul Aziz mengabarkan kepada kami, dari Sa'id bin Tsauban, dari Abu Hind, dari Abu Hurairah RA, bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Barangsiapa yang menganggap tidak dapat disucikan oleh air laut, maka Allah tidak menyucikannya."* Isnadnya hasan.

Sunan Daraquthni
76/4790

سنن الدارقطني 76: حَدَّثَنَا الْحُسَيْنُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ الْقَاضِي , نا الْعَبَّاسُ بْنُ مُحَمَّدٍ , نا أَبُو عَامِرٍ , نا سُلَيْمَانُ بْنُ بِلَالٍ , عَنْ عَمْرِو بْنِ أَبِي عَمْرٍو , عنْ عِكْرِمَةَ , عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا , قَالَ: " لَقَدْ ذُكِرَ لِي أَنَّ رِجَالًا يَغْتَسِلُونَ مِنَ الْبَحْرِ الْأَخْضَرِ ثُمَّ يَقُولُونَ: عَلَيْنَا الْغُسْلُ مِنْ مَاءٍ غَيْرِهِ وَمَنْ لَمْ يُطَهِّرْهُ مَاءُ الْبَحْرِ لَا طَهَّرَهُ اللَّهُ "

Sunan Daruquthni 76: Al Husain bin Isma'il Al Qadhi menceritakan kepada kami, Al Abbas bin Muhammad mengabarkan kepada kami, Abu Amir mengabarkan kepada kami, Sulaiman bin Bilal mengabarkan kepada kami, dari Amr bin Abu Amr, dari Ikrimah, dari Ibnu Abbas RA, ia menuturkan, "Pernah disampaikan kepadaku bahwa beberapa orang mandi dengan air laut yang hijau, lalu mereka mengatakan, 'Kami harus mandi lagi dengan air lainnya.' Barangsiapa yang menganggap tidak dapat disucikan dengan air laut maka Allah tidak akan menyucikannya."

Sunan Daraquthni
77/4790

سنن الدارقطني 77: حَدَّثَنَا الْحُسَيْنُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ , نا أَحْمَدُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ الْمَدَنِيُّ , نا مَالِكٌ , قَالَ الْمَحَامِلِيُّ , وَنا يَعْقُوبُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ , نا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ مَهْدِيٍّ , عَنْ مَالِكٍ , ح وَثنا أَحْمَدُ بْنُ مَنْصُورٍ , نا الْقَعْنَبِيُّ، عَنْ مَالِكٍ , عَنْ صَفْوَانَ بْنِ سُلَيْمٍ , عَنْ سَعِيدِ بْنِ سَلَمَةَ , مِنْ آلِ بَنِي الْأَزْرَقِ , أَنَّ الْمُغِيرَةِ بْنَ أَبِي بُرْدَةَ وَهُوَ مِنْ بَنِي عَبْدِ الدَّارِ أَخْبَرَهُ , أَنَّهُ سَمِعَ أَبَا هُرَيْرَةَ , رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ يَقُولُ: سَأَلَ رَجُلٌ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ , فَقَالَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّا نَرْكَبُ الْبَحْرَ وُنَحْمِلُ مَعَنَا الْقَلِيلَ مِنَ الْمَاءِ فَإِنْ تَوَضَّأْنَا بِهِ عَطِشْنَا أَفَنَتَوَضَّأُ بِمَاءِ الْبَحْرِ , فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «هُوَ الطَّهُورُ مَاؤُهُ الْحِلُّ مَيْتَتُهُ» . الْحَدِيثُ عَلَى لَفْظِ الْقَعْنَبِيِّ , وَاخْتَصَرَهُ ابْنُ مَهْدِيٍّ

Sunan Daruquthni 77: Al Husain bin Isma'il menceritakan kepada kami, Ahmad bin Isma'il Al Madani mengabarkan kepada kami, Malik mengabarkan kepada kami, Al Mahamili mengatakan: Ya'qub bin Ibrahim mengabarkan kepada kami, Abdurrahman bin mahdi menceritakan kepada kami, dari Malik {h}, Ahmad bin Manshur menceritakan kepada kami, Al Qa'nabi mengabarkan kepada kami, Malik mengabarkan kepada kami, dari Shafwan bin Sulaim, dari Sa'id bin Salamah, dari keluarga Ibnu Al Azraq, bahwa Al Mughirah bin Abu Burdah, yaitu dari Bani Abduddar, memberitahukan kepadanya, bahwa ia mendengar Abu Hurairah RA menuturkan, "Seorang laki-laki bertanya kepada Rasulullah SAW, ia mengatakan, 'Wahai Rasulullah! Kami biasa mengarungi lautan dengan membawa persediaan air yang sedikit. Bila kami berwudhu dengannya maka kami akan kehausan, apakah boleh kami berwudhu dengan air laut?' Rasulullah SAW menjawab, 'Ya (laut itu) airnya suci lagi menyucikan dan bangkainya halal (dimakan)." Hadis ini sesuai dengan lafazh Al Qa'nabi dan diringkas oleh Ibnu Mahdi.

Sunan Daraquthni
78/4790

سنن الدارقطني 78: حَدَّثَنَا الْقَاضِي الْحُسَيْنُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ , نا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَنْصُورٍ الْفَقِيهُ أَبُو إِسْمَاعِيلَ الْبَطِّيخِيُّ , نا أَبُو أَيُّوبَ سُلَيْمَانُ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ , نا مُحَمَّدُ بْنُ غَزْوَانَ , نا الْأَوْزَاعِيُّ , عَنْ يَحْيَى بْنِ أَبِي كَثِيرٍ , عَنْ أَبِي سَلَمَةَ , عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ , رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ , قَالَ: سُئِلَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنِ الْوُضُوءِ بِمَاءِ الْبَحْرِ , فَقَالَ: «هُوَ الطَّهُورُ مَاؤُهُ الْحِلُّ مَيْتَتُهُ»

Sunan Daruquthni 78: Al Qadhi Al Husain bin Isma'il menceritakan kepada kami, Muhammad bin Abdullah bin Manshur Al Faqih Abu Isma'il Al Biththikhi mengabarkan kepada kami, Abu Ayyub Sulaiman bin Abdurrahman mengabarkan kepada kami, Muhammad bin Ghazwan mengabarkan kepada kami, Al Auza'i mengabarkan kepada kami, dari Yahya bin Abu Katsir, dari Abu Salamah, dari Abu Hurairah RA, ia mengatakan,

Nabi SAW ditanya tentang berwudhu dengan air laut, beliau pun menjawab: "Ia (laut itu) airnya suci lagi mensucikan dan bangkainya halal (dimakan)."

Sunan Daraquthni
79/4790

سنن الدارقطني 79: حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ الْفَارِسِيِّ , نا إِسْحَاقُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ بْنِ سَهْمٍ , نا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مُحَمَّدٍ الْقُدَّامِيُّ , نا إِبْرَاهِيمُ بْنُ سَعْدٍ , عَنِ الزُّهْرِيِّ , عَنْ سَعِيدِ بْنِ الْمُسَيِّبِ , عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ , رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: سُئِلَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ مَاءِ الْبَحْرِ أَنَتَوَضَّأُ مِنْهُ , فَقَالَ: «هُوَ الطَّهُورُ مَاؤُهُ الْحِلُّ مَيْتَتُهُ»

Sunan Daruquthni 79: Muhammad bin Isma'il Al Farisi menceritakan kepada kami, Ishaq bin Ibrahim bin Sahm mengabarkan kepada kami, Abdullah bin Muhammad Al Qudami mengabarkan kepada kami, Ibrahim bin Sa'd mengabarkan kepada kami, dari Az-Zuhri, dari Sa'id bin Al Musayyab, dari Abu Hurairah RA, ia mengatakan,

Rasulullah SAW ditanya tentang air laut, apakah boleh digunakan untuk wudhu? Beliau menjawab: "Ia (laut itu) airnya suci lagi mensucikan dan bangkainya halal (dimakan)."

Sunan Daraquthni
80/4790

سنن الدارقطني 80: حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ , نا جَعْفَرُ الْقَلَانِسِيُّ , نا سُلَيْمَانُ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ , نا ابْنُ عَيَّاشٍ , حَدَّثَنِي الْمُثَنَّى بْنُ الصَّبَّاحِ , عَنْ عَمْرِو بْنِ شُعَيْبٍ , عَنْ أَبِيهِ , عَنْ جَدِّهِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ , قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «مَيْتَةٌ الْبَحْرِ حَلَالٌ وَمَاؤُهُ طَهُورٌ»

Sunan Daruquthni 80: Muhammad bin Isma'il menceritakan kepada kami, Ja'far Al Qalanisi menceritakan kepada kami, Sulaiman bin Abdurrahman mengabarkan kepada kami, Ibnu Ayyasy mengabarkan kepada kami, Al Mutsanna bin Ash-Shabbah menceritakan kepadaku, dari Amr bin Syu'aib, dari ayahnya, dari kakeknya RA, ia berkata, Rasulullah SAW bersabda,

"Bangkai (binatang) laut itu halal (dimakan) dan airnya suci lagi menyucikan."

Sunan Daraquthni
81/4790

سنن الدارقطني 81: حَدَّثَنَا أَبُو هَاشِمٍ عَبْدُ الْغَافِرِ بْنُ سَلَامَةَ الْحِمْصِيُّ , قَالَ: وَجَدْتُ فِي كِتَابِي عَنْ يَحْيَى بْنِ عُثْمَانَ بْنِ سَعِيدٍ الْحِمْصِيِّ , نا بَقِيَّةُ بْنُ الْوَلِيدِ , عَنْ سَعِيدِ بْنِ أَبِي سَعِيدٍ الزُّبَيْدِيِّ , عَنْ بِشْرِ بْنِ مَنْصُورٍ , عَنْ عَلِيِّ بْنِ زَيْدٍ , وَحَدَّثَنِي مُحَمَّدُ بْنُ حُمَيْدِ بْنِ سُهَيْلٍ , نا أَحْمَدُ بْنُ أَبِي الْأَخْيَلِ الْحِمْصِيُّ , حَدَّثَنِي أَبِي , نا بَقِيَّةُ , حَدَّثَنِي سَعِيدُ بْنُ أَبِي سَعِيدٍ , عَنْ بِشْرِ بْنِ مَنْصُورٍ , عَنْ عَلِيِّ بْنِ زَيْدِ بْنِ جُدْعَانَ , عَنْ سَعِيدِ بْنِ الْمُسَيِّبِ , عَنْ سَلْمَانَ , قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «يَا سَلْمَانُ كُلُّ طَعَامٍ وَشَرَابٍ وَقَعَتْ فِيهِ دَابَّةٌ لَيْسَ لَهَا دَمٌ فَمَاتَتْ فِيهِ فَهُوَ حَلَالٌ أَكْلُهُ وَشُرْبُهُ وَوُضُوؤُهُ» . لَمْ يَرْوِهِ غَيْرُ بَقِيَّةَ , عَنْ سَعِيدِ بْنِ أَبِي سَعِيدٍ الزُّبَيْدِيِّ وَهُوَ ضَعِيفٌ

Sunan Daruquthni 81: Abu Hasyim Abdul Ghafir bin Salamah Al Himshi menceritakan kepada kami, ia mengatakan: Aku temukan di dalam bukuku: Dari Yahya bin Utsman bin Sa'id Al Himshi, Baqiyyah bin Al Walid mengabarkan kepada kami, dari Sa'id bin Abu Sa'id AzZubaidi, dari Bisyr bin Manshur, dari Ali bin Zaid {h}, Muhammad bin Humaid bin Suhail mengabarkan kepada kami, Ahmad bin Abu Al Akhyal Al Himshi mengabarkan kepada kami, ayahku mengabarkan kepadaku, Baqiyyah mengabarkan kepada kami, Sa'id bin Abu Sa'id menceritakan kepadaku, dari Bisyr bin Manshur, dari Ali bin Zaid bin Jud'an, dari Sa'id bin Al Musayyab, dari Salman, ia mengatakan, Rasulullah SAW berkata,

"Wahai Salman, setiap makanan dan minuman yang kejatuhan binatang yang tidak memiliki darah, maka halal untuk dimakan, diminum dan digunakan berwudhu."*

Hadis ini hanya diriwayatkan oleh Baqiyyah, dari Sa'id bin Abu Sa'id Az-Zubaidi. Ia seorang perawi yang dinilai lemah.

Sunan Daraquthni
82/4790

سنن الدارقطني 82: نا الْحُسَيْنُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ , حَدَّثَنَا إِدْرِيسُ بْنُ الْحَكَمِ , نا عَلِيُّ بْنُ غُرَابٍ , عَنْ هِشَامِ بْنِ سَعْدٍ , عَنْ زَيْدِ بْنِ أَسْلَمَ , عَنْ أَسْلَمَ مَوْلَى عُمَرَ , أَنَّ عُمَرَ بْنَ الْخَطَّابِ «كَانَ يُسَخَّنُ لَهُ مَاءٌ فِي قُمْقُمَةٍ وَيَغْتَسِلُ بِهِ» . هَذَا إِسْنَادٌ صَحِيحٌ

Sunan Daruquthni 82: Al Husain bin Isma'il menceritakan kepada kami, Idris bin Al Hakam mengabarkan kepada kami, Ali bin Ghurab mengabarkan kepada kami, dari Hisyam bin Sa'd, dari Zaid bin Aslam, dari Aslam mantan budak 'Umar, bahwa

"Dihangatkan air untuk 'Umar bin Al Khaththab dengan tong air, lalu ia pun mandi dengan air itu."*

Isnad ini yang shahih.

Sunan Daraquthni
83/4790

سنن الدارقطني 83: نا الْحُسَيْنُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ , وَآخَرُونَ قَالُوا: حَدَّثَنَا سَعْدَانُ بْنُ نَصْرٍ , نا خَالِدُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ الْمَخْزُومِيُّ , نا هِشَامُ بْنُ عُرْوَةَ , عَنْ أَبِيهِ , عَنْ عَائِشَةَ , رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ: دَخَلَ عَلَيَّ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَقَدْ سَخَّنْتُ مَاءً فِي الشَّمْسِ , فَقَالَ: «لَا تَفْعَلِي يَا حُمَيْرَا فَإِنَّهُ يُورِثُ الْبَرَصَ» . غَرِيبٌ جِدًّا , خَالِدُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ مَتْرُوكٌ

Sunan Daruquthni 83: Al Husain bin Isma'il dan yang lainnya mengabarkan kepada kami, mereka mengatakan: Sa'dan bin Nashr menceritakan kepada kami, Khalid bin Isma'il Al Makhzumi mengabarkan kepada kami, Hisyam bin Urwah mengabarkan kepada kami, dari ayahnya, dari Aisyah RA, ia menuturkan,

"Rasulullah SAW datang ke tempatku, saat itu aku telah menghangatkan air dengan panas matahari, lalu beliau bersabda, 'Janganlah engkau melakukan itu wahai Humaira, karena hal itu bisa menimbulkan penyakit sopak.‘"*

Riwayat ini gharib (langka) sekali, sementara Khalid bin Isma'il matruk (hadisnya ditinggalkan/tidak dipakai).

Sunan Daraquthni
84/4790

سنن الدارقطني 84: نا مُحَمَّدُ بْنُ الْفَتْحِ الْقَلَانِسِيُّ , نا مُحَمَّدُ بْنُ الْحُسَيْنِ بْنِ سَعِيدٍ الْبَزَّازُ , نا عَمْرُو بْنُ مُحَمَّدٍ الْأَعْشَمُ , نا فُلَيْحٌ , عَنِ الزُّهْرِيِّ , عَنْ عُرْوَةَ , عَنْ عَائِشَةَ , قَالَتْ: نَهَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ يُتَوَضَّأَ بِالْمَاءِ الْمُشَمَّسِ أَوْ يُغْتَسَلَ بِهِ , وَقَالَ: «إِنَّهُ يُورِثُ الْبَرَصَ» . عَمْرُو بْنُ مُحَمَّدٍ الْأَعْشَمُ مُنْكَرُ الْحَدِيثِ , وَلَمْ يَرْوِهِ عَنْ فُلَيْحٍ غَيْرُهُ , وَلَا يَصِحُّ عَنِ الزُّهْرِيِّ

Sunan Daruquthni 84: Muhammad bin Al Fath Al Qalanisi mengabarkan kepada kami, Muhammad bin Al Husain bin Sa'id Al Bazzaz mengabarkan kepada kami, Amr bin Muhammad Al A'syam mengabarkan kepada kami, Fulaih mengabarkan kepada kami, dari Az-Zuhri, dari Urwah, dari Aisyah, ia mengatakan,

"Rasulullah SAW melarang berwudhu atau mandi dengan air yang terjemur matahari, dan beliau mengatakan, 'Sesungguhnya itu bisa menimbulkan penyakit sopak'."*

Amr bin Muhammad Al A'syam adalah munkarul hadis (orang yang hadisnya diingkari). Tidak ada yang meriwayatkannya dari Fulaih selain dia, dan tidak benar bahwa itu dari Az-Zuhri.

Sunan Daraquthni
85/4790

سنن الدارقطني 85: نا أَبُو سَهْلِ بْنُ زِيَادٍ , نا إِبْرَاهِيمُ الْحَرْبِيُّ , نا دَاوُدُ بْنُ رُشَيْدٍ , نا إِسْمَاعِيلُ بْنُ عَيَّاشٍ , حَدَّثَنِي صَفْوَانُ بْنُ عَمْرٍو , عَنْ حَسَّانَ بْنِ أَزْهَرَ , أَنَّ عُمَرَ بْنَ الْخَطَّابِ , قَالَ: «لَا تَغْتَسِلُوا بِالْمَاءِ الْمُشَمَّسِ , فَإِنَّهُ يُورِثُ الْبَرَصَ»

Sunan Daruquthni 85: Abu Sahl bin Ziyad mengabarkan kepada kami, Ibrahim Al Harbi mengabarkan kepada kami, Daud bin Rusyaid mengabarkan kepada kami, Isma'il bin Ayyasy mengabarkan kepada kami, Shafwan bin Amr mengabarkan kepadaku, dari Hassan bin Azhar, bahwa

'Umar bin Khaththab berkata, "Janganlah kalian mandi dengan air yang terjemur matahari, karena hal itu bisa menimbulkan penyakit sopak."

Sunan Daraquthni
86/4790

سنن الدارقطني 86: نا الْحُسَيْنُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ , نا الْعَبَّاسُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ حَاتِمٍ , نا الْحَسَنُ بْنُ الرَّبِيعِ , نا أَبُو إِسْحَاقَ الْفَزَارِيُّ , عَنِ الْأَوْزَاعِيِّ , عَنْ رَجُلٍ , قَدْ سَمَّاهُ , عَنْ أُمِّ هَانِئٍ «أَنَّهَا كَرِهَتْ أَنْ يُتَوَضَّأَ بِالْمَاءِ الَّذِي يُبَلُّ فِيهِ الْخُبْزُ»

Sunan Daruquthni 86: Al Husain bin Isma'il mengabarkan kepada kami, Al Abbas bin Muhammad bin Hatim mengabarkan kepada kami, Al Hasan bin Ar-Rabi' mengabarkan kepada kami, Abu Ishaq Al Fazazi mengabarkan kepada kami, dari Al Auza'i, dari seorang laki-laki yang telah disebutkannya, dari Ummu Hani‘ bahwa

Ia tidak suka berwudhu dengan air bekas membasuh roti.

Sunan Daraquthni
87/4790

سنن الدارقطني 87: نا إِبْرَاهِيمُ بْنُ حَمَّادٍ , نا عَبَّاسُ بْنُ يَزِيدَ , نا بِشْرُ بْنُ عُمَرَ , نا مَالِكٌ , عَنْ زَيْدِ بْنِ أَسْلَمَ إِذَا قُمْتُمْ إِلَى الصَّلَاةِ فَاغْسِلُوا وُجُوهَكُمْ قَالَ: «يَعْنِي إِذَا قُمْتُمْ مِنَ النَّوْمِ»

Sunan Daruquthni 87: Ibrahim bin Hammad mengabarkan kepada kami, Abbas bin Yazid mengabarkan kepada kami, Bisyr bin Umar mengabarkan kepada kami, Malik mengabarkan kepada kami, dari Zaid bin Aslam:

"Apabila kamu hendak mengerjakan shalat, maka basuhlah mukamu." (Qs. Al Maaidah [5]: 6) ia mengatakan, "Yakni apabila kalian bangun dari tidur."

Sunan Daraquthni
88/4790

سنن الدارقطني 88: نا جَعْفَرُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ نُصَيْرٍ , نا الْحَسَنُ بْنُ عَلِيِّ بْنِ شَبِيبٍ , نا دَاوُدُ بْنُ رُشَيْدٍ , نا الْوَلِيدُ , عَنْ مَالِكِ بْنِ أَنَسٍ , عَنْ زَيْدِ بْنِ أَسْلَمَ , فِي قَوْلِهِ تَعَالَى {يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا قُمْتُمْ إِلَى الصَّلَاةِ} [المائدة: 6] قَالَ: «إِذَا قُمْتُمْ مِنَ النَّوْمِ»

Sunan Daruquthni 88: Ja'far bin Muhammad bin Nushair mengabarkan kepada kami, Al Hasan bin Ali bin Syabib mengabarkan kepada kami, Daud bin Rusyaid mengabarkan kepada kami, Al Walid menceritakan kepada kami, dari Malik bin Anas, dari Zaid bin Aslam,

Tentang firman Allah Ta‘ala, "Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat." (Qs. Al Maaidah [5]: 6) ia mengatakan, "Apabila kalian bangun dari tidur."

Sunan Daraquthni
89/4790

سنن الدارقطني 89: نا الْحُسَيْنُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ , نا إِبْرَاهِيمُ بْنُ مَجْشَرٍ , نا هُشَيْمٌ , أنا إِسْمَاعِيلُ بْنُ أَبِي خَالِدٍ , عَنْ قَيْسٍ , عَنْ جَرِيرٍ «أَنَّهُ كَانَ يَأْمُرُ أَهْلَهُ أَنْ يَتَوَضَّئُوا بِفَضْلِ السِّوَاكِ»

Sunan Daruquthni 89: Al Husain bin Isma'il mengabarkan kepada kami, Ibrahim bin Muhasysyir mengabarkan kepada kami, Husyaim mengabarkan kepada kami, Isma'il bin Abu Khalid mengabarkan kepada kami, dari Qais, dari Jarir, bahwa

Ia menyuruh keluarganya untuk berwudhu dengan air sisa bersiwak.

Sunan Daraquthni
90/4790

سنن الدارقطني 90: نا الْحُسَيْنُ , نا حَفْصُ بْنُ عَمْرٍو , نا يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ , نا إِسْمَاعِيلُ , ثنا قَيْسٌ , قَالَ: كَانَ جَرِيرٌ يَقُولُ لِأَهْلِهِ «تَوَضَّئُوا مِنْ هَذَا الَّذِي أَدْخَلَ فِيهِ سِوَاكَهُ» . هَذَا إِسْنَادٌ صَحِيحٌ

Sunan Daruquthni 90: Al Husain mengabarkan kepada kami, Hafsh bin Amr menceritakan kepada kami, Yahya bin Sa'id mengabarkan kepada kami, Isma'il mengabarkan kepada kami, Qais mengabarkan kepada kami, ia mengatakan,

Jarir berkata kepada keluarganya, "Berwudhulah kalian dengan air yang telah aku celupkan siwakku ke dalamnya."

Inilah isnad yang shahih.

Sunan Daraquthni
91/4790

سنن الدارقطني 91: نا مُحَمَّدُ بْنُ أَحْمَدَ بْنِ مُحَمَّدِ بْنِ حَسَّانَ الضَّبِّيُّ , نا إِسْحَاقُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ شَاذَانُ , نا سَعْدُ بْنُ الصَّلْتِ , عَنْ الْأَعْمَشِ , عَنْ مُسْلِمٍ الْأَعْوَرِ , عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ , أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ «كَانَ يَسْتَاكُ بِفَضْلِ وُضُوئِهِ»

Sunan Daruquthni 91: Muhammad bin Ahmad bin Muhammad bin Hassan Adh-Dhibbi mengabarkan kepada kami, Ishaq bin Ibrahim Sadzan mengabarkan kepada kami, Sa'id bin Ash-Shalt mengabarkan kepada kami, dari Al A'masy, dari Muslim Al A'war, dari Anas bin Malik: Bahwa

Nabi SAW pernah bersiwak dengan air sisa wudhunya.

Sunan Daraquthni
92/4790

سنن الدارقطني 92: نا ابْنُ أَبِي حَيَّةَ , نا إِسْحَاقُ بْنُ أَبِي إِسْرَائِيلَ , نا يُوسُفُ بْنُ خَالِدٍ , نا الْأَعْمَشُ , عَنْ أَنَسٍ , أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ «كَانَ يَسْتَاكُ بِفَضْلِ وُضُوئِهِ»

Sunan Daruquthni 92: Ibnu Abi Hayyah mengabarkan kepada kami, Ishaq bin Abu Israil mengabarkan kepada kami, Yusuf bin Khalid mengabarkan kepada kami, Al A'masy mengabarkan kepada kami, dari Anas: Bahwa

Rasulullah SAW pernah berwudhu dengan air sisa wudhunya.

Sunan Daraquthni
93/4790

سنن الدارقطني 93: نا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ إِسْحَاقَ الْفَاكِهِيُّ , نا أَبُو يَحْيَى بْنُ أَبِي مَسَرَّةَ , نا يَحْيَى بْنُ مُحَمَّدٍ الْجَارِيُّ , نا زَكَرِيَّا بْنُ إِبْرَاهِيمَ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مُطِيعٍ , عَنْ أَبِيهِ , عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ , أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «مَنْ شَرِبَ مِنْ إِنَاءِ ذَهَبٍ , أَوْ فِضَّةٍ أَوْ إِنَاءٍ فِيهِ شَيْءٌ مِنْ ذَلِكَ , فَإِنَّمَا يُجَرْجِرُ فِي بَطْنِهِ نَارَ جَهَنَّمَ» . إِسْنَادُهُ حَسَنٌ

Sunan Daruquthni 93: Abdullah bin Muhammad bin Ishaq Al Fakihi mengabarkan kepada kami, Abu Yahya bin Abu Maisarah mengabarkan kepada kami, Yahya bin Muhammad Al Jari mengabarkan kepada kami, Zakariya bin Ibrahim bin Abdullah bin Muthi' mengabarkan kepada kami, dari ayahnya, dari Abdullah bin Umar: Bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Barangsiapa minum dengan bejana emas atau perak, atau bejana yang mengandung sesuatu dari itu (emas dan perak), berarti ia telah menyalakan api Jahannam di dalam perutnya." Isnadnya hasan.

Sunan Daraquthni
94/4790

سنن الدارقطني 94: نا يَحْيَى بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ صَاعِدٍ , نا مُسْلِمُ بْنُ حَاتِمٍ الْأَنْصَارِيُّ بِالْبَصْرَةِ , نا أَبُو بَكْرٍ الْحَنَفِيُّ , نا يُونُسُ بْنُ أَبِي إِسْحَاقَ , عَنْ أَبِي بُرْدَةَ , قَالَ: انْطَلَقْتُ أنا وَأَبِي إِلَى عَلِيِّ بْنِ أَبِي طَالِبٍ , فَقَالَ لَنَا: إِنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ «نَهَى عَنْ آنِيَةِ الذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ أَنْ يُشْرَبَ فِيهَا , وَأَنْ يُؤْكَلَ فِيهَا , وَنَهَى عَنِ الْقَسِّيِّ وَالْمِيثَرَةِ , وَعَنْ ثِيَابِ الْحَرِيرِ وَخَاتَمِ الذَّهَبِ»

Sunan Daruquthni 94: Yahya bin Muhammad bin Sha'id mengabarkan kepada kami, Muslim bin Hatim Al Anshari mengabarkan kepada kami di Bashrah, Abu Bakar Al Hanafi mengabarkan kepada kami, Yunus bin Abu Ishaq mengabarkan kepada kami, dari Abu Burdah, ia menuturkan, "Aku dan ayahku berangkat menuju Ali bin Abu Thalib, lalu ia berkata kepada kami, 'Sesungguhnya Rasulullah SAW melarang bejana emas dan perak untuk digunakan minum dan makan. Beliau juga melarang menggunakan sandaran dan pedal (bantal duduk) [dari kulit binatang], serta melarang mengenakan pakaian sutera dan cincin emas .

Sunan Daraquthni
95/4790

سنن الدارقطني 95: نا أَبُو حَامِدٍ مُحَمَّدُ بْنُ هَارُونَ الْحَضْرَمِيُّ , نا مُحَمَّدُ بْنُ سَهْلِ بْنِ عَسْكَرٍ , ح ثنا أَبُو بَكْرٍ النَّيْسَابُورِيُّ , ثنا إِبْرَاهِيمُ بْنُ هَانِئٍ , قَالَا: ثنا عَمْرُو بْنُ الرَّبِيعِ بْنِ طَارِقٍ , ثنا يَحْيَى بْنُ أَيُّوبَ , عَنْ يُونُسَ , وَعُقَيْلٍ جَمِيعًا , عَنِ الزُّهْرِيِّ , عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ , عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ , أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَرَّ بِشَاةٍ مَيْتَةٍ , فَقَالَ: «هَلَّا انْتَفَعْتُمْ بِإِهَابِهَا؟» , قَالُوا: يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّهَا مَيْتَةٌ , قَالَ: «إِنَّمَا حُرِّمَ أَكْلُهَا» - زَادَ عَقِيلٌ - «أَوَلَيْسَ فِي الْمَاءِ وَالدِّبَاغِ مَا يُطَهِّرُهَا» , - وَقَالَ ابْنُ هَانِئٍ - «أَوَلَيْسَ فِي الْمَاءِ وَالْقَرَظِ مَا يُطَهِّرُهَا»

Sunan Daruquthni 95: Abu Hamid Muhammad bin Harun Al Hadhrami mengabarkan kepada kami, Muhammad bin Sahl bin Askar mengabarkan kepada kami {h}, Abu Bakar An-Naisaburi menceritakan kepada kami, Ibrahim bin Hani' menceritakan kepada kami, keduanya mengatakan: Amr bin Ar-Rabi' bin Thariq menceritakan kepada kami, yahya bin Ayyub menceritakan kepada kami, dari Yunus dan Uqail, semuanya dari Az-zuhri, dari Ubaidullah, dari Ibnu Abbas: Bahwa Nabi SAW melewati bangkai seekor kambing, lalu beliau bersabda, "Tidakkah kalian memanfaatkan kulitnya?" Mereka (para pemiliknya) mengatakan, "Wahai Rasulullah! Itu sudah menjadi bangkai." Beliau pun bersabda, "Sesungguhnya yang diharamkan itu memakannya." Uqail menambahkan redaksi: "Bukankah air dan penyamakan bisa menyucikannya?" Sementara Ibnu Hani' menyebutkan: "Bukankan air dan kapur bisa menyucikannya?'

Sunan Daraquthni
96/4790

سنن الدارقطني 96: حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ صَاعِدٍ , ثنا مُحَمَّدُ بْنُ إِسْحَاقَ , نا عَمْرُو بْنُ الرَّبِيعِ بْنِ طَارِقٍ , بِهَذَا الْإِسْنَادِ مِثْلَهُ. وَقَالَ: زَادَ عَقِيلٌ فِي حَدِيثِهِ , فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «أَلَيْسَ فِي الْمَاءِ وَالْقَرَظِ مَا يُطَهِّرُهَا وَالدِّبَاغِ»

Sunan Daruquthni 96: Yahya bin Muhammad bin Sha'id menceritakan kepada kami, Muhammad bin Ishaq menceritakan kepada kami, Amr bin Ar-Rabi' bin Thariq mengabarkan kepada kami dengan isnad ini seperti itu, dan ia mengatakan: "Uqail menambahkan di dalam hadisnya: Lalu Rasulullah SAW bersabda, 'Bukankah air, kapur dan penyamakan bisa menyucikannya'?"

Sunan Daraquthni
97/4790

سنن الدارقطني 97: حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ صَاعِدٍ , نا عَبْدُ الْجَبَّارِ بْنُ الْعَلَاءِ , وَمُحَمَّدُ بْنُ أَبِي عَبْدِ الرَّحْمَنِ الْمُقْرِئُ , وَاللَّفْظُ لِعَبْدِ الْجَبَّارِ , قَالَا: ثنا سُفْيَانُ بْنُ عُيَيْنَةَ , ثنا الزُّهْرِيُّ , عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ , عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَرَّ بِشَاةٍ مَيْتَةٍ , فَقَالَ: «مَا هَذِهِ؟» , فَقَالُوا: أُعْطِيتَهَا مَوْلَاةٌ لِمَيْمُونَةَ مِنَ الصَّدَقَةِ , قَالَ: «أَفَلَا أَخَذُوا إِهَابَهَا فَدَبَغُوهُ وَانْتَفَعُوا بِهِ؟» , فَقَالُوا: إِنَّهَا مَيْتَةٌ , فَقَالَ: «إِنَّمَا حُرِّمَ مِنَ الْمَيْتَةِ أَكْلُهَا»

Sunan Daruquthni 97: Yahya bin Muhammad bin Sha'id menceritakan kepada kami, Abdul Jabbar bin Al 'Ala' dan Muhammad bin Abdurrahman Al Muqri mengabarkan kepada kami, lafazhnya dari Abul Jabbar, keduanya mengatakan: Sufyan bin Uyainah menceritakan kepada kami, Az-Zuhri menceritakan kepada kami, dari Ubaidullah bin Abdullah bin Abbas: Bahwa Rasulullah SAW melewati seekor kambing yang telah mati, maka beliau bertanya, "Apa ini?" Mereka mejawab, "Itu pemberian dari shadaqah untuk mantan budaknya Maimunah." Beliau berkata lagi, "Mengapa kalian tidak mengambil kulitnya, lalu menyamaknya, kemudian memanfaatkannya.?'' Mereka menjawab, "Itu sudah mati." Beliau bersabda, "Sesungguhnya bangkai itu yang diharamkan adalah memakannya."

Sunan Daraquthni
98/4790

سنن الدارقطني 98: حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ بْنِ نَيْرُوزَ إِمْلَاءً , وَالْحُسَيْنُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ , وَقُرِئَ عَلَى ابْنِ صَاعِدٍ وَأَنَا أَسْمَعُ , قَالُوا: نا أَبُو عُتْبَةَ الْحِمْصِيُّ , نا بَقِيَّةُ بْنُ الْوَلِيدِ , نا الزُّبَيْدِيُّ , عَنِ الزُّهْرِيِّ , عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ , عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ , أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَرَّ بِشَاةٍ دَاجِنٍ لِبَعْضِ أَهْلِهِ قَدْ نَفَقَتْ , فَقَالَ: «أَلَا اسْتَمْتَعْتُمْ بِجِلْدِهَا؟» قَالُوا: يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّهَا مَيْتَةٌ , قَالَ: «إِنَّ دِبَاغَهَا ذَكَاتُهَا» . وَقَالَ ابْنُ صَاعِدٍ: إِنَّ دِبَاغَهُ ذَكَاتُهُ

Sunan Daruquthni 98: Muhammad bin Ibrahim bin Nairuz menceritakan kepada kami dengan cara didiktekan, Al Husain bin Isma'il menceritakan kepada kami, dan dibacakan kepada Ibnu Sha'id sementara aku mendengarkan, mereka mengatakan: Abu Utbah Al Himshi mengabarkan kepada kami, Baqiyyah bin Al Walid mengabarkan kepada kami, AzZubaidi mengabarkan kepada kami, dari Az-Zuhri, dari Ubaidullah bin Abdullah bin Abbas: Bahwa Nabi SAW melewati seekor kambing mati yang telah dibuang, milik salah seorang istrinya, maka beliau berkata, "Mengapa kalian tidak memanfaatkan kulitnya?' Mereka menjawab, "Wahai Rasululullah! Kambing itu sudah menjadi bangkai." Beliau bersabda, "Sesungguhnya penyamakannya adalah penyembelihannya (yang menyucikannya)." Ibnu Sha'id menyebutkan dengan redaksi, "Sesungguhnya penyamakannya adalah penyembelihannya." [dengan perbedaan bentuk kata gantinya].

Sunan Daraquthni
99/4790

سنن الدارقطني 99: نا ابْنُ صَاعِدٍ , نا أَحْمَدُ بْنُ أَبِي بَكْرٍ الْمُقَدَّمِيُّ , نا مُحَمَّدُ بْنُ كَثِيرٍ الْعَبْدِيُّ , وَأَبُو سَلَمَةَ الْمِنْقَرِيُّ , قَالَا: نا سُلَيْمَانُ بْنُ كَثِيرٍ , نا الزُّهْرِيُّ , عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ , عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ , عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِهَذَا , وَقَالَ: «إِنَّمَا حُرِّمَ لَحْمُهَا وَدِبَاغُ إِهَابِهَا طَهُورُهَا»

Sunan Daruquthni 99: Ibnu Sha'id mengabarkan kepada kami, Ahmad bin Abu Bakar Al Muqaddami mengabarkan kepada kami, Muhammad bin Katsir Al Abdi dan Abu Salamah Al Manqari mengabarkan kepada kami, keduanya mengatakan: Sulaiman bin Katsir mengabarkan kepada kami, Az-Zuhri mengabarkan kepada kami, dari Ubaidullah, dari Ibnu Abbas, dari Nabi SAW, tentang (kisah) ini, dan beliau bersabda, "Sesungguhnya yang diharamkan itu adalah dagingnya. Sedangkan penyamakan kulitnya dapat menyucikannya."

Sunan Daraquthni
100/4790

سنن الدارقطني 100: حَدَّثَنَا ابْنُ صَاعِدٍ , نا هِلَالُ بْنُ الْعَلَاءِ , نا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ جَعْفَرٍ , نا عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ عَمْرٍو , عَنْ إِسْحَاقَ بْنِ رَاشِدٍ , عَنِ الزُّهْرِيِّ , بِهَذَا وَقَالَ: إِنَّمَا حُرِّمَ عَلَيْكُمْ لَحْمُهَا وَرُخِّصَ لَكُمْ فِي مَسْكِهَا. هَذِهِ أَسَانِيدُ صِحَاحٌ

Sunan Daruquthni 100: Ibnu Sha'id menceritakan kepada kami, Hilal bin Al 'Ala' mengabarkan kepada kami, Abdullah bin Ja'far mengabarkan kepada kami, Ubaidullah bin Amr mengabarkan kepada kami, kepada Ishaq bin Rasyid, dari Az-Zuhri, tentang (kisah) ini, dan beliau bersabda, "Sesungguhnya yang diharamkan atas kalian adalah dagingnya, namun diberikan rukhshah pada kalian mengenai kulitnya."* Sanad-sanad ini shahih.

Sunan Daraquthni
101/4790

سنن الدارقطني 101: حَدَّثَنَا عَبْدُ الْمَلِكِ بْنُ أَحْمَدَ الدَّقَّاقُ , ثنا يُونُسُ بْنُ عَبْدِ الْأَعْلَى , ثنا ابْنُ وَهْبٍ , أَخْبَرَنِي أُسَامَةُ بْنُ زَيْدٍ , عَنْ عَطَاءٍ , عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ , أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لِأَهْلِ شَاةٍ مَاتَتْ: «أَلَا نَزَعْتُمْ إِهَابَهَا فَدَبَغْتُمُوهُ وَانْتَفَعْتُمْ بِهِ»

Sunan Daruquthni 101: Abdul Malik bin Ahmad Ad-Daqqaq menceritakan kepada kami, Yunus bin Abdul A'la mengabarkan kepada kami, Ibnu Wahb mengabarkan kepada kami, Usamah bin Zaid mengabarkan kepadaku, dari 'Atha‘ dari Ibnu Abbas: Bahwa Nabi SAW berkata kepada pemilik kambing yang mati, "Mengapa kalian tidak mengambil kulitnya, lalu kalian menyamaknya dan memanfaatkannya?"

Sunan Daraquthni
102/4790

سنن الدارقطني 102: نا بِهِ أَبُو بَكْرٍ النَّيْسَابُورِيُّ , نا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ بِشْرٍ , نا يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ الْأُمَوِيُّ , ح وَنا مُحَمَّدُ بْنُ مَخْلَدٍ , نا إِبْرَاهِيمُ بْنُ إِسْحَاقَ الْحَرْبِيُّ , ثنا مُسَدَّدٌ , ثنا يَحْيَى , عَنِ ابْنِ جُرَيْجٍ , عَنْ عَطَاءٍ , عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ , أَنَّ دَاجِنَةً لِمَيْمُونَةَ مَاتَتْ , فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «أَلَا انْتَفَعْتُمْ بِإِهَابِهَا أَلَا دَبَغْتُمُوهُ فَإِنَّهُ ذَكَاةٌ لَهُ»

Sunan Daruquthni 102: Abu Bakar An-Naisaburi mengabarkannya kepada kami, Abdurrahman bin Bisyr mengabarkan kepada kami, Yahya bin Sa'd Al Umawi mengabarkan kepada kami {h} Muhammad bin Makhlad mengabarkan kepada kami, Ibrahim bin Ishaq Al Harbi mengabarkan kepada kami, Musaddad mengabarkan kepada kami, Yahya mengabarkan kepada kami, dari Ibnu Juraij, dari 'Ahta dari Ibnu Abbas: Bahwa kambing milik Maimunah mati, lalu Nabi SAW berkata, "Mengapa kalian tidak memanfaatkan kulitnya. Ketahuilah, bahwa menyamaknya adalah penyembelihannya."

Sunan Daraquthni
103/4790

سنن الدارقطني 103: حَدَّثَنَا سَعِيدُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ أَحْمَدَ الْحَنَّاطُ , نا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ يُونُسَ السَّرَّاجُ , ثنا حَجَّاجُ بْنُ مُحَمَّدٍ , عَنْ شَرِيكٍ , عَنِ الْأَعْمَشِ , عَنْ إِبْرَاهِيمَ , عَنِ الْأَسْوَدِ , عَنْ عَائِشَةَ , عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «ذَكَاةُ الْمَيْتَةِ دِبَاغُهَا» . قَالَ إِبْرَاهِيمُ: وَكَانَ أَصْحَابُ عَبْدِ اللَّهِ يَقُولُونَ: ذَكَاةُ الصُّوفِ غُسْلُهُ

Sunan Daruquthni 103: Sa'id bin Muhammad bin Ahmad Al Hannath menceritakan kepada kami, Abdurrahman bin Yunus As-Sarraj mengabarkan kepada kami, Hajjaj bin Muhammad menceritakan kepada kami, dari Syarik, dari Al A'masy, dari Ibrahim, dari Al Aswad, dari Aisyah, dari Nabi SAW, beliau bersabda, "Penyembelihan bangkai adalah dengan menyamaknya."* Ibrahim mengatakan, "Para sahabat Abdullah mengatakan, 'Penyembelihan bulu adalah mencucinya'."

Sunan Daraquthni
104/4790

سنن الدارقطني 104: خَالَفَهُ حُسَيْنٌ الْمَرْوَرُوذِيُّ , عَنْ شَرِيكٍ , فَقَالَ عَنِ الْأَعْمَشِ , عَنْ عُمَارَةَ بْنِ عُمَيْرٍ , عَنِ الْأَسْوَدِ , عَنْ عَائِشَةَ , عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «دِبَاغُهَا طَهُورُهَا» حَدَّثَنَاهُ ابْنُ كَامِلٍ , نا ابْنُ أَبِي خَيْثَمَةَ , عَنْهُ

Sunan Daruquthni 104: Husain Al Marwarrudzi meriwayatkan yang berbeda dari Syarik, ia mengatakan: Dari Al A'masy, dari Umarah bin Umair, dari Al Aswad, dari Aisyah, dari Nabi SAW, "Penyamakannya adalah penyuciannya." Ibnu Kamil menceritakannya kepada kami, Ibnu Abi Khaitsamah menceritakan kepada kami, darinya.

Sunan Daraquthni
105/4790

سنن الدارقطني 105: حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرٍ النَّيْسَابُورِيُّ , ثنا يُونُسُ بْنُ عَبْدِ الْأَعْلَى , ثنا ابْنُ وَهْبٍ , أَخْبَرَنِي عَمْرُو بْنُ الْحَارِثِ , وَاللَّيْثُ بْنُ سَعْدٍ , عَنْ كَثِيرِ بْنِ فَرْقَدٍ , عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ مَالِكِ بْنِ حُذَافَةَ , حَدَّثَهُ عَنْ أُمِّهِ الْعَالِيَةِ بِنْتِ سُبَيْعٍ , أَنَّ مَيْمُونَةَ زَوْجَ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَدَّثَتْهَا , أَنَّهُ مَرَّ بِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَفَرٌ مِنْ قُرَيْشٍ يَجُرُّونَ شَاةً لَهُمْ مِثْلَ الْحِمَارِ , فَقَالَ لَهُمْ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «لَوْ أَخَذْتُمْ إِهَابَهَا» , قَالُوا: إِنَّهَا مَيْتَةٌ، قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «يُطَهِّرُهَا الْمَاءُ وَالْقَرَظُ»

Sunan Daruquthni 105: Abu Bakar An-Naisaburi menceritakan kepada kami, Yunus bin Abdul A'la menceritakan kepada kami, Ibnu Wahb menceritakan kepada kami, Amr bin Al Harits dan Al-Laits mengabarkan kepadaku, dari Katsir bin Farqad, dari Abdullah bin Mallik bin Hudzafah, ia menceritakannya dari ibunya, yakni Al 'Aliyah binti Subai': Bahwa Maimunah, istri Nabi SAW, menyampaikan kepadanya: Bahwa beberapa orang Quraisy lewat di dekat Rasulullah SAW sambil menyeret (bangkai) kambing mereka seperti menyeret keledai, maka Rasulullah SAW berkata kepada mereka, "Sebaiknya kalian mengambil kulitnya." Mereka menjawab, "Ini sudah mati." Rasulullah SAW bersabda, "Dapat disucikan dengan air dan kapur."

Sunan Daraquthni
106/4790

سنن الدارقطني 106: نا مُحَمَّدُ بْنُ مَخْلَدٍ , نا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ الْهَيْثَمِ الْعَبْدِيُّ , ثنا مُعَاذُ بْنُ هِشَامٍ , نا أَبِي , عَنْ قَتَادَةَ , عَنِ الْحَسَنِ , عَنْ جَوْنِ بْنِ قَتَادَةَ , عَنْ سَلَمَةَ بْنِ الْمُحَبَّقِ , أَنَّ نَبِيَّ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ دَعَا فِي غَزْوَةِ تَبُوكَ بِمَاءٍ مِنْ عِنْدِ امْرَأَةٍ , فَقَالَتْ: مَا عِنْدِي مَاءٌ إِلَّا فِي قِرْبَةٍ لِي مَيْتَةٍ , فَقَالَ: «أَلَيْسَ قَدْ دَبَغَتْهَا؟» , قَالَتْ: بَلَى , قَالَ: «فَإِنَّ ذَكَاتَهَا دِبَاغُهَا»

Sunan Daruquthni 106: Muhammad bin Makhlad mengabarkan kepada kami, Abdullah bin Al Haitsam Al Abdi mengabarkan kepada kami, Mu'adz bin Hisyam menceritakan kepada kami, ayahku mengabarkan kepada kami, dari Qatadah, dari Al Hasan, dari Jaun bin Qatadah, dari Salamah bin Al Muhabbiq: Bahwa ketika perang Tabuk, Nabi SAW minta diambilkan air dari seorang wanita, lalu wanita itu berkata, "Aku tidak punya air, kecuali yang terdapat di dalam tempayanku yang terubat dari kulit binatang yang mati." Beliau bertanya, "Bukankah engkau telah menyamaknya?'' Wanita itu menjawab, "Tentu." Beliau bersabda, "Sesungguhnya penyembelihannya adalah dengan menyamaknya."

Sunan Daraquthni
107/4790

سنن الدارقطني 107: حَدَّثَنَا ابْنُ مَخْلَدٍ , ثنا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ الْهَيْثَمِ , ثنا أَبُو دَاوُدَ , ثنا هِشَامٌ , عَنْ قَتَادَةَ , بِهَذَا قَالَ: «دِبَاغُ الْأَدِيمِ ذَكَاتُهُ»

Sunan Daruquthni 107: Ibnu Makhlad menceritakan kepada kami, Abdullah bin Al Haitsam menceritakan kepada kami, Abu Daud menceritakan kepada kami, Hisyam menceritakan kepada kami, dari Qatadah tentang (kisah) ini, dan beliau mengatakan, "Penyamakan kulit adalah penyembelihannya.

Sunan Daraquthni
108/4790

سنن الدارقطني 108: حَدَّثَنَا ابْنُ مَخْلَدٍ , ثنا الدَّقِيقِيُّ , ثنا بَكْرُ بْنُ بَكَّارٍ , ثنا شُعْبَةُ , عَنْ قَتَادَةَ , عَنِ الْحَسَنِ , عَنْ جَوْنِ بْنِ قَتَادَةَ , عَنْ سَلَمَةَ بْنِ الْمُحَبَّقِ , عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِهَذَا قَالَ: «دِبَاغُهَا طَهُورُهَا»

Sunan Daruquthni 108: Ibnu Makhlad menceritakan kepada kami, Ad-Daqiqi menceritakan kepada kami, Bakar bin Bakkar menceritakan kepada kami, Syu'bah menceritakan kepada kami, dari Qatadah, dari Al Hasan, dari Jaun bin Qatadah, dari Salamah bin Al Muhabbiq, dari Nabi SAW tentang (kisah) ini, dan beliau mengatakan, "Penyamakannya berarti menyucikannya."

Sunan Daraquthni
109/4790

سنن الدارقطني 109: نا ابْنُ مَخْلَدٍ , نا إِبْرَاهِيمُ الْحَرْبِيُّ , نا عَفَّانُ , وَالْحَوْضِيُّ , وَمُوسَى , قَالُوا: نا هَمَّامٌ , عَنْ قَتَادَةَ , بِهَذَا وَقَالَ: «دِبَاغُهَا ذَكَاتُهَا»

Sunan Daruquthni 109: Ibnu Makhlad menceritakan kepada kami, Ibrahim Al Harbi menceritakan kepada kami, Affan, Haudzhi dan Musa menceritakan kepada kami, mereka mengatakan: Hammam mengabarkan kepada kami, dari Qatadah tentang (kisah) ini, dan beliau mengatakan, "Penyamakannya adalah penyembelihannya."

Sunan Daraquthni
110/4790

سنن الدارقطني 110: حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ عَبْدِ الْعَزِيزِ , نا مُحَمَّدُ بْنُ بَكَّارٍ , نا فُلَيْحُ بْنُ سُلَيْمَانَ , عَنْ زَيْدِ بْنِ أَسْلَمَ , عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ وَعْلَةَ الْمِصْرِيِّ , عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ , قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «دِبَاغُ كُلِّ إِهَابٍ طُهُورُهُ»

Sunan Daruquthni 110: Abdullah bin Muhammad bin Abdul Aziz menceritakan kepada kami, Muhammad bin Bakkar mengabarkan kepada kami, Fulaih bin Sulaiman mengabarkan kepada kami, dari Zaid bin Aslam, dari Abdurrahman bin Wa'lah Al Mishri, dari Ibnu Abbas, ia mengatakan, "Rasulullah SAW bersabda, 'Penyamakan setiap kulit berarti menyucikannya'."

Sunan Daraquthni
111/4790

سنن الدارقطني 111: حَدَّثَنَا سَعِيدُ بْنُ مُحَمَّدٍ الْخَيَّاطُ , نا ابْنُ أَبِي مَذْعُورٍ , نا عَبْدُ الْعَزِيزِ الدَّرَاوَرْدِيُّ , حَدَّثَنِي زَيْدُ بْنُ أَسْلَمَ , عَنِ ابْنِ وَعْلَةَ , عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ , عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «إِذَا دُبِغَ الْإِهَابُ فَقَدْ طَهُرَ»

Sunan Daruquthni 111: Sa'id bin Muhammad Al Khannath menceritakan kepada kami, Ibnu Abi Madz'ur mengabarkan kepada kami, Abdul Aziz bin Muhammad Ad-Darawardi mengabarkan kepada kami, Zaid bin Aslam menceritakan kepadaku, dari Ibnu Wa'lah, dari Ibnu Abbas, dari Nabi SAW, beliau bersabda, "Jika kulit telah disamak, maka telah suci."

Sunan Daraquthni
112/4790

سنن الدارقطني 112: حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ مَخْلَدٍ , نا الْعَبَّاسُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ حَاتِمٍ , حَدَّثَنَا شَبَابَةُ بْنُ سَوَّارٍ , نا أَبُو بَكْرٍ الْهُذَلِيُّ , ح وَنا أَبُو بَكْرٍ الْأَزْرَقُ يُوسُفُ بْنُ يَعْقُوبَ بْنِ إِسْحَاقَ بْنِ بُهْلُولٍ , ثنا جَدِّي , نا عَمَّارُ بْنُ سَلَّامٍ أَبُو مُحَمَّدٍ , نا زَافِرٌ , عَنْ أَبِي بَكْرٍ الْهُذَلِيِّ , عَنِ الزُّهْرِيِّ , عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ , عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ , فِي قَوْلِهِ عَزَّ وَجَلَّ {قُلْ لَا أَجِدُ فِي مَا أُوحِيَ إِلَيَّ مُحَرَّمًا عَلَى طَاعِمٍ يَطْعَمُهُ} [الأنعام: 145] , قَالَ: «الطَّاعِمُ الْآكِلُ , فَأَمَّا السِّنُّ وَالْقَرْنُ وَالْعَظْمُ وَالصُّوفُ وَالشَّعْرُ وَالْوَبَرُ وَالْعَصَبُ فَلَا بَأْسَ بِهِ لِأَنَّهُ يُغْسَلُ» . وَقَالَ شَبَابَةُ: إِنَّمَا حُرِّمَ مِنَ الْمَيْتَةِ مَا يُؤْكَلُ مِنْهَا وَهُوَ اللَّحْمُ فَأَمَّا الْجِلْدُ وَالسِّنُّ وَالْعَظْمُ وَالشَّعْرُ وَالصُّوفُ فَهُوَ حَلَالٌ , أَبُو بَكْرٍ الْهُذَلِيُّ ضَعِيفٌ

Sunan Daruquthni 112: Muhammad bin Makhlad menceritakan kepada kami, Al Abbas bin Muhammad bin Hatim mengabarkan kepada kami, Syababah bin Sawwar mengabarkan kepada kami, Abu Bakar Al Hudzali mengabarkan kepada kami {h} Abu Bakar Al Azraq Yusuf bin Ya'qub bin Ishaq bin Al Buhbul mengabarkan kepada kami, kakekku mengabarkan kepada kami, Ammar bin Sallam Abu Muhammad menceritakan kepada kami, Zafir mengabarkan kepada kami, dari abu Bakar Al Hudzali, dari Az-Zuhri, dari Ubaidullah bin Abdullah, dari Ibnu Abbas, tentang firman Allah 'Azza wa Jalla, "Katakanlah, 'Tiadalah aku peroleh dalam wahyu yang diwahyukan kepadaku, sesuatu yang diharamkan bagi orang yang hendak memakannya'" (Qs. Al An'aam [6]: 145) ia mengatakan, "Yang dimaksud adalah pengharaman untuk dimakan. Adapun gigi, tanduk, tulang, rambut dan bulu, maka tidak apa-apa, karena dapat dicuci." Syababah mengatakan, "Yang diharamkan dari bangkai adalah yang untuk dimakan, yaitu dagingnya. Adapun kulit, gigi, tulang, rambut dan bulunya adalah halal." Abu bakar Al Hudzali lemah (dalam periwayatan hadis).

Sunan Daraquthni
113/4790

سنن الدارقطني 113: نا أَبُو طَلْحَةَ أَحْمَدُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ عَبْدِ الْكَرِيمِ , نا سَعِيدُ بْنُ مُحَمَّدٍ بِبَيْرُوتَ , نا أَبُو أَيُّوبَ سُلَيْمَانُ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ , نا يُوسُفُ بْنُ السَّفَرِ , نا الْأَوْزَاعِيُّ , عَنْ يَحْيَى بْنِ أَبِي كَثِيرٍ , عَنْ أَبِي سَلَمَةَ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ , قَالَ: سَمِعْتُ أُمَّ سَلَمَةَ زَوْجَ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ , تَقُولُ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: «لَا بَأْسَ بِمِسْكِ الْمَيْتَةِ إِذَا دُبِغَ , وَلَا بَأْسَ بِصُوفِهَا وَشَعْرِهَا وَقُرُونِهَا إِذَا غُسِلَ بِالْمَاءِ» . يُوسُفُ بْنُ السَّفَرِ مَتْرُوكٌ , وَلَمْ يَأْتِ بِهِ غَيْرُهُ

Sunan Daruquthni 113: Abu Thalhah Ahmad bin Muhammad bin Abdul Karim mengabarkan kepada kami, Sa'd bin Muhammad mengabarkan kepada kami di Beirut, Abu Ayyub Sulaiman bin Abdurrahman mengabarkan kepada kami, Yusuf bin As-Safar mengabarkan kepada kami, Al Auza'i mengabarkan kepada kami, dari Yahya bin Abu Katsir, dari Abu Salamah bin Abdurrahman, ia mengatakan, "Aku mendengar Ummu Salamah, istri Nabi SAW, mengatakan, 'Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda, 'Tidak apa-apa (memanfaatkan) kulit binatang yang telah mati bila telah disamak. Dan tidak apa-apa juga (memanfaatkan) bulu, rambut dan tanduknya bila telah dicuci dengan air'."* Yusuf bin As-Safar adalah seorang yang matruk (hadisnya ditinggalkan), dan tidak ada yang mengemukakan riwayat ini selain dia.

Sunan Daraquthni
114/4790

سنن الدارقطني 114: نا عَبْدُ الْبَاقِي بْنُ قَانِعٍ , نا إِسْمَاعِيلُ بْنُ الْفَضْلِ , نا سُلَيْمَانُ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ , نا يُوسُفُ بْنُ السَّفَرِ , بِهَذَا الْإِسْنَادِ مِثْلَهُ سَوَاءً

Sunan Daruquthni 114: Abdul Baqi bin Qani' mengabarkan kepada kami, Isma'il bin Al Fadhl mengabarkan kepada kami, Sulaiman bin Abdurrahman mengabarkan kepada kami, Yusuf bin AsSafar mengabarkan kepada kami dengan isnad ini sama seperti itu.

Sunan Daraquthni
115/4790

سنن الدارقطني 115: حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَلِيِّ بْنِ إِسْمَاعِيلَ الْأَيْلِيُّ , نا أَحْمَدُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ الْبُسْرِيُّ , نا مُحَمَّدُ بْنُ آدَمَ , نا الْوَلِيدُ بْنُ مُسْلِمٍ , عَنْ أَخِيهِ عَبْدِ الْجَبَّارِ بْنِ مُسْلِمٍ , عَنِ الزُّهْرِيِّ , عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ , عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ , قَالَ: «إِنَّمَا حَرَّمَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنَ الْمَيْتَةِ لَحْمَهَا وَأَمَّا الْجِلْدُ وَالشَّعْرُ وَالصُّوفُ فَلَا بَأْسَ بِهِ» عَبْدُ الْجَبَّارِ ضَعِيفٌ

Sunan Daruquthni 115: Muhammad bin Ali bin Isma'il Al Aili menceritakan kepada kami, Ahmad bin Ibrahim Al Busri mengabarkan kepada kami, Muhammad bin Adam mengabarkan kepada kami, Al Walid bin Muslim mengabarkan kepada kami, dari saudaranya, yakni Abdul Jabbar bin Muslim, dari Az-Zuhri, dari Ubaidullah bin Abdullah, dari Ibnu Abbas, ia mengatakan, "Sesungguhnya yang diharamkan Rasulullah SAW dari bangkai adalah dagingnya. Adapun kulit, rambut dan bulunya, tidak apa-apa." Abdul Jabbar lemah.

Sunan Daraquthni
116/4790

سنن الدارقطني 116: حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ عَبْدِ الْعَزِيزِ , نا يَحْيَى بْنُ أَيُّوبَ الْعَابِدُ , نا عَبَّادُ بْنُ عَبَّادٍ , حَدَّثَنِي شُعْبَةُ , عَنْ أَبِي قَيْسٍ الْأَوْدِيِّ , عَنْ هُزَيْلِ بْنِ شُرَحْبِيلَ , عَنْ أُمِّ سَلَمَةَ , أَوْ زَيْنَبَ , أَوْ غَيْرِهِمَا مِنْ أَزْوَاجِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ , أَنَّ مَيْمُونَةَ مَاتَتْ شَاةٌ لَهَا , فَقَالَ لَهَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «أَلَا اسْتَمْتَعْتُمْ بِإِهَابِهَا؟» , فَقَالَتْ: يَا رَسُولَ اللَّهِ كَيْفَ نَسْتَمْتِعُ بِهَا وَهِيَ مَيْتَةٌ , فَقَالَ: «طَهُورُ الْأُدْمِ دِبَاغُهُ» . وَقَالَ غَيْرُهُ , عَنْ شُعْبَةَ , عَنْ أَبِي قَيْسٍ , عَنْ هُزَيْلِ بْنِ شُرَحْبِيلَ , عَنْ بَعْضِ أَزْوَاجِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: كَانَتْ لَنَا شَاةٌ فَمَاتَتْ

Sunan Daruquthni 116: Abdullah bin Muhammad bin Abdul Aziz Al Aufi menceritakan kepada kami, Yahya bin Ayyub Al Abid mengabarkan kepada kami, Abbad bin Abbad mengabarkan kepada kami, Syu'bah menceritakan kepadaku, dari Abu Qais Al Audi, dari Huzail bin Syurahbil, dari Ummu Salamah atau Zainad atau yang lainnya di antara para istri Nabi SAW: Bahwa kambing milik Maimunah mati, lalu Rasulullah SAW berkata kepadanya, "Mengapa kalian tidak memanfaatkan kulitnya." Ia menjawab, "Wahai Rasulullah! Bagaimana kami memanfaatkannya padahal ia telah mati?" Beliau bersabda, "Penyucian kulit adalah dengan menyamaknya." Yang lainnya mengatakan: Dari Syu'bah, dari Abu Qais, dari Huzail bin Syurahbil, dari salah seorang istri Nabi SAW: "Kami memiliki seekor kambing, lalu kambing itu mati."

Sunan Daraquthni
117/4790

سنن الدارقطني 117: نا مُحَمَّدُ بْنُ نُوحٍ الْجُنْدِيسَابُورِيُّ , نا عَلِيُّ بْنُ حَرْبٍ , نا سُلَيْمَانُ بْنُ أَبِي هَوْذَةَ , نا زَافِرُ بْنُ سُلَيْمَانَ , عَنْ أَبِي بَكْرٍ الْهُذَلِيِّ , أَنَّ الزُّهْرِيَّ حَدَّثَهُمْ , عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ , عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ , قَالَ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: « {قُلْ لَا أَجِدُ فِي مَا أُوحِيَ إِلَيَّ مُحَرَّمًا عَلِي طَاعِمٍ يَطْعَمُهُ} أَلَا كُلُّ شَيْءٍ مِنَ الْمَيْتَةِ حَلَالٌ إِلَّا مَا أُكِلَ مِنْهَا , فَأَمَّا الْجِلْدُ وَالْقَرْنُ وَالشَّعْرُ وَالصُّوفُ وَالسِّنُّ وَالْعَظْمُ فَكُلُّ هَذَا حَلَالٌ لِأَنَّهُ لَا يُذَكَّى» . أَبُو بَكْرٍ الْهُذَلِيُّ مَتْرُوكٌ

Sunan Daruquthni 117: Muhammad bin Nuh Al Jundaisaburi menceritakan kepada kami, Ali bin Harb mengabarkan kepada kami, Sulaiman bin Abu Haudzah mengabarkan kepada kami, Zafir bin Sulaiman mengabarkan kepada kami, dari Abu Bakar Al Hudzali, bahwa AzZuhri menyampaikan kepada mereka, dari Ubaidullah bin Abdullah, dari Ibnu Abbas, ia mengatakan, "Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda, 'Katakanlah, 'Tiadalah aku peroleh dalam wahyu yang diwahyukan kepadaku, sesuatu yang diharamkan bpgi orang yang hendak memakannya.' (Qs. Al An'aam [6]: 145) Ketahuilah bahwa segala sesuatu dari bangkai adalah halal kecuali yang dimakan. Adapun kulit, tanduk, rambut, bulu, gigi dan tulang, semua itu halal karena tidak dapat disembelih." Abu Bakar Al Hudzali adalah seorang yang matruk (hadisnya ditinggalkan).

Sunan Daraquthni
118/4790

سنن الدارقطني 118: حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرٍ النَّيْسَابُورِيُّ , نا مُحَمَّدُ بْنُ عَقِيلِ بْنِ خُوَيْلِدٍ , نا حَفْصُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ , نا إِبْرَاهِيمُ بْنُ طَهْمَانَ , عَنْ أَيُّوبَ , عَنْ نَافِعٍ , عَنِ ابْنِ عُمَرَ , قَالَ: قَالَ رَسُولُ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «أَيُّمَا إِهَابٍ دُبِغَ فَقَدْ طَهُرَ» . إِسْنَادٌ حَسَنٌ

Sunan Daruquthni 118: Abu Bakar An-Naisaburi menceritakan kepada kami, Muhammad bin Aqil bin Khuwailid mengabarkan kepada kami, Hafsh bin Abdullah mengabarkan kepada kami, Ibrahim bin Thahman mengabarkan kepada kami, dari Ayyub, dari Nafi', dari Ibnu Umar, ia berkata, "Rasulullah SAW bersabda, 'Kulit manapun yang telah disamak, maka telah suci'." Isnadnya hasan.

Sunan Daraquthni
119/4790

سنن الدارقطني 119: حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ بْنُ هَارُونَ بْنِ مَرْدَانْشَاهَ , وَمُحَمَّدُ بْنُ مَخْلَدٍ , قَالَا: نا إِسْحَاقُ بْنُ أَبِي إِسْحَاقَ الصَّفَّارُ , نا الْوَاقِدِيُّ , نا مُعَاذُ بْنُ مُحَمَّدٍ الْأَنْصَارِيُّ , عَنْ عَطَاءٍ الْخُرَاسَانِيِّ , عَنْ سَعِيدِ بْنِ الْمُسَيِّبِ , عَنْ زَيْدِ بْنِ ثَابِتٍ , عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «دِبَاغُ جُلُودِ الْمَيْتَةِ طَهُورُهَا»

Sunan Daruquthni 119: Isma'il bin Harun bin Mardansyah dan Muhammad bin Makhlad menceritakan kepada kami, keduanya mengatakan: Ishaq bin Abu Ishaq Ash-Shaffar mengabarkan kepada kami, Al Waqidi mengabarkan kepada kami, Mu'adz bin Muhammad Al Anshari mengabarkan kepada kami, dari 'Atha' Al Khurasani, dari Sa'id bin Al Musayyab, dari Zaid bin Tsabit, dari Nabi SAW, beliau bersabda, "Penyamakan kulit binatang yang telah mati adalah penyuciannya."

Sunan Daraquthni
120/4790

سنن الدارقطني 120: حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَلِيِّ بْنِ حُبَيْشٍ , نا أَحْمَدُ بْنُ الْقَاسِمِ بْنِ مُسَاوِرٍ , نا سُوَيْدٌ , نا الْقَاسِمُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ , عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ دِينَارٍ , عَنِ ابْنِ عُمَرَ , أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَرَّ عَلَى شَاةٍ , فَقَالَ: «مَا هَذِهِ؟» , قَالُوا: مَيْتَةٌ , قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «ادْبُغُوا إِهَابَهَا , فَإِنَّ دِبَاغَهُ طَهُورُهُ» . الْقَاسِمُ ضَعِيفٌ

Sunan Daruquthni 120: Muhammad bin Ali bin Hubaisy menceritakan kepada kami, Ahmad bin Al Qasim bin Musawir mengabarkan kepada kami, Suwaid mengabarkan kepada kami, Al Qasim bin Abdullah mengabarkan kepada kami, dari Abdullah bin Dinar, dari Ibnu Umar: Bahwa Nabi SAW melewati kambing, beliau pun bertanya, "Apa ini?" Mereka menjawab, "Itu sudah mati." Nabi SAW bersabda, "Samaklah kulitnya, karena menyamaknya berarti menyucikannya." Al Qashim adalah seorang yang lemah.

Sunan Daraquthni
121/4790

سنن الدارقطني 121: نا مُحَمَّدُ بْنُ مَخْلَدٍ , وَآخَرُونَ , قَالُوا: حَدَّثَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ الْهَيْثَمِ , نا عَلِيُّ بْنُ عَيَّاشٍ , نا مُحَمَّدُ بْنُ مُطَرِّفٍ , نا زَيْدُ بْنُ أَسْلَمَ , عَنْ عَطَاءِ بْنِ يَسَارٍ , عَنْ عَائِشَةَ , عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «طَهُورُ كُلِّ أَدِيمٍ دِبَاغُهُ» . إِسْنَادٌ حَسَنٌ كُلُّهُمْ ثِقَاتٌ

Sunan Daruquthni 121: Muhammad bin Makhlad dan yang lainnya mengabarkan kepada kami, mereka mengatakan: Ibrahim bin Al Haitsam mengabarkan kepada kami, Ali bin Ayyasy mengabarkan kepada kami, Muhammad bin Mutharrif mengabarkan kepada kami, Zaid bin Aslam mengabarkan kepada kami, dari 'Atha' bin Yasar, dari Aisyah, dari Nabi SAW, beliau bersabda, "Penyucian setiap kulit adalah dengan menyamaknya." Isnadnya hasan, semua perawinya tsiqah.

Sunan Daraquthni
122/4790

سنن الدارقطني 122: حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ مَخْلَدٍ , نا أَحْمَدُ بْنُ إِسْحَاقَ بْنِ يُوسُفَ الرَّقِّيُّ , نا مُحَمَّدُ بْنُ عِيسَى الطَّبَّاعُ , قَالَ: نا فَرَجُ بْنُ فَضَالَةَ , حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ , عَنْ عَمْرَةَ , عَنْ أُمِّ سَلَمَةَ , أَنَّهَا كَانَتْ لَهَا شَاةٌ تَحْتَلِبُهَا , فَفَقَدَهَا النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ , فَقَالَ: «مَا فَعَلَتِ الشَّاةُ؟» , قَالُوا: مَاتَتْ , قَالَ: «أَفَلَا انْتَفَعْتُمْ بِإِهَابِهَا» , قُلْنَا: إِنَّهَا مَيْتَةٌ , فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «إِنَّ دِبَاغَهَا يَحِلُّ كَمَا يَحِلُّ خَلُّ الْخَمْرِ» . تَفَرَّدَ بِهِ فَرَجُ بْنُ فَضَالَةَ وَهُوَ ضَعِيفٌ

Sunan Daruquthni 122: Muhammad bin Makhlad menceritakan kepada kami, Ahmad bin Ishaq bin Yusuf Ar-Raqqi mengabarkan kepada kami, Muhammad bin Isa Ath-Tabba' mengabarkan kepada kami, Faraj bin Fadhalah mengabarkan kepada kami, Yahya bin Sa'id mengabarkan kepada kami, dari Amrah, dari Ummu Salamah: Bahwa ia mempunyai kambing yang biasa diperah air susunya, lalu Nabi SAW merasa kehilangannya, maka beliau bertanya, "Apa yang dilakukan oleh kambing itu?" Mereka menjawab, "Ia telah mati." Beliau berkata, "Mengapa kalian tidak memanfaatkan kulitnya?" Kami menjawab, "Ia sudah keburu mati." Nabi SAW bersabda, "Sesungguhnya penyamakannya menghalalkannya sebagaimana khamer cuka yang menghalalkan khamer." Faraj bin Fadhalah meriwayatkan sendirian, dan ia lemah.

Sunan Daraquthni
123/4790

سنن الدارقطني 123: نا أَحْمَدُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ مُغَلِّسٍ , نا أَحْمَدُ بْنُ الْأَزْهَرِ الْبَلْخِيُّ , نا مَعْرُوفُ بْنُ حَسَّانَ , نا عُمَرُ بْنُ ذَرٍّ , عَنْ مُعَاذَةَ , عَنْ عَائِشَةَ , قَالَتْ: قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «اسْتَمْتِعُوا بِجُلُودِ الْمَيْتَةِ إِذَا هِيَ دُبِغَتْ تُرَابًا كَانَ أَوْ رَمَادًا أَوْ مِلْحًا , أَوْ مَا كَانَ بَعْدُ أَنْ تُرِيدَ صَلَاحَهُ»

Sunan Daruquthni 123: Ahmad bin Muhammad bin Mughallis mengabarkan kepada kami, Ahmad bin Al Azhar mengabarkan kepada kami, Ma'ruf bin Hassan mengabarkan kepada kami, Umar bin Dzarr mengabarkan kepada kami, dari Mu'adzah, dari Aisyah, ia berkata, "Nabi SAW bersabda, 'Manfaatkanlah kulit-kulit bangkai binatang yang telah disamak, baik (disamak) dengan tanah, pasir maupun garam, ataupun setelah dibersihkan'."

Sunan Daraquthni
124/4790

سنن الدارقطني 124: نا الْقَاضِي الْحُسَيْنُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ , وَعُمَرُ بْنُ أَحْمَدَ بْنِ عَلِيٍّ الْقَطَّانُ , قَالَا: نا مُحَمَّدُ بْنُ الْوَلِيدِ , نا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ , نا شُعْبَةُ , عَنْ خَالِدٍ الْحَذَّاءِ , عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ شَقِيقٍ , عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ , قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «إِذَا اسْتَيْقَظَ أَحَدُكُمْ مِنْ مَنَامِهِ فَلَا يَغْمِسْ يَدَهُ فِي إِنَائِهِ أَوْ فِي وُضُوئِهِ حَتَّى يَغْسِلَهَا ثَلَاثًا فَإِنَّهُ لَا يَدْرِي أَيْنَ بَاتَتْ يَدُهُ مِنْهُ» . تَابَعَهُ عَبْدُ الصَّمَدِ بْنُ عَبْدِ الْوَارِثِ , عَنْ شُعْبَةَ

Sunan Daruquthni 124: Al Qadhi Al Husain bin Isma'il dan Umar bin Ahmad bin Ali Al Qaththan mengabarkan kepada kami, keduanya mengatakan: Muhammad bin Al Walid mengabarkan kepada kami, Muhammad bin Ja'far mengabarkan kepada kami, Syu'bah mengabarkan kepada kami, dari Khalid Al Hadzdza', dari Abdullah bin Syaqiq, dari Abu Hurairah, ia berkata, "Rasulullah SAW bersabda, 'Apabila seseorang di antara kalian bangun dari tidurnya, maka janganlah ia mencelupkan tangannya ke dalam bejananya atau air wudhunya, kecuali setelah mencucinya tiga kali. Karena sesungguhnya ia tidak mengetahui di mana letak tangannya ketika tidur"* Di-mutaba'ah oleh riwayat Abdush Shamad bin Abdul Warits dari Syu'bah.

Sunan Daraquthni
125/4790

سنن الدارقطني 125: نا أَحْمَدُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ زِيَادٍ , وَعَبْدُ الْبَاقِي بْنُ قَانِعّْ , قَالَا: حَدَّثَنَا الْحَسَنُ بْنُ الْعَبَّاسِ الرَّازِيُّ , نا مُحَمَّدُ بْنُ نُوحٍ , نا زِيَادٌ الْبَكَّائِيُّ , عَنْ عَبْدِ الْمَلِكِ بْنِ أَبِي سُلَيْمَانَ , عَنْ أَبِي الزُّبَيْرِ , عَنْ جَابِرٍ , قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «إِذَا قَامَ أَحَدُكُمْ مِنَ النَّوْمِ فَأَرَادَ أَنْ يَتَوَضَّأَ فَلَا يُدْخِلْ يَدَهُ فِي الْإِنَاءِ حَتَّى يَغْسِلَهَا , فَإِنَّهُ لَا يَدْرِي أَيْنَ بَاتَتْ يَدُهُ وَلَا عَلَى مَا وَضَعَهَا» . إِسْنَادٌ حَسَنٌ

Sunan Daruquthni 125: Ahmad bin Muhammad bin Ziyad dan Abdul Baqi' bin Nafi' mengabarkan kepada kami, keduanya mengatakan: Al Hasan bin Al Abbas Ar-Razi mengabarkan kepada kami, Muhammad bin Nuh mengabarkan kepada kami, Ziyad Al Bakka‘i mengabarkan kepada kami, dari Abdul Malik bin Abu Sulaiman, dari Abu Az-Zubair, dari Jabir, ia berkata, "Rasulullah SAW bersabda, 'Apabila seseorang di antara kalian bangun tidur lalu ia hendak berwudhu, maka hendaklah ia tidak memasukkan tangannya ke dalam bejana kecuali setelah mencucinya. Karena sesungguhnya ia tidak mengetahui di mana letak tangannya (ketika tidur) dan di atas apa ia meletakkannya'." Isnad hasan.

Sunan Daraquthni
126/4790

سنن الدارقطني 126: نا أَبُو بَكْرٍ النَّيْسَابُورِيُّ , نا أَحْمَدُ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ وَهْبٍ , نا عَمِّي , نا ابْنُ لَهِيعَةَ , وَجَابِرُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ الْحَضْرَمِيُّ , عَنْ عَقِيلٍ , عَنِ ابْنِ شِهَابٍ , عَنْ سَالِمِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ , عَنْ أَبِيهِ , قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «إِذَا اسْتَيْقَظَ أَحَدُكُمْ مِنْ مَنَامِهِ فَلَا يُدْخِلْ يَدَهُ فِي الْإِنَاءِ حَتَّى يَغْسِلَهَا ثَلَاثَ مَرَّاتٍ , فَإِنَّهُ لَا يَدْرِي أَيْنَ بَاتَتْ يَدُهُ مِنْهُ أَوْ أَيْنَ طَافَتْ يَدُهُ» . فَقَالَ لَهُ رَجُلٌ: أَرَأَيْتَ إِنْ كَانَ حَوْضًا , فَحَصَبَهُ ابْنُ عُمَرَ , وَقَالَ: أُخْبِرُكَ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَتَقُولُ: أَرَأَيْتَ إِنْ كَانَ حَوْضًا. إِسْنَادٌ حَسَنٌ

Sunan Daruquthni 126: Abu Bakar An-Naisaburi mengabarkan kepada kami, Ahmad bin Abdurrahman bin Wahb mengabarkan kepada kami, paman kami mengabarkan kepada kami, Ibnu Lahi'ah dan Jabir bin Isma'il Al Hadhrami mengabarkan kepada kami, dari Uqail, dari Ibnu Syihab, dari Salim bin Abdullah, dari ayahnya, ia berkata, "Rasulullah SAW bersabda, 'Apabila seseorang di antara kalian bangun dari tidurnya, maka hendaklah ia tidak memasukkan tangannya ke dalam bejana, kecuali setelah mencucinya tiga kali. Karena sesungguhnya ia tidak mengetahui di mana letak tangannya (ketika tidur), atau kemana saja tangannya itu bergerak'." Lalu seorang laki-laki berkata kepadanya, "Bagaimana bila ke dalam kolam?" Maka Ibnu Umar melontarnya dengan kerikil, dan ia mengatakan, "Aku memberitahumu dari Rasulullah SAW, tapi engkau malah mengatakan bagaimana bila kolam." Isnad hasan.

Sunan Daraquthni
127/4790

سنن الدارقطني 127: نا عَبْدُ الْمَلِكِ بْنُ أَحْمَدَ بْنِ نَصْرٍ الدَّقَّاقُ إِمْلَاءً , وَأَبُو بَكْرٍ النَّيْسَابُورِيُّ , قَالَا: حَدَّثَنَا بَحْرُ بْنُ نَصْرٍ , نا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ وَهْبٍ , نا مُعَاوِيَةُ بْنُ صَالِحٍ , عَنْ أَبِي مَرْيَمَ , قَالَ: سَمِعْتُ أَبَا هُرَيْرَةَ , يَقُولُ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: «إِذَا اسْتَيْقَظَ أَحَدُكُمْ مِنْ نَوْمِهِ فَلَا يُدْخِلْ يَدَهُ فِي الْإِنَاءِ حَتَّى يَغْسِلَهَا ثَلَاثَ مَرَّاتٍ , فَإِنَّ أَحَدُكُمْ لَا يَدْرِي أَيْنَ بَاتَتْ يَدُهُ أَوْ أَيْنَ بَاتَتْ تَطُوفُ يَدُهُ» . وَهَذَا إِسْنَادٌ حَسَنٌ أَيْضًا

Sunan Daruquthni 127: Abdul Malik bin Ahmad bin Nashr Ad-Daqqaq mengabarkan kepada kami secara dikte, dan Abu Bakar An-Naisaburi menceritakan kepada kami, keduanya mengatakan: Bahr bin Nashr menceritakan kepada kami, Abdullah bin Wahb mengabarkan kepada kami, Mu'awiyah bin Shalih mengabarkan kepada kami, dari Abu Maryam, ia berkata, "Aku mendengar Abu Hurairah mengatakan, 'Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda, 'Apabila seseorang di antara kalian bangun dari tidurnya, maka hendaklah ia tidak memasukkan tangannya ke dalam bejana kecuali setelah mencucinya tiga kali. Karena sesungguhnaya seseorang kalian tidak mengetahui di mana letak tangannya, atau kemana saja tangannya itu berkeliling (bergerak)." Isnadnya pun hasan.

Sunan Daraquthni
128/4790

سنن الدارقطني 128: نا الْحُسَيْنُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ الْقَاضِي , نا يُوسُفُ بْنُ مُوسَى , نا يَزِيدُ بْنُ هَارُونَ , وَجَعْفَرُ بْنُ عَوْنٍ , وَاللَّفْظُ لِيَزِيدَ , أنا يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ , أَنَّ مُحَمَّدَ بْنَ إِبْرَاهِيمَ أَخْبَرَهُ , أَنَّهُ سَمِعَ عَلْقَمَةَ بْنَ وَقَّاصٍ , يُحَدِّثُ أَنَّهُ سَمِعَ عُمَرَ بْنَ الْخَطَّابِ , وَهُوَ يَقُولُ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: «إِنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالنِّيَّةِ وَإِنَّمَا لِامْرِئٍ مَا نَوَى فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ فَهِجْرَتُهُ إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ وَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلَى دُنْيَا يُصِيبُهَا أَوِ امْرَأَةٍ يَتَزَوَّجُهَا فَهِجْرَتُهُ إِلَى مَا هَاجَرَ إِلَيْهِ»

Sunan Daruquthni 128: Al Husain bin Isma'il Al Qadhi mengabarkan kepada kami, Yusuf bin Musa mengabarkan kepada kami, Yazid bin Harun dan Ja'far bin Aun mengabarkan kepada kami, yang mana lafazhnya dari Yazid, Yahya bin Sa'id mengabarkan kepada kami, bahwa Muhammad bin Ibrahim memberitahukan kepadanya, bahwa ia mendengar Alqamah bin Waqqash menyampaikan, bahwa ia mendengar Umar bin Khaththab berkata, "Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda, 'Sesungguhnya amal perbuatan itu tergantung niatnya. Dan sesungguhnya setiap orang mendapatkan bagian sesuai yang diniatkannya. Karena itu, barangsiapa yang hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya. Dan barangsiapa yang hijrahnya kepada duniawi yang ingin diraihnya atau wanita yang ingin dinikahinya, maka hijrahnya itu kepada yang ia niatkan hijrah kepadanya'."

Sunan Daraquthni