Sunan Ibnu Majah hadis nomor 151 (Lihat: Hasyiatus Sindi Ibnu Majah)

151/4332

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْمُثَنَّى حَدَّثَنَا عَبْدُ الْوَهَّابِ بْنُ عَبْدِ الْمَجِيدِ حَدَّثَنَا خَالِدٌ الْحَذَّاءُ عَنْ أَبِي قِلَابَةَ عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ
أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ أَرْحَمُ أُمَّتِي بِأُمَّتِي أَبُو بَكْرٍ وَأَشَدُّهُمْ فِي دِينِ اللَّهِ عُمَرُ وَأَصْدَقُهُمْ حَيَاءً عُثْمَانُ وَأَقْضَاهُمْ عَلِيُّ بْنُ أَبِي طَالِبٍ وَأَقْرَؤُهُمْ لِكِتَابِ اللَّهِ أُبَيُّ بْنُ كَعْبٍ وَأَعْلَمُهُمْ بِالْحَلَالِ وَالْحَرَامِ مُعَاذُ بْنُ جَبَلٍ وَأَفْرَضُهُمْ زَيْدُ بْنُ ثَابِتٍ أَلَا وَإِنَّ لِكُلِّ أُمَّةٍ أَمِينًا وَأَمِينُ هَذِهِ الْأُمَّةِ أَبُو عُبَيْدَةَ بْنُ الْجَرَّاحِ
حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ مُحَمَّدٍ حَدَّثَنَا وَكِيعٌ عَنْ سُفْيَانَ عَنْ خَالِدٍ الْحَذَّاءِ عَنْ أَبِي قِلَابَةَ مِثْلَهُ عِنْدَ ابْنِ قُدَامَةَ غَيْرَ أَنَّهُ يَقُولُ فِي حَقِّ زَيْدٍ وَأَعْلَمُهُمْ بِالْفَرَائِضِ

Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Al Mutsanna(1) berkata, telah menceritakan kepada kami Abdul Wahhab bin Abdul Majid(2) berkata, telah menceritakan kepada kami Khalid Al Hadzdza`(3) dari Abu Qilabah(4) dari Anas bin Malik(5) ia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Umatku yang paling penyayang terhadap umatku adalah Abu Bakar, yang paling tegas di antara mereka adalah Umar, yang paling benar rasa malunya adalah Utsman, yang paling tepat keputusannya adalah Ali bin Abu Thalib, yang paling bagus bacaannya terhadap kitabullah adalah Ubai bin Ka'ab, yang paling tahu terhadap perkara yang halal dan yang haram adalah Mu'adz bin Jabal, dan yang paling paham terhadap ilmu Fara'idl adalah Zaid binTsabit. Ketahuilah bahwa setiap umat itu mempunyai orang yang terpercaya, dan orang terpercaya umat ini adalah Abu Ubaidah bin Al Jarrah." Telah menceritakan kepada kami Ali bin Muhammad(6) berkata, telah menceritakan kepada kami Waki'(7) dari Sufyan(8) dari Khalid Al Hadzdza`(3) dari Abu Qilabah(4) seperti hadis di atas. Hanya saja Ibnu Qudamah menyebutkan; "bahwa Zaid adalah yang paling tahu terhadap ilmu fara'idl."

Hadis ini memiliki penguat sebagai berikut:

  1. Musnad Ahmad 12437
  2. Musnad Ahmad 13479


(1) Muhammad bin Al Mutsannaa bin 'Ubaid, Al 'Anaziy, Abu Musa, Az Zaman, Tabi'ul Atba' kalangan tua, wafat tahun 252 H, hidup di Bashrah.

(2) Abdul Wahhab bin 'Abdul Majid bin Ash Shalti, Ats Tsaqafiy, Abu Muhammad, Tabi'ut Tabi'in kalangan pertengahan, wafat tahun 194 H, hidup di Bashrah, wafat di Bashrah.

(3) Khalid bin Mihran, Abu Al Manazil, Al Hadza'i, Tabi'in kalangan biasa, wafat tahun 141 H, hidup di Bashrah.

(4) Abdullah bin Zaid bin 'Amru bin Nabil, Al Jarmiy, Abu Qilabah, Tabi'in kalangan pertengahan, wafat tahun 104 H, hidup di Bashrah, wafat di Syam.

(5) Anas bin Malik bin An Nadlir bin Dlamdlom bin Zaid bin Haram, Al Anshariy Al Madaniy, Abu Hamzah, Shahabat, wafat tahun 91 H, hidup di Bashrah.

(6) Ali bin Muhammad bin Ishaq, Ath Thanafisiy Al Kufiy, Abu Al Hasan, Tabi'ul Atba' kalangan tua, wafat tahun 233 H, hidup di Qirqisiya.

(7) Waki' bin Al Jarrah bin Malih, Ar Ru'asiy, Abu Sufyan, Tabi'in kalangan biasa, wafat tahun 196 H, hidup di Kufah, wafat di Ainul Wardah.

(8) Sufyan bin Sa'id bin Masruq, Ats Tsauriy, Abu 'Abdullah , Tabi'ut Tabi'in kalangan tua, wafat tahun 161 H, hidup di Kufah, wafat di Bashrah.

(9) Khalid bin Mihran, Abu Al Manazil, Al Hadza'i, Tabi'in kalangan biasa, wafat tahun 141 H, hidup di Bashrah.

(10) Abdullah bin Zaid bin 'Amru bin Nabil, Al Jarmiy, Abu Qilabah, Tabi'in kalangan pertengahan, wafat tahun 104 H, hidup di Bashrah, wafat di Syam.